Home » » 4 Mind Set Utama - AutoMurajaah

4 Mind Set Utama - AutoMurajaah

Penulis : rumah quran stan on Rabu, 27 Januari 2021 | 22.23.00


Pasti bingung ya? Apa hubungan antara Murajaah dengan cover gambar Tamiya  


Eh, kebayang gak?
Sudah punya tanggungan 1 juz tilawah (baca Qur'an) per hari, truz ditambah 1 juz murajaah pula tiap hari. Ampun gak tuh! Kelenger gak tuh! Gimana bagi waktunya?? 😵

Hehe, Disini akan dibeberkan mind-set yang harus diinternalisasi dulu sebelum beraksi. Agar dapat diangguki oleh HATI, bukan hanya oleh akal. Karena akal kita bisa saja bilang: Impossiblee!! Tapi relung hati terdalam kita ternyata menggangguk-angguk setia, pada Sang Pencipta, yang telah menempatkan jiwa untuk dapat menghancurkan mental block yang ada.

Inilah dia...
MIND SET UTAMA ==> AUTO-MURAJAAH


1. Pertama Pahami dan Yakini... 

Auto-Murajaah? Eits, ternyata salah satu artikel di blog Rumah Quran STAN ini sudah pernah membahasnya lho, bahkan sebelum istilah auto-ngakak, auto-mager, hingga auto-sultan viral di jagad media sosial sekarang.

Auto-Murajaah menurut artikel sebelumnya tahun 2018, merupakan upaya mengambil waktu-waktu kita yang lebih sudut lagi, yang bisa disambi, yang mungkin di-multitasking-kan, yang mana otak sedang santai, tak perlu fokus, ibarat butir-butir pasir di dalam bejana 24 jam sehari kita, untuk murajaah (mengulang-ulang hafalan Qur'an). Tuh, definisi yang puanjang bukan.

Intinya begini: kita punya waktu untuk kuliah, kerja, keluarga, dan ibadah = 4 waktu yang biasanya paling prioritas dalam hidup kita, umpamakan saja itu semua bongkahan batu besar. Lalu makin tidak prioritas, agenda kita makin selembut pasir. Bukan hanya itu, agenda-agenda pasir tadi syaratnya bisa dimultitaskingkan dengan memurajaah hafalan Quran. 

Misalnya: naik motor, memasak, menyeterika, jalan kaki, sambil liat-liat e-commerce di HP, sambil swipe-swipe status orang, sambil senyum-senyum baca chat orang, mager, dll. Nah itu semua bisa sambil murajaah, disitulah waktu-waktu harian kita bakal mcQueen berkah.

Dan kalau dijumlah dalam sehari ... ck ck ck, bayangkan saja, yakin bisa muat hafalan kita yang dijembreng jadi 1 pekan lamanya, dan diulang-ulang terus.

Contoh: buat laki-laki ke mesjid jalan/naik motor, itunglah perjalanan ke masjid 5 menit, pulang 5 menit, itu ekuivalen dengan 2 halaman murajaah, maka bila dikali 5 waktu, hasilnya sudah 10 halaman = 1/2 juz. Belum lagi kalau murajaahnya ditaruh di shalat sunnah yang lebih prioritas, belum lagi sambil buka swipe-swipe HP, dll...  Pasti bisa banyak tuh murajaahnya...


2. Analogi Tamiya

Kenapa harus Tamiya? Apa salah Tamiya??
Eits... Tamiya tidak salah kok. Hanya saja, tamiya punya analogi yang pas dan unik untuk sesi Auto-Murajaah 1 Juz Per Hari yang diulang-ulang tiap momen tertentu... oh... kalau standar penghafal Quran itu, diulang antara 1-2 pekan sekali. Jadi, yang punya hafalan setengah juz misalnya, sembari menjaga hafalannya, dia buat 1/2 juz itu diulang setiap pekan di momen auto-murajaah yang dia bisa.

Ini ibarat TAMIYA... Iya! Tamiya tidak pernah pusing jika dikebutkan di atas sirkuit yang selalu saja berulang. Dia hanya berhenti dengan 2 kemungkinan. 1. Diambil yang punya, 2. Baterenya habis. Selama tidak dilakukan, Tamiya akan terus berputar tanpa merasa lelah dan pusing.

Itulah!
Itulah kenapa kita dicipta Allah untuk merasakan perulangan setiap hari, dari siang kemudian malam, kemudian siang lagi tanpa pusing. Maka, mari kita buat perulangan sirkuit murajaah kita, agar bacaan Quran itu dibaca bin nadzar (dilihat) setiap hari melalui agenda tilawah (perulangan 30 hari sekali khatam), PLUS agar hafalan Quran kita dibaca bil ghaib (tanpa dilihat) setiap hari sekian halaman melalui agenda murajaah (perulangan 1-2 pekan sekali selesai hafalan).

Sebelum apa?
Tentunya sebelum Allah mengambil kita dari jalur sirkuit yang selama ini kita geluti, atau sebelum batere kita habis, yang akhirnya Allah juga ambil diri kita, agar tidak mengganggu jalur sirkuit yang dipenuhi tamiya-tamiya lainnya. heuheu...



3. Pastikan Syarat Terpenuhi: "PUNYA HAFALAN QUR'AN Berapapun!"

Sederhana kan!! Jadi gak kudu banyak-banyak punya hafalan sebetulnya!! Yang penting ada aja! Coba kita bikin pentahapan begini ==>

  • Bila hafalan cuma 1 halaman, maka misalnya kita tentukan standar 1 pekan diulang di sirkuit hafalan kita tadi, maka 1 hari = 2 baris (asumsi = 1 halaman terdiri dari 14-15 baris). Kalau bosen dengan 2 baris itu-itu aja di setiap hari Senin, misalnya... Yaaa tambahin lah! Gaskeun!!!
  • Maka, hafalan kita naik kelas. Misalnya bertambah jadi 10 halaman hafalan (kalau juz 30, berarti dari Al-Fajr s.d. An-Naas), bila diulang sepekan sekali = 1,5 halaman per hari. Hm... Pasti lama-lama kalau istiqomah, kita bakal berpikir: kok itu-itu aja sih, maka kuy naik kelas lagi!
  • Misalnya bertambah jadi 20 halaman hafalan alias 1 juz per pekan => Per hari jadinya 3 halaman. Bila sudah lancar, istqomah, lalu pengen yang lebih lagi? Ck ck... Manusia memang gak pernah selesai yaa punya nafsu menghafal, ahahay, semoga aja!
  • Tambah lagi!!! jadi 40 halaman hafalan alias 2 juz per pekan => Per hari jadinya 6 halaman.
  • Tambah lagi!!! jadi 80 halaman hafalan alias 4 juz per pekan => Per hari jadinya 12 halaman.
  • begitu seterusnya...
Dengan semakin bertambahnya hafalan, maka semakin kreatif dan inovatif pikiran kita untuk menggelar agenda murajaah. 

Dari semula agendanya cuma setiap naik motor aja, maka kita makin melebar dan memanjang = meluas, hehe. Nambah jadi, setiap nyeterika murajaah. Nanti nambah lagi, setiap nyuci piring murajaah. Nanti nambah lagi, setiap liat antrian di warteg memanjang, ketika yang lain geleng-geleng kepala, si penghafal ini malah girangnya bukan maen. Seneng karena bisa jadi sarana murajaah. Nanti nambah lagi nyerempet sekaligus men-generate ibadah-ibadah mahdhoh juga, shalat sunnahnya jadi rajin, dhuha nya rutin, qiyamul lailnya makin sering. Kenapa?

Karena dia jadikan itu semua agenda Murajaah. Nah begitulah Murajaah yang menjadi trigger bagi amal ibadah kita yang lain.  

Growth Mind Set to Have More "Hafalan Qur'an" with Murajaah ...


4. Jangan Niatkan Murajaah Agar Slalu Lancar, Tapi Murajaah-lah Agar Kita Slalu Bersama Quran 

Coba jawab dulu pertanyaan ini: Kenapa suami slalu bersama istri? Apakah agar keduanya akur? Agar hidupnya lancar dan tidak ada masyalah?  Tentu tidak? Karena manusia sudah difitrahkan akan menjalani ujian demi ujian. Jawabnya lebih visioner dari sekedar lancar: yakni agar hidupnya tenang, alias sakinah. Jadi, kalau ada masalah, bersama istri lebih tenang. Jadi, kalau lihat makhluk lawan jenis lain di luar sana, si suami akan slalu menjawab, "Istriku lebih syantique."

Itu secara duniawi yaa...

Jadi, kalau ada orang yang murajaah agar lancar, yuk kita naik pohon saja, agar pandangan kita lebih visioner tidak sebatas itu saja. 

Murajaah yang berimplikasi pada lancarnya hafalan hanyalah efek samping. Tujuan utama murajaah rutin itu menjadikan hidup kita agar slalu lebih dekat dengan Qur'an, sehingga hati kita jadi lebih tenang menghadapi ujian dan cobaan. Sehingga semua keutamaan melafalkan Quran terunggah lebih masif dan tercatat lebih berlembar-lembar oleh malaikat pencatat amal kebaikan.

Sebentar! Kedua mind set ini akan berbeda dalam pelaksanaannya. Coba bandingkan!

  • Si Fulan A, memurajaah juz 30 selama sepekan, lalu begitu sampai adh-dhuha s.d. annas, dia tak jadi murajaah karena tanpa diulang-ulang pun sudah lancar otomatis, sehingga dari situ ia langsung balik ke An-Nabaa' lagi agar lebih lancar lagi ==> Ini mind set Murajaah agar lancar.
  • Si Fulan B, memurajaah juz 30 selama sepekan, lalu begitu sampai adh-dhuha s.d. annas, dia tak peduli sudah lancar atau tidak, yang penting selama sepekan itu, dia harus tuntas juz 30 nya, maka dia pun selalu menjadikan juz hafalannya itu sebagai sirkuit pekanan dirinya. ===> Ini mind set Murajaah agar slalu bersama Qur'an.    


---------------

Khotimah:

Murajaah bukan tentang agenda yang mood-mood-an.

Justru murajaah lah yang menguatkan mood hidup kita lebih terarah.

Murajaah bukan pula agenda yang memperlancar hafalan.

Justru murajaah lah yang secara tidak langsung memperlancar ketahanbantingan kita atas ujian dan cobaan yang menghadang

Karena manusia takkan bisa lepas dari fitrah ujian dan cobaan


Ya Allah kuatkanlah kami, atas cobaan hidup ini...

Allahummarhamnaa bil Qur'aan

Bersambung .... (Coming Soon: Teknik-Teknik Auto Murajaah)


ditulis oleh:

seseorang yang terinspirasi agenda VACATION Desember 2020 lalu,

semoga auto-murajaah ini terus bertahan hingga maut menjemput,

terima kasih Rumah Quran STAN

Allahummarhamnaa bil Qur'aan

Share this article :

Posting Komentar

 
Tentang Kami | Kontak Kami | Privacy policy | Term of use | Ingin Berdonasi? | Site map
Copyright Ruqun STAN© 2015. Rumah Qur'an STAN . All Rights Reserved.
Design Template by klik di sini |