Home » » Manajemen dan Santri Rumah Quran Ibarat Bermain P0kem0n G0

Manajemen dan Santri Rumah Quran Ibarat Bermain P0kem0n G0

Penulis : Ruqun Stan on Minggu, 31 Juli 2016 | 06.49.00

Judul di atas mungkin kontroversial. Mari kita ikuti sejarahnya terlebih dahulu di belahan dimensi lain ‘Rumah Qur’an’:

***

Rumah Quran sudah berproses sejak 2011 hingga sekarang. Sepanjang masa itu, interaksi santri dengan Quran terus dievaluasi. Salah satu yang pernah menjangkiti dan menghambat proses kegiatan adalah keranjingan “game” di Rumah Quran, baik berbasis laptop/komputer maupun mobile phone. Sederhananya, ada 3 jenis “game” yang dikategorikan:
  1. Game perjalanan; game sendirian yang tidak selesai-selesai karena terus saja bikin penasaran, seperti petualangan, bikin benteng, bikin kota, bikin peradaban, bikin liga olahraga, yang intinya ia terus bersambung “nggak ada matinye”.
  2. Game duel; game yang dimainkan dua orang. Termasuk “nggak ada matinye” juga bukan karena alur, melainkan lebih karena sesama pemain saling penasaran, baik untuk saling mengalahkan maupun bekerja sama, contohnya duel sepakbola, duel tarung, duel tim-kerjasama untuk mengalahkan musuh.
  3. Game hiburan; game yang hanya dimainkan ketika bosan. Sehingga bila bosan hilang, pemain akan berhenti main game ini. Contoh: tetris, tembak-tembakan, game yang dilakukan sendirian, mencari persamaan/perbedaan.
Sejatinya, 2 game teratas diidentifikasi mengganggu program Rumah Quran. Sedangkan game ke-3 bersifat netral. Namun, demi keamanan dan menghindari resiko mengaktifkan syaraf ketagihan, maka alhasil dilaranglah semua poin game tersebut beroperasi di Rumah Quran. Tentunya kebijakan ini berperan juga sebagai jaminan keamanahan manajemen atas donasi para donatur yang setia mengorbankan hartanya untuk Rumah Quran. Fair!

Zaman teknologi terus berkembang, hingga pada akhirnya ditemukanlah game berbasis GPS menjangkiti masyarakat. Kejadian aneh, menggelikan, bahkan membahayakan muncul mewarnai para gamers menyikapi P0kem0n G0, game favorit berbasis GPS. Manajemen RQ menangkap sinyal dengan mengevaluasi santri, khawatir terjangkit. Namun, Alhamdulillah hingga tulisan ini ditulis, belum ditemukan, termasuk hingga pengomitmenan kembali jelang masa kontrak baru Rumah Quran 2016-2017. Alhamdulillah. Tentunya hal ini akan terus dievaluasi.

RQ menangkap fenomena game GPS ini sebagai game yang menggabungkan 3 kategori game di atas. Game perjalanan, karena tokoh utama berjalan terus “nggak ada matinye” mencari sasaran P0kem0n. Game duel, karena pesaingnya nyata walau hidup di game maya. Game hiburan, karena ia bisa membuang kebosanan, walau tentu beresiko membuang waktu luang.

Apapun gamenya, sebetulnya cukup hadits arba’in ini menjadi dalil para shalihin/shalihat sekalian, “Di antara tanda sempurnanya Islam seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat (Hadits Hasan diriwayatkan Tirmidzi dan lainnya).”

Dalam salah satu syarah disebutkan bahwa solusi agar hal tak bermanfaat mendatangi kita, yakni dengan menyibukkan diri mengingat Allah. Bahkan, Hasan al-Bashri dalam Dib al Bugha (2003:89), menyebutkan bahwa tanda bahwa Allah berpaling dari hamba-Nya adalah jika hamba tersebut menyibukkan dirinya dengan perkara yang tidak mendatangkan manfaat. Artinya Allah-lah yang sedang berpaling, bukan hamba yang berpaling. Semoga kita termasuk orang-orang yang tidak dipalingkan dari kasyik-masyukan ibadah kepada-Nya. Aamiin…

***

Namun demikian, di balik hebohnya sesuatu, pasti ada hikmahnya. Begitu pula game berbasis GPS ini. Hikmah bisa ditelisik dari sisi ukhrawi, tak sekadar duniawi. Yang menurut logika, sebetulnya menjadi manajemen atau Santri Rumah Quran itu jauh lebih menyenangkan daripada sekedar game ini. Mari simak sejenak.

1.    P0keMaster
Pelaku game ini disebut p0kemaster (berdasarkan pengalaman penulis berinteraksi dengan para pemainnya –belum dibuktikan secara ilmiah). P0keMaster berkelana dari satu tempat ke tempat lain, menciptakan peluang menggiring para p0kem0n (lure), agar bisa ditaruh di p0keb0LL. Lalu, setelah ditaruh di b0keb0LL, kemampuannya diasah, ditarungkan. Mereka sih, bilang seru!

2.    Manajemen Rumah Quran
Masya-Allah. Bandingkan dengan P0keMaster! Menjadi manajemen di masa lure dalam artian momen strategis seperti daftar ulang kampus PKN STAN. Manajemen membuka spanduk dan banner, mencantumkan kontak, menunggu hati-hati yang siap mendekat kepada-Nya (para ahlul Quran, bukan p0kem0n), tanpa berkelana-hanya menunggu bola, harap-harap cemas, dilabeli doa-doa, lantas yang terseleksi ditaruh di Rumah Quran (bukan p0keb0LL). Menjalankan kurikulum, kemampuan hafalan diasah dalam-dalam, dimurajaah, dilombakan (bila ada lomba). Ini jauh lebih real, lebih menantang. Jadi, mana yang lebih seru?

3.    Santri Rumah Quran
Menjadi santri pun bisa diibaratkan p0keMaster. Mereka bertanding, mencari-cari ke dalam kedalaman hati, menggenjot semangat ibadah, demi lekatnya ikatan hafalan (bukan ditangkapnya p0kem0n), menciptakan peluang di jam-jam efektif menghafal (contoh lure-nya pada momen qabla dan bakda Subuh), tak perlu berkelana. Kalau sudah ditaruh di hati, diikat terus menerus dengan murajaah (bukan p0keb0LL), dilombakan di internal maupun eksternal (diasah), disahkan bila ada wisuda. Ini pun jauh lebih real, lebih menantang. Jadi, mana yang lebih seru?

***

Menjadi manajemen atau santri Rumah Quran VERSUS P0keMaster tak jauh berbeda. Kalau dikonsep, lebih banyak persamaannya, termasuk sisi kesenangannya. So, seharusnya hanya satu bedanya. Alhamdulillah kita temukan di halaman 1 mushaf Quran:

Al-Quran yang tak diragukan -> petunjuk bagi orang bertakwa -> yaitu orang yang beriman kepada hal ghaib… (tadabbur Al Baqarah 2-3).
  • Yang ghaib (main game) berujung kepada hal yang ghaib (manfaatnya tidak kelihatan).
  • Yang nyata (menjadi manajemen atau santri Rumah Quran) berujung kepada hal yang ghaib juga (kita beriman kepada pahala dan segala kebaikan yang tidak bisa kita saksikan).
Tinggal kita percaya kepada ghaib yang belum jelas kebermanfaatannya, atau percaya kepada ghaib yang kita yakini kebermanfaatannya.

***

Allahummarhamnaa bil Qur’aan
Allahummaj’alnaa min ahlul Qur’aan


Sumber:
Al-Quranul kariim
Kitab Al-Wafi, Syarah Kitab Arbain An-Nawawiyah
Share this article :

Posting Komentar

 
Tentang Kami | Kontak Kami | Privacy policy | Term of use | Ingin Berdonasi? | Site map
Copyright Ruqun STAN© 2015. Rumah Qur'an STAN . All Rights Reserved.
Design Template by klik di sini |