Home » » Mencyduk Amal Terbaek 1-10 Dzulhijjah versi RQ STAN

Mencyduk Amal Terbaek 1-10 Dzulhijjah versi RQ STAN

Penulis : rumah quran stan on Sabtu, 03 Agustus 2019 | 18.03.00


Sekadar kilas balik: Quran Camp 2017 terhitung fenomenal. Santri RQ baru masuk asrama sesuai awal perkuliahan PKN STAN. Nah, kebetulan pas banget dengan 10 hari pertama Dzulhijjah 1438 H alias pekan pertama September 2017. Bagai sekali dayung dua-tiga pulau terlampaui, maka di satu pekan dalam 10 hari tersebut, dua tujuan otomatis tereksekusi.
  • Pertama: Meraih keutamaan dan keagungan 10 hari awal bulan Dzulhijjah  
  • Kedua: Beradaptasi bersama Quran dengan bertilawah satu pekan sekali khatam (one day five juz). Maklum banyak santri barunya 🤭
Nah, atas izin Allah, 10 hari pertama Dzulhijjah kali ini koq pas banget sama liburan akhir semester PKN STAN. 🤦‍♂ Tentu yang jadi tantangan adalah gimana supaya walaupun libur, kita tetap bisa memaknai keagungan 10 hari tersebut, paling tidak sama atmosfernya dengan 10 hari terakhir Ramadhan. Eits... bukan apa-apa. Ulama' salaf bahkan berbeda pendapat mengenai mana yang lebih agung dan UTAMA di antara kedua momen "10" ini. 🤔

Hm... Dari grup-grup chat muslim, infografis, hingga sosial media sangat gencar lho, memberitakan keagungan 10 hari nan indah ini. Mulai dari Allah bersumpah untuk malam-malam yang 10 di surat Al-Fajr, keutamaan yang bahkan jauh lebih besar daripada jihad fii sabilillah (kecuali mati syahid karenanya), hingga anjuran tidak memotong kuku bagi pengqurban. Itu semua mewarnai medsos kita. 🙃

Nah, karena kita sudah banyak memahami keutamaannya, RQ STAN turut membagikan versi ibadah yang bisa kita optimalkan di 10 hari nan indah ini. Tentu ini bukan yang terbaik, tapi paling tidak, bisa menjadi referensi kita. Check it out, gaes... 👇👇👇👇👇

1. Khataman Tilawah Quran 30 Juz
Hehe, agar tidak rancu, sebut saja ia khataman full 30 juz. Jadi, bukan sekedar khataman baca sebagian juz 30 secara berjamaah ya. Nah, bagi yang Ramadhan lalu sanggup fight 30 hari 3 kali khatam, tentu strateginya sama, 10 hari 1 kali khatam alias 3 juz per hari. Coba dech, pembagian waktu tilawah harian ala RQ STAN ini:
  • 2 juz setiap malam (turn off all of your gadget, give your lail only for Allah), hm... kira-kira dari jam 21.00-23.00 lah ya mentok-mentoknya (Karena dari Isya' s.d. pkl 21.00 sudah family time, hehe). Atau, bisa juga dibagi lagi begini agar tidak terlalu memberatkan:
    • 1 juz di 1/3 malam pertama
    • 1 juz di 1/3 malam terakhir (nanti beririsan sama QL alias tahajud)
  • 1 juz lagi di waktu kehidupan; antara Subuh s.d. Isya' (maklum je, banyak agenda, hehe). Kalau cuma 1 juz mah, habis Subuh sekali duduk juga bisa, tapi bisa djuga dibagi per waktu sholat (20 halaman : 5 = 4 halaman. Atau bisa juga dikombinasi. Hehe, bisa lah ya...  
Kunci khataman ini adalah satu: KOMITMEN. Apakah kita bisa komitmen untuk mendayagunakan waktu-waktu duniawi kita untuk Al-Quran (untuk Allah)??? 🕺

2. Khataman Murajaah Seluruh Hafalan Qt
Setiap kita punya hafalan Qur'an. Duh, makin banyak makin seru donk, jadi makin tertantang bagaimana mengelolanya agar hafal dan siap di-call-back sewaktu-waktu. Caranya yaa, dengan murajaah alias mengulang-ulang hafalan. Tidak ada penghafal yang tidak rajin murajaah. Nah, di 10 hari nan indah ini, coba jalankan TIGA strategi canggih ini: 📈
  • Murajaah di luar shalat full-fokus: khusus untuk hafalan yang baru, sehingga perlu dibersamai terus, dimesrai terus, diulang-ulang terus, tiap jam, tiap hari, tiap pekan... Nah, kalau untuk yang ini, tentu gak bisa jauh dari mushaf Quran ya gaes.
  • Murajaah di dalam shalat: khusus hafalan baru yang sudah siap dipraktekkan (sudah naek level). Kalau pun macet, bisa lah ya sambil intip mushaf gadget yang kita kantongi di saku, wkwkwk... 
  • Murajaah di luar shalat semi-otomatis: Nah, khusus yang ini untuk hafalan yang sudah sangat mutqin, sehingga tidak perlu lagi dekat-dekat dengan mushaf. Tapi kalau pun terjadi macet, boleh juga lho buka mushaf. Cth: pas naik motor, pas jalan kaki, pas masak, pas ganti baju, pas kegiatan yang semi-otomatis bisa disambi-sambi; 
Harapannya kalo kita punya hafalan 5 juz misalnya (yang mutqin banget sampe yang suka intip-intip, semuanya termurajaah di 10 hari terbaek di bulan Dzulhijjah ini. Makin banyak murajaah, makin banyak waktu-waktu kita untuk dekat sama Qur'an... 😄

3. Menambah Hafalan Baru 
Nah, ini nih yang sulit diprediksi. Mampukah kita bagi waktu juga dengan menghafal baru? Karena ada ayat yang mudah bingit, ada juga ayat-ayat yang susah bingit. Duuh duh. Yang jelas begitu nambah baru, jangan lupa untuk di-save ke poin 2 di atas yaa, murajaah, khusus di luar sholat full-fokus. Karena kita sedang mengulang-ulang hafalan baru kita. 😌

4. Puasa
Eits, biasanya yang suka murajaah, akan suka puasa. Kenapa? Karena kita jadi gak perlu makan siang, gak perlu mikir nyari makan dimana? Gak kepikiran snack, haus, laper. Karena waktu-waktu sela kita sudah terlalu banyak mikirn Qur'an, wkwkwk. Inilah bukti: kedekatan dengan Qur'an mampu meng-empower amal ibadah lainnya. Untuk waktu puasa sendiri sih, kalo bisa 1 sampe 9 Dzulhijjah full. Tapi kalo kagak bisa, sebisa mungkin jangan ditinggalin PUASA TARWIYAH dan PUASA ARAFAH nya (8-9 Dzulhijjah). Allah sedang bag-bagi kebaikan baaanyak banget. Berupa penghapusan dosa setahun lalu dan setahun ke depan. Maa syaa Allah... 😱

5. Sholat Sunnah
Eits, sholat fardhu sudah lewat yap, khan sudah otomatis tiap adzan berangkaaaat. Yang perlu dikuatkan adalah sholat sunnah. Why? Karena yang terbiasa bersama Qur'an akan terbiasa sholat sunnah. Khan kita perlu murajaah. Murajaah terindah adalah di dalam sholat sunnah kita. Terutama QIYAMUL LAIL. Yang lainnya: sholat dhuha, sholat syuruq, sholat sunnah bakdiyah qobliyah, banyak jenisnya. Sssttt... sholat terbaek khan di rumah kecuali sholat fardhu, jadi sebaeknya sholat sunnahnya di rumah ya. Biar bisa berlama-lamaa. Nikmatin tuh hafalan hahaha... 😂

6. Sedekah
Yang sudah hafal sebagian ayat Quran seharusnya rajin sedekah. Why? Karena baaanyak sekali ayat-ayat sedekah. Yang paling dekat coba... Al-Maa'uun... Barang-barang seperti panci aja bisa disedekahin, apalagi uang kita. Lebih bermanfaat tentunya. Bisa ke siapa saja: ke pemulung yang kita lewatin, beliin pisang untuk kawan sejawat, serahin baju layak pakai ke panti asuhan, de el el...  😇

7. Qurban ato Jadi Panitia Qurban
Yang mampu berqurban, yuk berqurban. Masak kalah sama yang kurang mampu tapi bisa berqurban, banyak lho yang begitu. Nah, kalo ga mampu, kita bisa terlibat di mesjid, baik merumuskan strategi qurban, hingga dateng ke hari-H untuk bantuin panitia qurban (ijin takmir mesjid dlu yak). Yang penting, pas dateng kita gak ngarep daging qurban dari hasil jerih payah kita. Catettt... 😍


Eits, kalau dirunut, banyak lho dari daftar amal ibadah di atas yang dapet pengaruh maksimal dari kedekatan kita dengan Qur'an. Nah, jadi jangan tinggalkan Qur'an ya?

Oiya, selain 7 di atas, sejatinya masih banyak amal ibadah lainnya, seperti dzikir muthlaq (tasbih, tahmid, takbir, tahlil), ma'tsurat, termasuk istighfar dan taubat. Agar kekhilafan kita selama jalani 7 macam ibadah di atas dapat dicover dengan taubat kita setiap waktu. Smoga tidak ada ujub, jumawa, dan riya' di dalamnya. Smoga keikhlasan dalam beribadah masih dalam kendali kita. Dan tentunya: Semoga menjadi penguat di hari-hari terbaek kita karena Allah.  📖📖📖📖📖

sumber: RQ STAN
Catatan:
  • Versi amal ibadah ini menggunakan pendekatan penghafal Quran (yang sudah 30 juz maupun yang otw 30 juz, sekecil apapun otw-nya)
  • Mohon maaf, tanpa mencantumkan dalil. Semoga dapat kita telusuri dalil-dalilnya di sumber yang terpercaya.

🔥 Allahummarhmanaa bil Qur'aan
🔥 Allahummaj'alnaa wa ahlinaa min ahlil Qur'aan

📖 Rumah Quran STAN 📖
======================
👥 Fb: Rumah Quran STAN
🌐 Web: rumahquranstan.com
📷 IG : stanruqun_
Share this article :

Posting Komentar

 
Tentang Kami | Kontak Kami | Privacy policy | Term of use | Ingin Berdonasi? | Site map
Copyright Ruqun STAN© 2015. Rumah Qur'an STAN . All Rights Reserved.
Design Template by klik di sini |