Home » » Inilah yang Kami Rasakan 4 Pekan Awal di RQ STAN

Inilah yang Kami Rasakan 4 Pekan Awal di RQ STAN

Penulis : rumah quran stan on Rabu, 13 November 2019 | 08.10.00

One pict UTS 9 Nov 2019 (frame-panorama)

56 testimoni dikumpulkan dari Santri RQ STAN di pekan ke 4-5 pembelajaran tahsin/tahfidz. Dari ke-56 tersebut ada yang mengisi lebih dari satu, namun belum semuanya menulis. Padahal ada sekira 100 santri RQ yang terdaftar.

Testimoni dibagi 2: positif (berkah) dan negatif (belum nemu berkahnya). Tercatat 52 positif dan 4 negatif. Setelah dilakukan mekanisme penjurian, terkumpullah 10 testimoni terbaik: meliputi 9 positif dan 1 negatif:

Merasa waktunya lebih efektif, tugas2 terselesaikan meskipun awalnya kelihatan banyak tetapi karena menyempatkan untuk tilawah terlebih dahulu sebelum melakukan aktivitas keduniawian Alhamdulillah keberkahan waktunya terasa, melihat masalah-masalah yang ada menjadi kecil karena mengetahui dan yakin bahwa Allah ada bersama kita (Fitri Ayu N - RQ Ceger)

MasyaaAllaah, saya merasa banyak keberkahan yang saya rasa dapatkan selama 4 pekan saya di RQ. Dimulai dari bangun pagi, suara teman-teman se-asrama yang saling membangunkan untuk qiyamul lail dan shalat shubuh memberikan semangat baru untuk saling berlomba-lomba dalam kebaikan. Belum lagi shalat shubuh berjamaah dilanjut dengan suara tilawah yang saling bersahutan, rasanya pagi hari dimulai dengan sesuatu yang sangat menyenangkan. Hari-hari yang dijalani pun menjadi lebih ringan. Tugas dan kuis yang dijalani menjadi tidak seberat ekpektasi, semua masalah jadi terasa kecil dan tidak apa-apanya. Di malam hari, menutup rutinitas dengan tilawah jama'i dan menyelesaikan target tilawah serta mencicil hapalan juga memberikan energi baru untuk menjalani hari esok. Barakallaah. Allaahummarhamna bil qur'an :). (Dinda Rahma Sari Harahap -  RQ Ceger)

"Bismillahirrahmanirrahim. Saya termasuk santriwati yg baru bergabung dalam RQ hari ini. Ketertarikan saya pada Al Quran membawa saya hingga sampai pada titik ini: bergelut dgn rasa kantuk sebelum subuh lalu berangkat tahsin dalam kondisi gelap gulita hampir setiap harinya (ya, saya merupakan santri PP, tidak menginap di asrama). Sangat berat, memang, untuk mengubah kebiasaan yg sudah lama mengakar. Namun, entah mengapa, saya merasa bahwa satu hari yg diawali dgn keikhlasan utk berinteraksi dgn Al Quran justru tidak membuat saya kelelahan fisik maupun batin meskipun pada hari itu jadwal perkuliahan dan organisasi saya cukup padat, demikian berkah yang pertama. Lalu kedua, manajemen waktu saya bisa dikatakan lebih tertata. Secara tidak sadar saya berhasil mengurangi adiksi saya terhadap perfilman dan hal-hal kurang bermanfaat lainnya dikarenakan waktu luang yg ada lebih baik dipakai untuk menuntaskan dan mengistiqomahkan target harian saya, baik dalam membaca maupun murajaah al quran. Dan ketiga, saya merasakan ketenangan yg tak pernah saya rasakan sebelumnya ketika menghadapi permasalahan yang pelik. Entah mengapa, saya merasa Allah ada di dekat saya, sehingga yang saya lakukan hanyalah berusaha dengan keras sambil berdoa dan bertawakkal padaNya tanpa terbebani rasa stress berlebih seperti dahulu. Namun yang paling saya syukuri adalah, Allah masih menggerakkan hati saya untuk bisa dekat dengan Al Quran, juga dipertemukan dgn orang2 shalih yg senantiasa mengingatkan dlm kebaikan. Semoga kita senantiasa mampu beristiqomah dalam membersamai Al Qur'an yang menjadi bagian dari jiwa dan kehidupan kita. Alhamdulillahilladzi bini'matihi tatimushshaalihaat." (Hasna Imtiyaz Hanifah - RQ Al-Khonsa)

Masya Allah,  setelah berusaha untuk ikhlas dan berusaha yakin bahwa Al-quran tidak akan pernah mengganggu hari-hari kita terutama kuliah,  rasanya semuanya berjalan lebih mudah hati lebih tenang dan hari In sha Allah lebih berkah.  (Anita Kemala Firdausyia - RQ Naimin)

"- Jadi ngerasain gimana perbedaannya ketika misalnya saat pagi hari kita tidak mendahulukan quran dengan yang mendahulukan quran.Misal satu hari itu, paginya udah ga tilawah, maka satu hari itu kayak urusan ga ada abisnya. Ada aja yang kudu dilakuin dan malah berakhir cape sendiri. Tapi kalo paginya udah nyempetin tilawah, seharian itu urusan kayak cepet selesai.  Segala sesuatu itu kayak 'pas', misalnya ada quiz dan masih belajar dikit, eh tapi yang keluar ya pas yang dipelajari itu. Alhamdulillah, pokoknya jadi tau makna istilah ""Kalo kamu mendahulukan urusan akhirat, maka urusan dunia akan mengikutimu.""
- Awalnya sebelum di RQ saya lebih mudah stress, ngga tenang, dan kadang-kadang seperti merasa kosong kayak ada yang kurang gitu. Tapi sekarang perasaan saya mulai stabil, lebih tenang, kayak adeeem aja bawaannya. 
- Alhamdulillah, sangat bersyukur banget punya circle yang bisa saling mengingatkan. Terharu, bisa ketemu temen-temen yang sefrekuensi dan mempunyai tujuan yang sama. Misalnya lagi futur, lebih mudah lagi untuk mendapat booster iman. Karena mau ga mau lingkungan bisa sangat mempengaruhi kita."  (Nanda Niken Wulandari - RQ Al Khonsa)

Selama mengikuti RQ 4 pekan terakhir ini, Alhamdulillah saya mulai bisa mendisiplinkan dan membagi waktu untuk kegiatan yang bermanfaat dan mendekatkan diri pada Allah. (Ahmad Rizqi - RQ MBM)

"Bismillah Merasa urusan selalu dipermudah oleh Allah (semoga ini bukan bentuk Allah mengabaikan saya :"" ), kalau ada masalah lebih tenang menghadapinya. Untuk masalah akademik, tk 3 ini jauh lebih fokus daripada kemarin2, jadwal belajar mandiri juga lebih terstruktur alhamdulillah. Sama seneng akhirnya bisa mulai ngafal quran, jadi sekarang kalo lagi pusing, yg bisa bikin tenang itu kalo udah bersama Al Quran, terutama ketika halaqah. Pengen halaqah aja gituu bawaannya, alhamdulillah. Semoga temen2 yg lain juga bisa merasakan yg saya rasakan atau bahkan lebih  (Istiana Aini Yogaswara Putri - RQ Granada)

"Sebenarnya saya meyakini dan merasakan keberkahannya, hanya saja selain keberkahan yg saya rasakan masih terdapat beberapa kendala seperti
1. terkadang untuk Qiyamullail, shubuh berjamaah tidak lebih ringan dari biasanya, terlebih semenjak tidak tidur di asrama (byk yg bangun pagi, dsb). Krn saya sblumnya lbih menyukai tidur lebih awal.
2. Dulu waktu kopasus pernah sakit, tp Alhamdulillah sakitnya membawa berkah & smoga menggugurkan dosa
3. Terkadang sudah tilawah banyak tapi tugasnya masih belum selesai di hari itu, jadi kadang bingung mau prioritaskan yang mana dulu, tp pernah juga tugasnya jd mudah (tinggal ngliat punya teman yg ngeshare)
4. Terkadang dilema mau baca keras tp takut mengganggu tmn kos ada yg non muslim jg, sama baca pelan tp takutnya suaranya kluar dr hidung" (Faishal Ibrahim - RQ MBM)

Alhamdulillah bisa mendapat kesempatan buat didengarkan hafalannya, belum tentu nggak gabung rq bisa setoran lagi. (Hafizhun Alim - RQ Al Ihsan)

Ikut rumah quran, yang paling terasa itu "keberkahan waktu" nya.  Saya merasa, segala kegiatan, mulai dari perkuliahan, organisasi, ataupun kegiatan sosial lain jadi merasa enteng. Beda dengan kata orang yang ketika kita aktif kuliah, organisasi dan berbagai kegiatan sosial lainnya yang pasti akan memakan banyak waktu kita. Tapi yang saya rasakan justru kok malah sebaliknya. Kuliah lancar, organisasi masih aktif, sosial lain juga terjaga, dan tidur juga gak malam-malam amat. Saya lihat teman-teman lain mengerjakan tugas kuliah dibela belain sampai jam 12 malam lewat. Kadang sampai jam 1 dan 2. Sebegitunya. Tapi saya Alhamdulillah tidur paling mentok jam 11 dan tugas kuliah kelar-kelar saja, dan selesai juga. Padahal baru ada kesempatan mengerjakan jam set 10 an (krn habis isya setoran dan murajaah dulu bersama musyrif). Tapi justru waktu setoran dan murajaah itu bukannya mengurangi waktu, melainkan jadi lebih banyak waktu luang. Alhamdulillah berkah Al-Qur'an. Yah walaupun terkadang berat untuk sekadar tilawah 2 juz perhari, nambah hafalan, dsb. Tapi saya merasa ketika tilawah sudah jarang, murajaah kadang-kadang, nambah hafalan juga gak pernah, saat itu justru tugas2 duniawi seperti kuliah jadi berantakan. Jadi, so emang bener banget deh kalau Al-Qur'an bikin waktu kita makin berkah. Ya memang waktunya sempit, tapi dengan waktu sesempit itu kita jadi bisa ngerjain banyak hal. Malah justru kalau kita lagi deket banget, kok jadi merasa gabut ya. Hehe. Ya karena semua tugas kuliah dsb sudah kelar semuanya: (Aris Fatah Yasin - RQ PJMI)

Share this article :

Posting Komentar

 
Tentang Kami | Kontak Kami | Privacy policy | Term of use | Ingin Berdonasi? | Site map
Copyright Ruqun STAN© 2015. Rumah Qur'an STAN . All Rights Reserved.
Design Template by klik di sini |