Home » » Agar Berjodoh dengan Al-Quran: Sebuah Catatan Mutabaah Rumah Quran

Agar Berjodoh dengan Al-Quran: Sebuah Catatan Mutabaah Rumah Quran

Penulis : Ruqun Stan on Rabu, 07 Desember 2016 | 14.42.00

suasana barisan putra santri RQ dan jamaah MBM

Mutabaah RQ November 2016
Rumah Quran STAN menghadirkan mutabaah RQ pada Sabtu, 26 November 2016 di Masjid Baitul Maal PKN STAN. Agenda ini pertama kalinya mempertemukan antara santriwan/wati Rumah Quran STAN angkatan 2016 dengan Ustadz Fadlil Usman Baharun selaku mudhir Rumah Quran Indonesia. Diharapkan agenda ini juga sebagai refresh taujih Qurani sembari rutinitas RQ Senin-Jumat tiap pekannya tetap dilaksanakan.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan tasmik dari santri RQ PJMI, Riza Fadhilah. Mengisi sela-sela waktu, RQ menghadirkan alumni hafidz RQ STAN 2012 yang juga Ketua MBM periode 2016-2017, Qital Amarullah. 

Taujih Sang Alumni
Qital Amarullah merupakan alumni yang hanya setahun di RQ, itu pun pasca-kelulusan D3 STAN. Dengan tabungan puluhan juz, akhirnya beliau sanggup menamatkan hafalan 30 juz bersama Ustad Hasan dan Ustad Khalid, asisten musyrif saat itu. Ustad Hasan menjadi musyrif RQ hingga kini, sedangkan Ustad Khalid yang juga menamatkan 30 juz di RQ STAN hijrah ke Yogyakarta untuk mengabdi menjadi guru.

Akh Amar (begitu beliau senang dipanggil) menyampaikan bahwa RQ STAN di zamannya memberlakukan 4 interaksi Quran, yaitu tahsin, tafhim, tahfidz, dan tatbiq.
  1. Tahsin disokong dengan materi tajwid dari musyrif sembari 3 bulan tanpa bolong ditargetkan tilawah 3 juz per hari.
  2. Tafhim sekedar membaca tarjamah sekaligus tafsir Quran kurang lebih 10 halaman setiap pekannya (1/2 juz).
  3. Tahfidz terinteraksi berupa satu halaman menghafal setiap harinya dan istiqomah terhadapnya.
  4. Sedangkan, Tatbiq adalah penjabaran dari hadits, “khairunnaas anfa’uhum linnaas”, yaitu bagaimana santri RQ bermanfaat bagi mahasiswa/i melalui kegiatan kampus maupun masyarakat pada umumnya, yaitu dengan mengajar Quran, bersinergi dengan warga sekitar.
Manajemen RQ menyadari dari hasil pemaparan tersebut, kondisi terkini Rumah Quran STAN hanya mengimplementasikan 3/4-nya, yakni tahsin tahfidz, dan tatbiq. Adapun tafhim belum terlalu implementif karena keterbatasan pengadaan kitab tafsir di masing-masing asrama. Semoga kelak manajemen dapat memaksimalkan momentum Islamic Book-fair sembari santri memasuki periode tahfidz (pasca-3 bulan tahsin).

Agar Berjodoh dengan Al-Quran
Diiringi rahmat dari Allah berupa hujan, ustad Fadlil memasuki ruangan masjid Baitul Maal. Alhamdulillah cukup untuk menguatkan ruhiyah para santri RQ dan juga tetamu jamaah MBM yang hadir. Berikut pointer pemaparan taujih:
  • “Bagaimana agar anak saya bisa berjodoh dengan Al-Quran”, tanya orangtua calon santri RQ kepada Ustadz Fadlil sambil diiringi tangis. Lalu, sudahkah kita berdoa agar berjodoh dengan Al-Quran? Sudahkah kita berupaya utk berjodoh dengannya?
  • Berjodoh dengan Quran = menjadi penjaga Al-Quran / hafidz Qur’an.
  • Jodoh adalah ketika menerima surat cinta, kemudian kita menjadi makin cinta. Demikian Allah mengirimi surat-surat cinta berupa Al-Quran agar kita makin cinta.
  • Jodoh serius berarti menyadari fadilah-fadilah membersamai Al-Quran.
  • Fadilah 1: “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Quran dan mengajarkannya”, demikian hadits dari Utsman bin Affan riwayat Al-Bukhari. Tentu menjadi terbaik adalah impian tiap insan, karena tidak mencakup semuanya, hanya orang-orang pilihan Allah saja.
  •  Fadilah 2: “Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan hamba pilihanNya (HR Ahmad).
  • Jodoh dengan Al-Quran bermakna: tiada hari tanpa membaca Quran, merasakan hari yang indah ketika bermesraan dengan Quran. Merasakan kehilangan bila sehari tidak baca Quran.
  • Di RQ Depok, rata-rata menghafal ½ halaman Quran setiap hari, 6 tahun hafidz. Kalau 1 halaman, 3 tahun hafidz. Padahal 1 halaman Quran = 1 jam menghafal, dengan syarat benar-benar fokus, tanpa HP, tanpa laptop.
  • Semakin kita memahami Al-Quran, semakin mudah kita menghafal. Maka, sambil menghafal, sambil baca terjemahan. Sebagaimana retorika Quran, “Afalaa tatafakkaruun - apakah kamu tidak berfikir?”
  • Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa tiada rezeki yang tertukar. Maka, tidak ada kecewa dalam menerima rezeki, tidak ada sistem sogok (budaya kuffar), muslim hanya ikut-ikutan main sogok.
  • Generasi Qurani masa kini: berkasih sayang sesama mukmin, keras pada kaum kafir.
  • Al-Quran itu pencemburu. Buktinya, hafalan mudah hilang, lepasnya lebih gampang. Hafalan Quran lebih mudah hilang daripada hewan tunggangan. Quran dicuekin, sulit mendekatinya. Obatnya adalah istighfar dan kembali berinteraksi dengan Quran.
  • Hormati guru-guru Al-Quran, beradablah yang baik. Patuhi jadwal setoran, apabila berhalangan, hendaknya meminta izin terlebih dahulu kepada guru tersebut.
  • Ihtiram ini pernah dialami seorang santri yang diundang mengisi kajian. Sang guru yang tidak dimintai izin berkata, “Dia boleh pergi, tapi ilmunya tetap disini.” Alhasil santri tadi tidak lancar mengkaji kitab karena tidak diridhai gurunya.
  • Murajaah itu sepanjang hayat.
Redaksi: Rumah Quran STAN
Share this article :

Posting Komentar

 
Tentang Kami | Kontak Kami | Privacy policy | Term of use | Ingin Berdonasi? | Site map
Copyright Ruqun STAN© 2015. Rumah Qur'an STAN . All Rights Reserved.
Design Template by klik di sini |