Home » » With Great Responsibility Comes Great Power (???)

With Great Responsibility Comes Great Power (???)

Penulis : Ruqun Stan on Selasa, 31 Oktober 2017 | 17.28.00

Dalam film Spiderman dimana Tobey Maguire memerankan Peter Parker, ia mendapatkan tausiyah singkat dari pamannya (Uncle Ben), "With Great Power Comes Great Responsibility." 

Ternyata ungkapan tersebut berasal dari tokoh filsuf Prancis bernama Voltaire, dengan teks aslinya: grande responsabilit√© est la suite ins√©parable d’un grand pouvoir dan terjemah bebasnya: “besarnya tanggung jawab mengikuti dan tak terpisahkan dari besarnya kekuatan”. Tafsir bebasnya adalah: semakin besar kekuatan yang kita miliki (harta, kekuasaan, kemampuan), maka seharusnyalah kita merasa semakin besar tanggung jawab kita (untuk membantu sesama, untuk bermanfaat bagi yg lain). 

Ujaran ini juga sempat dilayangkan manajemen RQ STAN kepada santri alumni yang notabene sudah lulus dan sukses diwisuda. Bahwa sesungguhnya, makin mereka memiliki title lulusan STAN (great power), makin besar tanggung jawab (Great Responsibility) untuk bermanfaat bagi negara dan juga keluarga.

Akan tetapi...  Bicara tentang Power dan Responsibility,  ada hal unik sekaligus inspiratif bila kita menilik surat Al Muzzammil. Ungkapan tersebut ternyata bernada terbalik, menjadi:

With Great Responsibility Comes Great Power...

Dalam surat Al-Muzzammil, surat yang diturunkan kepada seorang laki-laki bernama Muhammad (Shalallahu a'alaihi wasallam) yang baru saja disematkan title sebagai Nabi dan Rasul (turunnya nubuwah), Allah memberikan bekal agar Sang Nabi kuat menghadapi cobaan. Tatkala tanggung jawab itu datang dari sesosok makhluk bernama Jibril melalui pertanyaan fenomenalnya “Iqro’”, maka setelah itu Nabi Muhammad yang ketakutan dan menyelimuti dirinya, dicolek kembali dengan wahyu berupa surat Al-Muzzammil.

“Hai orang yang berselimut (Muhammad). Bangunlah (untuk sebahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdua itu. dan bacalah a-Qur’an itu dengan perlahan-lahan.Sesungguhnya kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat. “Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (supaya khusyu’) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.” (QS. 73: 1-6)

 

Dengan tanggung jawab yang demikian besar (risalah Kenabian), Allah memberikan bekal kepada Nabi Muhammad Saw untuk mendawamkan sholat di malam hari (qiyamul lail) dan membaca Qur’an perlahan-lahan (tartil). Karena Qiyamul Lail dapat menguatkan tekad dan mengkhusyuk-kan fokus. Sementara tartil-Quran membuat hati dapat menghayati Kitabullah lebih jelas, lebih berkesan, dan sarat renungan. Tadaburnya, bahwa dengan tanggung jawab yang Allah berikan, Allah mengajak Nabi Muhammad Saw untuk memiliki great power berupa qiyamul lail dan tartil-Qur’an.



Kenapa harus memiliki great power? Jawabannya ada di ayat selanjutnya:  "Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak)”. (QS.73: 6-7).
 
Bila sebelum risalah Kenabian turun, Nabi Muhammad Saw hanya bertanggung jawab atas diri dan keluarganya saja, maka setelah risalah itu turun, Nabi Muhammad Saw bakal memiliki urusan yang lebih banyak, yakni bertanggung jawab untuk mengajak masyarakat kepada tauhid.
 
Bayangkan dan renungi seolah ayat-ayat indah ini untuk kita!
Bila amanah datang kepada kita, walau tidak sebesar amanah Nabi Saw dalam mengemban risalah Kenabian. Misal: Kita menjadi lebih populer, menjadi lebih tenar, mengemban jabatan yang lebih tinggi, memiliki kekuasaan baru yang lebih luas, dengan segenap resikonya yang membesar dan lebih berat. Maka pertanyaannya, sudahkah kita mendekat kepada Allah? Sudahkah kita lebih rajin sholat lima waktu, kemudian mengikatnya lebih ketat dengan sholat malam, alunan baca Qur’an yang lebih perlahan?

Karena bila tanggung jawab yang besar itu datang, kita harus mengikatnya dengan kekuatan besar yang kita tujukan hanya kepada Allah. Supaya Allah bantu urusan-urusan kita, supaya Allah ikat agar kita tidak lalai karenanya.

Betapa rugi bila kita sudah diberikan tanggung jawab yang besar, kemudian kita terlena dan terbuai, lantas meninggalkan segala ketaatan kita selama ini kepada Allah azza wa jalla. Na'udzubillahi min dzaalik.

Alhamdulillah, artikel tentang Rumah Quran STAN dimuat di majalah Media Keuangan edisi Nopember 2017

Share this article :

Posting Komentar

 
Tentang Kami | Kontak Kami | Privacy policy | Term of use | Ingin Berdonasi? | Site map
Copyright Ruqun STAN© 2015. Rumah Qur'an STAN . All Rights Reserved.
Design Template by klik di sini |