Home » » Level Menghafal Qur'an

Level Menghafal Qur'an

Penulis : rumah quran stan on Sabtu, 12 Januari 2019 | 01.38.00

"Ini ilmu keren", kata Ustadz Ahmad Jaaze ketika menyampaikan 4 level menghafal Quran ini di hadapan peserta training dalam video youtube (cek disini).

Ada 4 level kekuatan hafalan kita terhadap satuan ayat/surat Al-Qur'an. Pemahaman ini diperlukan agar kita maklum dan tidak patah semangat terhadap konsep review/murajaah dalam menghafal. Jangan sampai karena tidak tahu levelnya, kita jadi patah arang, "Ah gak hafal-hafal." Akhirnya malas menghafal karena hari ini menghafal besok sudah lupa.

Konsep ini juga penting agar kita punya jurus yang istiqomah, tak pernah pudar dan tak bosan-bosan, agar hafalan dapat kita transfer secara lembut perlahan dari short-term memory menuju long-term memory. Ibarat ikut UAS/ujian akhir kalau pakai jurus SKS (sistem kebut sepagi), maka saat ujian sih bisa menjawab, namun ilmu nya dijamin lupa di 1-2 bulan setelahnya. Karena hanya masuk level 1. Maka, itulah pentingnya belajar jauh-jauh hari sebelum UAS/ujian akhir, agar ilmunya bersemayam dan tentunya ketika di-callback (baca: review) semalam sebelum ujian, maka ia tetap tertaut dalam alam pikiran.

Level 1: AL-HIFZH
Level 1 ini merupakan hafalan baru. Itung-itung usia hafalannya masih sehari. Jadi, tonggaknya lemah. Ia juga disebut bawwabah, pintu gerbang hafalan yang bagus. Semua hafalan yang terjaga dimulai dari level ini. Level ini menggambarkan setoran murid ke guru, dimana guru melihat mushaf untuk mengecek hafalan murid. Nah, bila murid punya hafalan baru, jangan menggampangkan karena standar kesalahan level ini maksimal 3kali. Persis dengan camp-camp Qur'an yang sering diadakan di lembaga tahfidz, biasanya setoran per halamannya disuruh ulang bila masuk kesalahan kelancaran yang ke-4.

Bagi siapapun yang ikut camp Qur'an (entah 1 juz 4 hari, hingga 30 juz 60 hari), maka jangan bingung ketika selama program kita sukses besar, namun setelah pulang, seolah merasa terjangkit amnesia akut . Itu bukan penyakit. Itu wajar. Maka, tantangannya bagaimana kita menjaga hafalan tersebut dengan strategi level-level berikutnya.

Eits... siapa bilang antum sudah hafal. Antum baru level Al Hifzh lho, jadi masih punya Pe eR untuk memutqinkan hingga level teratas yaa :)


Level 2: AT-TIKROR
Tikror disini maksudnya adalah bakdal hifzh, setelah menghafalnya. Level ini tergambar berupa seseorang yang membaca Quran sementara mushaf di depannya dalam kondisi tertutup (tanpa ada guru yang mengecek mushaf karena level verifikasi hafalan al-hifzh sudah terlewati). Semakin jauh mushaf biasanya semakin menantang rasa kepercayaan diri penghafal dalam mereview hafalan. 

Melalui level ini perlu dilakukan pengulangan pembacaan ayat, seperti 5x, 10x, 20x, hingga 40x. Sebagai catatan: 5-10x masih terhitung sedikit. Saat pengulangan per ayat (tanpa lihat mushaf), ada kalanya kita ragu, lupa mendadak, keseleo, mikir "eh tadi apa ya?", maka hal itu wajar. Saat itu, kita boleh buka mushaf sebagai konfirmasi sejenak, lalu tutup lagi, jauhkan mushaf lagi. Nah, jika masih sering buka mushaf, level 2 belum terlewati, masih level 1. Karena itu, biasakan "mikir dulu" sebelum buka mushaf, ada upaya dulu, ada ikhtiar sebelum menyerah. Buka mushaf bisa digantikan dengan konsep mushaf berjalan alias tanya teman semenghafal.

Level 2 ini boleh dilakukan dengan jahr maupun sirr, dengan catatan sirr akan lebih cepat dan memacu pikiran kita.

Level 3: AR-ROBHT
Kondisinya begini: mushaf di depan, tidak dipegang, tidak dibuka, tidak dilihat. Nah, level ini adalah level yang makin memutqinkan hafalan ayat/surat kita. Indikasinya: bila kita nambah hafalan baru, maka hafalan lama semakin kuat. Itulah ar-robht. Misalnya begini: "fa idzaa jaa'a tish shookhoh" (QS Abas), lho ini khan kemarin ada ayat yang mirip? Maka ayat: "fa idzaa jaa'atith thoommatul kubroo" (QS An Naziat) akan semakin kuat.

Bila kita menghafal ayat baru sambil menyesuaikan dengan ayat-ayat hafalan lama kita, In sya Allah hafalan lama kita masuk level ar-robht. Ia adalah level pemanasan otak sebelum memulai menghafal baru, bahkan ada anjuran sebelum menghafal baru pastikan hafalan lama kita masuk level ar-robht (kecuali pada camp Quran karena disana dipacu untuk ziyadah secara masif, maka dari itu call-back murajaahnya perlu extra effort untuk dikembalikan). Logikanya: bila kita punya hafalan baru, maka level ar-robht kita bertambah. 

Ar Robht berlaku dari awal sampai dengan akhir juz (satu juz), sehingga sehari cukupkan waktu untuk sekedar say hello dengan hafalan lama kita melalui Ar Robht. Ia bisa dilakukan jahr maupun sirr, dan Ar Robht paling efektif bila dilakukan di dalam shalat sunnah kita, karena di sanalah kita bisa fokus untuk melalui sirkuit hafalan kita kembali. Karena di level ini tak ada lagi buka-buka mushaf.

Level 4: AL-MURAJA'AH
Tidak ada namanya al-murojaah  kalau hafalan kita belum 1 juz. Karena bila sudah 1 juz, kita sudah masuk al-murajaah. Dan bila belum, kita baru masuk 3 level sebelumnya. Al murajaah ini ibarat siklus packaging hafalan, memaketkan hafalan untuk kita sikluskan dalam hari-hari kita ke depan. Maka ada standar siklus seperti ini:
  • Bila hafalan 1-10 juz, maka al murojaah sekali dalam 1 minggu
  • Bila hafalan 10-15 juz, maka al murojaah sekali dalam 2 minggu
  • Bila hafalan 16-20 juz, maka al murojaah sekali dalam 3 minggu
  • Bila hafalan 21-30 juz, maka al murojaah sekali dalam 1 bulan
Nah, lakukan al murajaah dalam keseharian kita ibarat dzikir muthlaq, dimanapun kapanpun selagi itu dibolehkan. Kata ustadz Ahmad Jaaze standar nya 10% per hari: bila hafalan kita 1 juz atau 20 halaman, maka murajaahnya 2 halaman per hari. Bila 5 juz, murajaahnya  10 halaman/setengah juz per hari, maka 30 juz, murajaahnya 60 halaman/3 juz per hari.

Saya jadi ingat cerita salah seorang musyrif RQ STAN saat talk show 21 Desember 2018 lalu, "Guru saya ada yang murajaah itu dilakukan sambil berinteraksi satu sama lain. Pas kita lagi ngobrol, tiba-tiba kita lihat kok mulutnya komat-kamit, eh ternyata beliau lagi murajaah hafalannya." 
Maa syaa Allah.

Allahummarhamnaa bil Qur'aan
Allahummaj'alnaa min ahlil Qur'aan

Rumah Quran STAN
================
👥 Fb: Rumah Quran STAN
🌐 Web: rumahquranstan.com
📷 IG : stanruqun_
💌 gg.gg/infoDonasiRQSTAN
Share this article :

Posting Komentar

 
Tentang Kami | Kontak Kami | Privacy policy | Term of use | Ingin Berdonasi? | Site map
Copyright Ruqun STAN© 2015. Rumah Qur'an STAN . All Rights Reserved.
Design Template by klik di sini |