Home » » Kami Mau Bantu, Tapi... 😔

Kami Mau Bantu, Tapi... 😔

Penulis : Ruqun Stan on Selasa, 31 Juli 2018 | 17.12.00



Mohon maaf… Itulah kalimat pertama dan utama yang menjadi trending topic admin RQ via WA pasca-hari ke-3 dibukanya registrasi gelombang ke-2 RQ menyusuli diumumkannya penerimaan mahasiswa/i baru D1 dan D3 PKN STAN. 


Mohon maaf… Itu merupakan kalimat tersulit yang muncul dari hati kecil kami, karena sungguh kejadiannya di luar prediksi. Gelombang 1 sedikit pendaftar, gelombang 2 tiba-tiba membludak. Fenomena apa ini ya Allah? Apakah banyak yang merasa tercekik dengan harga sewa “papan” di lingkungan kampus STAN? Apakah karena itu? Atau … karena banyak yang ingin bermesraan dengan Al-Qur’an? Bukti kebangkitan umat di akhir zaman?

Kami mau bantu, tapi mohon maaf… 😔

***

Kami mau bantu, tapi… 😐
inilah upaya maksimal kami, dengan kuota terbatas, “papan” juga terbatas, dan yang paling prioritas, asatidz kami yang terbatas. Karena kami tidak sedang membangun bisnis duniawi, apalagi gedung megah pemuat insan kebangkitan umat, kami lebih fokus membangun manusia (maka dari itu, RQ tersebar dan tidak menyatu), sehingga karena manusia yang menghendelnya pun terbatas, sehingga karena alasan jumlah manusia (musyrif) pula, kami membatasi penerimaan.|

Kami mau bantu, tapi… 😐
penerimaan RQ STAN bukan berpijak pada konsep seleksi. Ia adalah sebentuk komitmenisasi atas ikhtiar yang dilakukan calon santri, dimana mereka pasti hunting lokasi tinggal untuk berjuang mencari ilmu. Maka, mereka yang hunting dan mendapati media sosial kami cukup terbuka, viral, dan rutin update itulah, yang pada akhirnya menjadi orang-orang “terdahulu” yang mendaftar RQ STAN. Siapa lebih dahulu, dia masuk dahulu. 

Mengapa bukan konsep seleksi? Karena kami tidak mau memberi harapan berlebih, apalagi konsep yang berpotensi mendzalimi, entah transparan ataupun tidak. Kami tidak mau berpesan, “mohon maaf Anda tidak diterima karena ada orang lain yang lebih bagus”, padahal kami tidak punya indikator yang pas. Namun kami lebih nyaman bertutur, “mohon maaf kuota kami sudah terpenuhi.”

Kami mau bantu, tapi… 😐
kami sudah mengeluarkan semua daya upaya. RQ injeksi bahkan menjadi konsep terbaru yang kami adopsi -entah dari mana istilah ini-. Warga ingin rumahnya diwarnai bacaan Qur’an, maka kami buka titipan santri RQ kesana. (Baru 2 rumah sih). Kami sebut mereka santri PP khusus. Sudah ditambah yang begini pun, masih ada yang merasa ingin terbantu dengan kehadiran RQ. Apakah perlu tahun depan meng-injeksi ke rumah-rumah sekitar PJMI dan Sarmili, menawarkan proposal RQ, agar banyak rumah tershibghah dengan jargon “Baiti Jannati”, lantaran bacaan Qur’an senantiasa terlantuni?

Kami mau bantu, tapi… 😐
mohon maaf, akhirnya hanya doa yang dapat kami lantuni. Semoga Allah liputi kebaikan buat para calon santri yang belum dapat mendaftar. Kebaikan untuk mempersiapkan diri dan bersama menjadi insan Qur’ani. Silakan bila tahun depan ingin mendaftar, atau mulai tahun ini bersama-sama berfastabiqul khairat - berkompetisi dari luar, dengan santri-santri yang di dalam RQ. Hingga tahun depan menjadi insan yang lebih baik, atau melejit lebih jauh dari santri-santri RQ. 

Karena kehadiran RQ kami harapkan bukan hanya menguatkan ke dalam santri RQ sendiri, tetapi juga memberi pengaruh ke luar, kepada mahasiswa, masyarakat, dan lingkungan. Semoga Allah berikan irham-nya kepada sesiapa yang berusaha berinteraksi dengan Al-Qur’an. 

Allahummarhamnaa bil Qur’aan
Allahummaj’alnaa min ahlil Qur’aan
Share this article :

Posting Komentar

 
Tentang Kami | Kontak Kami | Privacy policy | Term of use | Ingin Berdonasi? | Site map
Copyright Ruqun STAN© 2015. Rumah Qur'an STAN . All Rights Reserved.
Design Template by klik di sini |