Home » » Tahfidz Camp dan Ramadhan 2018

Tahfidz Camp dan Ramadhan 2018

Penulis : Ruqun Stan on Senin, 14 Mei 2018 | 13.44.00


Dua hal ini awalnya sulit disatukan.
Yang disebut pertama: TAHFIDZ CAMP merupakan agenda menghafal 1 juz dalam 4 hari 3 malam yang telah diselenggarakan oleh Rumah Quran STAN akhir Januari 2018 silam. Namun, laporan kegiatan tertunda lama hingga tulisan ini dipublikasikan.
Yang disebut kedua: RAMADHAN tak lepas dari serangkaian kencangnya degub jantung menjelang pertama kali hadirnya, menyesapi kontemplasi: "Akankah Allah izinkah diri kita memasuki bulan penuh ampunan kali ini? Akankah kita memperoleh ampunan di bulan Quran kali ini?"

Dua hal tersebut sangat mirip bila dilihat dari sudut pandang OPTIMALISASI IBADAH. Coba kita bandingkan, sembari merangkai memori Januari lalu untuk memotivasi santri RQ dalam rangka memandang prospek indah Ramadhan…

·       Bila Tahfidz Camp berlangsung cuma 4 hari 3 malam, sadarkah kta bahwa Allah pun tetap menganggap Ramadhan itu sedikit sebagaimana firman-Nya di Al-Baqarah 184, “Ayyamaamm ma’duudaat”, bermakna "dalam beberapa hari tertentu". Ya, tidak banyak. Umur kita di dunia saja dibilang sedikit apalagi Ramadhan. Maka, sadarkah kita untuk serius mengoptimalkan Ramadhan tahun ini?

·       Bila Tahfidz Camp dilengkapi target menghafal 1 juz, sudahkah Ramadhan kita tekadi dengan target tilawah sekian juz, memurajaah sekian juz, dan menghafal sekian juz?

·       Bila Tahfidz Camp terlaksana atas dasar kekhawatiran “mission impossible” dan optimisme “impossible is nothing”, sudahkah Ramadhan kita patok target ibadah yang mendekati makna impossible tersebut? Sehingga kita akan selalu dan selalu bermujahadah untuk merealisasikannya, sementara kita gantungkan hasilnya kepada Allah?

·       Bila Tahfidz Camp ingin memastikan pesertanya untuk mementingkan detik-demi-detik waktu yang dimiliki untuk dimanfaatkan secara optimal, sudahkah kita bersiap untuk memanfaatkan detik-demi-detik Ramadhan kita agar tak terbuang sia-sia?

·       Bila Tahfidz Camp, seluruh smartphone dikumpulkan demi menjauhkan dari kesia-siaan, sudahkah kita menjauhkan Ramadhan dari para pencuri waktu sekelas medsos, TV, chating berlebih, game, film korea, berita gosip, channel yutub, dan lain sebagainya.

·       Bila Tahfidz Camp ingin kita jadikan sarana peraup kebaikan dan pemberat amal baik, seberapa kuatkah tekad kita untuk menjadikan Ramadhan sebagai sebaik-baik peraup kebaikan dan seberat-berat pemberat amal baik? Terutama lagi, sudahkah kita menyetel semangat tinggi untuk meraih bonus lailatul qadr yang lebih baik daripada ibadah selama 80-sekian tahun?

·       Bila Tahfidz Camp kita melulu tinggal di masjid, maka seberapa kerasannya kita berlama-lama di masjid bersama Qur’an saat Ramadhan ini?

·       Bila Tahfidz Camp mengubah mind set kita untuk sadar bermesraan dengan Qur’an, seberapa siap mind set kita menyadari agar tak pernah lepas dari Qur’an di bulan Ramadhan?

·       Bila Tahfidz Camp memproduksi sekian liter air mata kita bersama Qur’an-paling tidak saat sesi renungan di akhir program, seberapa literkah air mata taubat kita siapkan untuk Ramadhan ini?

·       Bila Tahfidz Camp kita rajin qiyamul lail, seberapa rajinkah Qiyamul Lail di Ramadhan ini?

·       Bila Tahfidz Camp telah dilalui dengan sukses, seberapa yakinkah bahwa Ramadhan ini akan sukses, jauh lebih baik daripada Ramadhan-Ramadhan yang lalu?

Daftar pertanyaan retoris sebagai pembanding masih banyak. Menjadi kontemplasi bagi santri RQ dan juga kita bersama. Semoga Allah ridhai ikhtiar kita untuk memanfaatkan Ramadhan dengan sebaik-baiknya.

Terlampir foto-foto Tahfidz Camp yang telah lalu…
Opening dan tausiyah sebelum dimulainya TAHFIDZ CAMP diselenggarakan di MBM, pada pukul 09.30-11.30, namun kegiatan sudah dimulai pada pagi hari diawali dengan sarapan pagi. Jeda waktu yang panjang diisi dengan bermesraan dengan Al-Quran.

Santri RQ dan segelintir mahasiswa non-RQ antusias mengikuti kajian pembukaan TAHFIDZ CAMP. Sama dengan kegiatan tahun lalu (Januari 2017), tahun 2018 ini Tahfidz Camp diselenggarakan tepat setelah Ujian Akhir Semester 1 dan sebelum libur semester. Masjid Kampus pun sepi dari kegiatan lainnya.

Masjid At-Ridho yang berjarak kurang lebih 2 km ditempuh sejak dhuhur, dengan skema transportasi bolak-balik jemput naik motor. Masya-Allah, perjuangannya. Disinilah mereka kemudian berakktivitas dalam menghafal. Ada yang berkumpul untuk saling menularkan semangat, ada yang mencari ketenangan dengan menyendiri, ada yang minta dites hafalannya. Semuanya larut dalam kesibukan bersama Qur'an.

Oh iya, untuk lokasi TAHFIDZ CAMP akhwat, relative lebih dekat. Yakni lantai 2 Masjid An-Nur PJMI.

Pagi di hari Ahad, antrian panjang mengular menuju setoran hafalan. Maklum, semangat menghafal akan berlipat meningkat dan lebih cepat tatkala pagi hari. Kendala nya pagi itu, musyrif yang bisa stand by baru 1, sehingga macet parah pun terjadi.

Ketika musyrif sudah hadir lebih banyak, maka antrian bisa berkurang drastis. Apalagi kalau sudah malam seperti ini, banyak yang berhutang setoran untuk pagi harinya. Yang penting selalu dan slalu bersama Al-Quran.

Sharing session salah seorang peserta yang MAMPU SETORAN 2 JUZ selama 3 hari. Beliau membagi metode yang digunakan. Luar biasa cepat dan fenomenal pencapaian santri berbaju biru muda ini.
Salah seorang peserta lain mempraktekkan metode sukses menghafal. Yakni dengan cara menengokkan mata ke kiri atas. Dari hasil penelitian, hafalan menjadi lebih cepat terjaga. Sumber: buku Langkah Mudah Menghafal Al-Quran karya Majdi Ubaid Al-Hafizh

Panitia memprovokasi peserta untuk berpuasa di hari Senin. Selain hemat makan siang, panitia ingin memberikan sentuhan ruhani lebih kuat seraya membersamai Al-Quran. Alhamdulillah 90% peserta ikhwan puasa, sisanya ada yang terkendala kurang fit.

Ini adalah bagian dari ikhtiar menghafal Qur'an. Senyaman mungkin walau harus dibalik korden. Alhamdulillah saat itu, di balik korden sedang tidak ada akhwat.

Atau mencari atmosfer yang nyaman, mojok, diselingi sholat, pokoknya berubah-ubah posisi. Masya-Allah semangat yang luar biasa bagi para peserta.

Ini salah satu trik juga dalam menghafal Quran. Mencoret-coret mushaf dengan stabilo, istilah nya metode VISUAL. 
Masih dengan kesibukan beraneka ragam (berkumpul, curhat, minta cek hafalan, menghafal, setoran), lagi-lagi bersama Al-Quran.


Karena terjadi ketidakstabilan proses penghafalan, maka pada malam terakhir digelarlah sharing khusus dari ustadz Abdul Ghoffar yang memiliki pengalaman menangani hafalan santri beliau di wilayah Jawa Barat.



Kegiatan penutupan digelar di Masjid An-Nur. Lokasi TAHFIDZ CAMP akhwat. Saat itu, hari sedikit gerimis, sehingga tidak jadi ke Masjid Baitul Maal. Alhamdulillah, para akhwat sudah siap.


Agenda penutupan di masjid An-Nur, diakhiri dengan kajian bersama ustadz Masturi tentang motivasi bersama Qur'an.
Setelah renungan dan doa bersama, sebelum jarak memisahkan kita semua (karena liburan semesteran), kita bersalam-salaman sebagai wujud penguatan ukhuwah Islamiyyah.

BONUS: Malam harinya (setelah Tahfidz Camp ditutup pada pkl.11.00-nya), terjadi peristiwa fenomenal. Ada salah satu mahasiswi UNDIP yang sedang mampir ke PKN STAN minta dibantu untuk bersyahadat (MASUK ISLAM). Ditemani oleh para santriwati Rumah Quran STAN dan segelintir Takmir Masjid, agenda pun belangsung khidmat. Masjid menghadiahi Berita Acara sekaligus Sertifikat Masuk Islam. RQ STAN menghadiahi hijab dan seperangkat baju muslimah. Alhamdulillah. 
Share this article :

Posting Komentar

 
Tentang Kami | Kontak Kami | Privacy policy | Term of use | Ingin Berdonasi? | Site map
Copyright Ruqun STAN© 2015. Rumah Qur'an STAN . All Rights Reserved.
Design Template by klik di sini |