Home » » Vacation Dalam Data + Testimoni

Vacation Dalam Data + Testimoni

Penulis : rumah quran stan on Jumat, 01 Januari 2021 | 09.57.00

 Karena VIRTUAL, semua DATA terbuka lebar

Itulah tagline yang didengungkan Rumah Quran STAN di masa virtual ini, sehingga ketika ada agenda VACATION (Virtual Camp for Tahfidz Optimization), di satu sisi, santri dan musyrif perlu beradaptasi dengan suasana yang tidak biasa. Hm... disisi lain, manajemen merasakan lebih mudah dalam pengelolaan data, baik dari sisi:
  • pendaftaran peserta (rentang juz yang direncanakan dihafal),
  • proses talaqqi (rekap melalui google form dan spreadsheet), hingga
  • evaluasi (testimoni dan masukan-masukan).

Berikut gambar-gambar yang mewakili aktivitas VACATION dalam DATA:

Dimulai dari pendaftaran, paling banyak santri berkomitmen ziyadah hafalan juz 28 (15 orang), kemudian 1 orang masing-masing juz 26 dan juz 3. Kurva cenderung U di atas menandakan, rentang juz 25 - 30 masih menjadi yang difavoritkan, menyusul juz 1 - 5. Tentunya ada beberapa santri tahsin yang memang ditargetkan dapat mengejar juz 29 dan 30.



Data rekap tersebut menunjukkan bahwa:
  1. Keikutsertaan santri sebanyak 69% merupakan yang terendah dari penyelenggaraan serupa sebelumnya. Hal ini diprediksi karena:
    • Agenda VACATION cukup mendadak, sehingga baru diinfokan 1-2 pekan sebelum masa libur akhir tahun,
    • Santri sudah ada rencana kegiatan lain di masa liburan, meski begitu Vacation sudah dibuat lebih fleksibel, dapatb memilih hari, dengan total minimal 8 set jam setoran (setara 2 hari dari 4 hari pelaksanaan VACATION),
    • Santri banyak tugas kuliah di masa liburan,
    • Santri under-estimated karena model virtual tidak lebih baik daripada Tahfidz Camp Normal di masjid, 
    • Direncanakan santri lebih prefer mengikuti VACATION-2 di bulan Februari 2021, dimana pada momen tersebut sedikit beban yang dilalui mahasiswa, mengingat momen pasca-UAS 1 di Kampus PKN STAN,
  2. Jumlah talaqqi santri dan jumlah halaman yang disetorkan mengalami penurunan dari hari 1 hingga hari 4, seiring dengan hafalan yang disetorkan. Hal ini perlu diantisipasi pada momen Vacation selanjutnya,
  3. Rekor jumlah talaqqi dan jumlah halaman berhasil dilakukan oleh 3 santri tahfidz dan 1 santri tahsin mampu melalui lebih dari itu (juz 30 rerata lebih ringan).

Dari sisi testimoni dan masukan, hm...

Berikut masukan yang berhasil dihimpun dan diringkas:
  1. perlu motivasi dan evaluasi harian lebih mendalam
  2. kendala teknis jaringan untuk masuk Zoom (device/jaringan santri)
  3. Musyrif perlu ditambah ketika waktu-waktu padat setoran
  4. Perlu partner menghafal yang ditentukan oleh panitia, yang target juz nya sama dan waktu menghafalnya juga sama,
  5. Tahfidz Camp agar dibuat yang lebih sederhana dan dirutinkan di akhir pekan (misal sebulan 1-2 kali) untuk mengakomodir waktu menghafal alumni yang sudah bekerja,
  6. Teknis aturan agar diperketat lagi, agar santri lebih disiplin,
  7. Agar interaksi antar santri di main room ditingkatkan, karena butuh motivasi misalnya ketika melihat santri lain menghafal walaupun secara online, atau bila menyedot kuota, bisa juga dengan peran musyrif/ah yang mengupdate capaian santri di grup,
  8. Dilaksanakan lebih lama lagi,
  9. Kalau bisa langsung setelah ujian selesai/pertemuan terakhir kuliah sehingga fokus tidak terlalu terpecah. 
  10. Musyrif/ah agar lebih siap (perlu dirumuskan teknis kesiapan ketika santri masuk ke breakout room, juga minimal jumlah musyrif/ah per sesi), 
  11. Musyrif/ah agar menghubungi santri secara personal untuk menanyakan kabarnya dan memotivasi/mendorong untuk setoran
  12. Setelah setoran barangkali ada sedikit motivasi dan tips dalam menghadapi kesalahan dalam membaca
Berikut all-terstimoni, 
Maa syaa Allah testimoninya bagus-bagus...

  • Luar biasa meski di rumah tetap bisa memaksimalkan waktu liburan dengan vacation (Mar'atus Sholikhah - RQ 'Aisyah - Ustadzah Nisa Huwaina)
  • Walaupun online tetep aja deg2an mau setoran, apalagi liat yang lain setorannya subhanallah cepet2 banget, suaranya ada yang bagus banget πŸ˜­πŸ‘πŸ€© (Laela Kumalasari - RQ 'Aisyah - Ustadzah Nisa Huwaina)
  • Alhamdulillah bisa mengikuti vacation ini walaupun tidak full. Ini pengalaman pertama saya mengikuti tahfidz camp dan qadarullah virtual. Vacation kali ini memberikan saya buanyak pelajaran: belajar fokus, tentang lurusnya niat, self control, kesabaran, dan konsistensi. Banyak juga kejadian2 di luar kendali yang kadang mendistraksi. Kembali, lillah menjadi kunci :") (Nikmah - RQ 'Aisyah - Ustadzah Nisa Huwaina)
  • "Alhamdulillah dengan adanya vacation bisa nambah hafalan, dengan frekuensi menghafal yang banyak, memfokuskan diri hanya untuk Al-Qur'an dalam beberapa hari, gak setiap hari bisa kayak gini ('':Sangat banyak godaannya, godaan dari luar terlebih dari dalam diri juga, apalagi kalau setoran malam suka terlewat karena ketiduran ): Biasanya lihat temen baru termotivasi, tapi kali ini dari rekap setornya lumayan memotivasi karena lihat temen2 yang lain pada semangat setoran. Terima kasih RQ, sudah menyediakan fasilitas vacation ini, liburanku jadi sangat bermanfaat πŸ™πŸ™πŸ™ (Nifa Aulia Masyrifa - RQ 'Aisyah - Ustadzah Nisa Huwaina)"
  • Masyaallah sekali tahfidz camp kali ini, benar benar banyak sekali godaannya. Hari ketiga ini adalah hari yang paling berkesan untuk saya. Dimulai bangun tidur kemudian langsung menghafal, setelah setoran bersih bersih rumah, kemudian menghafal lagi sembari tangan berkutat membungkus brown sugar untuk kepentingan ibu jualan besok, setoran lagi tapi karena modal kuota unlimited yang sudah lelet jadi ditengah tengah setoran zoomnya connecting terus (sampe 5 kali sepertinya😭). Belum lagi dapat godaan ajakan main dari teman. Terus mau menghafal dimintai tolong ibu beli mie ayam, akhirnya hujan hujanan dulu. Terus menghafal lagi diajak main sama ponakan. Terus menghafal lagi dan sampailah pada setoran untuk terakhir kali dihari ini. Ya Allah.. Memang benar tahfidz camp kali ini sangatlah berbeda dengan sebelumnya dimana kita semua hanya fokus untuk menghafal, tapi seperti kata Mbak Windy, bisa jadi inilah tahfidz camp yang paling menempa dan menjanjikan pahala paling besar karena saking berat dan saking mengujinya hal tsb bagi niat dan komitmen kita. InsyaAllah.. (Fitri Wahyu N. - RQ Asy Syakina - Ustadzah Windy Anita Sari)
  • "Alhamdulillah :” Sebelumnya maaf karena sebenarnya saya nyambi-nyambi selama Vacation ini, misalnya seperti gak selalu langsung lanjut hafalan ketika sudah setor. Tapi selama 3 hari ini rasanya masya Allah :’) rasanya seperti terikat tapi suka aja gitu, bukan terikat seperti kewajiban yang memaksa. Semacam, “Oh iya habis ngerjain ini harus lanjut hafalan lagi, ayo hafalan.” Jadi ingat apa yang seharusnya dikerjakan dan jadi lebih terarah, apalagi ini pas liburan kan, suka terlalu terlena :). *Sebenarnya bukan hanya terikat sih rasanya, melainkan juga terhubung :) terhubungnya kayak apa, entahlah, rasanya memang lebih terhubung aja. Trus kalo di room ada yang setoran, itu kan harus menunggu, kan, ya. Nah, itu juga suka aja sih, senang menyimaknya walaupun saya gak hafal/gak tahu akan surat yang disetornya. Selain itu juga, kalau menyimak yang setoran, rasanya jadi tersemangati dan ikut menyemangati dari dalam hati :) Sempat sih ada waktu ketika, “Kok gak hafal2, udah ulang berkali-kali tapi kok segini-segini aja.” Tapi akhirnya ya sudah, gapapa. Jadi inget kata-kata musyrifah yang intinya gapapa kalo lama hafalnya, seenggaknya selama mengulang-ulang itu kan berarti huruf (Alquran)nya tetap terus terbaca :) Selama tiga hari ini juga sempat terbesit malas menghafal tapi ya ingin bisa menambah hafalan, ingin bisa setoran. Jadi, ya harus lawan rasa malasnya ehehe :) bisa keterusan gak menghafal kalo gak dilawan malasnya dan ini salah satu yang terberat :( Jadi, intinya adalah alhamdulillah :) *ini mah malah jadi curhat, maafkan (: (Anisa Safitri - RQ 'Aisyah - Ustadzah Nisa Huwaina)"
  • Alhamdulillah dapat menikmati hari-hari selama kegiatan vacation dengan suka cita, hidup lebih teratur, dan waktu lebih bermanfaat. Hatur nuhun (Alginna Zyvanka - RQ Asy Syakina - Ustadzah Windy Anita Sari)
  • Salut bgt sama musyrif/musyrifah yang semangat terus meski banyak rintangan karena keadaan pandemi (Widya Pratiwi - RQ Asy Syakina - Ustadzah Windy Anita Sari)
  • Walaupun online, vibes tahfidz campnya masih terasa dan seru karena ditemani anak anak kecil di asrama (Selma Patrisia Nintysa - RQ Asy Syakina - Ustadzah Windy Anita Sari)
  • saya  tidak terlalu fokus :( (Sekarnida Salsabila  - RQ Nusaibah - Ustadzah Siti Umayah)
  • "Tahfidz Camp kali ini terasa berbeda dengan tahun sebelumnya. Kalau tahun lalu, kita bisa menghafal bareng2 di satu tempat, makan bareng, riyadhoh bareng, saling memotivasi, terasa banget ukhuwahnya, dan tentunya bisa fokus dalam menghafal. Berbeda dengan yg sekarang, masing2 menghafal di kediaman masing2, juga cenderung banyak godaan yg bisa men-distract ketika ngafal, tidak bisa saling memotivasi secara langsung ketika jenuh menghafal, tidak ada yg mengingatkan ketika fokus mulai hilang dan tergoda akan hal lain.  Namun, tentu banyak hikmah yg bisa diambil dari Tahfidz Camp tahun ini. Kita jadi bisa melatih diri untuk tetap fokus menghafal walaupun tidak berada di lingkungan yg ideal. Bisa melatih diri untuk menahan godaan yg ada walau tidak ada yg mengingatkan. Melatih diri ini untuk menghadapi tantangan ketika jenuh menghafal sendirian walau tidak ada teman yang memotivasi. Dan masih banyak lagi hikmah yang tidak bisa saya sebutkan. Untuk itu, Tahfidz Camp tahun ini merupakan sarana yang sangat bagus untuk meng-upgrade diri, terutama dalam menghafal Al-Qur'an. Semoga di kesempatan berikutnya dapat terselenggara kembali dan lebih banyak peserta yang ikut. (Agil Nur Rohman - RQ Fatahillah - Ustadz Sugeng Purwanto)"
  • "Pengalaman pertama mengikuti tahfids camp secara online sebenarnya sangat seru, momen pas setoran itu best, walaupun deg degan setiap kali mau setoran tapi seneng aja ngeliat wajah musyrifah di layar, masyaAllah keramahan beliau kerasa banget. Hampir setiap selesai setoran pasti nangis. Afwan ya mba masih belum maksimal setorannya. Jujur, menghafal di rumah jauh lebih sulit :( (:D - RQ Ghaziyah - Ustadzah Anis Purwanti)"
  • Sebenarnya saya bersyukur tahfidz camp ini diadakan secara online, karena kalau offline saya pasti tidak dapat hadir. Saya sudah sedih karena berfikir tahun lalu adalah tahfidz camp terakhir saya dan pasti saya akan merindukan suasana tahfidz camp. Alhamdulillah Allah masih mengizinkan saya untuk ikut tahfidz camp tahun ini yang sudah sangat mengobati rasa rindu terhadap rumah Quran. Saat tahfidz camp ini juga saya merasakan semangat menghafal seperti dulu yang mungkin sekarang sudah mulai berkurang karena kesibukan kantor. Tahfidz camp ini seakan mengcharge full kembali semangat untuk menyelesaikan 30 juz. Semoga untuk kedepannya walaupun sudah dapat diadakan secara offline, saya berharap juga diadakan (dalam acara yang sama atau terpisah) secara online untuk memfasilitasi para alumni yang sudah berada jauh dan rindu kepada Rumah Quran (Nindya Sylviana W - RQ Nusaibah - Ustadzah Siti Umayah)
  • "Vacation mengingatkan kembali kepada saya, bahwa jangan pernah menyerah dengan keadaan, dan jangan pernah menempatkan diri sebagai korban yang hanya bisa menyalahkan. Saya, dan teman-teman bisa saja menyerah dg kondisi pandemi, yg menghalangi kita mabit di masjid untuk fokus menghafal tanpa distraksi HP, ataupun lingkungan di luar kita sebagaimana Tahfidz Camp yang normal. Lalu menyerah terlebih dahulu di awal, menganggap, ""Ah, mana mungkin nanti sy bisa fokus, pasti banyak ini itu, disuruh ini itu."" Kita pun bisa saja menyalahkan orang-orang di sekitar kita, yang tidak bisa membiarkan kita tenang dan fokus menghafal selama tahfidz camp. Lalu menyerah, dan merasa, ""Ah sudahlah sepertinya saya tidak mungkin bisa menyetorkan hafalan selama 8 sesi"", mundur bahkan sebelum bertanding. Kita pun bisa saja dalam sehari merasa sibuk dengan apapun di sekitar kita, kerjaan kantor, keluarga, tugas kuliah, KTTA, lalu mengucap maaf sebab tidak bisa menyetor, meminta izin untuk keesokan harinya di setor, dan esoknya nihil tidak juga dipenuhi. Namun, teman-teman saya di sini tidak demikian. Minimal, tidak sepenuhnya demikian. Bukankah begitu? Kita bisa dibilang nekat ikut, meski tidak yakin juga apakah bisa sampai target atau tidak. Kita nekat untuk daftar, meski tau kerjaan di hari-hari itu tidak berkurang sebab akhir tahun, atau penuh dengan deadline tugas perkuliahan. Kita tetap daftar meskipun kita tau keluarga, anak, pasangan, ponakan, orang tua, masih sangat butuh kehadiran dan bantuan kita. AH, modal nekat, katanya. Tapi, rasanya, saya bersyukur bisa nekat mendaftar. Meskipun tidak bisa memenuhi target 1 juz, saya bisa menambah 1-2 halaman hafalan baru saya. Meskipun tidak bisa memenuhi target minimal sesi setoran yang diikuti, paling tidak dalam 1-2 kali sehari saya bertemu dengan musyrifah dan menyimak kawan-kawan lain saat antri giliran setoran. Bahkan meskipun saat ini saya pribadi merasa gagal menjalani vacation kali ini, dengan kurangnya sesi setoran, kurangnya target minimal tiap setor, atau kurangnya akumulasi yang tidak sampai angka minimalnya; saya tetap bersyukur, sebab ada 1 kaidah yang saya makin pahami, ""Jika tidak bisa meraih seluruhnya, maka jangan tinggalkan semuanya."" Meskipun tidak bisa berada dalam kondisi ideal dan dengan capaian target semestinya, setidaknya kita tidak menyerah untuk tetap berusaha meraih sebagiannya. Maka, selamat kepada kalian, kepada kita; yang dengan karunia Allah, berhasil menjalani tahfidz camp ini dengan baik. sampai garis finish. kita awali dengan baik, maka kita akhiri juga dengan baik. Selamat, terutama bagi teman-teman, yang berhasil meraih targetnya. Saya yakin itu bukan tanpa pengorbanan. Bahkan, pasti banyak yang harus ditunda, dari tidur, hingga keinginan sekedar scroll laman media sosial. Memilih fokus bersama mushaf, menyambut sesi setor berikutnya, dengan hafalan yang lebih baik kualitasnya. Selamat, bagi kalian yang berhasil dari kata menyerah, hingga garis finish. Saya yakin itu bukan tanpa tangis sebab ada banyak ayat kembali lupa meski sudah dirapal puluhan bahkan ratusan kali. Dirasa siap, eh pas di depan musyrif, hafalan menghilang semuanya bak ditiup angin. Terbata-bata menahan rasa tidak enak, dan malu karena sudah berhadapan dengan musyrif. Namun, kalian, kita, tak mau menyerah kalah. Tetap mencoba lagi, dan diteruskan. Meski pada akhirnya tak banyak ayat terekap, tapi rasa tenang menyelimuti waktu waktu kebersamaan bersama Al Quran dan teman yang sedang bersama menghafal meski secara virtual. Ya, selamat ya. Insyaallah kita, semoga dipertemukan dalam vacation selanjutnya. Salam dari santri alumni akhwat (Santri Alumni Akhwat - Lainnya)"
  • Qadarullah Tahfidz camp kali ini tidak bisa dilaksanakan seperti biasanya, namun MasyaaAllah esensi yang didapatkan masih sama seperti sebelumnya, malah insyaaAllah lebih dari sebelumnya. Karena virtual tahfidz camp ini lebih menguji diri dalam menahan hawa nafsu dan menantang diri sendiri tanpa adanya faktor dorongan dari luar. Jadi kesungguhan tekad kita benar-benar diuji disini. Walaupun jika dilihat tantangannya lebih berat karena tidak berada dalam lingkungan yang mendukung dan tidak ada teman yang membersamai, namun hikmah yang bisa diambil adalah saat kita berkhalwat dengan Al Quran kita bisa merasakan nikmat yang luar biasa. Ayat yang diulang ulang dan tidak hafal hafal seakan Allah ingin kita bersama Al Quran lebih lama dan melupakan semua kesibukan duniawi. Walaupun tidak ada Musyrifah yang mengawasi dan mengingatkan saat kita mulai bersantai santai, namun saat itulah kita sadar bahwa pengawasan Allah selalu memperhatikan kita dan membuat kita untuk lebih disiplin terhadap diri sendiri. Walaupun kita tidak melihat teman teman yang lain setoran namun dengan melihat rekap setoran dan melihat para Musyrifah yang selalu stand by di depan laptop untuk menunggu kita setoran, menambah semangat kita untuk segera menyelesaikan hafalan. Walaupun dengan segala keterbatasan kondisi yang ada tahfidz camp kali ini bisa berjalan dengan lancar berkat manajemen yang telah memfasilitasi dengan sangat maksimal. Sebenarnya saya bersyukur tahfidz camp ini diadakan secara online, karena kalau offline saya pasti tidak dapat hadir. Saya sudah sedih karena berfikir tahun lalu adalah tahfidz camp terakhir saya dan pasti saya akan merindukan suasana tahfidz camp. Alhamdulillah Allah masih mengizinkan saya untuk ikut tahfidz camp tahun ini yang sudah sangat mengobati rasa rindu terhadap rumah Quran. Saat tahfidz camp ini juga saya merasakan semangat menghafal seperti dulu yang mungkin sekarang sudah mulai berkurang karena kesibukan kantor. Tahfidz camp ini seakan mengcharge full kembali semangat untuk menyelesaikan 30 juz. Semoga untuk kedepannya walaupun sudah dapat diadakan secara offline, saya berharap juga diadakan dalam acara yang sama atau terpisah namun secara online untuk memfasilitasi para alumni yang sudah berada jauh dan rindu kepada Rumah Quran (Nindya Sylviana W - RQ Nusaibah - Ustadzah Siti Umayah)
  • "Seru banget sebenernya huhu masyaAllah, walaupun di dua hari pertama itu qadarullah sedang ada acara jadi belum maksimal ngafalnya 😭πŸ˜₯ Tapi alhamdulillah masih bisa ngerasain vibe ngafal bareng temen2, dan ngeliat semangatnya temen2 yang setoran berkali2 huaa keren banget πŸ€— Jazakumullahu khayr musyrif, musyrifah, dan manajemen rq stan yang sudah menginisiasi vacation ini dan memfasilitasi kami sampai akhir acara 😊 (Istiana Aini - RQ Asy Syakina - Ustadzah Windy Anita Sari)"
  • Alhamdulillah, acara yang baik insyaAllah.. dgn prinsip "bila tidak bisa melaksanakan seluruhnya, jangan tinggalkan seluruhnya" (Naufal Ammar Rasyid - RQ Utsman bin Affan - Ustadz Bayu Alfath)
  • Masya Allah, meski persiapan dikatakan minimal tapi pelaksanaannya menurutku pribadi maksimal sekali. Dari pelaksanan secara keseluruhan luar biasa tertata dan terjadwal dengan rapi, feelnya mendekati banget sama tahfidz camp yang sebelumnya. Diluar ekspektasiku intinya. Sensasinya bukan sekedar setoran virtual seperti biasa, tapi ini bener-bener beda. Terlebih, musyrif/ah nya tulus banget dalam membersamai disela-sela waktunya yang begitu berharga.  (Anita Kemala Firdausyia - RQ Ghaziyah - Ustadzah Anis Purwanti)
  • "Luarbiasa, membuat flashback dengan kenangan indah di arridho lalu. Semoga keadaan segera membaik, kangen dengan suasana RQ dan segala kenangannya (Agung Wiratama  - RQ Fatahillah - Ustadz Sugeng Purwanto)"
  • Semangat membantu dalam merefresh semangat dalam menghafal (M. Taufik Hidayat - RQ Umar bin Khattab - Ustadz Muhammad Hasan)
  • Alhamdulillah bisa mempunyai kesempatan utk menambah hafalan di liburan + waktu & tempatnya fleksibel (Faishal Ibrahim - RQ Fatahillah - Ustadz Sugeng Purwanto)
  • Saya merasa hati saya bahagia karena adanya Vacation ini intwraksi saya dengan al quran lebih sering dibanding hati-hati biasanya, Walaupun saya belum sampai pada target saya untuk menghafal yang ditargetkan Vacation, karena saya mengesamping target saya dan lebih fokus pada hafalan saya supaya tidak sia-sia pada hafalan saya, mungkin saya tidak secepat teman-teman yang lain untuk menghafal, karena itu saya lebih ingin agar hafalan saga tetap saya ingat.  (Baskara Jaya  - RQ Umar bin Khattab - Ustadz Muhammad Hasan)
  • Alhamdulillah. Memperbaiki mood dalam menghafal dan setoran dibanding hari-hari biasa (Aris Fatah Yasin - RQ Umar bin Khattab - Ustadz Muhammad Hasan)
  • Alhamdulillah bisa ngadain tahfidz camp meskipun dalam keadaan jarak jauh seperti ini, tapi banyak kendala2 yang dialami santri seperti misalnya kondisi rumah yang kurang kondusif, sehingga seringkali terganggu dalam menghafal. Dan juga kurangnya semangat&motivasi karena menghafal sendirian, tidak bersama-sama teman seperti biasanya :') (Ismi kurnia - RQ Nusaibah - Ustadzah Siti Umayah)
  • Seneng rasanya saat dapet koreksi dan nasihat dari setiap Musyrif tatkala menyetorkan sedikit hafalan... (Ibnu Khoir Al Itsnan - RQ Utsman bin Affan - Ustadz Bayu Alfath)
  • Liburku jadi benar-benar berfaedah😭😭😭 yang paling suka, pas setoran ketemu ustadzah, hal paling sederhana jadi ada temen buat cerita walau waktunya bentar. Tapi lega bgtt heheheheh. Afwan mba Windi, mba Anis, Mita malah curcol wkwkw (Mita Fitriani - RQ Ghaziyah - Ustadzah Anis Purwanti)
  • Masya Allah sangat membantu banget untuk mendorong hafalan yang macet ditengah pandemi (M. Rizali Hadi - RQ Fatahillah - Ustadz Sugeng Purwanto)
  • Seru sih sistematika Tahfidz camp keren banget. Tapi belum bisa capai target hafalan  (Muhammad Faizal Al Farizi - RQ Umar bin Khattab - Ustadz Muhammad Hasan)
  • Bagus banget buat mentrigger semangat menghafal lagi, dan bisa buat evaluasi diri sendiri bagaimana kedepannya.  (Ilmiyah - RQ Asy Syakina - Ustadzah Windy Anita Sari)
  • Sedikit sih, tapi ternyata "alhamdulillah bisa juga ya". Yap, dapet nasihat sedikit tidak apa, terus saja menghafal dan menyetorkan hafalan. (Ibnu Khoir - RQ Utsman bin Affan - Ustadz Bayu Alfath)
  • "Suka banget sama kegiatan ini. Musyrifahnya ramah banget masyaAllah. Energi positifnya kerasa banget.Tahun depan fix mau ikut lagi. Sedih vacationnya udh mau selesai tapi hafalannya masih sedikit :(  Musyrifah favorit buat setoran mba nisa karena emang jarang dapat musyrifah yang lain hehe. (... - RQ Ghaziyah - Ustadzah Anis Purwanti)"
  • MasyaAllah.. Luar biasa mengingatkan kita dengan kenangan indah di arridho lalu (Agung Wiratama  - RQ Fatahillah - Ustadz Sugeng Purwanto)
  • Dari segi media maupun sistem, manajemen sangat luar biasa dalam menyiapkannya. Barakallah, ini pengalaman pertama dan masyaAllah walau tantangan yang dirasakan lebih besar. (Iqlima Zahra - RQ Ghaziyah - Ustadzah Anis Purwanti)

Allahummarhamnaa bil Qur'aan
Barakallahu fiikum

πŸ“– Rumah Quran STAN πŸ“–
======================

πŸ‘₯ Fb: Rumah Quran STAN
🌐 Web: rumahquranstan.com
πŸ“· IG : stanruqun_
🎞️ Youtube: bit.ly/youtubeRQ
Share this article :

Posting Komentar

 
Tentang Kami | Kontak Kami | Privacy policy | Term of use | Ingin Berdonasi? | Site map
Copyright Ruqun STAN© 2015. Rumah Qur'an STAN . All Rights Reserved.
Design Template by klik di sini |