Home » » Lika-Liku “Takhasus” di RQ STAN

Lika-Liku “Takhasus” di RQ STAN

Penulis : Ruqun Stan on Rabu, 31 Oktober 2018 | 00.30.00



"Mereka itu Kopasus - Korps Penghafal Khusus. Mahasiswa STAN tidak bisa kalau menjadi kopasus (santri takhasus), karena punya kesibukan kuliah dan aktivitas kampus. Mereka yang kopasus hanyalah yang full-day with Qur’an, 24 jam, bahkan kalau perlu diberi makan dan dicucikan pakaiannya"

Demikianlah pemahaman yang ditangkap manajemen RQ STAN ketika pertama kali dititipi Ustadz Fadlil Usman santri takhasus di tahun 2013-an. Saat itu, kami bahkan tidak terlalu fokus. Tiba-tiba saja, hadir dua ikhwan dan dua akhwat (kalau tidak salah) langsung tinggal di asrama RQ STAN. Yang akhwat seiring berjalannya waktu, salah satunya sukses 30 juz sehingga angkatan berikutnya langsung dinaikjabatankan sebagai musyrifah.

Ikhwan yang satu sukses pula hafal 30 juz, namun karena usia belum cukup, tidak langsung menjadi musyrif, melainkan mencari kuliah dulu dan Alhamdulillah diterima di LIPIA pada periode setelahnya. Ikhwan yang satunya lagi lulusan S2 Mesir, berhasil menyusul 30 juz, namun beliau memilih kembali ke kampung halaman untuk mendedikasikan diri di pesantren. Begitulah sekelumit santri takhasus yang pernah membersamai RQ STAN beberapa tahun berselang.

Konsep Takhasus di Masa Awal RQ STAN (2013) adalah Titipan dan Satu Atap

Santri takhasus RQ STAN pada awalnya bukan lahir dari inisiasi manajemen, melainkan titipan Rumah Quran Daarut Tarbiyyah yang boleh jadi kapasitasnya masih belum memungkinkan. Alhamdulillah dari hasil pembinaan musyrif/ah RQ STAN saat itu, santri takhasus berhasil diampu dengan baik. Namun, jangan dibayangkan mereka mengikuti RQ STAN dengan segala privilege-nya seperti di awal tadi (dimasakin, dicuciin pakaiannya). Mereka berjuang bersama dengan perlakukan hampir mirip dengan santriwan-santriwati mahasiswa STAN, hanya saja dibedakan dengan adanya bekal atau “sangu” dari RQ Depok.

Santri takhasus RQ STAN saat itu harus mewarnai, bukan malah diwarnai lingkungan, mengingat asrama yang jadi satu dengan santri reguler. Sementara santri regular hanya mampu menghafal 3-5 juz setahun. Santri takhasus dengan target 30 juz selama 2 tahun seharusnya menyadari bahwa daya juangnya harus lebih besar. Ia harus memiliki daya izzah yang lebih kuat, tidak mudah ikut-ikutan santri lain. Inilah tantangan bila santri takhasus dan santri regular masih disatuatapkan. 

Takhasus di 2016-2017 Baru Sekedar Harapan

Upaya membuat “RQ Takhasus” yang khusus satu rumah, mengemuka lagi ketika di 2016 RQ STAN membeli rumah atas suntikan dana dari donatur khusus. Manajemen merasa kebermanfaatan RQ ini harus lebih besar mengingat asset asrama yang digunakan adalah wakaf untuk umat. Berbekal semangat ini, kami pun meminta bala bantuan RQ Daarut Tarbiyah untuk membuka open recruitment santri takhasus khusus di RQ STAN. Namun, karena tak kunjung mendapat jawaban positif, maka qadarullah harapan tersebut belum dapat direalisasikan.

Upaya mewujudkan RQ Takhasus muncul kembali ketika ada tawaran dari masjid Al Ihsan Pondok Safari agar kamar-kamar di masjid tersebut ditinggali anak RQ. Tatkala santri calon-alumni RQ hendak dipindahkan ke sana, muncul rona kekurangsetujuan mengingat jarak yang relatif jauh. Tatkala kamar sudah siap dan santri belum ada, maka impian membentuk RQ Takhasus-pun kembali kandas. Bukan karena itu saja, terlebih juga karena musyrif RQ STAN yang terbatas dan penerimaan santri mahasiswa STAN yang di luar prediksi -saking banyaknya- menyita fokus musyrif/ah yang ada.

Takhasus di 2018 Berawal dari Brainstorming Lintas Yayasan

25 Oktober 2018 menjadi saksi upaya sinergi untuk membentuk RQ Takhasus. Yayasan Ta’awun mengajak duduk bersama, mensinergikan upaya, menyamakan sinyal menuju harapan yang sama. Ada dua konsep yang ditawarkan:
  1. RQ Ta’awun - asrama akhwat menggunakan rumah ustadz Sunali, Lc - salah satu dewan pembina yayasan Ta’awun.
  2. RQ Al-Ihsan - asrama ikhwan menggunakan kamar-kamar masjid Al Ihsan, atas inisiasi dan perkenan bendahara yayasan Ta’awun, Bpk Gunadi
Keduanya punya PR yang sama, yakni siapakah musyrif atau musyrifahnya? Maka, pencarian musyrif menjadi upaya kedua, setelah sinergi ini memutuskan siapakah mudhir untuk proyek ini. Mudhir proyek Alhamdulillah masih merupakan keluarga dekat alumni STAN.

Lalu, apa cawe-cawe RQ STAN dalam proyek ini? InsyaAllah kapasitas program akan didukung Rumah Quran STAN, yang saat ini masih menginduk Rumah Quran Daarut Tarbiyah.

Semoga Allah memudahkan dan menolong pengelolaan RQ Takhasus ini, bila memang Allah memberikan amanah berupa musyrif dan santri yang berkomitmen untuk menghafal 30 juz dalam waktu 1 atau 2 tahun.

Allahummarhamnaa bil Qur'aan
Allahummaj'alnaa min ahlil Qur'aan

Rumah Quran STAN================
👥 Fb: Rumah Quran STAN
🌐 Web: rumahquranstan.com
📷 IG : stanruqun_
Share this article :

Posting Komentar

 
Tentang Kami | Kontak Kami | Privacy policy | Term of use | Ingin Berdonasi? | Site map
Copyright Ruqun STAN© 2015. Rumah Qur'an STAN . All Rights Reserved.
Design Template by klik di sini |