Home » » Analisis Kesuksesan Ramadhan Versi Piala Dunia

Analisis Kesuksesan Ramadhan Versi Piala Dunia

Penulis : Ruqun Stan on Jumat, 01 Agustus 2014 | 23.25.00


Brasil telah disihir habis demi pagelaran Piala Dunia. Stadion dan jalan-jalan di kota-kotanya dirias dan dipercantik demi jejalan para turis. Dunia pun ramai menyambut. Berbagai media terwarna oleh sibghah Piala Dunia. Restoran dan kafe di seluruh dunia disulap jadi sasaran nobar. Meja-meja judi tak luput disambangi para spekulans jahil. Bahkan, masjid pun ada yang tak mau ketinggalan. Merancang qiyamul lail jama’i ba’da pertandingan tatkala hari sedang dini. Kreatip!

Pungkas pagelaran, selesainya Piala Dunia diresponi berbagai sikap. Tim-tim lintas negara memuhasabahi diri kenapa kok gagal meraih trofi. Kampiun Jerman tereuforia dalam gegap kemenangan bersemi. Mereka semua kembali mudik dalam baluran cinta di negeri sendiri. Segenap official FIFA juga mengakhiri masa dinas luar negeri. Penggiat bisnis negeri Samba pun ada yang bersuka cita karena laba sukses diraup, ada pula yang bersedih hati karena laba jauh panggang dari api. Meninggalkan Piala Dunia tak ubahnya dipenuhi tanda tanya, akankah mereka semua itu kelak akan menjadi saksi untuk perhelatan yang sama empat tahun lagi?

Ramadhan tak luput dari analogi sihir Piala Dunia. Yang semula berbagai masjid tergerak tuk dipercantik demi jejalan para jamaah. Yang semula dunia bertabur akan toleransi umat lain terhadap sho’imin sho’imat. Termasuk media men-sibghah-i diri dengan tayangan spiritualis ala Ramadhan. Tentu saja sebagaimana neraka ditutup, lokalisasi maksiat dibatasi. Tak ketinggalan selaras surga dibuka, kunci masjid seolah diumbar ditawar-tawar ke luar.

Pungkas pagelaran, selesainya Ramadhan diresponi berbagai sikap. Individu-individu yang berharap terkemas takwa tak luput memuhasabi diri kenapa kok Ramadhan selesai cepat sekali. Yang terbalur senang tak lupa membakar uang meluncurkan petasan mengagetkan. Tak lalai diakhiri dengan maaf-maafan. Segenap official masjid mengakhiri masa dinas hari besar Ramadhan. Penggiat bisnis yang memampangkan produknya di media-media spiritualis ada yang bersuka cita lantaran untung besar, ada pula yang bersedih duka target belum di tangan. Tentu tanya pun menyeruak, akankah mereka semua kelak akan menjadi saksi untuk perhelatan yang sama setahun lagi?

Apapun itu, sedikitnya ada lima tipe timnas yang berjibaku dalam menghebohkan pagelaran Ramadhan.

Pertama, tipe tim Inggris, Portugal, Italia, dan Spanyol
Menyandang tim unggulan, mereka gagal melaju walau di babak penyisihan. Nasibnya teribarat sebagai kaum muslim yang turut meramaikan malam pertama Ramadhan. Turut menyukseskan sedekah besar-besaran di awal Ramadhan. Memenuhi masjid dan kotak amal sampai ke luar-luar. Namun begitu memasuki hari kesebelas alias babak 16 besar, tim-tim ini gagal meramaikan. Alasannya macam-macam. Mulai dari yang punya acara buka bareng melalaikan, yang bosan, yang menganggap masjid sumpek, atau jenuh pasca sepuluh hari pertama? Na’udzubillah. Semoga kita termasuk yang lulus di tahap penyisihan, tak seperti tim-tim unggulan yang gagal eksis. Hanya meramaikan dengan amal luar biasa di awal, tapi gagal sebelum perhelatan ditutup.

Kedua, tipe tim Kosta Rika, Aljazair, dan Kolombia (Tim Kuda Hitam di Babak 16 dan 8 Besar)
Menyandang tim gurem, mereka tanpa dinyanya sukses melaju sampai pertengah perhelatan. Nasibnya teribarat bak kaum muslim yang tanpa persiapan mantap, hanya berbekal niat dan tekad, sukses menekuk tim-tim yang lebih hebat guna melengang sampai separuh tujuan. Sayangnya, Allah izinkan mereka kandas. Tak dinyanya, penyakit menggerogoti atau kondisi memaksa, walau tekad dan niat tetap menyala. Apadaya, mereka pun pulang. Namun, pulang dengan kepala tegak berbangga. Ya, tetaplah bangga dan ridha, jika Allah kehendaki suatu kesulitan, boleh jadi itu yang lebih baik buat diri mereka.

Ketiga, tipe tim Brazil (Semifinalis Piala Dunia)
Menyandang tim unggulan berlatarkan tuan rumah, tim ini sukses melengang dari jajaran ahlul penyisihan (10 hari pertama). Sayangnya musibah justru terjadi di semifinal (anggaplah 10 hari terakhir). Terlalu menggebu dalam menyerang tim lawan, pertahanan yang keropos ternyata membawa tim ini keok dengan skor telak 1-7. Para penonton bertangisan. Bak sosok muslim yang terlalu semangat menggelontorkan amalan cabang, tapi amalan inti justru terlupakan. Gagal sudah Ramadhan di tangannya. Kesuksesan di 20 hari pertama tergagalkan di 10 hari terakhir. Bisa jadi karena persiapan lebaran, boleh jadi pula karena terlalaikan, atau tersibukkan mudik dan hingar bingar kesenangan?

Keempat, tipe tim Argentina dan Belanda (Juara 2 dan 3 Piala Dunia)
Dua tim ini sukses menaklukan 20 hari awal Ramadhan. Walau sempat bertemu dan saling menjatuhkan, namun kedua tim ini tampil habis-habisan tuk meraih kemuliaan ending Ramadhan. Hasilnya? Sukses pun mereka tuai. Tapi sayang, begitu Ramadhan tutup buku, tatkala para panitianya bubar sumebar, masih ada sedih di hati mereka. Hm… Tahu kenapa? Karena selepas Ramadhan, mereka gagal meramaikan Syawal sebagai hari peningkatan amal, hasil dari madrasah Ramadhan.

Kelima, tipe tim Jerman (Juara Dunia)
Selamat dan sukses tentunya, buat tim Panser dengan Mario Gotze sebagai penentu kemenangannya. Tim Argentina sudah jelas kalah karena satu kesalahan, maka sudah jelas apa rahasia suksesnya tim Jerman ini. Lihat saja! Piala Dunia selesai, mereka asyik saja bersorak sorai, beda dengan tim lain. Lihat saja! Ramadhan selesai, sosok ini asyik saja tetap mengintenskan ibadah, beda dengan sosok lain. 

Mari kita tiru tim Jerman ini! Ramadhan usai, semangat beribadah, semangat mujahadah tetap mengemuka! Allahumma baariklanaa fii syahrus syawal kamaa syahrur ramadhaan! Allahumma a’inni ‘alaa dzikrika wa syukrika wa husnaa ‘ibaadatika…
Manajemen Rumah Quran STAN mengucapkan, “Taqabbalallahu minna wa minkum; Semoga Allah terima amal kami dan amal kalian.” Selamat hari raya Idul Fitri 1435 H, semoga Allah mudahkan kita menshalihkan 11 bulan lain dengan bekal keshalihan Ramadhan. Aamiin.

(Tulisan oleh Nur Syamsudin) 
Share this article :

Posting Komentar

 
Tentang Kami | Kontak Kami | Privacy policy | Term of use | Ingin Berdonasi? | Site map
Copyright Ruqun STAN© 2015. Rumah Qur'an STAN . All Rights Reserved.
Design Template by klik di sini |