Home » » Reportase Lengkap Tahfidz Camp (Akhir Januari 2017)

Reportase Lengkap Tahfidz Camp (Akhir Januari 2017)

Penulis : Ruqun Stan on Senin, 20 Maret 2017 | 18.06.00

Persiapan
Tahfidz camp diikuti santri dan perwakilan manajemen RQ pertama kali pada November 2016 dengan penyelenggara lembaga tahfidz lain (baca: 3 Hari 1 Juz). Ternyata penyelenggaraannya cukup mudah. Hanya membutuhkan ustadz stand by 3 hari, memesan makanan 3 kali sehari, menyediakan lokasi yang jauh dari keramaian, dan menyiapkan media (mushaf dan buku mutabaah). Tantangan berikutnya manajemen RQ STAN adalah: kapan waktu yang pas? Lokasi mana yang bersedia menerima 30-an santri untuk tinggal selama 3 hari?

Alhamdulillah, waktu yang cocok ketemu! Mengambil 4 hari di awal libur kampus STAN. Kelebihan: bebas dari agenda kuliah dan kegiataan mahasiswa, menjadi refreshing pasca-ujian, namun kekurangannya: mengambil porsi birrul walidain santri RQ alias pulang kampung. Kekurangan ini bi-idznillah berhasil dikuasai, yakni dengan komitmen dan kontrak di awal seleksi santri.

Alhamdulillah, tempat yang cocok juga ketemu! Masjid Ar-Ridho terakses relatif jauh dari kampus STAN (jalan kaki 45 menit), jauh dari keramaian, jalan, dan pasar, lokasinya luas, dan yang terpenting takmir mengizinkan 30 santri mabit selama 3 malam disana. Selain itu, RQ Granada menjadi  salah satu aset menganggur yang perlu didekatkan. 12 santri akhwat siap bermalam dengan meminta izin warga sekitar. Dan di luar dugaan, masyarakat di lingkungan masjid maupun RQ Granada menerima dengan antusias, bahkan doa “semoga keberkahan bersama lingkungan kita dengan kegiatan semacam ini” turut diaminkan banyak warga. Alhamdulillah.

Menghimpun Musyrif
Tantangan pertama adalah bagaimana supaya 30-an santri efektif menyetorkan hafalan dengan ketentuan 1 halaman tiap setor dengan kesalahan maksimal 3 kali. Perhitungan menunjukkan butuh 3 musyrif dan 1 musyrifah tiap waktu setoran selama 4 hari (Sabtu, Ahad, Senin, Selasa). Bismillah, yang penting plotting tanggal dan tempat sudah fix. Musyrif mudah-mudahan Allah yang menyediakan.

Setelah pencarian calon musyrif ke Forum halaqah Quran seputar STAN, alhasil terhimpun 9 musyrif (termasuk manajemen dan musyrif asli RQ) dan 1 musyrifah (kebetulan alumni RQ STAN 2013). 9 musyrif terbagi dalam 4 hari (dengan jadwal 2-4 jam berbeda-beda), sedangkan musyrifah fokus selama 4 hari. Bi-idznillah, Allah memudahkan.

Menghimpun Peserta
Menghimpun peserta jangan ditanya. Alhamdulillah, mayoritas santri menyambut positif kegiatan ini. Desember 2016, santri sudah diwanti-wanti untuk persiapan. Mulai dari tanggal agar dikosongkan, hingga hafalan juz agar mulai diakrabkan. Mendengar adalah cara pengakraban paling sederhana terhadap ayat-ayat yang akan dihafal. Mendengar saat belajar UAS, juga saat aktivitas semi-otomatis lainnya. Bahkan jelang hari H, seorang non-santri kepincut ingin ikut. MasyaAllah.

Hari 1
Sabtu, 28 Januari 2017. Pagi yang cukup lengang mewarnai masjid Ar-Ridho, santri demi santri datang silih berganti. Ada yang berjalan, ada yang naik grab-car, bahkan ada yang minta keringanan; bawa sepeda motor (maklum, aktivis tulen banyak amanah). Manajemen menanti, dengan lembar mutabaah siap dibagikan, dengan HP santri siap disita. Tak lupa, dengan sarapan siap dilahap santri.
Registrasi terhampar cukup panjang, sekitar 3 jam. Yang penting sarapan di awal, lalu mereka pun diarahkan tuk langsung bermesraan dengan Quran. Jadilah waktu 3 jam registrasi itu tak sia-sia, karena pembukaan baru dimulai pkl 10.00.
 
Pembukaan berisi sharing manajemen RQ dalam strategi tahfidz camp (baca: strategi karantina Quran). Untuk memupuk semangat santri, ditampilkan video panjang 40 hari menghafal 30 juz di kota Makassar. Video ini sangat menginspirasi. Berisi berbagai sesi kegiatan, mulai dari sesi registrasi, sesi menghafal dengan beragam akrobat dan cara-cara santri mendua dengan Quran, sesi setoran, sesi berenang dan jalan-jalan, sesi khatam, hingga sesi doa yang sangat mengena. Santri dituntun untuk merasakan atmosfer semangat menghafal yang tinggi. Dalam sharing ini pula, Bapak Rizky mewakili Takmir DKM Ar-Ridho menyambut serta mengizinkan santri memanfaatkan masjid dengan segala fasilitasnya dengan bijak. Alhamdulillah.
 
Siang, sore, dan malam diisi dengan agenda full menghafal. Panitia menyediakan 3 musyrif ikhwan dan 1 musyrifah akhwat di tiap sesi setoran. Santri ditarget menyetor 1 halaman untuk masing-masing sesi.  Alhamdulillah makan yang disediakan panitia dibantu minuman yang disediakan donatur warga sekitar masjid. Pkl 23.00, santri dianjurkan tidur.

Hari 2
Pukul 03.00, lampu-lampu masjid tak seperti biasanya temaram. Ia tetap hidup di area ruang utama. Di tengah-tengah rasa dingin akibat kipas angin masjid, suara tilawah terdengar sesamar. Ada santri mencuri waktu lebih awal untuk mendua bersama Quran. Tak lama, speaker masjid mengarahkan santri untuk bangun. Qiyamul Lail ditegakkan masing-masing.
 
Bakda Subuh hari Ahad diisi dengan kajian Kuliah Perdana Santri FHQ Ar-Ridho, model TPA kekinian untuk pembelajaran dewasa khusus baca Quran. Di antara santri FHQ, ada santri RQ menyaksamai kegiatan. Tak lupa, santri akhwat RQ Granada berjalan dari lokasi tinggal ke masjid. Sedikit pesan yang didapat; Menjadi santri harus menguatkan tekad menjaga keikhlasan, agar keistiqomahan mudah ditunaikan bersama Quran, agar penyempurnaan bacaan (tahsin) lebih terealisasi.
 
Ahad pagi dan siang diisi kembali dengan kebersamaan Quran. 2 sesi itu diisi menghafal dan setoran ke musyrif/ah yang bertugas. Sorenya agenda refreshing; panahan. Ada instruktur yang membantu, ada pemanasan di awal, ada percobaan memanah. Kegiatan ikhwan bertempat di masjid, sedangkan akhwat di taman sekitar RQ Granada. Antusiasme dan keseruan muncul ketika mereka saling berlomba menancapkan panah ke tengah lingkaran. Apalagi dichalenge dengan push-up, hehe. Setelah pendinginan, santri memasuki waktu tunggu magrib.
 
Malam kembali datang, kue Amanda tiba-tiba diantar jamaah warga untuk santri. Alhamdulillah. Musyrif sesi terakhir hari ke-2 kembali datang. Hingga pukul 23.00, santri pun kembali beristirahat.
 
Hari 3
Agenda sama seperti hari 2. Qiyamul Lail masing-masing dan mendua bersama Quran. Bakda Subuh, santri mulai terlihat letih. Maka, panitia berinisiatif memberikan pemanasan, senam sejenak. Hujan menambah syahdu hari pertama kerja pasca akhir pekan. Di hari ini, TPA Ar-Ridho dimulai pukul 08.00. Base-camp santri ikhwan pun pindah, kegiatan menghafal juga terasa teralihkan karena suara anak-anak yang menggelitik telinga. Mereka kelak akan menjadi generasi Quran, Aamiin.
 
Habis dhuhur, setoran diharapkan lebih efektif. Namun belum lama, masjid dipenuhi ibu-ibu pengajian. Alhamdulillah, santri RQ kembali diberi ujian. Semoga menempa mereka untuk terus menghafal walau ada saja aral-suara yang mengalihkan perhatian. Sore lebih lengang, setoran terasa lebih fokus. Entah mengapa, padahal seharusnya ada jadwal TPA seperti pagi tadi.
 
Malam seperti biasa, tak ada yang beda dengan malam sebelumnya. Menghafal dan setoran. Satu yang beda, malam terakhir. Santri harus tetap menjaga semangat, bahkan ibarat pelari yang akan mencapai garis finish, mereka harus menggiatkan fisik dan pikiran lebih dalam lagi. Setoran pun terasa lebih serius dan banyak bertatap muka dengan musyrifnya. Pukul 24.00, malam terasa baru lengang. Alhamdulillah, semangat mereka terasa sekali.
 
Hari 4
Qiyamul Lail dan Subuh kembali diagendakan. Bakda Subuh, santri kembali terlihat lelah. Senam sejenak pun diaktivitaskan. Selepas sarapan, agenda penutupan hendak disiapkan, diantisipasikan pula ada TPA sehingga mulainya sedikit siang. Namun, entah mengapa sedikit anak TPA datang tetapi kok guru-guru tak nampak terlihat. Agenda tampak dialihkan. Apakah karena ada Rumah Quran STAN? Apapun itu, panitia bersiap menutup acara. Sedikit santri masih setoran. Masih semangat, Alhamdulillah.
 
Ustadz Masturi datang pukul 09.00. Penutupan Alhamdulillah berlangsung khidmat. Materi tersampaikan dengan baik (baca: materi ustad masturi). Sarapan ada, namun makan siang tidak disiapkan. Oleh karena itu, pukul 11.00, santri sudah berhijrah ke RQ masing-masing. Yang ikhwan ada yang memesan grab-car, ada pula yang memilih berjalan kaki. Bubar... Mereka bubar dengan kenangan indah bersama Quran. Agenda seperti ini memang ditunggu-tunggu sejak lama. Tanpa urusan duniawi yang mengalihkan perhatian, santri dikarantina beberapa hari. Semoga bisa dijalankan lagi di lain waktu, Aamiin.
 
MasyaAllah, Banyaknya Kemudahan Tahfidz Camp Panitia merasakan banyaknya pertolongan Allah datang dalam kegiatan tahfidz camp. Pertolongan tersebut mungkin tak seberapa dibandingkan pertolongan-Nya kepada Nabi dan waliyullah, namun kesyukuran menjadi poros utama untuk merasakan betapa luar biasanya kekuasaan Allah. Beberapa pertolongan berbuah kemudahan dari Allah di antaranya:
 
1.    Satu masjid, 30 orang, 2 kamar mandiSalah satu kekhawatiran panitia adalah penerimaan jamaah. Bayangkan saja, 30 orang berbondong tinggal selama 3 malam di masjid dengan kamar mandi hanya ada 2 buah (khusus ikhwan). Tapi, semua berjalan biasa saja. Tak ada yang berbeda dari wajah masjid, hanya saja jamaahnya sedikit lebih banyak dari biasanya.

2.    Satu rumah, samping kanan dan depan proyek pembangunan
RQ Granada sebagai lokasi akhwat bertahfidz camp tampak biasa saja. Namun, samping kiri dan depan ada pembangunan rumah. Bi-idznillah, si empunya rumah baru saja mengecor bagian atas rumahnya, sehingga harus ditunggu beberapa hari. Beberapa hari ini kebetulan berbarengan dengan kegiatan tahfidz camp, sehingga proyek pembangunan tidak terganggu. Tahfidz Camp pun tidak terganggu. Proyek Pembangunan rumah depan juga sedikit dikurangi dari biasanya. Alhamdulillah.
 
3.    Para musyrif banyak yang tidak mau dikirimi kafalahMusyrif/ah diundang tanpa komitmen/kesepakatan awal. Ini mirip dengan ustadz diminta untuk mengisi materi tapi uang lelah yang tak diberitahukan di awal. Begitu tahfidz camp usai dan musyrif/ah diminta mengirimkan nomor rekening, hampir 50% musyrif yang bertugas menolak. Alhamdulillah, semoga keberkahan dan balasan kebaikan dari Allah untuk para musyrif...

4.    Jamaah masjid mengapresiasi, bahkan TPA masjid diliburkanUsut punya usut, saat hari pertama TPA, para guru melihat para santri merasa terganggu sehingga menghafalnya kurang optimal, akhirnya 2 pertemuan diliburkan. Senin sore dan Selasa pagi. MasyaAllah. Kami doakan TPA Ar-Ridho beroleh kebaikan yang banyak dalam mencetak generasi Qurani.

5.    Snack dan air dari jamaah masjid
Pagi-pagi saat Tahfidz camp ikhwan di masjid Ar-Ridho, galon air penuh sudah bertengger di samping masjid. Ternyata takmir berinisiatif menyediakan air beserta dispensernya (semacam welcome drink). Belum lagi di malam hari, kue dikirimi jamaah masjid yang lewat. Alhamdulillah, barakallahu fiikum utk jamaah dan warga komplek Pajak.
 
6.    Seluruh santri antusias, saling berlomba menargetkan 1 juz hafalan
Target santri adalah menghafal satu juz. Target panitia sejatinya bagaimana agar membuat santri yang sudah merasakan asam garam kehidupan setiap harinya (ditambah ujian STAN yang melelahkan), kemudian dapat kembali dan fokus bersama Quran. Alhamdulillah target ini tercapai. Target santri untuk mencapai satu juz beberapa dapat melampaui, namun mayoritas banyak yang kurang bisa mencapainya. Paling tidak, bersama Quran, semoga kita semua beroleh keberkahan.
 
Untuk selanjutnya, panitia berharap takkan pernah ragu menyelenggarakan acara yang pada dasarnya bertujuan untuk menolong agama Allah, karena seharusnyalah keyakinan akan kemudahan dari Allah pasti terniscayakan. 

Allahummarhamnaa bil Quraan
Share this article :

Posting Komentar

 
Tentang Kami | Kontak Kami | Privacy policy | Term of use | Ingin Berdonasi? | Site map
Copyright Ruqun STAN© 2015. Rumah Qur'an STAN . All Rights Reserved.
Design Template by klik di sini |