Home » » Mutabaah on the Road: Betapa Kami Rindu

Mutabaah on the Road: Betapa Kami Rindu

Penulis : Ruqun Stan on Kamis, 11 Februari 2016 | 14.14.00

Ustadz Fadlil Usman, Mudhir Rumah Quran Indonesia sedang sakit. Beliau mengurangi jam mutabaah ke Rumah Quran seantero Jabodetabek. Salah satu yang sepi akan kunjungan beliau adalah Rumah Quran STAN, dengan posisi jarak terjauh, dengan jadwal agenda yang sulit sinkron dengan agenda Rumah Quran Indonesia. Atas dasar itulah, diwujudkan “Mutabaah on the Road”. Dari semula bertempat di masjid seputar kampus STAN, sementara beralih ke markas besar Rumah Quran Indonesia; gang Kapuk, Margonda, Depok. Sekaligus Rumah kediaman ustad Fadlil Usman.

Agenda diawali dengan komitmen manajemen dan santri. Teragendakan; Sabtu, 16 Januari 2016. Yang tidak bisa hadir adalah yang benar-benar berhalangan syar’i. Terhimpulah: 15 santri RQ PJMI, 12 RQ MBM, dan 4 RQ akhwat. Alhamdulillah banyak santri yang merasa haus akan taujih ustad Fadlil Usman, atau barangkali sekadar ingin tahu siapa beliau –khusus santri baru. Alhamdulillah banyak santri yang rela mengorbankan agenda mereka, demi ingin dijerumuskan ke dalam strata ‘ahlullah’. Alhamdulillah…
Sebagai pengharap ‘ahlullah’, santri kudu memahami bahwa tiap detik dan tiap detak jantungnya begitu berharga. Bila tujuan demi tersirami taujih rabbani adalah berharga, maka proses menujunya pun berharga. Alhasil, manajemen memahamkan dengan cara mewajibkan santri untuk tilawah 1 juz + menghafal 1 halaman sepanjang perjalanan kereta rel cepat (KRL) Pondok Ranji -> Pondok Cina. Yang dirasa tak terbiasa dan bikin pusing, santri dimudahkan dengan cukup murajaah sebisanya.


Inilah makna sebenarnya; Mutabaah on the road. Nikmati prosesnya, dapatkan tujuannya. Betapa berharapnya kita, kelak melihat generasi, dimana penghuni KRL-nya doyan melahap Quran, dimana para premannya nongkrong menghafal Quran, dimana penunggu angkotnya bersila manis khusyuk masyuk dengan mushaf Quran, dimana pengendara motor dan mobil di seantero jalan komat-kamit menikmati huruf-demi-huruf lantuan Kalamullah. Betapa kami merindukannya…

Juga tentunya, merindukan kebersamaan ini. Kebersamaan menikmati tiap ayat dan regukan motivasi dari sang ustadz. Jazakumullah ustadz!

Catatan: Reportase kajian tertuang dalam artikel terpisah.



***

Hadirin:
> RQ PJMI: Ridho, Riza, Faruq, Jefri, Adam, Deny, Nurdian, Chamim, Sugi, Fikri, Dasep, Akhyar, Sampurno, Rianda, Udi (15 santri)
> RQ MBM: Junior, Rezam, Zamzam, Ust Ridwan (Msy), Okbri, Arif, Hamzah, Fahmi, Dani, Hadi, Izzudin, Dani (12 santri)
> RQ Akhwat: Oki, Nindi, Wone, Delva, Wahidah (5 santri)
Total: 32 santri

Izin:
> RQ PJMI: Widodo (kerja), Fariz R (ortu datang), Tsaqib (sakit), Fajri (janjian sudah lama),
> RQ MBM: Farhan (janjian sudah lama), Zaki (janjian sudah lama), santri dari RT MBM hampir semuanya berhalangan (kurang mengikat).
> RQ Akhwat: Laila, Rizka, Ana, Astika, Mei, Laila (sebagian besar membina dan dibina)

(ibnuz)
Share this article :

Posting Komentar

 
Tentang Kami | Kontak Kami | Privacy policy | Term of use | Ingin Berdonasi? | Site map
Copyright Ruqun STAN© 2015. Rumah Qur'an STAN . All Rights Reserved.
Design Template by klik di sini |