Home » , » Kulwap 2 - Keeping The Quran in the Western Civilitation

Kulwap 2 - Keeping The Quran in the Western Civilitation

Penulis : rumah quran stan on Sabtu, 14 Maret 2020 | 23.35.00


Kulwap RQ STAN memiliki konsep yang sama dengan benchmarkingnya: SWAP BPPK (kebetulan salah satu manajemen RQ STAN bekerja disini). Model belajarnya ada 2:
  • Asyncronous: model belajar masing-masing, tidak membutuhkan pertemuan online, karena bahan sudah diedarkan. Dalam kulwap, ia berupa materi yang dipost untuk dipelajari sekehendak para pembelajar. Biasanya waktunya panjang, mungkin seharian, sampai dihadirkannya model berikutnya, yaitu:
  • Syncronous: model belajar kumpul online. Nah, disinilah sudah dikumpulkan pertanyaan yang langsung dijawab oleh narasumber secara interaktif. 
Berikut ini 3 timeline Kulwap yang kedua ini:
  • Sabtu isya' (15 Feb 2020): post materi;
  • Sabtu isya' s.d. Ahad dzuhur: pembelajaran asyncronous;
  • Ahad dzuhur (16 Feb 2020) s.d. pkl 14.00: diskusi online (syncronous);
Materi Kulwap 2: Klik disini
Isi Materi:
- File ppt: KeepingThe Quran;
- File audio: 1-14 file berdasarkan urutan slide


Nah, beberapa hal yang menjadi catatan KULWAP ke-2 RQ STAN ini:
  1. Narasumber: Ustadz Dani Mochtar Isnaini
    • alumni STAN D3 lulus 2009 & D4 2016
    • Manajemen RQ STAN 😎
    • kandidat S2 Australia (Master of Public Policy- Monash University)
    • istri 1 (Pipit)
    • anak 3 (Maryam, Asiya, Ibrahim)
    • instansi Ditjen Pajak
  2. Peserta KULWAP melebihi kuota grup whatsapp (257 users). Hal ini dikarenakan grup Kulwap 1 sebelumnya sama dengan grup Kulwap 2;
  3. Seluruh musyrif/ah RQ STAN yang sedianya masuk grup Kulwap; akhirnya diremove dari grup untuk mempersilakan 9 user baru yang ingin masuk. Tentunya musyrif/ah tetap mendapat materi dan pembahasan, melalui grup mereka sendiri;
  4. Tipe narasumber berbeda dengan pada piloting Kulwap sebelumnya. Jika kulwap sebelumnya one-picture-one-explanation, pada Kulwap kali ini, narsum menggunakan slide yang dishare, kemudian tiap slide mengandung 1 file audio untuk didengarkan. Hm... Cukup menghemat waktu daripada ditulis, sebetulnya (File klik di atas ya).

Tanya Jawab Slido:

1...
Assalamualaikum. Ustadz boleh sharing tentang manajemen waktu ustadz untuk jam terbaik dalam murojaah, jam terbaik dalam tilawah, dan jam terbaik dalam ziyadah?
===========================

Manajemen waktu untuk tilawah, murojaah dan ziyadah: untk manajemen waktu sy rasa tiap org berbeda, antv dpt memiliki slot waktu yg unik begitu jg dgn saya. Kl untuk tilawah yg pake mushaf bs setelah sholat 5waktu,   untuk murojaah ini yg qt pasti beda. Sy murojaah biasanya sambil nyetir yaitu mulai setengah 4 pagi waktu bekerja atau bs jg ba'da dzuhur/ashar. Untuk ziyadah ba'da dzuhur/ashar bs switch dgn murojaah.

Yg perlu jd catatan, meskipun tambahan hafalan quran qt sedikit demi sedikit qt harus terus berusaha. Artinya jgn sampai merasa patah semangat kl hafalan qt sering hilang atau tertukar antar ayat krn dlm fase 'pengumpulan hafalan' (istilah para ulama qori') hal itu lumrah terjadi,maka jgn berhenti dan terus lanjutkan.

Catatan: Mengapa sy tdk menggunakan ba'da maghrib dan isya' krn ini disini sdg summer sehingga maghrib itu jam set9 malam, isya jam 10 malam pastinya tubuh qt agak kelelahan di jam2 itu. Ketika winter akan berbeda kondisinya krn siang lebih pendek.

Lanjutan: Boleh bertanya ustadz?
Jika misal dalam sehari tdk bs menepati jadwal dg alasan syar'i/tdk syar'i (malas), biasanya ada sistem punishment atau harus dirapel esoknya atau gmn ustadz.
Biasanya klo udah sekali tdk tepat jadwal bisa setelah2nya ga konsistenπŸ™πŸ»

jadi tmn2, memang konsisten itu berat. Itulah mengapa tidak semua sahabat nabi jadi hafiz quran ( mereka memiliki amalan menonjol masing2). nah, bg kita yg mengazamkan diri kita beramal dg quran..maka fokus disitu.

sistem punishment terhadap diri sendiri juga bagus. Asalkan tidak mengaplikasikan standar hukuman kita kepada tmn yg lain yg kemampuannya beda, siapa tau sanksi itu "kurang berat" atau "kurang ampuh". Tapi kalau sudah kesepakatan bersama ya harus dilaksanakan. Oya, sepertinya RQ sudah agak longgar ya...

Target akhir yg paling utama ditagihkan, cuma 3 juz. Kalau kita commit dg itu, 1 tahun bisa terlampaui insya Allah

2...
Apakah di Australia ada komunitas penghafal Qur'an Ustadz?
=======================

Untuk komunitas penghafal quran sperti layaknya RQ memang blm ada, tp untuk halaqoh2 tahsin tahfiz bbrp tersebar di sekitar kampus, nah disitu qt paling tdk qt bisa bertemu orang2 yg satu visi. Itu yg untuk dewasa, kl untuk yg anak2, tpq dan sekolah islam di bbrp lokasi sudah tersedia. Sebagai suplemen menjaga keistiqomahan, qt jg melanjutkan halaqoh tarbiyah di LN seperti ini. Saya yakin di seluruh dunia tersedia halaqoh tarbiyah, apalagi yg bnyak org indo nya.

namun demikian titik krusialnya adalah pada diri sendiri, bnyk diantara ikhwan sekalian yg ketika masa transisi,mreka tdk mau melanjutkan aktivitas dakwahnya termasuk tahfiz quran. Dengan alasan yg bermacam macam,misalnya pengen istirahat sejenak, sibuk kuliah atau alasan duniawi lainnya, padahal dgn menghafal quran otak qt lebih terstimulasi untuk bekerja cerdas. Jadi sebetulnya g ada alasan untuk berhenti.

bagaimana jika di suatu daerah tdk tersedia sama  sekali komunitas seperti itu? Antum yg harus menjadi pioner mengajak teman2 membentuk komunitas itu krn antum sudah ditempa d rumah quran, semoga dgn itu antum mendapat amal jariyah yg tdk putus2.

3...
Dengan adanya kebebasan yang ada di sana, apakah umat Islam di sana juga diberi kebebasan? Adakah Islamo-phobia di sana?
===========================

Ya ada kebebasan juga. kalau islamophobia pasti ada lah, tapi itu sedikit sekali. ini hanya native citizen yg ekstrem aja. rata2 orang disini respect satu sama lain. Disitu malah kita agak serba salah melihat, misalnya, LGBT dipraktikkan terang2an. 

4...
Apakah boleh/bisa tilawah di tempat umum?
===========================

Boleh.
Lanjutan: itu temen2 yg muslim pada berani ndak ya? tilawah sambil naik trem, naik highway, dll gitu. mgkn di taman kota, atau di ruang kelas sambil nunggu dosen, hehe.
============================

hmm selama ini saya belum menemukan yg seperti ini. tapi secara default baca apa aja bebas. rata2 orang sibuk dg dirinya masing2 dan tidak beramah tamah dengan samping nya seperti di negara kita. 

Btw, sedikit share.kemarin saya di stasiun lihat ada stan evangelis. tiba2 ada yg mengucap salam ke kami. Dan memberikan beberapa lembaran leaflet. Serta satu buku kecil. stelah dibaca2, ada jg ayat qurannya. Rupanya itu menyasar orang Islam, yg tujuannya diajak masuk agama tertentu. dan buku kecil tsb ternyata bagian dr bible. artinya, mereka aja dakwah kepada kesesatan scara terang2an berani, masak kita engga.

5...
Apakah di australia banyak wanita yg buka aurat bang ? Di sana kan, islam bukan mayoritas. Gimana abang menjaga pandangan abang ?
============================

Tentu banyak, apalagi summer. 
jadi inget kata2 buya hamka,
di mekkah kalo nyari pelacur pasti ketemu, lha wong niat nya nyari.
tapi kalo di australi klo nyari org sholeh, jg pasti ketemu, sama2 niatnya dicari.
intinya jgn kemudian qt mencari... juga mendekati....

summer selain unfavorable secara waktu, juga karena cara berpakaian warga asli sangat terbuka.
fyi, jd summer kalau disini ya tetap ada angin dingin. Karena lebih dkt ke kutub selatan. Namun ketika ada heat wave, gelombang panas matahari, suhu bisa diatas 40°c. Tp hanya sehari dua hari. Sisanya turun lagi ke 20-24°c.

Memang paling nikmat adalah di Indonesia, Alhamdulillah, suhu stabil dan waktu sholat jg stabil.

Closing
Teman2 yg insya Allah masih semangat mencari ridho-Nya,

berada di zona nyaman memang sangat nikmat. apalagi banyak fasilitas2 yg cocok buat diri kita dalam posisi saat ini. Namun demi menghadapi tantangan di masa depan, perlu juga kita ekspansi dan upgrade kapasitas kita sebagai seorang muslim. Agar tidak kalah dg mereka di jalan yg berbeda.

Merantau dan berdakwah d wilayah rantau sudah menjadi kebiasaan Nabi SAW dan para sahabat. Bayangkan bila para sahabat hanya mengejar kepentingan pribadi, mereka hanya berada di Mekkah dan Madinah saja, dengan alasan sholat di masjid harom dan nabawi ribuan kali pahalanya. Maka mereka tidak akan keluar dari sana. Buktinya mereka berlomba2 belajar bahasa asing dan menyiapkan bekal. Agar dakwah lebih ekspansif dan efektif.

Nah bagi kita yg jalur karirnya secara vertikal sudah jelas, perlu dipikirkan langkah2 membumikan quran.

Sekali lagi, bukan untuk tujuan pribadi saja. Sehingga kita akan prioritaskan quran sbg jalan kita. Dan jangan berhenti berinteraksi dengannya. 

Bisa jadi, sebetulnya bukan kita yg menjaga quran itu, tapi justru quran lah yg menjaga kita.

Semoga istiqomah, 

Wassalam.wr.wb.

Allahummarhamnaa bil Qur’aan
Allahummaj’alnaa wa ahlinaa min ahlil Qur’aan.

πŸ“– Rumah Quran STAN πŸ“–
======================
🏑 Baituna: bit.do/rumahquranstan
πŸ‘₯ Fb: Rumah Quran STAN
🌐 Web: rumahquranstan.com
πŸ“· IG : stanruqun_
πŸ’Œ gg.gg/infoDonasiRQSTAN

#RumahQuran #RumahQuranStan #RuqunStan #YukNgaji #YukDonasi
Share this article :

Posting Komentar

 
Tentang Kami | Kontak Kami | Privacy policy | Term of use | Ingin Berdonasi? | Site map
Copyright Ruqun STAN© 2015. Rumah Qur'an STAN . All Rights Reserved.
Design Template by klik di sini |