Home » » Quranic Life Mapping Competition 2016-2017

Quranic Life Mapping Competition 2016-2017

Penulis : Ruqun Stan on Selasa, 27 September 2016 | 06.38.00

Batu itu begitu besar. Mengganjal dalam lubang tanah, diciduk dipukul diangkut, semua sia-sia belaka. Kalau saja stamina optimal, batu itu bisa saja diluluhlantakkan. Namun, kelelahan, kelaparan, dan kepayahan membuat energi tak sebanding dengan harapan.

Barra bin Adzib mengisahkan keadaan selanjutnya momen perang Khandaq itu, bahwasanya Rasulullah turun tangan atas laporan bebalnya sang batu. Beliau Saw pun blusukan total. Ucapkan basmalah, angkat cangkul, ayunkan kekuatan. Masya-Allah, tak hanya melihat menunjuk-nunjuk, atau hanya suruh menyuruh -sambil necis bergaya, pemimpin ideal itu justru ikut memegang senjata. Pemimpin ideal itu pun ikut berpayah-payah menyetarakan keringat dengan prajurit Khandaq.

"Allahu Akbar! Aku diberi kunci-kunci Syam. Demi Allah, aku benar-benar melihat istananya yang bercat merah saat ini.”

"Allahu Akbar! Aku diberi tanah Persia. Demi Allah, aku dapat melihat istana Mada’in yang berwarna putih saat ini.”

“Allahu Akbar! Aku diberi kunci-kunci Yaman. Demi Allah, dari tempat ini aku bisa melihat pintu gerbang-pintu gerbang Shan’a!”

Alhamdulillah, batu pun terpecah...

***

Kisah di atas merupakan secuplik oase segar dari lisan Rasulullah Saw atas kelunglaian yang menjangkiti para sahabat. Semangat dihimpun dari visi masa depan akan kemenangan yang dijanjikan. Sahabat pun terpacu kembali menyemangati diri untuk berkiprah dalam perang Khandaq. Kita bisa mengetahui endingnya, bi idznillah badai menghamburkan pasukan sekutu musuh Islam hingga akhirnya tercerai berai. Mereka pun kocar-kacir. 

Itulah salah satu agenda awal para santri. Sebelum mengikuti kegiatan Rumah Quran lebih dalam, santri diharapkan memvisikan keikutsertaannya di Rumah Quran dalam dua model: 

- Saya satu tahun ke depan, dan
- Saya di masa depan
  
Bila visi Rasulullah menunjukkan apa yang benar-benar akan terjadi dan menyemangati para sahabat Nabi,  paling tidak visi santri menunjukkan apa yang benar-benar akan diusahakan dan menyemangati santri yang lain. Inilah dia; Quranic Life Mapping Competition, Lomba Membuat Peta Hidup...

Perlengkapan yang sudah dibagikan:
1. kertas flipchart (1 kertas untuk 2 orang)
2. kertas F4 (1 kertas untuk 1 orang)
3. Crayon (untuk membuat garis, menggambar, atau mewarnai)
4.Selotip kecil (untuk menggabungkan antar kertas)
5. Lem clay (untuk ditempel di dinding tanpa merusak dinding)

*Peta hidup dilombakan antar-grup santri, kemudian ditempel di kamar masing-masing

Kami berharap, santri melukiskan dalam satu tahun ke depan, berapa juz yang sudah dihafal dan dimurajaah, dan di masa depan nanti ia kelak menjadi sosok siapa dengan hafalan juz berapa (contoh: Menteri Keuangan 30 juz).

Kami juga berharap, dalam kurun setahun itu, santri berkali-kali melihat hasil karya mereka di dinding kamar/rumah masing-masing, sehingga setiap kali melihat, setiap kali pula doa terangkat ke langit. Setiap sesama santri melihat, setiap itu pula mereka saling mendoakan mimpi-mimpi mereka.

Semoga 2 pekan cukup untuk menyelesaikan visualisasi mimpi-mimpi mereka...
Karena visualisasi adalah doa...

"Dan Tuhanmu berfirman, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu... " (QS Ghafir: 60)

Allahummarhamnaa bil Qur'aan...
Allahummaj'alnaa min ahlul Qur'aan
Share this article :

Posting Komentar

 
Tentang Kami | Kontak Kami | Privacy policy | Term of use | Ingin Berdonasi? | Site map
Copyright Ruqun STAN© 2015. Rumah Qur'an STAN . All Rights Reserved.
Design Template by klik di sini |