Home » » Ramadhan 1439 H InsyaAllah Lebih Baik Lagi (2/2)

Ramadhan 1439 H InsyaAllah Lebih Baik Lagi (2/2)

Penulis : Ruqun Stan on Senin, 03 Juli 2017 | 14.12.00

sumber gambar: disini

Memotivasi diri agar mempersiapkan Ramadhan depan lebih baik lagi memang perlu jauh-jauh hari, yakni dengan mengisi jeda antar-Ramadhan dengan amal baik berlipat-lipat. Sebagai sarana pembiasa, penguat, serta pembangkit, juga sebagai hujjah agar Allah meridhai kebaikan kita turut berlipat-lipat di bulan Ramadhan nanti. Tentunya sembari kita terus berdoa agar Ramadhan yang telah berlalu Allah terima pahalanya, Allah terima segala amal baiknya, Allah balas dengan berbagai kebaikan, Allah ampuni segala dosanya. Aamiin ya Rabb.

Nah, dari sudut pandang ahlul Qur'an, bicara soal target Ramadhan depan agar lebih baik lagi dapat disederhanakan dengan agenda besar MENAMBAH HAFALAN. Tentunya hal ini berlaku bagi yang belum hafidz-Quran secara mutqin.

Agenda besar Menambah Hafalan dapat ditorehkan dengan prioritas pembagian waktu (timeline) berikut ini:

  1. Syawal s.d. Rajab: eksplorasi
  2. Sya'ban: eksploitasi
  3. Ramadhan: ekstraksi
sumber gambar: disini

Eksplorasi
Diambil dari istilah ilmu bumi ala geografi, eksplorasi berarti penyelidikan/pencarian sumber daya (lebih spesifiknya: tambang) agar dapat bermanfaat dijadikan sumber ilmu dan informasi. Eksplorasi di bulan Syawal dan Rajab dimaknai dengan mengumpulkan hafalan baru. Awal Syawal seharusnya dimomentumi dengan penargetan hafalan (planning). Artinya, di bulan Syawal kita harus punya target berapa juz, surat, hingga ayat baru apa yang akan dihafal sampai bulan Rajab. Kemudian, barulah Syawal tersisa hingga Rajab tahun hijriyah depan, kita actuating, kita lakukan eksplorasi hafalan juz, surat, hingga ayat dengan kata lain menambah hafalan baru yang belum pernah dihafal.

Lalu bagaimana dengan hafalan lama, tilawah kita, shalat-shalat kita, dzikir-dzikir kita? Aha, tentunya tak berpengaruh apa-apa. Segala amal kebaikan lain tetap harus dilakukan karena kegiatan eksplorasi hafalan ini seharusnya tak mempengaruhi amal yaumiyah (harian) kita. Artinya; yang sudah rajin shalat fardhu rutin awal waktu, shalat-shalat sunnah, tilawah sekian juz per hari, juga murajaah hafalan lama; itu semua tak berpengaruh dengan adanya kegiatan eksplorasi ini.  

Contoh eksplorasi: 
  • dari Syawal ke Ramadhan tahun depan ditarget 3 juz menambah hafalan baru. So, kita susun metode, timeline, dan turunan target pe bulan (misal: 3 juz 10 bulan; berarti per bulan harus menghafal rata-rata 7 halaman mushaf Quran). 
  • Setelah mengeset turunan waktu per bulan, kita alokasikan waktu per hari untuk menghafal kita. Misalnya: sebelum Subuh. Jangan lupa; tilawah Quran sekian juz per hari tetap diagendakan :P Nah, PR nya adalah bagaimana mengistiqomahkannya?
  • Carilah lingkungan yang baik, juga ustadz yang bersedia menerima setoran kita.  
  • Lakukan dan evaluasi per bulan atas target dan realisasi eksplorasi bulanan kita.
  • Jangan lupa berdoa agar Allah memberikan keberkahan, kemudahan, dan kelancaran.
Eksplorasi memang menghabiskan waktu yang sangat panjang. Harapannya bertambahnya hafalan menambah daya dongkrak ruhiyah kita selama jeda antar-Ramadhan, disamping tilawah Quran yang sudah kita biasakan.  :D 

sumber gambar: disini

Eksploitasi
Kembali dengan istilah ilmu bumi ala geografi, eksploitasi dimaknai sebagai pemungutan, pengambilan, pemanfaatan hasil eksplorasi (penyelidikan) yang sebelumnya telah dilakukan atas sumber daya (lebih spesifiknya: tambang) agar dapat dimanfaatkan dalam memenuhi kebutuhan. Dalam timeline di atas, eksploitasi dilakukan hanya di bulan Sya'ban. Apa yang menjadi dasar kegiatan ini?

Eksploitasi dimaknai dengan memurajaah semua hafalan (baru dan lama) secara masif, lebih jauh dari itu, kita memutqinkan hafalan yang sudah ditambah, disetorkan, diulang-ulang pada Syawal hingga Rajab, juga hafalan sebelumnya. Bagaimanapun metode, cara, atau strateginya, eksploitasi hafalan bertujuan untuk mengembalikan hafalan dan mempersiapkan hafalan agar  dapat dipakai secara nyata di bulan Ramadhan. Tahap ini seolah-olah merupakan peralihan menuju Ramadhan yang lebih baik.

Bisa jadi dalam tahap eksploitasi, murajaah hafalan ditingkatkan lebih intensif dari bulan-bulan sebelumnya. Hal ini mirip dengan strategi Rasulullah memaksimalkan amal ibadah di bulan Sya'ban. 'Aisyah ra pernah berkata, "Tidak ada bulan-bulan dimana Rasulullah lebih banyak berpuasa selain daripada di bulan Sya'ban."

Contoh eksploitasi:
  • Setelah menghafal 3 juz selama 10 bulan, alokasi waktu khusus (misalnya sebelum Subuh) yang sebelumnya dipakai untuk menambah hafalan diganti menjadi memurajaah hafalan. 
  • Shalat-shalat sunnah dimanfaatkan untuk mengulang-ulang hafalan baru dan lama. 
  • Waktu-waktu tunggu semi-otomatis digunakan untuk mengulang-ulang hafalan.
  • Selain target tilawah sekian juz per hari, mulai dimunculkan target murajaah satu hari sekian surat/juz hafalan. 
Eksploitasi di bulan Sya'ban menjadi sarana katalis untuk menguatkan hafalan. Yang sebelumnya blank, menjadi ngeh dengan hafalan yang masih baru tersebut. Yang sebelumnya loading lama, menjadi lancar tatkala memurajaah. Yang hafalan lamanya sudah kuat, menjadikannya makin kuat. Apapun strateginya, yang penting Allah ridha dan hafalan kita kembali mutqin.

sumber gambar: disini

Ekstraksi
Dari ilmu geografi kita beralih ke ilmu kimia. Ekstraksi dimaknai sebagai proses penarikan suatu zat dengan pelarut sehingga terpisah dari bahan yang tidak dapat larut dengan pelarut cair. Di bulan Sya'ban, hafalan telah dimurajaah secara massif melalui kegiatan eksploitasi sepanjang satu bulan. Hafalan yang terlanjur melarut dalam aktivitas ibadah tersebut diekstraksi (diangkat dari larutan) di bulan Ramadhan, dipanen lebih massif lagi, dimunculkan kebermanfaatan maksimalnya melalui target sebagaimana agenda tilawah, shiyam, qiyam, dan lain-lain.

Dalam logika kimia, satu sendok ekstrak suatu zat jauh lebih bermanfaat daripada satu gelas larutan zat yang sama dengan tingkat air yang lebih banyak. Artinya efek keberkahan mengekstrak hafalan di bulan Ramadhan lebih nyata dan besar pahalanya daripada melarutkan hafalan Quran di bulan selain Ramadhan.

Bila di bulan Sya'ban, hafalan diaduk agar larut dalam aktivitas ibadah dalam artian mudah dihafalkan secara konsentrasi penuh. Maka, di bulan Ramadhan, ekstrak dari hafalan tersebut dipanen dalam waktu-waktu selama bulan Ramadhan. Sebagai langkah nyata tahap ekstraksi ini, adalah contoh berikut:
  • Target shiyam dan qiyam selalu ada di bulan Ramadhan, target tilawah juga pastinya ada. Entah 1, 2, 5, ... juz per harinya. 
  • Maka, ekstraksi murajaah perlu ditambahkan cukup dengan target pelafalan 1-2 juz per hari.
  • Teknis ekstraksi cukup sederhana: melafalkan bacaan Quran (tanpa memegang mushaf) pada aktivitas semi-otomatis seperti mengendarai motor, berjalan, menunggu, memasak, ngabuburit, dan lain-lain.
  • Bila eksploitasi di bulan Sya'ban biasanya dilakukan dengan tetap memegang mushaf Quran (sebagai langkah jaga-jaga kalau hafalan macet), maka kalau sudah mengekstrak hafalan, sejatinya kita sudah PD, percaya, yakin akan kemutqinan hafalan kita. Kalau pun macet, silakan pindah ke ayat atau surat yang lain (tidak perlu urut nomor surat dan ayat) dengan niat menyebarkan amal kebaikan bersama Quran di setiap detik bulan Ramadhan. Yang penting 1 atau 2 juz per hari mampu membersamai kita dalam menemani aktivitas kita.
  • Misalnya untuk hafalan baru 3 juz dan hafalan lama 2 juz, maka 5 juz tersebut diulang-ulang sepanjang Ramadhan. 5 hari pertama Ramadhan murajaah 5 juz, begitu seterusnya tiap lima hari diulang kembali. Hasilnya selain hafalan dituai secara maksimal di Ramadhan, ia menjadi makin mutqin lagi. 

Inilah makna Ramadhan tahun depan InsyaAllah Lebih Baik Lagi...
Ramadhan yang selalu berulang tiap tahun harus selalu punya sesuatu yang baru. Jangan sampai usia kita yang terus berlanjut dari Ramadhan ke Ramadhan, tidak menjadikan akhlak kita makin baik, ibadah kita makin berkualitas, amal kita makin istiqomah. 

Selain itu semua kita genjot dari tahun ke tahun, kita dapat memanen hafalan tiap Ramadhan sebagai salah satu indikator keluarga Allah yang senantiasa berinteraksi dengan Al-Quran. Selain hafalan terus kita jaga, semoga ia semakin bertambah seiring dengan makin sedikitnya sisa usia kita di dunia.

Semoga Allah memberikan keberkahan bagi kita dalam setiap waktu hidup yang Allah karuniakan. Untuk tilawah Quran, untuk menjaga hafalan, juga untuk menambah hafalan.

Semoga yang sedikit ini dapat bermanfaat, dari Rumah Quran STAN.

Allahummarhamnaa bil Qur'aan
Allahummaj'alnaa min ahlul Qur'aan.
Share this article :

Posting Komentar

 
Tentang Kami | Kontak Kami | Privacy policy | Term of use | Ingin Berdonasi? | Site map
Copyright Ruqun STAN© 2015. Rumah Qur'an STAN . All Rights Reserved.
Design Template by klik di sini |