Home » » Ketika Offside dalam Membaca Quran

Ketika Offside dalam Membaca Quran

Penulis : Ruqun Stan on Selasa, 04 Oktober 2016 | 08.35.00


Yang namanya offside itu, pada umumnya:

  • “Priiiittt… pemain depan tampak mendahului posisi pemain belakang lawan tatkala rekan setim mengoper bola ke arahnya…” (lihat gambar)
  • “Priiiittt… pengendara motor terlihat melaju kencang tatkala lampu merah sudah berkedip sepersekian detik sebelumnya…”
  • “Priiiittt… (ini yang sering jadi olok-olokan santai), yakni ketika perut lebih maju dari muka, bahkan mendahului karier. "Belum jadi pejabat, perut sudah ‘offside’", begitu diistilahkan. 

Singkat kata, offside dimaknai secara umum dengan istilah ‘mendahului’ atau ‘menerobos’ dari seharusnya. Tidak dikatakan offside bila pemain depan berada tidak terlalu maju dari pemain belakang lawan tepat ketika operan digulirkan. Tidak offside pula jika pengendara motor lebih cepat daripada lampu merah yang berkedip. Yang terakhir tidak perlu dibahas lebih lanjut, agar tidak ada yang ‘offside’ dalam hal ketersinggungan.

Nah, di dalam kita membaca Al-Qur’an, ada kalanya penerima talaqqi harus meniup peluit. “Priiittt… antum offside baca Al-Quran-nya.” Hingga akhirnya, sang ustadz pun membeberkan perihal offsidenya: 
  1. Qul huwallahu, terbaca Qul huwollahu…”
  2. Ihdinashshiraathal mustaqiim, terbaca Ihdinoshshiraathal mustaqiim…”
  3. Waladhdhoooooooolliiiin, terbaca Wolodhdhoooooooolliiiin …”

Offside dalam membaca Quran identik dengan mendahulukan karakter huruf setelahnya ke huruf sebelumnya. Padahal imu tajwid memisahkan pelafalan karakter antar-huruf dan juga harakat antar huruf. 
  • Kasus pertama dalam surat al-Ikhlash muncul karena ل tafkhim lafadz Allah yang tebal mengontaminasi huruf و , sehingga و ikut-ikutan menebal, padahal و seharusnya berkarakter liin (lembut) dan tipis (tarqiq). 
  • Kasus kedua dalam surat al-fatihah muncul karena ص kasrah yang seharusnya tebal lemah (karena kasrah) mengontaminasi huruf ن, sehingga ن mengikut tebal. ن seharusnya tipis (tarqiq).
  • Begitu pula kasus ketiga, tatkala ض fathah yang seharusnya tebal kuat (karena fathah) mempengaruhi ل yang seharusnya liin dan tarqiq.

Mengilmui tajwid seharusnya memberikan hak untuk masing-masing huruf dengan sifat yang berbeda-beda. Analog dengan orangtua yang memiliki 5 anak misalnya, maka dalam menafkahi kelimanya seharusnya bergantung pada karakter masing-masing. Jangan sampai anak pertama laki-laki dinafkahi baju laki-laki, anak kedua perempuan dinafkahi baju laki-laki juga.  


Akibat Offside?
Apa akibat riilnya, bila kita sering offside dalam membaca Quran? Maka, kita kembali ke tujuan kenapa kita harus belajar ilmu tajwid. Yakni agar terhindar dari lahn jaliy dan lahn khafiy.

Lahn jaliy adalah kesalahan besar, yang muncul karena dalam membaca Quran, kita salah harakat (fathah dibaca kasrah), atau salah huruf (dhod dibaca dal), termasuk salah sifat huruf yang efeknya merubah arti dari yang seharusnya. Na’udzubillah. Lahn khafiy masih terhitung kesalahan kecil, semisal panjang 2 ketukan dipanjangkan menjadi 4. Atau yang dengung tidak didengungkan.

Tentunya kita tidak mau juga bukan, setiap huruf yang seharusnya bernilai 10 kebaikan, ternyata kebaikannya berkurang drastis hanya karena pelafalan hurufnya tidak sempurna. Semoga kita terhindar dari kesalahan-kesalahan ini.


Solusi
Bila kita masih ragu apakah huruf-huruf kita sering offside dalam membaca Quran, sebaiknya segera cari ustadz yang berkenan menerima talaqqi kita, juga berkenan mengoreksi kita. Karena belajar membaca Quran kurang efektif bila hanya membaca buku, menonton youtube, atau mengikuti seminar saja. Sebaiknya ada alur interaksi atau komunikasi dua arah, sehingga kesalahan terkoreksi dengan sempurna. Contohnya; mengikuti halaqah tahsin di masjid-masjid.

Semoga kita terhindar dari offside, baik kita sebagai pemain bola, pengendara motor, dan yang paling penting sebagai pembaca Quran yang senantiasa mengharap keridhaan-Nya. 

Allahummarhamnaa bil Qur'aan
Share this article :

Posting Komentar

 
Tentang Kami | Kontak Kami | Privacy policy | Term of use | Ingin Berdonasi? | Site map
Copyright Ruqun STAN© 2015. Rumah Qur'an STAN . All Rights Reserved.
Design Template by klik di sini |