Home » , » Kulgram 3 - Dakwah Quran di Bumi Papua

Kulgram 3 - Dakwah Quran di Bumi Papua

Penulis : rumah quran stan on Jumat, 17 April 2020 | 22.10.00

MQ GEN - Merauke Quran Generation

Stoppress: Kulwap beralih menjadi Kulgram sejak episode ke-3 mengingat pesertanya overthan 255 (kapasitas maksimal whatsapp). Selain itu, kulgram dipilih karena setipa hadirin baru dapat melihat history sampai sejak dibuatnya grup, berbeda dengan whatsapp...

=== 

Akhina wal ustadz Mukhlis ini bukan alumni RQ STAN, karena ketika RQ hadir di tahun 2011 doeloe, beliau sudah memiliki lingkungan Qurani tersendiri di MBM yaitu sebagai James Bon (jaga mesjid dan kebon), bahkan mengajar di FHQ An Nashr dan FHQ Ar Ridho. Alhamdulillah...

Lahir di Pamekasan hingga mengenyam SMA di sana, ustadz Mukhlis lulus dari STAN di tahun 2012 (saat itu RQ baru seumur jagung). Dan saat-saat menegangkan penempatan kerja di DJPB (yang konon bisa sampai ke pelosok itu), ia kukuhkan dengan tekad hijrah jauh ke bumi Papua. Maa syaa Allah.

Berikut cuplikan pengantar kuliah telegram beliau:

Papua adalah Bumi Alloh sebagaimana bagian Bumi lain yang kita pijak saat ini...Kita harus bersyukur kepada Alloh karena dari Papua kita bisa belajar tentang kemurnian Iman...

Wahai saudaraku, di manapun kita berada akan menjadi sama saja jika ukuran kenyamanan kita adalah urusan "perut" atau "pandangan mata" belaka...Yang menjadi berbeda adalah ketika standar ukuran kita adalah iman yang ada di hati...

Maka, mari kita lihat Papua dari kacamata iman kita... 

Ya, beliau memang bukan mainstreamnya anak baru DJPB waktu itu. Ketika banyak di antara mereka memilih lokasi penempatan yang semaksimal mungkin dekat dengan homebase, beliau malah seolah-olah semaksimal mungkin jauh dari homebase. Mengajak istri tercintanya, menempuh lokasi kerja yang ia tekadkan.

Dan inilah hasil tekad itu... Karya-karya dakwah Quran dan hasil sinerginya... 

Materi Kulwap 3 - Klik DISINI  
Isi Materi:
- File ppt: Dakwah Quran di Bumi PAPUA 18 slide + Biodata

Nah, beberapa hal menarik sebagai catatan KULGRAM ke-3 RQ STAN ini:

  1. Kulgram RQ STAN dilaksanakan tanggal 29 Feb - 1 Maret 2020. Hm... saat itu belum ada istilah WFH dan masa pandemik 😌
  2. Ternyata ustadz Mukhlis yang kita minta tema: Dakwah Quran di Bumi Papua, sudah pindah mutasi kerja ke Lombok. 
  3. Aktivitas dakwah Quran di Papua tak lepas dari pengalaman sang narasumber ketika mengajar Quran semasa kuliah di STAN, yakni di FHQ An Nashr dan juga FHQ Ar Ridho saat baru-barunya dirintis (mbuka alas) 😃
  4. Nah, segala hal tentang seluk beluk Dakwah Quran di Papua lebih bisa digambarkan melalui diskusi SLIDO di bawah ini...

Tanya Jawab Slido:

1...
Boleh diceritakan tantangan dakwah di Papua selama 5 tahun disana? infonya Papua kan masih sarat kriminalitas, dan apa yg dilakukan utk meyakinkan masyarakat?
(Ziyadatul Khoir)
===========================

ama penempatan di Papua Cuma 4 Tahun. Memang kriminalitas di sana masih cukup tinggi. Bahkan daerah yang kami bina (Desa Gudang Arang) juga termasuk daerah rawan. Namun alhamdulillah, strategi kami dari awal adalah menemui tokoh masyarakatnya terlebih dahulu, sehingga jika ada suatu masalah kami tinggal menyebut nama beliau saja 😊


Nah, yang sedikit lebih menantang adalah justru bagaimana kita bisa meyakinkan masyarakat tentang siapa diri kita. Alhamdulillah, pertama kami “pancing” dengan kegiatan bakti social, seperti qurban, pembagian zakat maal dan fitrah, memberi hadiah untuk tokoh masyarakat, dsb. Sehingga Alhamdulillah, sampai2 kami dinyatakan sebagai bagian dari keluarga mereka.


2...
Apakah sewaktu ustadz mukhlis pertama kali di merauke samasekali tidak ada lembaga sejenis MQ-Gen/RQM seperti yg ustadz inisiasi?
(Ahmad Ulul Azmi)
===========================

tidak ada

3...
Apakah sudah menyiapkan penerus jika nantinya harus mutasi dari Papua?
===========================

untuk RQM, di awal kami sudah mencetak guru2 Qur’an. Sudah kami buatkan kelompok khusus calon2 guru qur’an yang nantinya bisa mengajar. Dan Alhamdulillah, mereka sudah punya binaan qur’an sendiri.
Sementara untuk kegiatan MQ-Gen sendiri saat ini kegiatan pekanan rutin tidak berjalan karena sudah di-handle oleh masyarakat sendiri. Namun kami sudah punya nama di sana. Jadi, ketika kami meminta anak2 Papua untuk kami sekolahkan di Jakarta, mereka tinggal siapkan.


4...
Bagaimana partisipasi rekan kerja di kantor sewaktu di merauke ustadz? Apakah ikut mendukung sebagai pengajar/dll?
===========================

Sangat mendukung. Bahkan untuk kegiatan MQ-Gen, saya dibantu oleh 2 rekan kerja saya. Setiap rabu ba’da maghrib mereka juga ikut mengajarkan iqro’ untuk anak2 muslim Papua yang kami bina.

5...
Ustaz, sepekan 4x pertemuan itu kapan saja dan pukul berapa ya? Padahal kan sepertinya jadwal di Kemenkeu cukup padat tiap harinya.

===========================

Pertemuan 4x hanya untuk kegiatan RQM saja ditambah dengan kegiatan MQ-Gen dan juga tahlilan bisa sampe 6x. jadi, hampir setiap malam ba’da maghrib saya keluar. Ditambah hari ahad pagi. Ada lagi kegiatan yang sifatnya undangan, seperti Terapi Qur’an (Ruqyah Syar’iyah) dan juga undangan pengajian. Dan alhamdulillah semua kegiatan itu sya lakukan di luar jam kerja. Jadi, pada saat jam kerja, saya berusaha menuntaskan pekerjaan saya.

Sedikit menambahkan, bahwa bekal Terapi Qur'an (Ruqyah Syar'iyah) sangat dibutuhkan oleh masyarakat d daerah. Khususnya d daerah minoritas.


6...
Ketika penempatan di daerah, biasanya banyak waktu luang. Apa motivasi Terbesar sehingga memilih jalan utk terjun ke dakwah Qur'an, drpd bisnis, ngajar les, dll

===========================

Selain dakwah qur’an, saya tidak meninggalkan kegiatan lain seperti main badminton dan juga berbisnis. Alhamdulillah, atas izin dari Alloh semua bisa dijalankan. Memang dakwah qur’an adalah yang utama bagi saya. Karena mengingat sabda Rasulullah SAW. “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Bukhari). Dan juga pesan orang tua saya:”ajarkanlah kepada orang meskipun cuma Alif”


6...
Tantangan apa yang ustadz terima selama masa pendirian MQ-Gen dan bagaimana cara menghadapinya karena tentu membangun sesuatu di tempat baru tidaklah mudah

===========================

Lama penempatan di Papua Cuma 4 Tahun. Memang kriminalitas di sana masih cukup tinggi. Bahkan daerah yang kami bina (Desa Gudang Arang) juga termasuk daerah rawan. Namun alhamdulillah, strategi kami dari awal adalah menemui tokoh masyarakatnya terlebih dahulu, sehingga jika ada suatu masalah kami tinggal menyebut nama beliau saja 😊

Nah, yang sedikit lebih menantang adalah justru bagaimana kita bisa meyakinkan masyarakat tentang siapa diri kita. Alhamdulillah, pertama kami “pancing” dengan kegiatan bakti social, seperti qurban, pembagian zakat maal dan fitrah, memberi hadiah untuk tokoh masyarakat, dsb. Sehingga Alhamdulillah, sampai2 kami dinyatakan sebagai bagian dari keluarga mereka.

Semoga saudara sekalian tidak enggan untuk penempatan di Papua 😍


6...
Selain tantangan kriminalitas, juga dalam meyakinkan masyarakat, kira2 apa sih tantangan terbesar menggerakkan dakwah Quran di Papua? 

Atau barangkali ada kisah yg ingin dibagikan, yg bs menginspirasi qt semua, ttg aktivitas dakwah Quran disana? biasanya ada satu/dua kisah tak terlupakan mgkn? hehe

===========================

Imam As-Syahid berkata: “Kalian akan menemukan di hadapan kalian pelbagai beban berat dan kalain akan dihadapkan dengan beragam kendala. Pada saat itulah sebenarnya kalian telah menempuh jalan para pelaku dakwah”

Tantangan lainnya adalah "perlawanan" dari masyarakat mayoritas...

Saya mempunyai grup diskusi pekanan untuk teman2 mahasiswa di sana. Ada satu anggota kami dari pemuda katolik tiba2 tertarik ingin ikut kegiatan tersebut, lalu saya ajarkan tentang islam. Kemudian di hadapan kami juga waktu itu Dia mengucapkan syahadatain... Allohu Akbar...

Setelah itu langsung kami silaturahim ke orang tuanya, dan menyampaikan bahwa anak mereka masuk islam tanpa paksaan siapapun.

Namun ortunya tidak terima. Dan mengusir kami. Kami pun dilaporkan ke kepolisian bahwa kami telah melakukan brainwashing 😂 Akhirnya, saya bikin skenario. Anak tersebut saya "islamkan" lagi secara legal, saya bawa ke sebuah masjid untuk diproses kembali keislamannya dengan dokumen yang lengkap.

Dan di dokumen2 itu, tidak ada nama saya. Sehingga Alhamdulillah, ketika dipanggil kepolisian, saya tidak dilibatkan 😁 Dan Alhamdulillah. Anak ini sekarang semakin istiqomah dalam Islam dan sudah tidak dapat perlakuan tidak baik lagi dari ortunya...

Jadi, ortunya sudah menerima....



6...

Saya tertarik dg mtq kemenkeu yg ustad mukhlis ikuti.. bisa ceritakan sedikit ustad ttg lomba tsb? Apakah lombanya diadakan tiap tahun? Dan cabang lombanya ada apa aja ya ustad?

===========================

Lomba itu biasanya diselenggarakan dalam rangka Memperingati Hari Oeang. EO-nya adalah Bintalnas Kemenkeu. Kalo g salah terakhir diselenggarakan tahun 2015/2016. Setelah itu g pernah ada lagi...

Mungkin menyesuaikan anggaran atau gimana saya kurang faham 😁 Bidang yang dilombakan ada:
1. Adzan
2. MTQ

3. Kultum


Closing Statement
Alhamdulillah... Assholatu wassalamu 'ala rasulillah... Ammaa ba'du...

Saudara sekalian, kita ini hanyalah manusia yang mempunyai kewajiban atas perintah-Nya...
Kita hanya butuh kemauan untuk menjalankan apa yang sudah diwajibkan untuk kita...
Bonusnya... Pasti udah disiapkan oleh-Nya...
Gak perlu kita khawatir...
Kita berdakwah kan gratis nih... Perjalanannya dibiayai negara...
Digaji pula...
Hehehe....

Maka mari kita yakini bahwa di manapun kita ditempatkan di bumi Alloh ini, di situlah Alloh siapkan lahan kebaikan untuk kita...
Maka mari kita bercocok tanam...

Ayo... Jangan takut di manapun Alloh tempatkan kita
Share this article :

Posting Komentar

 
Tentang Kami | Kontak Kami | Privacy policy | Term of use | Ingin Berdonasi? | Site map
Copyright Ruqun STAN© 2015. Rumah Qur'an STAN . All Rights Reserved.
Design Template by klik di sini |