Home » , » Kulwap 1 - Audiomatic dan Scrum Tahfidz (dari Materi, Diskusi, hingga Kunci Online Quiz)

Kulwap 1 - Audiomatic dan Scrum Tahfidz (dari Materi, Diskusi, hingga Kunci Online Quiz)

Penulis : rumah quran stan on Sabtu, 14 Maret 2020 | 22.09.00


Kulwap merupakan sarana pembelajaran berbasis online melalui grup whatsapp. Diinisiasi oleh Rumah Quran STAN dengan semangat memanfaatkan liburan akhir tahun mahasiswa PKN STAN, namun boleh diikuti oleh siapa saja, baik santri RQ STAN, non-santri, bahkan non-mahasiswa PKN STAN (lintas kalangan).

Nah, artikel ini akan membeberkan seluk beluk kulwap yang telah dilaksanakan pertamax-nya alias piloting tersebut.

Materi Kulwap 1: klik disini
Isi Materi:
- File ppt: Audiomatic Tahfidz (menghafal Quran metode mendengar)
- File ppt: Scrum Tahfidz (menghafal Quran gunakan framework/timeline ala Scrum)
- File ppt: Bonus timeline menghafal tahun 2020
- File note: Diskusi tanya jawab ala slido


Simak realita kulwap 1 berikut ini:

1. Kulwap 1 diisi langsung oleh Andi NS selaku Ketua Rumah Quran STAN
2. Kulwap 1 dibagi menjadi 2 timeline;
  • Timeline 1: Topik 1.1 Audiomatic Tahfidz 
  • Timeline 2: Topik 1.2 Scrum Tahfidz 
3. Timeline 1 meliputi:
  • Kamis, 28 November 2019: pkl 20.00-21.00 = materi dishare;
  • Kamis, 28 November 2019: pkl 21.00-05.00 = diskusi via slido, quiz via quizizz;
  • Jumat, 29 November 2019: pkl 05.00-07.00 = sharing jawaban pertanyaan slido; 
  • Sabtu, 30 November 2019: evaluasi kulwap 1.1;
4. Timeline 2 meliputi:
  • Jumat, 29 November 2019: pkl 20.00-21.00 = materi dishare;
  • Jumat, 29 November 2019: pkl 21.00-05.00 = diskusi via slido, quiz via quizizz;
  • Sabtu, 30 November 2019: pkl 05.00-07.00 = sharing jawaban pertanyaan slido; 
5. Topik 1.1 yang bertanya ada 5 peserta; Topik 1.2 yang bertanya ada 1 peserta;

6. Penggunaan Slido sangat efektif untuk manajemen pertanyaan selama kulwap berlangsung. Pertanyaan dipilih dari yang paling banyak jumlah like-nya.

7.  Model sesi pemaparan dalam Kulwap ini adalah One-Picture-One-Explanation yang kemudian dikonversi menjadi file power point dengan tambahan catatan di tiap slide-nya. Nah, power point ini bisa diunduh pada tautan di atas.

8. Setelah materi dishare dan diskusi slido digelar selama 8 jam istirahat malam (maklum masih piloting), pagi harinya, penanya dipersilakan bertanya atau like pertanyaan via slido, hingga pukul 7 diskusi dijawab oleh narasumber;

9. Oiya ada yang unik dalam piloting kulwap ini: tidak ada moderator hehe

10. Selain itu, penyiapan quiz juga menjadi penambah ramai kulwap pertama ini. 


Tanya Jawab Slido:

1...
Alhamdulillah, dapat ilmu baru utk manfaatin waktu idle biar tetep connect ke qur'an :D, adakah tips utk memperkuat kemampuan auditory kita tadz?
=======================

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Kunci agar kita dapat memperkuat kemampuan auditori adalah sering-sering belajar melalui mendengar. Terutama mendengar tilawah Quran. 

Mungkin beberapa tips nya adalah sebagai berikut:

✅ Coba untuk awal-awal, mungkin sebelum kita mendengar suara kita sendiri, sering-seringlah mendengar tilawah Quran dari syaikh atau reciter yang tajwidnya sdh terjaga. Hanya saja tilawah tsb perlu dipotong 1/2 halaman Quran (jangan banyak2) agar mendengarnya efektif sampai ke alam bawah sadar. Kalau 1 halaman apalagi lebih, tentu akan kebanyakan.

Yang saya perhatikan dari kita adalah, tidak memperhatikan porsi ayat Quran yang didengarkan. 1 halaman, 2 halaman, 3 halaman sekali dengar, nanti tdk akan efektif mendengarnya.

Tapi kalo fix sedikit2, seperti 1/2 halaman, tapi efektif didengarkan seharian, hingga berpuluh-puluh kali, in syaa Allah bisa, tinggal membiasakan di awal dulu.

✅ Tips yg kedua, kalau yg pertama dicoba-coba masih belum nangkep juga. Udah 1/2 halaman kok susah nyantolnya, coba kurangi jadi rekaman 1-3 baris mushaf Quran. Itu mungkin sekitar 15-20 detik. diulang-ulang aja dulu.

✅ Mungkin di awal-awal karena qt kebanyakan org visual, qt akan alami penyesuaian, tapi cobalah dgn yg banyak variasi nadanya dlu (seperti rekaman reciter syaikh tadi), sambil kita bisa pelajari bagaimana variasi nada tersebut yang kemudian kita rekam dari suara kita next time.

✅ Selain itu, kita kalau tilawah, coba nikmati suara kita juga. Suaranya yang keras. Kalau dikosan yang 1 kamar sendirian qt bisa puas tuh, suaranya keras2. Kalau di kosan yang banyak teman2nya, qt juga bisa keraskan suara minimal kita saja yang mendengarnya. Di mesjid malah bebas, yang penting kita mendengarkan suara tilawah kita. Ini juga salah satu tips untuk membiasakan kita bisa belajar dari type auditori.

Sebagai catatan: 
Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam dulu bukan sosok yang belajar secara visual. Beliau dan banyak sahabat yang lain dikatakan ummi (tdk bisa membaca), sehingga menghafal beliau adalah dengan bertalaqqi kepada malaikat Jibril.

"Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu." (QS Al Qiyamah ayat 18).

Wallahu a'lam.
Barakallahu fiikum.


2...
Bagaimana cara mengalihkan kebiasaan yang mana biasanya ketika kegiatan sambil membaca buku/mendengarkan kajian menjadi mendengarkan rekaman tilawah?

==========================

Kebiasaan sambil kegiatan membaca buku pastinya diperlukan untuk membungkam waktu2 idle kita. tapi ada waktu yang lebih idle dimana ketika melakukan kegiatan itu, kita tak mungkin melakukannya sambil membaca, contohnya: jalan ke kampus, apakah bisa sambil membaca? bisa sih, tapi membahayakan juga ya.

Atau sambil belajar apakah bisa sambil membaca? Lho, belajar itu khan membaca. multitasking begini tentu menyulitkan kita. Atau sambil melipat baju, sambil ngerjain tugas organisasi/kepanitiaan, khan ga mungkin sambil membaca juga ya?

Maka, sambil melakukan itulah kita sambil mendengarkan. Nah, ini lebih make sense. Karena dgn mendengar, kita seolah hmm ya udah denger aja. istilahnya lebih kepada HEARING, bukan LISTENING. Karena kita mendengar aja, bukan mendengar banget (maksudnya gak mendengar sampe fokus banget gitu enggak). 
*makanya qt sampaikan masuk ke alam bawah sadar, bukan menghafal dr mendengar.

Nah sekarang utk kebiasaan mendengarkan kajian, kalau bagi saya sebaiknya malah dibagi saja. Kalau biasanya kita utk "kill idle time" dengan banyak mendengar kajian, coba dibagi porsinya juga dengan mendengarkan tilawah 1/2 halaman yang diulang-ulang puluhan kali.

Coba cek efektivitasnya dgn setelah seharian penuh ada yang mendengar kajian, ada yang mendengar bacaan Quran, esoknya kita hafal secara manual hafalan itu. In syaa Allah akan lebih mudah dalam menghafal tersebut.

Ohiya, mendengar kajian sambil berkegiatan juga perlu diukur juga efektivitasnya: seberapa mampu menambah khazanah kita, cara pandang kita, adab kita, bahkan membuat kita mempraktekkan isi kajian tsb. Karena yang lebih baik tentunya, untuk mendengar kajian, lebih ke fokus, LISTENING to kajian tsb. (Hm ini di luar tema ya). 

Intinya...
kalau kegiatan sambil membaca, kita bs alihkan ke waktu2 lain yang lebih idel. Namun utk kegiatan sambil mendengar, kita bisa bagi porsi. Ada waktu2 kita utk mendengar kajian, ada waktu2 mendengar bacaan Quran. Perlahan kita cek efektivitasnya sembari esoknya kita hafal scr manual.

Wallahu a'lam.
Barakallahu fiikum

3...
Penasaran pilihan: ketika berkendara/ketika di toilet/ketika mandi/ketika belajar. XD

=====================

Kalau saya jawab ini, jadinya membocorkan QUIZIZZ sebetulnya. Ah, tapi tdk mengapa. Toh, tdk ada efeknya juga :) Justru kalau kita bahas, semoga malah jadi semakin faham.

Sebetulnya pertanyaan di QUIZIZZ adalah: Sambil melakukan apa sebaiknya kita memperdengarkan bacaan Quran (Audio Automatic Internalizing)?

Pilihan jawabannya: ketika berkendara/ketika di toilet/ketika mandi/ketika belajar.

1. ketika berkendara. Ini sebaiknya murajaah saja. Jangan mendengarkan suara gadget via headset. Nanti melanggar aturan lalu lintas. Disini saya menghormati aturan yg sdh dibuat agar qt dapat berlalu lintas dgn nyaman. 

Lho kok murajaah boleh waktu berkendara? Bukannya itu malah butuh fokus lebih? Nah disinilah. Qt pilih murajaah level 2. Di level 2 ini, qt sdh bisa secara otomatis mengulang hafalan Quran. Contohnya yg sdh level 2 adalah AL FATIHAH. Dah otomatis, dan juga surat2 pendek lainnya.

Makanya, qt coba perlahan pindahkan dari murajaah level 1 (baru ngafal) ke level 2 (hafal sambil merem), dengan cara seringkali mengulang-ulangnya dalam hal yg membutuhkan banyak fokus. Contohnya: duduk sambil meluk mushaf buka2 dikit.

2. ketika di toilet. Ini maksudnya bacaannya dibacakan di toilet qt pakai headset. tentu qt jadi kurang menghargai Al-Quran. Maka, kita hindari.

3. ketika mandi. Ini sama dgn poin 2, karena mandi biasanya satu lokasi dgn buang air kita, sehingga qt hindari yg demikian. 

4. ketika belajar. ini lebih make sense. Tapi jgn keras2 juga, nanti sulit belajarnya malah. Perlahan tapi pasti, masuk ke alam bawah sadar. Sembari saat qt sadar itu, qt sedang belajar akuntansi, pajak, anggaran, mankeu, dll.

Wallahu a'lam
Barakallahu fiikum

4...
Afwan, izin bertanya, adakah tips agar irama bacaan (dalam hafalan Quran kita) "baik dan selalu menentramkan kita"? Jazakumullah khairan katsir

======================== 

Hm... Maa syaa Allah, ini berat menjawabnya. Karena yg ditanya belum faham hal ini. Maka, saya awali dgn Wallahu a'lam, sambil saya coba menjawab.

Tips agar irama bacaan Quran agar slalu menentramkan kita:
✅ memahami berbagai macam keutamaan dalam bacaan dan hafalan Quran kita. Lihatlah! Inilah satu2nya kitab, dimana hanya dgn membacanya qt terhitung beribadah kepada-Nya. Inilah satu2nya kitab, yg banyak orang bisa menghafalnya. Allah jamin kemudahannya. Maka, kita fahami keutamaannya:
- 10 kebaikan per huruf
- syafaat bagi yg setia membaca, menghafal, dan mengamalkannya
- mahkota kemuliaan
- mahkota cahaya
- menjadi keluarga Allah, dll.

✅ Setelah memahami berbagai keutamaannya, coba resapi tilawah/murattal para reciter/syaikh yang tajwidnya terjaga. Barangkali sblum kita nyaman membacanya dgn suara kita sendiri. Dan Kita juga bisa sambil match-kan dgn tarjamah hingga tafsir ayat tsb. Coba renungi, semoga menjadikan kita berkontemplasi.

✅ Tentang nada/irama, mungkin kita bisa renungi hadits ini:

Hadis riwayat Sa’ad bin Abi Waqqas r.a., ia berkata, Rasulullah saw. bersabda:

إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ نَزَلَ بِحُزْنٍ، فَإِذَا قَرَأْتُمُوهُ فَابْكُوا، فَإِنْ لَمْ تَبْكُوا فَتَبَاكَوْا» أخرجه ابن ماجه في “سننه”.

Sungguh Al-Qur’an ini turun dengan kesedihan, maka jika kalian membacanya, menangislah. Jika kalian tidak dapat menangis, maka berusahalah untuk menangis.” (HR. Ibnu Majah).

Menangis saat membaca Alquran adalah dianjurkan (disunahkan). Coba kita sambil latih diri kita dgn poin 2 tadi (membaca tarjamah, tafsir ayat), sambil juga menangis merenungi ayat tersebut. 

Konon, dengan menangis, kita lebih mudah utk memahami sesuatu. Dengan menangis, kita scr spontan tawadhu, emosi kita melemah (tapi tdk lemah) sehingga mudah merenungi sesuatu.  

Wallahu a'lam.
Barakallahu fiikum

5...
Assalamu'alaikum. Saya tes beberapa kali hasilnya audiotori. Padahal saya merasa susah mengingat nada maupun lirik lagu. Lalu bagaimana penjelannya?

================================

Wa'alaikumussalaam warahmatullah wabarakaatuh.

Maa syaa Allah. Alhamdulillah. Barakallah. Ini mungkin cara Allah menajaga antum. Dengan tdk memudahkan antum mengingat nada/lirik lagu, sehingga ketika antum coba dgn al-Quran, antum jadi merasa mudah mendengarkan Quran dalam artian mudah memasukkan al Quran ke dalam alam bawah sadar.

Coba gunakan tips di atas ini (klik diskusi slido yg pertama), utk memudahkan kita dalam menstimulans kemampuan auditori kita. Semoga Allah memudahkan.

Wallahu a'lam.
Barakallahu fiikum


Kunci Online Quiz:
Jawaban dibold (tebal)

10Q - AUDIOMATIC TAHFIDZ
1. Berikut ini adalah gaya pembelajar yang disebutkan dalam pengantar metode Audiomatic, KECUALI...

  • auditori
  • visual
  • kinestetis
  • audio-visual

2. Manakah salah satu hashtag yang menjadi pondasi pemahaman kita agar kita slalu semangat dalam berinteraksi dengan Al-Quran?

  • #ahlunnur
  • #10kebaikanperhuruf
  • #10bidadarisurga
  • #hanzholah

3. Audiomatic itu cara mudah menghafal Quran dengan...
  • ... membiarkan suara menyentuh alam bawah sadar secara terstruktur, sehingga secara otomatis mudah dihafal secara manual.
  • ... membiarkan suara menyentuh alam ruh, sehingga secara otomatis mudah dihafal secara manual.
  • ... mengulang-ulang membaca Quran sampai 20 kali lebih
  • ... tidur sambil mendengarkan ayat Quran agar masuk secara otomatis
4. Manakah urutan yang benar dalam Audiomatic Recording?
  • Record planning - MP3 Editing - MP3 Organizing - Voice Recording
  • Record planning - MP3 Organizing - MP3 Editing - Voice Recording
  • Record planning - Voice Recording - MP3 Editing - MP3 Organizing
  • Record planning - Voice Recording - MP3 Organizing - MP3 Editing
5. Kenapa dalam record planning, sebaiknya kita melakukan REKAMAN itu secara marathon (sekali duduk, ngerekam 20 file sekaligus)?
  • Karena kalau kita tidak marathon, kita akan kesulitan mengoorganisir file rekamannya
  • Karena kalau kita melakukan 1 kali rekam 1 file lalu didengerin, lalu besoknya 1 kali rekaman lagi: BERAT
  • untuk memudahkan saat mendengarkan nanti, lebih mudah, dan lebih merdu
  • untuk membuktikan cinta kita kepada Allah, yaitu dengan secara jelas merencanakannya
6. Dalam audiomatic, kenapa kita disarankan mendengarkan suara kita (mengawalinya dengan rekaman), ga dengerin suara syaikh/reciter saja?
  • sulit cari audio syaikh yang bisa diulang-ulang
  • karena tajwidnya lebih bagus
  • ngerekamnya fleksibel, karakter suaranya kita banget (timbre, nada, cengkok)
  • karena karakter suara syaikh sama dengan kita
7. Sambil melakukan apa sebaiknya kita memperdengarkan bacaan Quran (Audio Automatic Internalizing)?
  • ketika di toilet
  • ketika mandi
  • ketika lagi belajar
  • ketika naik motor
8. Setelah mendengarkan ayat Quran secara otomatis (audio automatic internalizing), diperlukan manual internalizing = menghafal secara manual seperti biasa. Manakah yang BUKAN fungsi dari menghafal MANUAL ini?
  • memudahkan hafalan agar mutqin sepenuhnya dan tidak hilang selamanya
  • memperjelas konten ayat di alam bawah sadar menjadi sepenuhnya sadar
  • menghafal kalimah/kata pertama antar-ayat yang biasanya terpotong di alam bawah sadar
  • memudahkan hafalan sambil dibantu bermacam variasi nada yang sudah didengarkan berulang-ulang
9. Apa kelebihan menghafal dengan didahului audiomatic internalizing dengan tanpa didahului itu?
  • Lebih mudah dimurajaah dan dijaga terus menerus
  • Lebih mudah dihafal, karena sudah didahului dengan banyak mendengarkan bacaan Quran tersebut
  • Lebih sulit menyambungkan ayat karena mesti dihafal secara manual
  • Lebih mudah dihafal, karena cengkoknya terhafal sekaligus
10. Kenapa kok tilawah masuk dalam kategori murajaah never ending?
  • makin rajin tilawah 1 kali khatam per bulan, makin banyak pahalanya
  • karena tilawah itu sebetulnya audiomatic internalizing
  • makin rajin tilawah 1 kali khatam per bulan, makin tertanam di alam bawah sadar
  • karena tilawah itu memudahkan urusan-urusan kita
10Q - SCRUM TAHFIDZ
1. Apa yang tidak benar dari konsep awal "Scrum"?
  • Framework secara marathon, maksudnya: tidak ada relaksasi, dari Sprint 1 lanjut ke Sprint berikutnya begitu seterusnya.
  • Framework secara bertahap, maksudnya: ada tahapan yang direncanakan dan dikontrol berulang-ulang
  • Framework untuk pengembangan aplikasi/sistem informasi/programming, bukan untuk menghafal Quran
  • Framework yang dirancang untuk waterfall. Dimulai dari analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, pengujian, dan implementasi
2. Scrum melibatkan beberapa aktor. Namun di dalam "Scrum Tahfidz" ini, kita menyederhanakannya menjadi 1 aktor saja, yaitu KITA yang berkepentingan untuk menghafal Quran. Nah, manakah yang bukan merupakan aktor dalam Scrum?
  • Scrum master
  • Scrum assistant
  • Product Owner
  • Development Team
3. Manakah istilah yang di dalam "Scrum" tidak ada, tapi di dalam "Scrum Tahfidz" ada?
  • Sprint planning
  • Relax
  • Sprint retrospective
  • Increment
4. Manakah istilah yang di dalam "Scrum" ada, tapi di dalam "Scrum Tahfidz" tidak ada?
  • Targetting
  • Sprint
  • daily meeting
  • Increment
5. Di bawah ini adalah yang dilakukan selama Sprint Planning, kecuali...
  • Membuat komitmen dan matching antara waktu-waktu yang kita prioritaskan dengan plotting pemanfaatannya
  • Membuat storyboard 1 kali sprint, tapi kalau dirasa ribet cukup komitmen saja bahwa sebulan ini 1 sprint = 20 file = 1/2 juz =setiap hari hafal 1/2 halaman
  • Melakukan audio recording secara marathon 20 file x 1/2 halaman untuk digunakan selama 1 bulan Sprint
  • Mengevaluasi sprint sebelumnya dengan mencari hal positif dan negatif untuk dioptimalkan pada Sprint berikutnya
6. Dalam day-to-day Scrum, kapan murajaah level 1 (hafalan yang masih liar) dimulai bila day-0 adalah audio recording marathon dan day-1 sudah mulai mendengarkan bacaan Quran?
  • day-1
  • day-2
  • day-3
  • day-4
7. Apakah tujuan utama adanya Relax dalam Scrum Tahfidz?
  • Adil terhadap ayat-ayat yang baru dihafal di akhir Sprint sehingga ikut termurajaah juga
  • Bila target 1 Sprint gagal, masih bisa mengejar target hafalan Quran di luar waktu Sprint tersebut
  • Sarana mensyukuri karena telah menghafal 1 Sprint
  • Pemanasan menghafal untuk Sprint berikutnya
8. Sprint Retrospective itu sarana kita untuk MOVE ON dan menghindari BAPER. Tapi, walaupun Sprint 1 sudah selesai, apa yang sebaiknya dilakukan bila ternyata hafalan Sprint 1 belum kuat?
  • Pada Sprint Planning 2, tetap masukkan hafalan Sprint sebelumnya sebagai agenda murajaah level 1 (diulang max 1 minggu sekali)
  • Pada Sprint Planning 2, tidak perlu ada murajaah hafalan level 1, langsung saja jadi level 2 (diulang sebulan sekali)
  • Pada Sprint Planning 2, fokus saja ke target hafalan baru, lupakan hafalan Sprint 1
  • Pada Sprint Planning 2, ulangi lagi hafalan pada Sprint 1. Sprint 2 nanti saja kalau Sprint 1 sudah kuat.
9. Bagaimana cara mengubah dari Sprint 1 yang semula sebulan menjadi Sprint dua pekan?
  • Diubah di dalam Sprint 1 pada pekan pertama, langsung diubah nambah lagi 1 pekan
  • Sprint 1 jalan terus = 1 bulan, sambil banyakin doa+komitmen, lalu diubah jadi 2 pekan di Sprint 2 (berikutnya) pada saat Sprint Retrospective
  • Sprint 1 jalan terus 1 bulan, tidak perlu diubah jadi 2 pekan karena terlalu cepat
  • Sprit 1 jalan terus 1 bulan, lalu tanpa relax langsung Sprint 2 = 2 pekan
10. Manakah wisdom yang tidak ada pada slide?
  • Banyak hafalan Quran = banyak beban
  • Menjadi penghafal Quran itu proses, bukan hasil, karena proses maka tidak pernah berhenti
  • Melancarkan itu urusan Allah, berusaha untuk terus dekat dan bermurajaah Quran itu baru ikhtiar kita.
  • Dengan membuat program menghafal, tanpa sadar kita banyak berdzikir tiap harinya, berkah aktivitasnya, lebih menebar manfaat buat sesama

Allahummarhamnaa bil Qur’aan
Allahummaj’alnaa wa ahlinaa min ahlil Qur’aan.

📖 Rumah Quran STAN 📖
======================
🏡 Baituna: bit.do/rumahquranstan
👥 Fb: Rumah Quran STAN
🌐 Web: rumahquranstan.com
📷 IG : stanruqun_
💌 gg.gg/infoDonasiRQSTAN

#RumahQuran #RumahQuranStan #RuqunStan #YukNgaji #YukDonasi
Share this article :

Posting Komentar

 
Tentang Kami | Kontak Kami | Privacy policy | Term of use | Ingin Berdonasi? | Site map
Copyright Ruqun STAN© 2015. Rumah Qur'an STAN . All Rights Reserved.
Design Template by klik di sini |