Home » » Qiyamul Lail Berantai ala RQ dan Keunikannya

Qiyamul Lail Berantai ala RQ dan Keunikannya

Penulis : rumah quran stan on Jumat, 27 September 2019 | 23.41.00


Ada satu episode KOPASUS dimana kami mengadakan Qiyamul Lail berantai. Alhamdulillah agenda yang diselenggarakan di MASJID ANNUR ini telah berjalan empat pekan sejak 26 Agustus 2019. Bukan hanya, sepekan sekali QL, melainkan 2 kali sepekan. Artinya hingga berita ini diturunkan, sudah 8 kali, QL tersebut dilaksanakan secara berjamaah.


Hm... Kadang kita memiripkan ia dengan pertandingan sepakbola yang seringkali menguras energi kalau dibuat sepekan 2 kali. Namun sejatinya, QL inilah penyuplai energi ruhani dan akhlak Qurani.

Santri yang istiqamah qiyam al-lail-nya, lebih baik akhlaknya dari pada mereka yang kurang istiqamah melakukannya. Santri yang mengikuti program qiyam al-lail biasanya lebih baik akhlak dan kesadaran ibadahnya dari pada siswa yang tidak mengikutinya. sumber disini

Selain itu, ada beberapa pertimbangan yang dijadikan alasan manajemen diselenggarakannya QL rutin dan sporadis ini:

  1. Pertama, melatih dan membiasakan para santri agar terlatih dan terbiasa melakukan qiyam al-lail mengingat begitu banyak fadillah dan keutamaannya.
  2. Kedua, melatih secara berjama‟ah akan terasa ringan.
  3. Ketiga, sebagai latihan dan pendidikan ruhani dengan istiqamah
  4. Keempat, dengan istiqamah mengerjakan qiyam al-lail, para santri akan bertambah dekat dengan al-Khaliq.
  5. Kelima, sebagai terapi penyakit jasmani dan ruhani. sumber disini


Ada yang unik dari agenda ini. Berikut kami reportasekan:

1. Diniatkan untuk tidak dirutinkan, melainkan hanya pemicu, stimulans, atau trigger
Dalam kitab ulama' serta beberapa kajian menyebutkan bahwa QL secara berjamaah di luar Ramadhan adalah hal baru dalam agama. Namun, hal ini dengan catatan apabila dilakukan secara rutin atau slalu. Lihat sumber ini . 

Kami menyadari QL paling baik dilaksanakan sendiri. Akan tetapi, RQ STAN adalah lembaga tahsin tahfidz Quran yang saat ini sedang hendak memulai aktivitasnya, yakni jelang periode tahfidz 2019-2020. Oleh karena itu, pemerbanyakan agenda QL berjamaah menjadi salah satu alasan tersendiri dalam rangka membina, mengajarkan, dan menguatkan santri-santri lama yang sudah lama tergerus oleh liburan akhir semester kampus (hampir sebulan lebih lamanya), termasuk memperkenalkan semangat menghidupkan malam bagi santri-santri baru RQ STAN.

Harapannya, QL ini menjadi stimulans, pemicu, dan trigger bagi santri RQ agar dapat senantiasa menghidupkan malamnya di masa-masa memasuki periode RQ sekaligus perkuliahan nanti.

2. Sempat diviralkan di kalangan Jamaah Masjid ANNUR
Dalam 2 pekan pertama, agenda QL dibuatkan poster dan dicantumkan di papan media masjid. Namun, dalam pelaksanaannya boleh jadi perlu menjadi sarana evaluasi. Mengingat waktu mulai yang bergeser (dari 03.00 menjadi 03.20) sehingga menyebabkan beberapa jamaah kurang nyaman. Namun, mengajak jamaah (dua pekan terlaksana) menjadi daya tarik tersendiri mengingat QL ini hadir di bulan Muharram, bulan hijrah, bulan dianjurkannya banyak berbuat kebaikan. Selain itu, juga DKM merasa senang karena masjid dimakmurkan dengan kehadiran QL tersebut.

3. Sekali rangkaian sholat jumlahnya imam ada 5
Ini cukup unik. Mengingat santri RQ 100% milenial, maka cara ini dipilih. Yang menjadi imam adalah mereka-mereka juga, dengan perhitungan 11 rakaat = (2x4)+3, sehingga diperlukan 5 imam dengan masing-masing memimpin 2 atau 3 rakaat (alias satu kali shalat).  Hal ini cukup memudahkan sehingga imam tidak terbebani untuk memimpin semuanya (tentu butuh murajaah lebih banyak lagi).

Nah, hampir setiap penunjukan imam tak ada penolakan, kecuali ketika calon imam pas kurang sehat. Dan semoga ini menjadi daya tarik tersendiri agar santri-santri memiliki semangat berlebih dalam mengejar target hafalan ke depan. Karena kelak merekalah calon-calon penjaga Quran di masa depan, termasuk agar mereka bersiap menjadi imam-imam di kesempatan lainnya. Tarawih misalnya.



4. Sekali QL, 1/2 Juz Quran Dibacakan
QL dimulai pkl 03.00, dengan asumsi bangun dan persiapan, bisa jadi mulainya mundur menjadi 3.15 atau 3.30, sementara Subuh terjadwal di antara pkl 04.30, oleh karena itu QL ini membawakan 1/2 juz hafalan dengan kecepatan sedang. Alhamdulillah telah tereksekusi dengan realisasi berikut:

  1. Pekan terakhir Agustus (Kamis pagi dan Ahad pagi): 1/2 juz 30 dan 1/2 juz 29
  2. Pekan pertama September (Kamis pagi dan Ahad pagi): 1/2 juz 30 dan 1/2 juz 29
  3. Pekan kedua September (Kamis pagi dan Ahad pagi): 1/2 juz 28
  4. Pekan ketiga September (Kamis pagi dan Ahad pagi): 1/2 juz 27



5. Disiapkan Asisten Imam dengan memegang mushaf
Dua pekan pertama saat QL dilaksanakan, ritmenya belum sesuai harapan. Terjadi kemacetan hafalan berkali-kali. Yang jadi masalah bukan macet biasa, melainkan macet yang tak juga terurai lantaran para makmum lain juga macet alias gagal mengoreksi. Padahal para makmum termasuk hafal surat tersebut. Akhirnya disiasatilah pada agenda kesekian, ditugaskan satu asisten membawa mushaf sambil shalat di belakang imam. Hal ini sebagaimana rujukan pada artikel ini.

Walaupun hukum asalnya berpotensi membuat sang asisten imam ini bisa teralihkan dari khusyuk, namun pada akhirnya diperbolehkan karena kebutuhan. Toh juga, secara teknis, hal ini ternyata lebih mudah ketika menggunakan HP mushaf dan pengait jari pada HP tersebut. Berikut sedikit tutorial menjadi asisten imam:
  1. Ketika imam takbiratul ihram, HP bersama pengaitnya sudah di jari tengah si asisten, mengikut imam takbiratul ihram;
  2. Ketika sedakep dan membaca al fatihah, posisi tangan sedakep pada umumnya, hanya saja HP yang menempel sedikit direnggangkan di dalam sedakepnya tangan kanan agar page surah tidak berubah karena khawatir terpencet oleh punggung tangan kiri.
  3. Selepas al fatihah, arahkan mushaf ke atas agar mudah dilihat mata asisten. Ini cukup satu gerakan saja. Disinilah dilakukan validasi bacaan Quran imam. Kesalahan seperti salah harakat, salah huruf, loncat ke ayat lain, bahkan pendek dibaca panjang atau sebaliknya (itu semua lahn jaliy), maka wajib dikoreksi oleh asisten sebagai tanggung jawab atas tugasnya.
  4. Koreksi juga mempertimbangkan apabila makmum lain ada yang ikut mengoreksi. Jangan sampai terjadi koreksi berbarengan/saling ucap yang membuat imam kebingungan. Sebaiknya, asisten menahan bila sudah dikoreksi makmum yang lain, atau sekedar memperjelas saja.
  5. Pada takbiratul intiqal rukuk dan i'tidal, HP tidak masalah masih mengait ke jari. 
  6. Nah, dari i'tidal menjelang sujud, maka HP dilepas, sujud dan duduk fokus tanpa HP.
  7. Begitu naik ke rakaat kedua, HP masukkan lagi ke pengait jari, lalu kembali lagi ke angka 1.
Tutorial singkat di atas sedikit membedakan antara membawa mushaf kertas dengan mushaf HP ketika sholat sunnah. Untuk mushaf HP, bila bacaan imam sudah pindah halaman, kita tinggal slide layar HP saja, cuman butuh gerakan jempol saja. Beda kalau gunakan mushaf kertas, bisa kesulitan kalau sudah salah halaman sejak awal. duh duh duh... masak buka buka halaman di saat sholat?

6. Masjid lain bahkan ada yang ingin dimampiri Santri RQ
Ketika cerita QL RQ STAN yang unik ini dicurhatkan ke tokoh takmir masjid lain, ternyata beliau tertarik juga? "Wah bagus itu, sesekali di masjid komplek kita ada QL berjamaah seperti itu?" Hm... Kita lihat saja nanti...

======
Memang RQ STAN tak bisa aktif tanpa sinergi bersama masjid-masjid di sekitar RQ. Semoga simbiosis mutualisme ini terus terjaga, sehingga menciptakan agenda-agenda masjid yang bermanfaat, baik bagi RQ maupun jama'ah secara umum. Salah satunya QL berjama'ah ini...

🔥  Semoga bermanfaat
🔥 Allahummarhmanaa bil Qur'aan
🔥 Allahummaj'alnaa wa ahlinaa min ahlil Qur'aan


📖 Rumah Quran STAN 📖
======================
👥 Fb: Rumah Quran STAN
🌐 Web: rumahquranstan.com
📷 IG : stanruqun_
Share this article :

Posting Komentar

 
Tentang Kami | Kontak Kami | Privacy policy | Term of use | Ingin Berdonasi? | Site map
Copyright Ruqun STAN© 2015. Rumah Qur'an STAN . All Rights Reserved.
Design Template by klik di sini |