Home » » Al-Quran Pembuka Ilmu-ilmu Dunia

Al-Quran Pembuka Ilmu-ilmu Dunia

Penulis : Ruqun Stan on Minggu, 29 Oktober 2017 | 21.02.00

tasmik pra-kajian mabit
Ketika seorang mahasiswa jatuh hati pada Qur'an: ingin mempelajarinya, ingin bisa lancar membacanya, ingin efektif menghafalnya, maka ia pun mencari komunitas untuk memudahkan ia mencintai Qur'an. Akan tetapi, orangtua melarangnya dengan dalih: "Nanti kamu terlalu sibuk. Nanti kamu tidak fokus belajar di kampus. Nanti, IP-mu turun. Nanti cita-citamu tidak tercapai." Inilah sebuah realitas yang terjadi beberapa kali di RQ STAN. Tatkala orangtua tidak setuju, putranya yang sedang merantau untuk masuk ke Rumah Quran STAN. Lalu apakah benar? Kesibukan untuk mencintai Qur'an mengalihkan kita dari kesibukan mencari ilmu dunia? Ataukah malah justru sebaliknya? Bersama Qur'an, ilmu-ilmu kita justru menjadi kuat?

Sepenggal pengantar itu meluncur dari lisan moderator yang juga pengurus Rumah Quran STAN, pada agenda mabit RQ Sejabodetabek 7-8 Oktober 2017 di Masjid Balaikota Depok. Di luar masjid, hujan menderas, derau rerintikannya renyah, diharapkannya rahmat Allah turun, ketenangan indah menyelimuti, dan malaikat hadir menaungi.

Sang moderator melanjutkan, "Sejatinya kesibukan bersama Qur'an memiliki korelasi dan hubungan yang positif bila dibandingkan dengan kesibukan mencari ilmu dunia. Insya-Allah, kita bahas pada malam hari ini tema yang akan menjelaskan korelasi tersebut: Al-Quran Pembuka Ilmu-ilmu Dunia."

Agenda kajian dimulai sejak bakda Isya' dan berakhir hingga 22.45, saking banyaknya ilmu yang ditorehkan para asatidz - sulit untuk menstopnya. Istirahat malam hingga pukul 03.00, lalu diselenggarakanlah Qiyamul Lail dan berakhir pada waktu Subuh berjamaah. Agenda dihadiri mayoritas akhwat mengingat Rumah Quran Indonesia kebanyakan dari santri akhwat, baik RQ SMP/SMA, RQ UI, RQ IPB, RQ Pasar Minggu, RQ Pekayon, RQ Al-Hikmah, RQ STIS, RQ Bekasi, RQ UIN, RQ Takhasus Depok, hingga RQ STAN. Kalangan ikhwan datang dari RQ SMP/SMA, RQ Takhasus, dan RQ STAN.

peserta dari akhwat di bawah dan di atas masjid

Pentingnya Ilmu Dunia Bersanding dengan Ilmu Akhirat
Ustadz Anwar Nasihin hadir sebagai pembicara pertama. Beliau adalah ustadz ber-background syariah, yang menjadi dosen di STAI dan UNIAT Islam Thahiriyah Jakarta. Motto beliau: Jadikan hidup lebih indah bersama Islam dan Dakwah. Beberapa poin materi yang beliau sampaikan:
  • Cinta terbesar harus ditujukan kepada Allah Swt.
  • Di surat At-Taubah 105, Allah berfirman, "Dan Katakanlah: Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu'min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.
  • Ayat tersebut memberikan pemahaman agar kita beramal, bekerja, berupaya, baik di dunia maupun di akhirat, dimana keduanya sama-sama penting.
  • Di surat Al-Mulk 20, Allah berfirman, "Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya ilmu itu hanya ada pada Allah." Ada yang menafsirkan ilmu tentang hari kiamat dalam ayat ini. Namun, secara umum, ilmu itu datang hanya dari Allah.
  • Jangan membenturkan ilmu dunia dengan ilmu akhirat. Karena akhirat penting, dunia pun juga penting. Kenapa ilmu dunia penting? Karena dunia adalah tempat mencari bekal untuk memperoleh akhirat yang baik.
  • Di surat An-Nur ayat 55, Allah berfirman, "Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan mengerjakan amal saleh, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah Dia ridhai (Islam). Dan Dia benar-benar akan mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun. Tetapi barang siapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik."
  • Dalam ayat tersebut dijelaskan mengenai janji Allah untuk orang-orang yang beriman dan beramal sholeh, yaitu: 1) kekuasaan/ilmu; 2) agama menjadi kokoh; 3) mengganti rasa cemas dengan rasa aman/tentram.
  • Mari kita mencari ilmu, baik ilmu akhirat maupun ilmu dunia, dan jangan memisahkannya agar Allah memberikan kita kekokohan dalam kekuasaan, kekokohan dalam agama, dan Allah lesakkan ketentraman dalam diri kita dan kekuasaan kita. 
peserta ikhwan, 2 baris terdepan


Kehadiran Ustadz ini Bukti Benarnya Al-Qur'an Pembuka Ilmu-ilmu Dunia
Bergelar Doktor sekaligus dokter, belum lagi: S. Hi, M.A., M.Pd., MSi., dan tak ketinggalan yang paling penting dari gelar beliau: Al-hafizh. Ustadz ini hobinya sekolah, tutur salah seorang musyrif RQ. Dengan kesibukan menjadi imam besar Mahad Al-Hikmah dan mengurusi rumah tahfidz El-Fawwaz, pendidikan beliau: Fakultas Kedokteran S3 UIN Jakarta dan S3 Univ. Ibnu Khaldun Jakarta, dan saat ini sedang mengambil program spesialis Pulmonologi FKUI. Masya-Allah. 

Motto ustadz bernama lengkap Abul A'la Al-Maududi ini sangat inspiratif: Hidup di bawah naungan Al-Quran sebuah kenikmatan. Beliau inilah role-model utama dari tema mabit: Al-Quran Pembuka Ilmu Dunia, karena pasca meraih Al-Hafizh di usia remaja, sekolah demi sekolah beliau jejali hingga banyak rentetan gelar yang dipunyai. "Saya mendapat IP: 3,88" , tuturnya. Masya-Allah.

Beberapa poin materi yang beliau sampaikan:
  • Syaikh Dr. Ali Basfar, Ketua Bidang Tahfizh Internasional pernah bercerita, "Saat Jepang mau menjadi bangsa maju, mereka memajukan jam masuk kerja dan memundurkan jam pulang kerja." Orang Jepang menjadi role-model pribadi tangguh, malam hari masih saja rapat membahas pekerjaan. 
  • Adapun orang Islam, tertutup dengan orang-orang muslimin itu sendiri. Al-Islam menganjurkan sedikit tidur dalam surat Adz-Dzariyat 17: "Di dunia, mereka sedikit sekali tidur di waktu malam." Namun, orang Islam sendiri: sedikit-sedikit tidur.
  • Dalam agenda ceramah syaikh-syaikh kabir di Arab, seperti syaikh Sudays dan syaikh Ali Basfar, beliau menjadwalkan agenda ceramah pada pukul 02.30 (waktu sepertiga malam terakhir). Masya-Allah.
  • Dalam tiap ceramah, materi yang sampai kepada pendengar sedikit sekali persentasenya. Materi/lecture (kata-kata/tulisan bernilai ilmu) yang sampai: 5% saja. Bila ada tayangan/slide, yang sampai menjadi 10%. Bila ada suara dan gambar (video), yang sampai menjadi 30%. Bila ada diskusi, yang sampai menjadi 50% (bila fokus kepada diskusi/terutama untuk yang ikut berdiskusi tersebut). Bukti bahwa kita adalah sosok pelupa adalah: coba ingat apa materi Jumatan pada hari Jumat terakhir lalu?
  • Jurnal internasional di dunia ini, tiap detik muncul, tiap detik terbit. Renungan bagi kita: "Sudahkah kita menyadari waktu hidup ini untuk belajar? Meneliti? Menelurkan publikasi?
  • Bila orang Islam tertinggal, maka seharusnyalah mereka yang ahlu-Qur'an harus hebat. Harus mampu mengambil ilmu-ilmu dunia dan beramal dengan lebih baik lagi.
  • Role model manajemen waktu dan figur cerdas dunia-akhirat: Imam Syafi'i, hidup dari 150-204 H (usia 54 tahun).
  • Coba hitung bila Imam Syafi'i masuk Ramadhan: khatamin Qur'an 60 x dalam satu bulan. Artinya: 2x khatam sehari. Artinya 2 x 20 menit x 30 juz (asumsi tilawah 1 juz = 20 menit). Artinya 1200 menit atau 20 jam sehari dipakai untuk 2 kali khatam. Artinya: 4 jam hanya untuk sahur, buka, istirahat, dan aktivitas lainnya. Betapa berkahnya waktu 4 jam tersebut.
  • Dari 4 level kecepatan baca Qur'an: At-Tahqiq, At-Tartil, At-Tadwir, dan Al-Hadr, maka tentu saja Imam Syafi'i menggunakan kecepatan Al-Hadr (ekstracepat), namun dengan tetap memenuhi tajwid Qur'an. Karena Imam Al-Jazari berkata bahwa: Tajwid wajib, tanpa tajwid dosa.
  • Zaman now: Murattal 20 qori' internasional bisa dikumpulkan dalam 1 gadget.
  • Bila kita merasa sulit menghafal Qur'an, sejatinya mind-set kita ini bertentangan dengan ayat Qur'an itu sendiri, yakni, "Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?", surat Al Qomar 17 (diulang 4 kali).
  • Bila surat dari calon membuat dada kita bergetar hebat, seharusnyalah surat dari Allah melalui Al-Quran ini membuat hati kita bergolak dan menjadi tentram karenanya.
  • Perkembangan teknologi bisa menjadi penyakit bagi ahlul-Qur'an, yakni bila gadget dan segala derivatifnya justru membuat kita lalai dari membersamai Qur'an.
  • Maksiat dapat menghilangkan hafalan (kata Imam Syafi'i), karena Al-Quran menuntut kita untuk menahan syahwat (zuyyina linnas).
  • Senantiasa dekat dengan Al-Quran membuat Allah memudahkan urusan kita.
  • Dari sisi biologi: girus/lekukan otak muncul sebagai tanda kecerdasan. Semakin banyak girus semakin cerdas, dan semakin otak diasah maka ia semakin tajam, karena memori otak unlimited, berbeda dengan flashdisk/harddisk komputer. Dan Al-Quran adalah salah satu pembiasaan berpikir dalam menambah hafalan dan menjaga hafalan Qur'an, agar otak terasah dan terus terasah.
  • Bila masa remaja hingga tua, kita jarang mengasah otak maka kemungkinan besar terjangkit alzeimer/pikun.
  • "Kewajiban lebih banyak daripada waktu yang tersedia", tukas Imam Hasan Al-Banna. Habiburrahman el-Shirazy bertutur, "Seandainya saya bisa membeli waktu orang-orang yang menganggur, saya beli waktu mereka." 
  • Pernah suatu ketika, saya ceramah di hadapan para penghafal Qur'an. Di antara mereka tidak ada yang hafal surat Fathir. Lalu saya tantang untuk menghafal surat Fathir. Prestasi terbaik mereka adalah 17 menit sukses menghafal surat tersebut. Karena Ahlul-Qur'an adalah sosok yang sangat menghargai waktu, sekaligus cerdas dalam menjawab tantangan-tantangan zaman.
  • Betapa benarlah: Al-Quran sebagai pembuka ilmu-ilmu dunia.
Semoga sedikit ilmu ini dapat bermanfaat.
Paling tidak ini semua menunjuki kita betapa singkatnya waktu yang Allah amanahkan dan betapa banyaknya samudera ilmu yang perlu kita jelajahi.
Semoga ilmu ini berkah, yakni yang diresapi kemudian diamalkan.

Allahummarhamnaa bil Qur'aan
Allahummaj'alnaa min ahlil Qur'aan
Share this article :

Posting Komentar

 
Tentang Kami | Kontak Kami | Privacy policy | Term of use | Ingin Berdonasi? | Site map
Copyright Ruqun STAN© 2015. Rumah Qur'an STAN . All Rights Reserved.
Design Template by klik di sini |