Home » » Tilawah itu Tersenyum, Tilawah itu Bahagia

Tilawah itu Tersenyum, Tilawah itu Bahagia

Penulis : Ruqun Stan on Minggu, 11 Maret 2018 | 23.28.00


ditulis oleh: ibnuZ
salah satu manajemen RQ STAN



😊

Judul ini agak menggelitik. Mengapa tilawah Quran dipersepsikan sebagai tersenyum, yang kemudian disimpulkan membahagiakan? Namun, dari dauroh yg terakhir saya ikuti, begitulah sepenangkapan saya. Allahu A'lam. 

Ustadz Abu Ezra Laili al-Fadhli (pemilik sanad beberapa matn tajwid dr beberapa riwayat) mengajar kami di dauroh 3 hari yang diisi hanya makhraj dan shifat huruf. Materi yang secara normal diajarkan selama 5 pertemuan kali 30 menit di halaqah quran, dihabistuntaskan pada Jumat-Ahad, 16-18 Februari 2018 alias selama 3 kali 5 jam. Yang biasanya 150 menit, kali ini dikupas tuntas menjadi kira-kira 15 jam. MasyaAllah. 

Dalam kesempatan tersebut, salah satu materi yang mengena bagi saya adalah harakat. Para guru ngaji biasa mengajar harakat dimulai dari fathah-kasrah-dhummah. Ustadz Laili ternyata membalikkan urutan dan menegaskan bahwa inilah urutan yang benar: dhummah-kasrah-fathah. 

Dhummah paling mudah katanya, tinggal memonyongkan bibir. Secara bahasa artinya mengumpulkan, secara istilah mengumpulkan dua bibir ke depan seperti bunga. Habis Dhummah, kasrah. Kasrah secara bahasa artinya pecah, secara istilah memecah rahang ke bawah. Al ustadz mewanti-wanti bahwa membunyikan kasrah seperti mengawali huruf ya, sambil tersenyum (menarik sudut bibir). Nah, yang menarik adalah ketika diminta mencontohkan bunyi fathah. Mayoritas peserta salah membunyikan. Kata beliau, Fathah bukan sekedar bunyi aaa (membuka rahang lebar-lebar), melainkan dengan cara mengawali senyuman ala kasrah, lantas rahang bawah ditarik ke bawah. Ada aroma tipis yang disebut infitah, ada semacam dialek Arab yang terlontar. Ustadz selama 3 hari dauroh selalu dan selalu mengingatkan kami untuk tidak membaca fathah layaknya aaa orang Indonesia (dibuka lebar-lebar), tetapi agar menyesuaikan dialek Arab. 

Sejak dauroh itulah, saya merasa bahwa kasrah dan fathah ternyata bedanya tipis. Kasrah seperti awal huruf ya, sedangkan fathah posisi ujung kanan dan kiri bibirnya sama dengan kasrah, namun rahang bawah ditarik sedikit ke bawah. Persamaannya satu: tersenyum. 

Dalam kaidah Tajwid secara teknis, ada fathah yang seharusnya tidak tersenyum, yakni huruf-huruf tebal, meliputi: huruf isti'la yang memang bunyi fathah nya mirip ooo (kho, sho, dho, tho, zho, qo, gho), ditambah huruf ro, dan lam khusus di lafazh Allah. Semua huruf tersebut tebal sehingga menyulitkan kita untuk tersenyum ketika fathah. Selain itu hanya ada 4 huruf yang bila kasrah, dia akan sulit tersenyum, yaitu shod, dhod, tho, zho, atau biasa disebut huruf itbaq. 

Dalam dauroh tersebut, ustadz mengingatkan  perbedaan antara huruf itbaq (shod dhod tho zho) dengan huruf yang isti'la namun infitah (qof kho ghoin). Kedua tipe huruf tersebut sama-sama tebal. Namun, kasrahnya itbaq takkan bisa tersenyum (shi, dhi, thi, zhi), sedangkan kasrahnya huruf isti'la yang infitah: tetap bisa tersenyum (khi, qi, ghi). 

Apa hubungan sedikit cuplikan ilmu tajwid ini dengan judul di atas? Artinya, seharusnya dalam tilawah kita mayoritas huruf-huruf nya, kita baca sambil tersenyum. Karena yang tidak boleh tersenyum hanya sedikit saja. Yakni dhumah dan juga fathah+kasrah sebagaimana kondisional di atas. 

Bismillaahirrahmaanirrahiim saja, mayoritas tersenyum. Yang tidak bisa tersenyum hanya dua buah huruf RO saja. Dan masih banyak di mushaf kita, lafazh-lafazh yang justru akan sempurna bila diucapkan sambil tersenyum, baik fathah atau kasrah dengan pengecualian di atas. 

Jadi, sudahkah kita tersenyum hari ini? Bila belum, tilawah saja. 😁
Sudahkah kita bahagia hari ini? Kalau mau bahagia, tilawah saja.

Semoga Allah memudahkan kita untuk memahami dan mengamalkan ilmu tajwid secara sempurna dalam tilawah-tilawah kita. Yang membuahkan bahagia di dunia maupun di akhirat. 

Catatan tambahan: senyuman dalam tilawah boleh jadi perlu dibuat sedih untuk kondisi tertentu, contohnya saat membaca ayat-ayat adzab 😢

Wallahu a'lam bish shawab

***
RQ Granada, 3 Maret 2018 - di bawah rerintikan rahmat dari Allah

Dauroh makhraj dan shifat hurf ini diselenggarakan oleh Forum Halaqah Quran An-Nashr di masjid An-Nashr (depan kampus PKN STAN) pada 16-18 Februari 2018, bertepatan dengan libur mahasiswa/i PKN STAN, sehingga sayang sekali tidak ada perwakilan santri RQ STAN yang dapat mengikuti dauroh tersebut.
Share this article :

Posting Komentar

 
Tentang Kami | Kontak Kami | Privacy policy | Term of use | Ingin Berdonasi? | Site map
Copyright Ruqun STAN© 2015. Rumah Qur'an STAN . All Rights Reserved.
Design Template by klik di sini |