Home » » Al-Quran – Sumber Kemenangan Dakwah (Bagian 1/3 - Pengantar)

Al-Quran – Sumber Kemenangan Dakwah (Bagian 1/3 - Pengantar)

Penulis : Ruqun Stan on Senin, 23 Mei 2016 | 08.44.00

Dalam rangka menyemarakkan momen jelang Ramadhan sebagai syahrul Quran, Masjid Ar-Ridho Komplek Pajak Jurangmangu Timur (dekat dengan Rumah Quran akhwat) bekerjasama dengan IKADI (Ikatan Da’i Indonesia, Tangerang Selatan) menyelenggarakan tarhib Ramadhan berformat mabit dan qiyamul lail.

Diawali dengan tasmi’ Quran, kajian taujih Rabbani menjadi agenda utama mabit dengan tema "Al-Quran-Sumber Kemenangan Dakwah". Sebuah tema yang sangat cocok menjadi bekal da’i pada umumnya, terkhusus manajemen Rumah Quran dan santri dengan segenap ikhtiar interaksinya dengan Al-Quran. Mari kita simak reportase yang disampaikan Ustadz Syaiful Bahri, berikut ini:

Al-Quran turun di bulan Ramadhan, di malam yang penuh kemuliaan. Sedikitnya ada 3 kemuliaan:
  • kemuliaan Ramadhan (bulan penuh keberkahan),
  • kemuliaan malam Qadr (lebih baik daripada seribu bulan), dan
  • kemuliaan Al-Quran itu sendiri (mukjizat terbesa, petunjuk bagi umat manusia)

Sembilan kali sudah, Ramadhan dialami Rasulullah Saw sejak pensyariatan shiyam Ramadhan pada Tahun ke-2 Hijriyah. Dalam kesembilan kali itu, Rasulullah Saw memiliki waktu khusus untuk ‘ngaji bareng malaikat Jibril (talaqqi atau memurajaah hafalannya).

Bisa kita saksikan interaksi intens Rasulullah Saw terhadap Quran, termasuk perlunya validitas bacaan beliau dicek di bulan Ramadhan. Berkaca dari situ, kita jadi bertanya-tanyaMana yang lebih susah? Memenangkan Dakwah atau dekat dengan Quran?

Jawaban seharusnya adalah: dekat dengan Al-Quran lebih susah… Karena kemenangan dakwah hanya bisa diraih apabila subjeknya (da'i) dekat dengan Quran, sehingga dekat dengan Quran adalah ikhtiar kita yang sebenarnya syetan sangat getol ikut campur mengganggu kita. 

Bayangkan dakwah dilakukan tanpa subjeknya (da’i) berinteraksi intens terhadap Quran. Ini sama artinya mengkhianati Quran. Padahal da’i dituntut mengisi dakwahnya dengan Qaalallahu ta’aalaa (firman Allah/ayat Quran). Coba renungkan surat Ar-Rahman (55) ayat 1-3:

“(Tuhan) Yang Maha Pemurah – Yang telah mengajarkan Quran – Dia menciptakan manusia…”

Surat tersebut mendahulukan diajarkannya Quran daripada diciptakannya manusia. Nikmat terbesar bukan diawali dengan diciptakannya manusia sebagai makhluk paripurna. Nikmat terbesar justru bila seorang manusia diajarkan Allah (secara tidak langsung) untuk selalu dekat dengan Al-Quran.

Karena dengan Quran, Allah meninggikan suatu kaum (yakni muslim). Dengan Quran pula, Allah merendahkan kaum yang lain (yakni kafir). Semoga kita termasuk yang ditinggikan Allah dengan Quran, yakni dengan cara kita dekatkan diri untuk: baca, pahami, praktekkan, dakwahkan, dan hafalkan Quran (5 interaksi umum dengan Quran).

Dalam konteks memenangkan dakwah, seorang da’i harus menguatkan diri bersama Quran. Berikut 3 alasan kenapa kita harus menguatkan diri bersama Quran: yakni dari sisi dalil naqli, dari sisi bukti-bukti yang sudah terjadi, dan dari sisi dalil aqli (logika).


Allahummarhamnaa bil Qur'aan...
Allahummaj'alnaa min ahlul Qur'aan...

Sumber:
- Catatan peserta mabit
- an-najah.net (gambar)
Share this article :

Posting Komentar

 
Tentang Kami | Kontak Kami | Privacy policy | Term of use | Ingin Berdonasi? | Site map
Copyright Ruqun STAN© 2015. Rumah Qur'an STAN . All Rights Reserved.
Design Template by klik di sini |