Home » » Mutabaah Rumah Quran STAN eps Maret 2016@MBM

Mutabaah Rumah Quran STAN eps Maret 2016@MBM

Penulis : Ruqun Stan on Kamis, 24 Maret 2016 | 03.35.00


Alhamdulillah, Allahummaj'alnaa min ahlul Qur'aan...

Kajian Mutabaah RQ kembali hadir. Setelah mensilaturrahimi langsung RQ Indonesia dengan dengungan khasnya bak sarang lebah -demikian analogi RQ Indonesia dengan aktivitas 130-an santrinya berkhusyuk masyuk dengan Al-Quran-, Alhamdulillah kali ini, mudhir RQ Indonesia, ustad Fadlil Usman Baharun berkenan hadir untuk pertama kali sejak lebih dari 6 bulan berselang (akibat sakit paru-paru yang diderita). Semoga al-ustad senantiasa diberikan kesehatan dan kelancaran urusan terutama dalam mengelola RQ-RQ di kampus-kampus Jabodetabek.

Bertempat di Masjid Baitul Maal, lingkungan Kampus STAN. Dimulai bakda Isya', diakhiri pkl 21.45 -15 menit sebelum gerbang kampus ditutup. Alhamdulillah braodcast whatsapp diedarkan sore sebelum kegiatan. Peserta mayoritas dari RQ STAN putra maupun putri, beberapa wajah asing mahasiswa/i juga turut hadir, ikut merasakan bagaimana sih, atmosfer penghafalan Quran di RQ STAN -terutama harapan-harapan Ustad Fadlil Usman.

Ustad Fadlil mengawali inti kajiannya dengan pengantar "syukur". Allah bersabda dalam QS An-Naml: 19: Dan dia (Sulaiman) berdoa: "Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh".

Berikut tadabur ayat kesyukuran ini:

  • Nabi Sulaiman alaihissalaam berdoa meminta kemampuan bersyukur. Nabi minta diberi kemampuan? MasyaAllah, apalagi kita yang awam ini? Sudahkah kita minta pertolongan Allah agar diberi kemampuan bersyukur? Ataukah hanya kemampuan untuk kompetensi akuntansi, pajak, dll. duniawi semata?
  • Nabi Sulaiman alaihissalaam juga berdoa agar diberi ilham untuk beramal shalih "tardhaahuu - yang Engkau ridhai" MasyaAllah. Banyak sekali amal shalih yang sudah kita lakukan, tapi sudahkah kita berdoa agar mendapatkan keridhaan atas amal shalih itu? Semoga kita termasuk yang amal-amal shalihnya diridhai Allah.
  • Nabi Sulaiman alahihissalaam juga berdoa agar dimasukkan ke golongan orang shalih adalah karena rahmat-Nya, ditekankan "birahmatika" bukan "biamaalinaa" Karena keridhaan dan golongan "ibadakasshalihin" merupakan rahmat dan kasih sayang dari Allah, bukan lantaran banyak-sedikitnya amal.

Rentetan tanda kiamat mulai muncul. Hidup istiqomah di momen jelang akhir zaman seperti ini ibarat memegang bara api. Sulit bukan main. Banyak hal-hal melalaikan bertebaran. Hiburan macam-macam ada. Padahal, hiburan orang shalih sejatinya bukan yang terhampar banyak itu, melainkan pasangan hidup masing-masing, keluarganya masing-masing. Maka, jangan heran orang shalih punya banyak anak :)

Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud no 4333 dalam kitab al-Fitan wal Malahim, Rasulullah SAW bersabda ketika menafsirkan ayat “alaikum anfusakum” (QS al-Maidah: 105): “Bahkan perintahkanlah oleh kamu sekalian untuk berbuat amar ma’ruf nahi mungkar, sehingga jika engkau telah melihat manusia mentaati sifat kikir, hawa nafsu telah liar diumbar, dunia diutamakan, dan setiap orang yang mempunyai pendapat (pemikiran)telah bangga dengan pendapatnya sendiri, maka hendaklah kalian menjaga diri kalian sendiri dan meninggalkan orang-orang awwam, karena sungguh setelah itu akan ada hari-hari (yang sulit dan berat)(sehingga karena sulit dan beratnya) orang yang sabar (di dalam memegang kesepakatan atas kebenaran) bak menggenggam bara api. Orang yang beramal (pada zaman itu, mendapatkan pahala) seperti pahala lima puluh kalinya orang yang beramal diantara kamu sekalian.” Dalam riwayt lain ada tambahan, Para sahabat ketika itu bertanya kepada Rasulullah, “lima puluh kalinya kami atau mereka?” Rasulullah menegaskan, “Bahkan lima puluh kalinya kamu sekalian (yakni para sahabat).”

“Akan tiba suatu zaman bagi manusia, barangsiapa di antara mereka yang bersabar berpegang teguh pada agamanya, ia ibarat menggenggam bara api” (HR. At Tirmidzi 2260, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Sunan At Tirmidzi).

“Sesungguhnya di belakang kalian ada hari-hari kesabaran, orang yang tetap mengamalkan ajaran agama ketika zaman itu akan mendapatkan pahala amalan 50 orang dari kalian (para sahabat Nabi)” (HR. Abu Daud 4341, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah 494).

Orang-orang yang istiqamah pemegang bara api dikisahkan dalam tutur mulia Khalid bin Walid radhiyallahu'anh, menjadi orang-orang yang kedudukannya jauh lebih mulia ketimbang para sahabat. Sahabat yang dijuluki pedang Allah itu menuturkan bahwa "Kami wajar beriman karena hidup di masa Nabi Saw, namun mereka yang tak pernah menyaksikan sendiri Nabi Saw, jauh lebih mulia. Tutur kata Khalid ini dirangkum dalam pembicaraan khususnya dengan panglima Romawi yang akhirnya masuk Islam.
 
“Apakah orang yang baru memeluk Islam pada hari ini juga mendapat pahala dan kedudukan yang sama dengan saudara di sisi Tuhan?”

“Gregorius, bahkan mereka lebih mulia dari kami, begitu menurut sabda Rasulullah,” terang Khalid meyakinkan.

“Mengapa mereka yang baru masuk Islam lebih mulia, padahal kalian terlebih dulu yang memeluk Islam?” Gregorius semakin heran.

“Kami pernah hidup bersama Rasulullah saw. dan bisa melihat langsung kemulian dan mukjizat yang dimilikinya. Jadi, jika kami beriman kepada Allah itu wajar karena kami menyaksikan sendiri kebesaranNya. Tetapi bagi mereka yang belum pernah bertemu dengan Rasulullah, lalu menerima dan memeluk Islam dengan ikhlas, sungguh mereka lebih dimuliakan daripada kami.”

Ibarat cinta kepada Rasulullah Shalallahu'alaihi wasallam itu terbit bukan karena persaksiannya langsung kepada Beliau Shalallahu'alaihi wasalla. Melainkan karena iman, iman yang menembus relung hati, pertautan cinta yang menembus ruang dan waktu. Cinta kepada Sang Rasul Saw, ingatlah bahwa salah satu keutamaan ahlul Qur'an adalah satu kavling surga bersama Rasulullah Saw. MasyaAllah. Allahummarhamnaa bil Qur'aan.

Memasuki konten Qurani, sang ustad membawakan dua hadits. Sejurus, teringat tentang materi mutabaah on the road di RQ Indonesia; yang sebagian kontennya disarikan dari kitab at tibyan fi adab hamalat al quran karya Imam Nawawi. Materi hari ini sebagian pula merupakan lanjutan dari intisari kitab tersebut.

Adalah 2 hadits yang menjadi core materi mutabaah, namun dikemas dengan pendekatan perenungan.

1. Sebaik-baik kalian adalah orang-orang yang belajar Quran dan mengajarkannya (HR Bukhari4639).

  خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
Inilah "kum" atau "kumpulan orang" terbaik. Komunitas unggulan, lebih baik daripada dunia dan seisinya. Yang disibukkan oleh Qur'an, ibarat Qur'an berjalan. Baik di tangan (mushaf), maupun di hati (al-hafizh).

2.  “Bacalah Al-Qur’an, sesungguhnya Al-Qur’an itu akan datang pada hari kiamat untuk memberi syafa’at bagi orang yang membacanya. (Hadits dari Abu Umamah al-Bahili radhiyallahu'anh, riwayat Muslim 1337)

عَنْ أبي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيُّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَقُولُ :
اقْرَءُوا الْقُرْآنَ، فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ.
“Bacalah Al-Qur’an, sesungguhnya Al-Qur’an itu akan datang pada hari kiamat untuk memberi syafa’at bagi orang yang membacanya.” - See more at: http://www.arrahmah.com/quote/al-quran-memberi-syafaat-bagi-yang-membacanya#sthash.APKI9mFn.dpuf

“Bacalah Al-Qur’an, sesungguhnya Al-Qur’an itu akan datang pada hari kiamat untuk memberi syafa’at bagi orang yang membacanya.” - See more at: http://www.arrahmah.com/quote/al-quran-memberi-syafaat-bagi-yang-membacanya#sthash.APKI9mFn.dpuf
Tak ketinggalan, ustad Fadlil mentalaqqikan haditsnya secara jama'i (agar hadirin sekalian menghafal hadits motivasi ini).

Merenungi hadits ini sejatinya menambah iman kita kepada hari kiamat dan upaya kita dalam mempersiapkannya. Yaumul Mahsyar, merupakan momen dimana manusia tak memakai sehelai kain pun, kecuali? Ya, kecuali Ahlul Qur'an yang auratnya tertutupi. Kecuali mereka yang semasa hidup di dunia senantiasa berinteraksi dengan Al-Quran sehingga di hari kiamat, Qur'an menawarkan syafaat/pertolongan untuk mereka. Quran membalaskan syafaatnya. Cinta berbalas cinta.

Pada hari itu, satu sama lain tak lagi ada urusan. Ayah-ibu takkan lagi mengurusi anaknya. Istri takkan lagi mengurusi suaminya, Semuanya punya urusan-urusannya masing-masing, yakni terhadap Tuhannya, pertanggungjawaban amal. Semoga kita termasuk orang-orang yang dimudahkan pada hari bersejarah itu. Allahumma hasibnaa hisaaban yashiiran.

***

Suatu ketika, Sahabat Abdullah ibnu Mas'ud disuruh Rasulullah Shalallahu'alaihi wasallam memanjat pohon. Tetiba, sahabat-sahabat lain menertawai dirinya  lantaran melihat betisnya yang kecil (indahnya hadits; cela sahabat tak perlu disebut siapa saja mereka, MasyaAllah). Kemudian Rasulullah Shalallahu'alaihi wasallam bersabda, “Apa yang kamu tertawakan ? Sungguh kaki Abdullah lebih berat dari pada Gunung Uhud pada hari kiamat.” (HR.Ahmad).

Sahabat inilah yang membacakan Quran untuk Nabi Shalallahu'alaihi wasallam, padahal Quran ini diturunkan untuk Beliau Shalallahu'alaihi wasallam. Sahabat inilah yang amalnya 10 juz per hari alias khatam 3 hari sekali. MasyaAllah.

Bahkan, sebetulnya kebanyakan sahabat membagi waktu mereka menjadi 7 hari khatam (sehari rerata 4,5 juz). Dulu, namanya hizb, bukan juz.  

Mengisi konten materi, Ustad Fadlil turut juga menceritakan pengalaman-pengalamannya bersama Rumah Quran Indonesia, santri-santrinya, juga tips-tips efektif menghafal sebagai berikut:

  1. Tidak ada metode khusus RQ Indonesia, melainkan hanya berupa kasratut tilawah; baca-baca-baca, tetiba hafal (menghafal tanpa menghafal). Totalitas interaksi tilawah dengan Quran.
  2. Rumusnya adalah perbaiki tahsin terlebih dahulu, agar cara baca Quran sesuai dengan riwayatnya (wajib hukumnya), juga kenikmatan bisa direguk dari tajwid yang benar. Baru kemudian kasrartut tilawah.
  3. Selain jaga tilawah, perlunya kejelasan tujuan. Pembidikan target.
  4. Satu yang tak kalah penting; BI'AH QURAN; Lingkungan Qurani. Melalui RQ di berbagai kampus seputar Jabodetabek (ada juga yang di Palembang), Rumah Quran ingin membentuk lingkungan pemuda-pemudi yang karakter Qurannya melekat erat, 24 jam bersama-sama saling menyemangati dan mengompori untuk berinteraksi intensif bersama Qur'an. Inilah ciri khas RQ.
  5. Kami merindukan PNS ahli Quran, pegawai pajak ahli Quran, Menteri Keuangan ahli Quran. Sisi kerinduan yang bisa dibaca dari kerelaan hadirnya sang ustad menempuh puluhan kilometer demi datang dari Depok ke Bintaro. MasyaAllah.
  6. Di RQ Indonesia ada anak lulusan SMA, menghafal dari awal hingga akhir selama 6 bulan khatam. Kunci yang dia pegang: menyendiri baca Quran saja, tidak ngobrol, tidak ada kegiatan khusus, tidak menyia-nyiakan waktu. Bayangkan aktivitas kita; baca whatsapp tiba-tiba sudah setengah jam, baca Quran belum setengah jam sudah ngantuk. Na'udzubillaah.
  7. Hasi analisis santri sukses RQ Indonesia membuktikan bahwa mereka yang berhasil menghafal Quran kurang dari setahun adalah mereka dengan kuantitas ibadah yang sangat militan. Terbukti dengan: Bangun sebelum Subuh (pkl 02.00), mengawali hari dengan Qiyamul Lail 1 juz (pkl 02.00-03.00). Dilanjut dengan menghafal Quran sampai Subuh -memanfaatkan berkahnya waktu pagi. Setelah Subuh adalah setoran Quran ke musyrif/ah. 
  8. Akhirnya terbukti bahwa Ahlul Quran berbanding lurus dengan ahlul ibadah. Mereka yang dekat dengan Quran, ibadah mereka akan sukses. Sebaliknya, mereka yang memperhatikan ibadah mereka dengan sangat baik, maka Quran akan rela dibaca dan masuk ke dalam relung hatinya.
  9. Maka, perhatikan ibadah kita! Apakah shalat wajib masih di shaf terbelakang? Apakah datang ke masjid masih menunggu adzan? Semoga kita lebih istimewa daripada mereka yang memenuhi kewajiban sekedarnya saja.
 Tak lupa ustad Fadlil mengajarkan tentang doa kemudahan. Doa yang sempat ditalaqqikan pada momen mutabaah on the road dan dimurajaah kembali pada mutabaah kali ini.

Doa memohon kemudahan atas interaksi kita dengan Quran, juga atas kedekatan kita kepada Allah melalui ubudiyah kepada-Nya yang terbaik yang bisa kita persembahkan.
 

اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً
ALLOOHUMMA LAA SAHLA ILLAA MAA JA'ALTAHU SAHLAA, WA ANTA TAJ'ALUL HAZNA IDZAA SYI'TA SAHLAA. 
 Artinya :
Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan engkau menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah
*ibnuz

Sumber:
- Catatan Kajian al-ustad
- https://ahmadbinhanbal.wordpress.com/2010/07/19/ibarat-mengenggam-bara/
- https://muslimah.or.id/6127-salah-satu-cara-hikmah-mengikis-bidah.html
-https://aisyaahkhoirunnisaa.wordpress.com/2015/06/25/khalid-bin-walid-pedang-allah-yang-terhunus/
- http://www.mutiarahadits.com/75/09/76/sebaik-baik-kalian-adalah-orang-yang-mempelajari-al-qur-an-dan-mengajarkannya.htm
- http://alquranalhadi.com/hadis/subab/12/al-Quran-Sebagai-Syafaat-di-Akhirat
- https://buletinmitsal.wordpress.com/sosok/abdullah-bin-mas%E2%80%99ud/
- http://www.blogkhususdoa.com/2015/03/doa-agar-diberi-kemudahan-dalam-segala-urusan-lengkap-arab-latin-dan-artinya.html
Share this article :

Posting Komentar

 
Tentang Kami | Kontak Kami | Privacy policy | Term of use | Ingin Berdonasi? | Site map
Copyright Ruqun STAN© 2015. Rumah Qur'an STAN . All Rights Reserved.
Design Template by klik di sini |