Home » » Ramadhan 1439 H InsyaAllah Lebih Baik Lagi (1/2)

Ramadhan 1439 H InsyaAllah Lebih Baik Lagi (1/2)

Penulis : Ruqun Stan on Jumat, 30 Juni 2017 | 14.46.00

sumber gambar: disini

Coach Carter cocok menjadi film rujukan kepemudaan dalam kerangka masa depan akademis yang gemilang. Banyak ibrah yang bisa diambil dari film bertemakan olahraga basket ini.

Sang coach/pelatih basket dalam film tersebut sempat dibenci, dicaci, dikucilkan hanya karena menutup latihan basket selama beberapa minggu lantaran nilai raport para pemainnya yang jeblok. Padahal saat itu, prestasi basket SMA yang diampunya sedang menanjak tinggi. 

Sang coach bertahan dari pengucilan, teror, dan kekesalan para pemain basket berikut para orangtua/wali. Bahkan hingga kaca toko dipecahkan para pembencinya. Namun sang coach terus berusaha memahamkan bahwa kesuksesan jangan hanya dilihat dari saat mereka sukses menjadi pemain basket SMA, tetapi juga menjadi pemain basket universitas terkemuka dan favorit akademisnya di Amerika.  

Pada akhirnya, para pemain bersedia mengikuti belajar kelompok alias tentir, berikhtiar memperbaiki nilai-nilai pelajaran yang sebelumnya jeblok, demi memulai kembali kompetisi basket nasional, berjuang mengejar target juara nasional.

Ending yang indah, bahwa saat final basket SMA se-Amerika, tim mereka kalah tipis (menjadi juara 2), tetapi masa depan mereka terjamin. Para pemain di bawah asuhan coach Carter sukses menembus universitas-universitas favorit di Amerika. Bahkan banyak di antara mereka yang bergabung dengan tim basket universitas-universitas favorit tersebut. 

***

Mengibrahi ringkasan film di atas, muncul pertanyaan renungan bagi kita: Mau sukses sekarang atau sukses nanti? Berkorban untuk kesuksesan sekarang atau kesuksesan nanti? Berpikir untuk sukses sekarang saja atau sukses nanti juga?

Ramadhan memang sudah terlewat beberapa hari. Kita sudah perjuangkan di dalamnya berbagai ketaatan, target ibadah, target tilawah, dan macam-macam lainnya. Namun pembiasaan kebaikan di dalamnya menjadi tantangan untuk terus dijaga atau justru dibiarkan tenggelam. Anjuran utama, tentu saja dijaga agar semangat bulan-bulan sesudahnya tak jauh dari semangat memaknai Ramadhan. Inilah makna kesuksesan sekarang. Namun, sudahkah kita berpikir bahwa akankah Ramadhan nanti bakal lebih sukses dari Ramadhan kemarin? Sudahkah kita berpikir bahwa untuk ramadhan ke depan yang lebih baik, maka persiapannya perlu dirancang dari sekarang?

Sejujurnya teruntuk para pemuda, juga dewasa, bahwa ukuran setahun tak terlampau beda, tak terlampau jauh. Bila di Ramadhan sebelumnya; 2, 3, atau 5 kali khatam sudah menjadi kebiasaan bahkan terasa mentok untuk ditingkatkan lagi, maka sudah barang tentu shiyam dan qiyam sudah menjadi agenda pasaran tiap Ramadhan datang. Tak mungkin lagi ditingkatkan dari segi kuantitas (tak mungkin demi kelebihbaikan Ramadhan, kemudian kita berbuka puasa di waktu isya - artinya tak mungkin kita menembus batas2 syariat). Lalu apa target kelebihbaikan Ramadhan berikutnya?

Sampailah alternatif jawaban pertanyaan di atas dengan logika kualitas ibadah. Kita masih sanggup memaksimalkan kualitas tiap ibadah kita di Ramadhan mendatang. Puasa lebih berkualitas dari sisi niat, qiyam lebih terjaga dari sisi niat dan lebih istiqomah lagi, begitu pula shalat, sedekah, dan amal-amal lainnya.

Namun, kualitas niat tak serta merta lahir secara mendadak. Ia adalah wujud perenungan panjang akan kehidupan dan aktualisasi amal yang berkesinambungan. Maka, didapatlah rumus kecil bahwa KITA HARUS BERAMAL SECARA MASIF PADA JEDA ANTARA RAMADHAN INI DENGAN RAMADHAN MENDATANG, agar kualitas ibadah kian meningkat, agar kenikmatan ibadah kian terasa seperti air es yang masuk kerongkongan tatkala waktu berbuka tiba. Semoga hal tersebut dapat secara nyata kita suguhkan untuk Allah di Ramadhan tahun depan InsyaAllah.

Satu lagi logika sebagai ahlul quran perlu kita dorong, lagi-lagi bertujuan agar Ramadhan depan terasa lebih nikmat dan lebih baik daripada sebelumnya. Adalah seikat timeline besar berikut yang kiranya perlu kita pelajari, renungi, hingga aktualisasikan: 

1. Syawal - Rajab = eksplorasi hafalan Quran
2. Syaban = eksploitasi hafalan Quran
3. Ramadhan 1439H = ekstraksi hafalan Quran

Bagaimana penjelasannya?

**Bersambung**

Allahummarhamnaa bil Qur'aan
Allahummaj'alnaa min ahlul Qur'aan
Share this article :

Posting Komentar

 
Tentang Kami | Kontak Kami | Privacy policy | Term of use | Ingin Berdonasi? | Site map
Copyright Ruqun STAN© 2015. Rumah Qur'an STAN . All Rights Reserved.
Design Template by klik di sini |