Home » » Tahfidz Camp: Shaolin Soccer, Mission Impossible, dan Dzikrul Maut

Tahfidz Camp: Shaolin Soccer, Mission Impossible, dan Dzikrul Maut

Penulis : Ruqun Stan on Senin, 12 Februari 2018 | 16.17.00

Alhamdulillah, Tahfidz Camp Rumah Quran STAN telah diadakan pada 27-30 Januari 2018 lalu, dengan skema lokasi dan jumlah santri sebagai berikut:
1. Ikhwan di Masjid Ar-Ridho Komplek Pajak, dengan jumlah peserta = 
2. Akhwat di Masjid An-Nur PJMI, dengan jumlah peserta = 

Tahfidz Camp memang unik. Ia ibarat mabit terprogram.
  • Bila mabit cukup semalam di masjid, Tahfidz Camp 3 malam berturut-turut. 
  • Bila mabit punya misi kajian dan qiyamul lail berjamaah, Tahfidz Camp ditambah misi mampu menyetorkan 1 juz hafalan baru. 
  • Bila mabit panitianya sederhana, Tahfidz Camp butuh musyrif 1 orang per 10 peserta.
  • Bila mabit tak butuh banyak konsumsi, Tahfidz Camp menyiapkan makan teratur 3 kali sehari.

Tahfidz Camp 2018 merupakan penyelenggaraan kedua, setelah pertama kali di 28-31 Januari 2017 (nyaris tepat setahun lalu). Kali ini, panitia menyiapkan skema ekspansif. Artinya, peserta tak hanya dari kalangan santri RQ STAN, melainkan juga dari non-santri yang masih berstatus mahasiswa PKN STAN. Sekedar membatasi peserta dari luar, diinisiasilah registrasi sepekan sebelum kegiatan. Praktis terdaftar 1 orang ikhwan dan 10 orang akhwat. Mereka adalah orang-orang terpilih, yang tertarik untuk bermesraan dengan Quran walaupun mengambil jatah liburan semesteran. Maklum, UAS Kampus PKN STAN telah berlangsung 15-26 Januari 2018 dipungkasi dengan liburan, pas dengan waktu penyelenggaraan Tahfidz Camp.

Beberapa mind-set yang diharapkan muncul dari kegiatan Tahfdz Camp adalah sebagai berikut: 

1. Tahfidz Camp dan Shaolin Soccer
Ada harapan terselubung dalam penyelenggaraan Tahfidz Camp. Harapan tersebut mirip dengan scene awal dan akhir dari film komedi tahun 2000-an berjudul Shaolin Soccer. Scene awal film laga ini menampilkan: seorang wanita jatuh terpeleset pisang, seorang petugas kebersihan kesulitan memotong dedahanan yang gondrong, dan beberapa orang yang berlari mengejar bus yang terlanjur pergi. 

Nah, lalu di scene terakhir film tersebut (terlepas dari proses film yang penuh dengan laga dan drama), ditampilkan kembali ke-3 tokoh tadi, namun dengan optimisme yang jauh lebih tinggi: seorang wanita terpeleset pisang yang tak jadi jatuh karena menguasai kungfu, seorang petugas kebersihan yang menggunakan pedang dan jurus kungfu untuk memotongi dedahanan tanaman, dan beberapa orang yang berlari kemudian melompat ke bus dengan jurus kungfu.

Intinya bahwa "dengan senantiasa memakai jurus kungfu", segala keseharian dan rutinitas hidup menjadi lebih efektif dan efisien. Lalu, apa hubungannya dengan Tahfidz Camp? Panita berharap sekembalinya dari kegiatan, para peserta menjadi insan yang bermind-set bahwa "dengan senantiasa membersamai Al-Quran", segala keseharian dan rutinitas hidup menjadi lebih efektif dan efisien. 

"Semakin banyak membaca Quran, segala hal menjadi semakin mudah", begitulah kata-kata yang cukup memotivasi, dinukil dari sebuah video kisah ulama salaf yang memberi pesan/wasiat kepada santrinya. Semoga mind-set tersebut membawa timbal balik positif untuk para peserta; betapa mudah untuk bermesraan dengan Quran, walaupun menghafalnya sulit masuk. Yang penting: sudah bersamaan secara intensif dengan Al-Quran. Karena menghafal itu artinya: mengulang-ulang bacaan sehingga tanpa sadar memperbanyak bacaan ayat Quran.

2. Tahfidz Camp dan Mission Impossible
Ada sebuah perumpamaan: Terbayang seorang agen (peserta Tahfidz Camp) mendapatkan telepon, "Tiga hari ke depan kamu harus hafal 1 juz, silakan dipilih juz nya." Telepon itu bertutur, tanpa menyebutkan identitas diri, tanpa memberitahukan cara dan kiat-kiatnya. Yang penting terjun saja. 

Alhasil, ada santri yang berhasil menggapai 1 juz setoran, namun sebagian besar yang dalam perjalanan menghafal, ternyata mengalami kesulitan. Di tengah-tengah misi, evaluasi pun digelar. Metode menghafal menjadi catatan untuk membantu mengefektifkan hafalan. Sejatinya: misi ini juga untuk menguji manajemen stres. Seberapa baper ia menghafal dan tidak masuk-masuk, sehingga tanpa sadar misi lain sudah tereksekusi otomatis, yakni mengisi hari dengan membaca Quran, walaupun dengan terus mengulang-ulang.

3. Tahfidz Camp dan Dzikrul Maut
Ini adalah pengibaratan yang bila dibayangkan secara mendalam, bisa mengena dalam hati, dan target Tahfidz Camp dapat dengan mudah dilakukan. Terbayang usia kita sudah terprediksi pasti, 3 hari lagi mati. Mungkin kita akan banyak bersedekah, lalu kalau bisa tiap waktunya begitu dimanfaatkan dengan sangat, agar apa? Agar tiap detik yang termanfaatkan ini bisa menggantikan dosa-dosa terlampau banyak yang sudah terlanjur kita lakukan. Ajal adalah penutupan kegiatan Tahfidz Camp. Sanggupkah kita menghafal 1 juz untuk memanfaatkan waktu secara maksimal? Kalau mind-set begini ini, tidur tidak akan terasa nyenyak, makan tidak akan terasa enak. 

Hm... sebuah pelajaran bahwa misteri maut inilah yang membuat kita terbuai akan kehedonisan dunia (dikira waktu kita banyak), atau kita menjadi pribadi yang selalu mengingat, bahwa sejatinya segala kenikmatan dunia ini fana, kecuali surga beserta isinya.

***

Pada intinya, Tahfidz Camp mengajarkan kita akan disiplin-diri, disiplin makan, disiplin menghafal, juga disiplin menyetorkan. 

Terakhir: Tahfidz Camp mengajarkan kita akan makna pertolongan Allah. Tinggal di masjid hanya menghafal dan setoran sungguh kurang greget. Banyak tersedia waktu-waktu mustajab berseliweran. Sepertiga malam terakhir, antara azan dan iqomat, selepas sholat fardhu. Itu semua menjadi keterikatan tersendiri antara peserta dengan Tuhannya. Tampak para peserta minta tolong, "mudahkan kami ya Allah. mudahkan kami ya Allah. mudahkan kami ya Allah."

Semoga Allah mengistiqomahkan kita semua, 
Dalam pencapaian misi-misi akhirat, bersanding dengan misi-misi duniawi, dalam rangka merengkuh ridho Allah.



Sampai jumpa di Tahfidz Camp selanjutnya
Allahummarhamnaa bil Qur'aan
Allahummaj'alnaa min ahlil Qur'aan
Share this article :

Posting Komentar

 
Tentang Kami | Kontak Kami | Privacy policy | Term of use | Ingin Berdonasi? | Site map
Copyright Ruqun STAN© 2015. Rumah Qur'an STAN . All Rights Reserved.
Design Template by klik di sini |