Home » » Bekal MQB (5) - Taujih 2

Bekal MQB (5) - Taujih 2

Penulis : rumah quran stan on Kamis, 04 April 2019 | 16.49.00

Ustadz KH. Samson Rahman, MA.
Tema: Fiqhut Tamkin (Fikih Kemenangan)
Beliau adalah mudhir tahfizh Al Qudwah, Lebak Banten


✅ Muslim yang hafal Quran tapi tidak ngerti: dapat pahala baca, belum dapat pahala ngerti
✅ 7T: ta'alum, tilawah, tadabbur, tatbiq, tahfidz, tabligh, ta'lim
✅ Tadabbur ~ dubbur, lebih dimaknai sebagai: melihat yang di belakang (beyond o the verses)
✅ Ngafal Quran banyak, tapi amal dikit, hal ini menyelisihi hadits: khairunnas anfa'uhum linnaas
✅ Pembicara (KH. Samson) adalah saksi hidup syahidnya Syaikh Abdullah Azzam di Peshawar, Afghanistan. Beliau menceritakan bahwa bom kedua yang ditaruh di mimbar Jumat itulah yang mengoyak tubuh syaikh tersebut (bom pertama gagal target karena ditemukan sebelum Jumatan).
✅ Selain adik kelas Ust. Amir Faishol Fath di universitas Pakistan (bidang tafsir), pembicara (KH. Samson) adalah penerjemah kitab fenomenal Syaikh Aidh Al Qarni berjudul Laa Tahzan.
✅ Ujian adalah alasan kita agar matang secara pribadi. Dan ujian itu sesuai kadar keimanan. Dalilnya QS Al Ankabut 1-3.
✅ Laa taqnatuu mirrahmatillah (potongan QS Az Zumar) menjadikan kita punya alasan untuk berikhtiar menggapai rahmat Allah
✅ Yahudi (Israel) adalah bangsa yang semasa hidupnya diajarkan 3 Bahasa: Bahasan negerinya, Bahasa musuhnya, dan Bahasa internasional
✅ Fiqhunnasuwattamkin fi Quranil Kariim, sebuah tema kajian yang sama dengan judul bukunya (yg juga diterjemahkan KH. Samson), judul terjemahannya: Fiqih Kemenangan dan Kejayaan.
✅ Kendala menghafal adalah LUPA. Lalu, Mengapa Allah kasih lupa? Hm... Seharusnya kita bersyukur Allah kasih kita lupa. Coba kalau tidak ada lupa. Sehabis MCK, kita akan teringat terus sampai tidak bisa merasakan nikmatnya mengunyah makanan. (Atau versi lain: sehabis nonton film horror, kita akan merasa paranoid forever, sehabis berduka cita, kita akan merasa duka cita terus menerus, dll.)
✅ Mataa'ul ghurur: keindahan yang melenakan
✅ Banyak ayat Quran yang menganjurkan kita mengambil posisi lebih dekat kepada akhirat. Beberapa di antaranya: walal 'aakhiratu khairullaka minal 'uulaa; Wal 'aakhiratu khairuw wa abqaa.
✅ Ibtigho' itu obsesif (kompetitif), berbeda dengan ambisius (destruktif). Kata lain: ghibthah/musabaqah (perlombaan, bukan pertandingan).
✅ Fiqh itu Fahmul asya' addaqiqo wa amiqo, artinya: memahami sesuatu secara detail/mendalam. Selain itu, diartikan juga: memahami maksud pembicaraan (jelas/tidak jelas). sawaa'un alaihim, istiwa artinya: duduk ajeg. Daqiq = detik. 
✅ Banyak sekali kata dalam Bahasa Indonesia yang bermula dari Bahasa Arab. Contoh: awfun = ampun | zhahr = lahir | astaghfirullah = astaga.
✅ Faqih = orang yang faham secara mendalam.

✅ Tamkin (makana) => punya posisi. Tamkin menunjukkan kekuasaan dan kemapanan. Berbeda dengan mutqin
✅ Bagaimana Tamkin kita? Yang lalu? dan yang mendatang? (maksudnya kemapanan)
✅ Bagaimana mencapai tamkin? Hal ini menjadi concern seorang tokoh muslim Libya, Malik Bennabi. Di Libya, penduduknya sedikit tapi penghafal Qurannya banyak. Mesir dan Pakistan juga sama, jutaan penghafal bertebaran.
✅ Orang besar jarang ngambek. Contohnya: Muhammad Saw ketika istrinya sedang cemburu, Umar bin Khatab ketika dimarahin istrinya.
✅ Utsman bin Affan bersikap zuhud, seolah ketertarikan pada dunia sdh masuk level merdekaa (free).
✅ Pada tahun 40H, Islam masih dikomandoi hati, setelah itu baru lebih banyak menggunakan logika.
✅ Peradaban itu dominan di hati, atau nafsu (ambisi)? Kalau nafsu, biasanya menderita penyakit audiovisual. Audio = sum'ah (ingin didengar citranya), Visual = Riya' (ingin dilihat amalnya). Kedua inilah makna asli: pencitraan.
✅ Hati-hati memuji seseorang karena bisa jadi ia sedang menyembelihnya pelan-pelan (pujian yang melenakan).
✅ Syarat keajekan hati => istiqrar nafsi (mempersemayamkan nafsu).
✅ Personal power dimunculkan dari dzikrullah, melalui ayat Quran: Alaa bidzikrillaahi tathmainnul quluub (hanya dengan mengingat Allah, hati kita menjadi tenang). Potongan QS At Ra'du.
✅ Carilah sebab-sebab kemenangan: rajin menyampaikan kebenaran (da'a)
✅ Nasehat untuk dunia, kita memiliki tapi tidak mencintai (pastikan tidak hubbuddnya)
✅ Segera lakukan kebaikan agar ruang kosong kita terisi oleh bisikan syetan dan maksiat.
✅ Al Muhasibi mengatakan bersikap sensitive merupakan deteksi dini haramnya barang (makanan, harta, dll.) -- dlm kitab Al Wasayah wa At Ri'ayah Lihududillah (kitab nasehat bertemakan kezuhudan).
✅ Tidak ada yang tahu: ada yang suul bidayah lalu husnul khatimah, ada juga yang husnul bidayah lalu suul khatimah. Tugas kita adalah bekerja sebik-baiknya, agar apapun permulaan kita, endingnya husnul khatimah
✅ Fastabiqul khairat = berlomba-lomba untuk beragam kebaikan (bukan hanya satu). Bila ada ruang kosong, isi dengan beragam kebaikan tersebut

Sesi Diskusi
✅ Pasca khilafah Turki Utsmani (apakah kebangkitan atau keruntuhan?), dibedah oleh Syaikh Rasyid Ridha. Bahwa upaya-upaya pembangkitan Islam sudah berulang-ulang kali digalang, namun gagal. Mulai Jamaludin Al-Afghani dengan Pan-Islamismenya (saat itu Al Afghani hanyalah seorang pemikir, bukan penggerak massa), lalu hadir Ikhwanul Muslimin di Mesir, NU dan Muhammadiyah di Indonesia, An Nadwah di India, dan An Nur di Rusia. Bahkan ada Liga Arab, Rabithah Alam Islami, dll.
✅ Sudah banyak digerakkan, namun mengapa juga tidak tergerak? Adanya Islam Substansialis, Islam formalistic, terwarnai nilai Islam itu sendiri
✅ Mengapa tidak tergerak? Karena hati kita tertawan oleh ambisi/nafsu masing-masing. Kita kehilangan energy positif, potensi umat islam tertutup.
✅ Doa Nabi Saw yang ditolak (dalam hadits): agar menjauhkan umat dari pertikaian/percekcokan.
✅ Sisi ofensif kita seharusnya bukan untuk bertikai sendiri sesame muslim, nyatanya itulah yang seringkali terjadi.
✅ Padahal, menurut sebuah teori: the best war is offensive war.
✅ Mengapa abad 14-15, kebangkitan Islam tersebar. Karena mereka ofensif. Ofensif dalam hal keilmuan yang didukung oleh kekosongan ilmu di Barat.
✅ Mengapa kini Cina berhasil? Karena mereka ofensif, mengerahkan barang2 ekspor ke negara2 besar.
✅ Dalam Clash of Seasons, ada 3 peradaban besar di dunia ini: Cina, Barat, dan Islam. Menurut Luis..., yang biarkan ia tertidur, karena kalau bangun, ia akan menjadi raksasa.
✅ Jihad (kesungguhan) butuh energy, menguras potensi
✅ MQN adalah stimulant menuju pembiasaan.
al-istimroriyah, al-itqon, harus dikuatkan. Kadang kita terlalu kompromi pada diri kita (istilahnya: kau berjanji, kau yang mengingkari).
✅ NO EXCUSE... Jangan kasih kendorrr...
✅ Bila kita selalu ofensif, bersemangat, kita akan membuat branded (menguras energy pikiran dan kekuatan secara maksimal).

🔥 Semoga bermanfaat
🔥 Allahummarhmanaa bil Qur'aan
🔥 Allahummaj'alnaa wa ahlinaa min ahlil Qur'aan

📖 Rumah Quran STAN 📖
======================
👥 Fb: Rumah Quran STAN
🌐 Web: rumahquranstan.com
📷 IG : stanruqun_

Share this article :

Posting Komentar

 
Tentang Kami | Kontak Kami | Privacy policy | Term of use | Ingin Berdonasi? | Site map
Copyright Ruqun STAN© 2015. Rumah Qur'an STAN . All Rights Reserved.
Design Template by klik di sini |