Home » » Rahasia-rahasia Menghafal al-Qur'an yang Seringkali Luput Dari Perhatian Kita

Rahasia-rahasia Menghafal al-Qur'an yang Seringkali Luput Dari Perhatian Kita

Penulis : Ruqun Stan on Rabu, 18 September 2013 | 11.23.00

gambar dr sini
Menggeluti sebuah aktifitas yang utama pasti menyimpan misteri. Di antaranya adalah aktifitas tahfizhul Qur'an atau menghafal al-Qur'an. Di antara rahasia-rahasianya adalah:


1- Satu jam sebelum tidur.

Penemuan ilmiah menyebutkan bahwa di antara waktu yang paling bagus untuk menghafal al-Qur'an adalah beberapa menit sebelum tidur. Di mana saat itu alam bawah sadar seseorang sedang sibuk-sibuknya. Ia sedang dalam posisi tidur di akhir apa yang sedang dipikirkan. Pada saat-saat itu suasana tenang sekali dan pikiran sedang bersih-bersihnya.

Beberapa statistik menyebutkan bahwa murid-murid sekolah yang belajar satu sebelum tidur memiliki prestasi yang jauh lebih baik daripada murid yang belajar di luar itu dan dalam kondisi yang bising, lalu kemudian diselingi dengan tontonan tv atau membaca majalah.
Akan lebih bagus lagi kalau sebelum tidur malam anda menyetel kaset tilawah dari bacaan seorang qori yang bagus. Kepala anda berada di atas bantal, mati lampu dan pejamkan kedua mata anda. Suasananya akan menjadi sunyi, gelap dan tenang. Usahakan suara tilawah itu dengan suara yang cukup keras terdengar oleh diri Anda.
Kemudian anda bangun di pagi hari sebelum subuh, ulangi apa yang sudah anda dengar dan anda baca sesaat sebelum tidur tadi. Insya Allah anda mendapatkan hafalan yang menakjubkan. Cobalah, karena percobaan ini adalah bukti yang sudah diujicobakan


2- Bacaan di waktu fajar (subuh).
Allah berfirman:
وقرآن الفجر إن قرآن الفجر كان مشهودا (الإسراء: 78)

Artinya: “(dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).”(Qs al-Isra: 78).

Rasulullah Saw juga bersabda:
بورك لأمتى فى بكورها
“Diberkahi bagi umatku pada pagi harinya.”(Hadits Shahih riwayat Ibnu Hibban)

Sesungguhnya waktu-waktu terindah, tersegar dan jauh dari kebisingan hidup adalah waktu fajar. Maka tidakkah Anda memanfaatkan waktu fajar Anda?!


3- Di Manakah para kompetitor itu?!
Di antara pembangkit semangat yang bersemayam di dalam hati adalah adanya pesaing, 'tandingan' yang berhimpun bersamanya sehingga iklim semangat menjadi hidup. Ini seperti yang Allah tegaskan dalam firman-Nya:
وفى ذلك فليتنافس المتنافسون
Artinya: “..dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.”(Qs al-Muthaffifin: 36)

Pada sosok sahabat Abu Bakar ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab radiyallahu anhuma ada contoh yang unik dalam hal berkompentisi dalam kebaikan.

Silahkan pilih salah seorang di antara kawan baik anda, di mana perhatian kalian berdua terfokus pada satu orang. Buatlah kesepakatan yang jelas dan terukur setiap hari. Lalu mulai menghafal bersama-sama. Masing-masing dari Anda berdua saling menyetorkan apa yang dihafalkannya kepada yang lain. Mulailah berkompentisi. Di sini harus ada yang namanya keserasian mental, pembinaan dan usia sehingga tercipta iklim kompentisi yang sehat di antara kalian berdua.


4- Apakah Anda adalah tetesan air ataukah bejana?!

Sebuah pepatah masyhur bilang:
قليل دائم خيى من كثير منقطع
“Sesuatu yang sedikit namun kontinyu lebih baik dari sesuatu yang banyak tapi terputus.”

Katakanlah, Anda meletakkan sebuah batu yang besar di bawah tetesan air yang menetes di atasnya dengan satu tetesan saja setiap jamnya. Perhatihkan, apa kira-kira yang terjadi setahun yang akan datang? Sudah barang tentu tetesan-tetesan air itu akan membuat sebuah lobang yang cukup lumayan pada batu besar tersebut.
Akan tetapi, apa yang akan terjadi seandainya semua tetesan air itu anda kumpulkan pada sebuah bejana kemudian anda siramkan semuanya sekaligus ke batu besar itu. Kira-kira apa yang akan terjadi? Pasti tidak akan terjadi apa-apa pada batu besar itu! Betul, Khan?!
Nah, yang kita pertanyakan sekarang adalah apakah anda ini type tetesan air ataukah type bejana?! Silahkan tanyakan pada diri anda masing-masing.

5- Rahasia-rahasia Ingatan.
Ingatan itu ada 2 macam: Ingatan jangka pendek yang berarti kita peroleh saat menghafal pertama kali dan ingatan jangka panjang yang merupakan bentuk hafalan yang melekat di dalam otak untuk jangka waktu yang sangat lama.
Tidak kita pungkiri bagi menghafal al-Qur’an dengan ingatan jangka pendek itu mudah sekali yang hasilnya bisa membuat kita lulus dalam ujian. Akan tetapi yang sulit itu (dan bukan hal yang mustahil) menghafal dengan menggunakan ingatan jangka panjang.
Yang jadi pertanyaan; Bagaimana kita memindahkan apa yang sudah kita hafal itu ke dari memori jangka pendek ke jangka panjang?
Melalui cara pengulangan dan contoh yang familiar misalnya surat al-Fatihah dan surat al-Kahfi. Itu karena di sana ada protein-protein khusus pada memori jangka panjang yang terus berkembang dengan cara pengulangan.


6- Deposite Awal

Hafalan al-Qur’an yang pernah anda hafal dahulu (surat apapun itu) lalu anda lupa, pada hakikatnya masih ada dan tersimpan di dalam memori anda. Dan anda akan menjumpai bahwa hafalan surat-surat tersebut akan menjadi cepat daripada hafalan baru selainnya.


7- Membaca cepat dalam mengulang hafalan.
Membaca al-Qur’an dengan tartil melahirkan sebuah kenikmatan yang bisa jadi akan menyibukkan seorang penghafal dari hafalannya. Daripada anda mengulang hafalan satu juz dalam satu jam, mengapa anda tidak mengulangnya dua juz dalam satu jam? Ini dilakukan dalam rangka agar tidak ada tempat bagi syetan masuk ke dalam aktifitas menghafal anda itu yang membuat anda merasa kesempitan waktu. Karenanya, tinggalkanlah bacaan yang lambat dan fokus pada lagu setelah anda selesai memurojaah.


8- Berkah.

Hal yang paling menyedihkan pada sebagian besar umat Islam saat ini adalah selalu memandang segala hal dengan kaca mata materi. Anda bisa saksikan sendiri sebagian mereka membuat ‘itung-itungan’ jam bahkan detik, tapi lupa bahwa di sana ada makna yang hilang dalam hidupnya. Malah makna tersebut merupakan rahasia tersampaikannya segala hal yang sungguh mulia, yaitu keberkahan dalam waktu, usia dan rejeki yang Allah karunikan kepada hamba-hamba-Nya yang shaleh. Mungkin anda pernah mendengar tentang beberapa riwayat yang hampir sampai pada derajat mutawatir tentang seseorang yang mengkhatamkan al-Qur’an dalam satu rakaat dan khatam 60 kali di bulan Ramadhan. Kaum muslimin sendiri dalam sejarah mereka, tidak mendapatkan pertolongan pada sebuah peperangan karena sebab jumlah atau kekuatan materi mereka. Akan tetapi karena sebab taufik dari Allah, keberkahan iman dan takwa.

Allah berfirman:
واتقوا الله ويعلمكم الله
Artinya: “Dan bertakwallah kepada Allah, niscaya Allah akan mengajarkan kalian…”(Qs al-Baqoroh: 282)

9- Rasa cinta adalah rahasia yang paling mulia.
Jadikanlah hubunganmu dengan al-Qur’an sebagai hubungan seorang pecinta yang kasmaran…
Hubungan cinta dan ikatan…rindu dan kangen
Rindu membacanya
Hatimu..mendahului kedua tanganmu
Mulutmu mendahului kedua matamu
Hingga Anda sampai –dengan izin Allah- kepada tujuanmu.

10- Waktu-waktu yang Utama.
Dalam tiap tahunnya ada waktu-waktu istimewa bagi kehidupan seorang muslim. Saat itu aktifitasnya akan diberi ganjaran berlipat ganda dan diliputi keberkahan di setiap nafasnya. Ia harus benar-benar memanfaatkannya sebaik mungkin. Jika ia memiliki hafalan al-Qur’an maka pahala tilawah al-Qur’annya akan dilipatgandakan oleh Allah swt. Waktu-waktu tersebut adalah bulan Ramadhan yang merupakan bulan al-Qur’an. Terlebih khususnya lagi ketika saat-saat I’tikfa tiba di masjid sehingga dirinya akan semakin rindu dengan al-Qur’an.

Demikian halnya dengan 10 hari terakhir bulan Zulhijjah dan sebelum shalat jum’at. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra ia berkata: Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Apabila hari jum’at tiba, maka pada setiap pintu-pintu masjid berdiri para malaikat. Mereka menuliskan siapa saja yang masuk ke dalamnya. Maka apabila imam sudah duduk di atas mimbar, maka mereka pun menutup lembaran-lembaran catatannya dan kemudian mendengarkan zikir.” (HR. Syaikhon)

11- Ikut Serta dalam Lomba.
Di antara daya rangsang terkuat untuk membangkitkan semangat adalah dengan cara bersaing (atau musabaqoh / kompetisi). Ini karena musabaqoh merupakan salah satu dari fitrah dari Allah swt pada jiwa manusia. oleh karena itu ikhlaskanlah niat karena-Nya, perbaharui ia di setiap waktu kemudian melangkahlah. Tapi hati-hati…!
Hati-hati dengan musabaqoh yang tidak sejalan dengan rencana anda menghafal al-Qur’an sehingga membuat jiwamu terpecah belah, baik secara hafalan ataupun muroja’ah. Sebaliknya apabila musabaqoh tersebut sejalan dengan rencana besar anda, mintalah pertolongan kepada Allah, kemudian majulah melangkah..!


12- Terakhir atau permulaan.
Seringkali seseorang yang ingin menghafal al-Qur’an dibuat bingung dengan pertanyaan-pertanyaan seperti, dari mana memulai hafalan. Dari akhir mushaf al-Qur’an di mana di sana banyak terdapat surat-surat pendek (jz Amma sampai Juz 27) atau dari awal (surat al-Baqoroh)?

Ketika ia diajak berpikir tentang hal itu, ia akan memberikan jawaban yang berbeda-beda. Sebenarnya masalahnya kepada pribadi yang bersangkutan dan kemampuannya. Karena setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri.

Memulai dari Awal: Sulit kemudian mudah
Ketika seseorang sudah bisa menghafal surat al-Baqoroh dan Ali Imron -misalnya- maka secara otomatis ia telah menghancurkan rintangan terbesar mental saat menghafal al-Qur’an dan memastikan bahwa dirinya mampu menghafal dan akan mudah melewati surat-surat yang lainnya.

Memulai dari Akhir: Mudah kemudian Sulit
Ketika seseorang hendak memulai menghafal surat-surat pendek dari juz-juznya maka ia akan mudah menghafalkannya, karena kependekan ayat-ayat-Nya dan sering dibaca dalam shalat berjamaah. Ia akan mengatasi bagian besar dalam menghafal. Dengannya ia memiliki nyali besar untuk melanjutkan surat-surat berikutnya.



Semoga bermanfaat.


(Hidayatullah, Lc al-Hafizh / Ketua Lbbq Sohibul Qur'an Jakarta)
Share this article :

Posting Komentar

 
Tentang Kami | Kontak Kami | Privacy policy | Term of use | Ingin Berdonasi? | Site map
Copyright Ruqun STAN© 2015. Rumah Qur'an STAN . All Rights Reserved.
Design Template by klik di sini |