Home » » Kuthbah Ied ala RQ Granada

Kuthbah Ied ala RQ Granada

Penulis : rumah quran stan on Minggu, 24 Mei 2020 | 02.42.00


RQ Granada merupakan cabang Rumah Quran STAN dengan jumlah santri tinggal terbanyak dibanding RQ-RQ yang lain selama masa pandemik COVID-19. Bila RQ lain, ada yang hanya ditinggali musyrifahnya saja, ada yang kosong sama sekali, ada yang ditinggali 1 santri ikhwan (RQ/RT MBM), maka ada 4 santriwati RQ Granada yang tetap tinggal. 

Maka, pemilik RQ Granada yang merupakan salah satu manajemen RQ STAN mengajak santriwati di lantai 2 rumah turun ke bawah (lantai 1) untuk menggelar shalat Ied bersama pada 1 Syawal 1441 H (25 Mei 2020). Berikut adalah draft khutbah dengan pendekatan ala RQ Granada:

💌💌💌

Assalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Allahu akbar
Allahu akbar
Allahu akbar
Alhamdulillah 
Ash sholaatu wassalaamu'alaa Rasuulillah - Amma ba'du

Fa yaa’ibaadallah uushikum wa nafsii bitaqwallah faqod faazal muttaquun.
Qalallahu ta’alaa fii kitaabihil kariim - Audzubillaahiminiassyaithaanirrajiim  

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ 
Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.-QS Ali Imran 102-

Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar Walillahilhamd
Sobat RQ Granada, yang smoga sehat dan smangat

Sungguh sebuah kenikmatan dari Allah bisa beribadah di pagi 1 Syawal, dengan suasana khutbah rumahan. Semoga kita bisa mensyukuri nikmat-nikmat itu, dengan hati, lisan, dan amal yang optimal. 

Di balik nikmat-nikmat Allah yang tak terhitung ini, ada 1 yang nikmat yang perlu kita sadari yakni nikmat iman islam, yang mau tidak mau, sadar tidak sadar, dunia kita saat ini sedang bergerak mengimplementasikan tata cara Islam secara pelan-pelan.

Ini buktinya: Kita tahu perbankan berkonsep Syariah, Ketika ada krisis, perbankan konvensional kolaps, namun yang syariah tidak tergerus krisis. Dunia sudah beberapa tahun terakhir menyaksikan perkembangan signifikan perbankan syariah.

Lalu, kita juga tahu konsep larangan ikhtilath (bercampur laki perempuan). Dengan adanya gerbong khusus wanita, ruang busway khusus wanita, itu semua praktek atas konsep Islam yang menghindarkan adanya ikhtilath. Karena memang Islam sesuai fitrah manusia. 

Satu bukti lagi muncul, betapa dunia kita sedang mempraktekkan tata cara Islam. Apa itu? Yaitu wabah yang kita alami. Jauh sebelum pemimpin kita menerbitkan PSBB, ada titah Rasulullah Saw melalui hadits yang mulia:

Abdurrahman bin Auf mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Apabila kamu mendengar wabah berjangkit di suatu negeri, janganlah kamu datangi negeri itu. Dan apabila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, maka janganlah keluar dari negeri itu karena hendak melarikan diri… (HR Bukhari Muslim)

Maa syaa Allah, sobat RQ Granada, semoga dengan keberadaan kita disini, dengan berlandaskan niat menggapai ridha Allah dan mencontoh sunnah Nabi saw, kita dapatkan pundi-pundi pahala dari Allah, atas aksi dirumahsajanya kita, atas lockdownnya kita, atas magernya hidup kita akhir2 ini.

Sobat RQ Granada yang in syaa Allah sudah hafal juz 28,

Tiap khutbah slalu ada wasiat takwa. Maka kita dapati di juz 28 surat Al Hasyr-18:
Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.

Lalu ada lagi, di surat At Tagaabun 16: Fattaqullaahamastatho'tum...
Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu ...

Ternyata kunci takwa itu ada di surat setelahnya yaitu At Thalaq, yakni Wamayyattaqillaaha, ada 3:
1. yaj’allahu makhraja: Allah akan membukakan jalan keluar (ayat-1);
2. yaj’allahu min amrihii yusro: Allah akan memudahkan urusannya (ayat-4);
3. yukaffir ‘anhu sayyi’aatihii wayu’dzim lahuu ajro: Allah hapus kesalahan2 dan melipatgandakan pahala (ayat-5).

Maka, mari kita berharap sama Allah agar kita menjadi pribadi muttaqiin, dimana bekal ketakwaan yang sudah kita usahakan di bulan Ramadhan kemarin, semoga dapat tetap kita istiqomahkan di 11 bulan ke depan, serta agar usia kita disampaikan di Ramadhan tahun depan. Aamin ya Rabbal 'alamin.

Khutbah 1 ini akan saya akhiri dengan secuplik cerita:
Biasanya kalau ada lari maraton, pelarinya dari awal hingga menjelang garis finish, berupaya menjaga endurance (daya tahan), beda dengan sprint 100 meter yang pelarinya langsung menghabiskan staminyanya. Nah, ketika pelari maraton sudah mendekati garis finish, seharusnya kan mempercepat lari ya, sayangnya syetan sudah mempersiapkan ranjau-ranjau instan di dekat garis finish itu, sebutlah diskon belanja, buzzer media, isu pandemik yang bikin ketar-ketir, dan lainnya.  Naudzubillah, semoga slalu tentram hati kita..

Nah, Ada pelari yang gagal tapi tidak sadar kalau dia itu sudah di luar rute. Lho kok bisa? Kita jadi bertanya: Apa makna garis finish disini? Maka saya jawab: Ia adalah penerimaan amal dan turunnya ampunan Allah, yang sungguh rugi kalau kita sudah di Syawal sekarang ini (di luar rute marathon Ramadhan), tapi tak mendapatkan ampunan-Nya, artinya sia-sialah puasa dan bangun malamnya (naudzubillahi min dzaalik). 

Nah, kita saat ini kan di luar rute marathon. Pertanyaannya, kita tidak tahu nih, kita sudah melewati garis finish atau belum??? 

Maka, khatib mengajak diri dan antum sekalian, Mari slalu bekalkan diri kita dalam hari-hari ke depan dengan doa: 
1. Taqabbalallahu minna wa minkum. 
2. Juga: Allahumma taqabbal minna innaka antassami’ul aliim watub alainaa innaka antattawwaaburrahiim, atau: 
3. Allahumma taqabbal minnaa shalaatanaa washiyaamanaa wa rukuu’anaa wasujuudana wa quudana wa tadharru’ana (merendahkan diri kami), wa takhasyu’ana (khusyuk2 kami), wa ta’abbudanaa (pengabdian kami), wa tammim taqshiiranaa (dan sempurnakanlah penunaian ibadah kami)…

Barakallahu lii walakum fil qur’aanil adziim. Wanafa'anii waiyyaakum bimaa fiihi minal aayaati wadzdzikril hakiim. Aquulu qouli haadzaa wastaghfirullahulii walakum walisaa irilmuslimiina walmuslimaat. Farstaghfirullah. Innahuu huwalghafuuruarrahiim.

--DUDUK, LALU BANGUN UNTUK KHUTBAH 2--

Alhamdulillah
Alhamdulillahilladzii arsala rasuulahuu bil hudaa wadiinil haqq liyudzhirahuu aladdiini kullihii wakafaa billaahisyahiida...
Allahummashalli alaa Muhammad wa alaa aali Muhammad

Sobat Granada, yang masih ON FIRE di bulan Syawal ini,
Sungguh Ramadhan kemarin hingga Syawal ini punya 4 nilai tambah dibanding Ramadhan2 sebelumnya, yang sangat lain dari yang lain, dengan Ramadhan sebelum2nya:

1. Energi kerinduan kepada orangtua: sungguh cinta itu kalau jauh di mata, justru malah jadi dekat di hati dan menghadirkan energi tersendiri. Antum tidak pulkam, kami juga tidak pulkam. Artinya: kita tetap bisa kirimkan energi doa buat mereka, maka kami juga titip salam kami kepada antum, untuk mereka: semoga kita semua sehat senantiasa.

2. Ekstra perlindungan: karena tidak boleh keluar, kita jadi jarang bertemu orang, artinya godaan lawan jenis, juga godaan makanan minuman, jauh lebih bisa terkontrol, kecuali memang kita mau curi2 pandang media sosial, nastaghfirullah...

3. Ekstra waktu konversi: banyak waktu Ramadhan lalu yang secara durasi bisa dikonversi di Ramadhan tahun ini menjadi ibadah, misalnya nambah 1 juz perhari, yang dikonversikan dari: jalan dari/ke kampus, ngobrol ngabuburit, ngeramein kajian tatap muka, jalan dari/ke masjid, pulkam, dll. Maka, sungguh beruntung yang ibadahnya nambah hasil dari konversi tadi.

4. Sedikitnya gaya gesek, apa maksudnya? Yang terakhir ini berpotensi sekali menjadikan Ramadhan kita terbaik dari Ramadhan2 lalu. Kenapa? Karena tidak ada gaya gesek bakda Ramadhan yg hadir secara masif. Nah, apa saja itu?
- tidak ada pulkam yang biasanya mengganggu ritme ibadah kita selama di sini, 
- tidak ada dekat orangtua sehingga kemanjaan kita jadi berkurang, kita lebih fight disini,
- tidak ada jalan2 silaturrahim manual yang biasanya menambah sibuk dan mengubah jam biologis kita, yang padahal sudah otomatis bangun sahur selama 30 hari.

Maa syaa Allah… maka, saya mengajak antum sobat RQ Granada, mari kita besok langsung puasa lagi, 6 hari Syawalan secara berurutan, kenapa? karena tidak ada alasan bagi kita seperti kalau kita di kampung (ga enak ama ortu lah, harus menjamu tamu lah, dll, tak ada alasan itu disini).

Ini semua kita ikhtiarkan agar ritme ibadah kita terjaga. Walau kemungkinan akan menurun, tapi in syaa Allah tidak menurun secara njomplang. Keep tidur diawal and bangun sepertiga malam untuk memanfaatkan waktu sahur. In syaa Allah waktu sahur bukan hanya berkah untuk makan dan shalat malam, tapi juga buat nugas kampus.

Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillah - Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar… Mari kita pungkasi khutbah dengan bershalawat dan doa:

Innallaaha wa malaa’ikatahuu yushalluuna ‘alannabiy. Yaa ayyuhalladziina aamanuu shalluu alaihi wasallimuutasliimaa. Sebagaimana Allah dan para malaikat bershalawat kepada Nabi, kita pun turut memperbanyak shalawat: Allahummaa shalli alaa Muhammad wa alaa ali Muhammad…

Allahummaghfir lil muslimiina walmuslimaat wal mu’miniina wal mukminaat al ahyaa I minhum wal amwaat innaka samiun qaribun mujibud dakwaat. Ya qadiyal haajaat.

Allahummarhamnaa bil Qur’aan, waj’alhulanaa imaaman wa nuuran wa hudan wa rahmah. Allahummadzakkirnaa minhumaa nusiina wa’allimnaa min humaa jahilnaa war zuqnaa tilaawatahu war zuqnaa tilaawatahuu indal wa bakdal Ramadhan ya Allah… warzuqnaa tilaawatahuu aana allaili wa athraafannahaar. Waj’alhulanaa hujatan yaa Rabbal ‘aalamiin.

Allahumma taqabbal minna innaka antassami’ul aliim, wa tub alainaa innaka antat tawwaburrahiim. Allahumma taqabbal minnaa shalaatanaa washiyaamanaa wa rukuu’anaa wasujuudana wa quudana wa tadharru’ana, wa takhasyu’ana, wa ta’abbudanaa, wa tammim taqshiiranaa…

Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wafil aakhirati hasanah wa qinaa adzaabannaar.

Subhaana rabbika rabbil izzati ‘ammaa yasifuun wasalaamun alal mursaliin walhamdulillahirabbil ‘aalamiin.

Wassalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Rumah Quran STAN
turut mengucapkan 

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H
Taqabbalallahu minnaa wa minkum
Ja'alanallahu wa iyyaakum minal 'aaidin wal faa'izin

Semoga Allah menerima amal ibadah kita, 
Semoga Allah jadikan kita orang-orang yang kembali dan beruntung,

Allahummarhamnaa bil Qur'aanil kariim
frame - lebaran #diRQaja - 4 santri dan 1 musyrifah berpelukan pasca shalat Iedul Fitri

Share this article :

Posting Komentar

 
Tentang Kami | Kontak Kami | Privacy policy | Term of use | Ingin Berdonasi? | Site map
Copyright Ruqun STAN© 2015. Rumah Qur'an STAN . All Rights Reserved.
Design Template by klik di sini |