Kabar Terbaru »
Bagikan kepada teman!

Profil Asrama Rumah Quran STAN 2019-2020

Penulis : rumah quran stan on Minggu, 16 Juni 2019 | 07.15.00

Minggu, 16 Juni 2019


Inilah artikel yang ditunggu-tunggu calon santri Rumah Quran STAN 2019-2020. Yaitu, profil asrama, yang tentunya jauh lebih update daripada artikel sebelumnya satu tahun yang lalu (artikelnya disini). Nah, pada artikel kali ini, rumahnya jauh lebih banyak dan beragam. Akan tetapi, artikel ini akan diupdate dalam kurun waktu kurang dari sebulan ke depan (akhir Juni 2019) karena perlu melihat hasil tinjau langsung rumah sewa yang akan disepakati dalam kurun waktu tersebut. Selain itu, artikel ini akan dimunculkan dan diupdate lagi pada registrasi gelombang kedua yang akan berlangsung di bulan Juli atau Agustus 2019.

komentar | | Baca...

Tahu Susur, Tahu Petis, dan Tahu Isi Mozarella


Shalat Sunnah yang diisi dengan ayat-Quran hafalan kita ibarat tahu yang ada isinya. Maka, kami perkenalkan analogi tahu susur, tahu petis, dan tahu isi mozzarella berikut ini:

***

Tahu Susur
Tahu susur itu tahu dibelah dikit lalu diisi campuran kol, taoge, dan wortel. Tak lupa permukaan luar tahunya dilapisin tepung, lantas digoreng. Warga Ceger (Tangerang Selatan) menamakannya tahu isi tetapi tidak detail isinya apa. Best practice tahu susur di area Ceger ada di penjaja gorengan gerbang komplek PJMI. Kadang jelang buka puasa Ramadhan, antriannya mengular hingga 5-10 penunggu.
Kalau pecinta gorengan ditanya mana yang lebih nikmat, tahu susur lebih unggul daripada tahu kosongan. Selain karena ada isinya, paling tidak secuil sayuran di dalamnya menjadi penetralisir micin yang terlanjur berkuasa. Dan kolesterol yang melapisinya.

Hakikat tahu kosongan dan tahu susur ini ibarat sholat sunnah yang diisi dengan bacaan Qulhu, dibanding dengan yang diisi dengan hafalan Quran update kita.

Kalau bacaan Qulhunya sambil diniatkan mendapatkan keutamaan tautan ini (https://rumaysho.com/1093-9-waktu-dianjurkan-membaca-surat-al-ikhlas.html)  tentu tak mengapa. Tapi kalau setiap sholat sunnah qulhu melulu, sepertinya kok kurang adil bagi para penghafal Quran seperti kita yang memiliki tuntutan untuk menjaga hafalan sepanjang usia.

Sejatinya, santri Quran itu beroleh kenikmatan bersama Qur'an salah satunya tatkala mengamalkan sholat sunnahnya. Di sanalah, seolah mereka sedang menghampiri hafalan-hafalan Qurannya. Yang punya hafalan juz 30 misalnya, bisa membagi An-Naba menjadi 4 lalu menghampirinya di sholat Dhuha. Lalu siangnya ada sholat qabliyah dan bakdiyah zuhur dengan An-Naziat begitu seterusnya sampai hari itu kelar sepersekian juz. Besoknya lanjut lagi hafalan juz 30 dengan surat yang lain lagi, hingga beberapa hari kemudian mereka bertemu An-Naba kembali tuk yang kedua kali, hingga kesekian kalinya, diulang-ulang tanpa bosan.

Bila dioperasikan demikian, juz 30 tentu akan setia menemani kita dan teringat slalu melalui murajaah ala tahu susur ini. Selain hafalan juz 30 kita terjaga, tentunya setiap huruf nya dapat terucap lebih banyak daripada qulhu. Harapan nya 10 kali kebaikan per huruf nya juga tercatat di rekening pahala kita lebih banyak.

So... Kuy kita isi dengan susur, tahu-tahu yang siap kita santap setiap harinya.

***

Tahu Petis

Kalau Shalat Sunnah sekenanya, sekedarnya, yang penting dua rakaat, sehingga setelah salam shalat tersebut, kita callback: "tadi setelah al fatihah, baca surat apa ya" dan jawabannya adalah LUPAAA. Maka, perlu diupgrade shalat sunnah kita, perlu diisi tahu kosongan yang toppingnya pun masih kosongan, agar nikmatnya tahu lebih berasa dan jauh dari rasa hambar.
Nah, salah satu isi tahu yang cuup popular di daerah Jawa adalah petis. Petis itu salah satu olahan isi tahu selain susur yang tampak sederhana. Ia merupakan olahan kuahnya ikan atau udang yang kandungan airnya diminimalisir menjadi sewujud pasta. Maka tinggal dulit saja ke dalam irisan tahu, sudah dinamai tahu petis. Dan tahu yang loyo itu pun tidak perlu digoreng lagi setelah dipetisi. Sederhana...

Petis itu cerminan hafalan Quran kita yang kadarnya sudah mutqin mumtaz atau paling mentok mutqin jayyid jiddan alias hafal di luar kepala. Para aktivis dakwah seharusnya memasukkan surat adh dhuha sd annas dalam kategori ini. Aneh bila surat-surat seperti ini masih perlu murajaah setiap kali hendak diperformkan menjadi imam shalat jahr.

Kalau santri Quran mah, seharusnya standar nya juz 30 masuk kategori mutqin mumtaz ini. Nah tantangan adalah bagaimana menambah cakupan mutqin mumtaz ini ke juz-juz lain selain 30.

Yaaa, begitu lah petis. Nikmat, sedap, sederhana, tidak perlu digoreng (di murajaah), dan yang jelas terjadwal agar seluruh surat yg kita hafal secara mutqin mumtaz tadi dpt secara adil dilafalkan di dalam shalat-shalat sunnah sebagai bentuk murajaah sekaligus makin menambah tabungan hurf yang dikonversikan menjadi 10x wujud kebaikan. Aamiin...

***

Tahu Isi Mozarella

Masuk ke pasar tradisional Jawa, seharusnya lebih mudah mencari petis daripada mozzarella. Berkeliling kuliner di jejalanan Semarang misalnya, jauh lebih mudah mencari penjaja tahu petis daripada tahu mozzarella. Karena petis sudah biasa, sedangkan mozzarella terdengar asing dan spesial. Biasanya kalau mozzarella jadi toppingnya ayam geprek atau martabak, harga produknya langsung melejit, jauh daripada apabila toppingnya hanya saus atau wijen. Hm... Spesial...

Maka, ibarat Mozarella ini, Shalat Sunnah menggunakan hafalan yang baru beberapa bulan dihafal, jatuhnya lebih spesial daripada hafalan mutqin mumtaz ala petis tapi itu-itu saja. Why? Karena effort untuk meraih Mozarellanya jauh lebih berat. Kadang perlu screening Mushaf terlebih dahulu sebelum shalat, kadang pas shalat hafalannya macet dan perlu berpikir keras untuk menemukan sambungan ayat. Kadang intip-intip buka Mushaf yang dikantongi di baju koko. Kadang macet total dan stop di tengah ayat kayak anak hilang, lalu tiba-tiba pindah ke Qulhu (ini tipe penghafal yang mudah menyerah dan cari aman).

Maka, demi menyempurnakan marketing tahu isi mozzarella ini, lokasi gerainya perlu dicari yang sesuai. Di sekitaran komplek elite, sewa gerai di mall atau food court, itu biasanya lebih pas daripada gerai di pinggir kali, area padat penduduk, atau malah bawah jembatan. Hm...  Seolah-olah hal ini seperti pemuliaan terhadap mozzarella. Haha.

Sama... Kita pun akan perlu menghindari lokasi shalat sunnah dengan hafalan baru ini di mesjid dan lebih memilih di rumah atau area yang jauh dari jama'ah lain. Ini semua demi kenyamanan dan keberlangsungan niat optimal, demi keutamaan shalat sunnah secara syariat (di rumah bukan di masjid), dan demi konsentrasi hafalan baru kita.

Mozarella memang spesial. Tantangan nya adalah bagaimana Mozarella ini cepat atau lambat turun kasta menjadi selevel petis, yakni ketika bacaan surat update hafalan kemarin yang tanpa screening di muka tadi, ketika shalat sunnah justru dilakukan tanpa beban, tanpa macet, tanpa kawatir loncat ke ayat lain, dan yang jelas tanpa kawatir disahutin jama'ah (yang biasanya langsung bikin keder). Itu artinya, kita perlu membuat Mozarella-mozarella baru (alias hafalan-hafalan baru lagi).

Karena sejati nya kita penghafal Quran itu pengennya adil sama ayat-ayat Qur'an, bersemangat meraih keutamaan menjadi keluarga Allah, bertekad slalu murajaah sampai maut menjemput. Maka, perlu juga kita bikin level dalam Shalat Sunnah. Ada yang sekaliber petis, ada yang serumit Mozarella. Ada pula yang dulunya mozzarella, lalu berubah level menjadi petis. Ada pula mozzarella yang baru lagi. Hehe...

πŸ”₯ Semoga bermanfaat
πŸ”₯ Allahummarhmanaa bil Qur'aan
πŸ”₯ Allahummaj'alnaa wa ahlinaa min ahlil Qur'aan


πŸ“– Rumah Quran STAN πŸ“–
======================
πŸ‘₯ Fb: Rumah Quran STAN
🌐 Web: rumahquranstan.com
πŸ“· IG : stanruqun_
komentar | | Baca...

Sepinya Ramadhan di RQ STAN

Penulis : rumah quran stan on Rabu, 12 Juni 2019 | 16.59.00

Rabu, 12 Juni 2019


Ramadhan di RQ STAN sepi???

Ya, begitulah. RQ STAN tidak banyak membuka kegiatan di momen Ramadhan. Karena RQ STAN hanya memaksimalkan fokusnya pada kegiatan internal yang bersifat rutin, apalagi kalau bukan: kejar setoran hafalan dan murajaah. Selain karena Ramadhan merupakan bulan Al-Quran, juga dikarenakan kegiatan dakwah kampus sudah terlampau banyak, padat merayap, menyedot energy, terutama bagi santri RQ.

Hanya sedikit kegiatan RQ yang gencar di bulan Ramadhan. Itu pun tidak bersifat rutin pekanan, melainkan fully incidental. Selain itu, beberapa kegiatan tidak melibatkan santri, hanya manajemen saja, nah lho. Berikut rinciannya:

1. Wisuda RQ Daarut Tarbiyah
Alhamdulillah, wisuda RQ Daarut Tarbiyah digelar pada Sabtu, 18 Mei 2019. Khusus tahun ini, wisuda RQ Pusat tersebut dapat diikuti oleh santri minimal berhafalan 5 juz, berbeda pada tahun lalu yang standar minimalnya 3 juz. Hal ini menjadi motivasi tersendiri bagi santri RQ STAN, agar dapat mencapai jumlah hafalan tersebut pada tahun-tahun selanjutnya.

Pada mulanya santri RQ STAN yang terjadwal wisuda ada 8-9 santri RQ STAN. Seiring dengan berjalannya waktu, beberapa santri gagal mencapai target dan berencana wisuda tahun depannya lagi (dengan 6-8 juz), sehingga menjadi 3 santri yang wisuda tahun ini: 
  1. Yuliana Fitri: 5 juz
  2. M. Rizali Hadi: 5 juz
  3. Khoirun Rizal Khatami: 5 juz
Itupun, ketiga santri gagal diwisuda lantaran Sabtu, 18 Mei 2019, ke-3 nya ada jadwal tugas dan kuliah di PKN STAN. Sebagai informasi, dalam 3 tahun terakhir, beberapa santri RQ STAN memang gagal diwisuda karena hal yang lebih prioritas ini.

Berikut adalah berita terkait penyelenggaraan wisuda Rumah Quran Daarut Tarbiyah:




2. Pengukuhan Imam Tarawih
Masjid kampus Baitul Maal dan Mushola Istiqomah adalah 2 lokasi tarawih yang 30% lebih imam tarawihnya dari santri RQ STAN. Hal ini sejalan dengan salah satu tujuan RQ STAN untuk menebarkan kebermanfaatan santri di lingkungan masyarakat sekitar. Lebih dari 10 santri ikhwan ditugaskan untuk imam tarawih tersebut.

Jadwal Imam Muhsola Istiqomah disusupi 11 santri RQ

Jadwal imam MBM powered by 10 santri RQ (beberapa terjadwal lebih dari 1 kali imam)
Guna mendukung 2 penjadwalan tersebut, RQ STAN telah menyelenggarakan kegiatan sharing fiqih menjadi imam pada tanggal 5 Mei 2019 (sehari sebelum memasuki bulan Ramadhan) serta membuat grup WhatsApp sebagai CoP (community of practice) dalam menjadi imam. 

3. Pendataan Santri Existing - Transition over-Season


Season RQ STAN 2018-2019 hendak kukut di pertengahan Juli 2019. Untuk itu, RQ STAN merelease form santri lama/existing terkait keberlanjutan mereka di RQ STAN, apakah memilih lanjut ke season 2019-2020 atau berhenti. Dari hasil form tersebut, santri lulus PKN STAN tentu saja sudah tidak dapat melanjutkan ke season berikutnya, kecuali beberapa bulan saja sambil menunggu pemberkasan dan penempatan definitive yang jadwalnya given dari PKN STAN dan kantor alumni nantinya (termasuk on-the-job-training/OJT/magang, prajab/latsar, dan diklat-diklat lainnya). 

Selain santri lulus, mayoritas santri memilih lanjut, sedangkan kurang dari 8 santri memilih berhenti, dengan alasan beraneka-ragam. Kesamaan bagi santri yang memilih berhenti ini, mereka memiliki rekap kehadiran di bawah standar. Hal ini menjadi evaluasi bagi manajemen, mengingat dikhawatirkan motivasi mereka menurun setelah mengikuti program RQ dan dimungkinkan karena pencapaian hafalan mereka memang masih di bawah target. 

Hal ini juga menjadi awareness bagi santri baru, bila ingin mengikuti program RQ STAN harus berani memacu diri untuk tilawah dan hafalan lebih dari standar normal, karena menjadi santri RQ STAN bukan sekedar untuk bisa baca Quran saja, tetapi mereka adalah yang siap menjalin intensitas berlebih bersama Quran (siap tilawah 3 juz per hari dan hafal 3 juz per tahun).

Setelah form ini diisi, maka manajemen RQ STAN siap menggelar registrasi santri baru, mengingat jumlah kuota RQ STAN season 2019-2020 telah dikantongi.

4. Registrasi Santri Baru Tahap 1.0 RQ STAN


Hasil dari registrasi ini: MENCENGANGKAN...

Bagaimana tidak? Dari Jumat 17 Mei 2019 bakda Ashar s.d. Ahad 19 Mei 2019 pkl 24.00 (kurang dari 3 hari), jumlah pendaftar RQ STAN mencapai 82 calon santri. Namun, setelah dikurangi dengan pendaftar yang double ketika memasukkan registrasi, juga dari pendaftar yang tidak mengirimkan rekaman tilawah pada waktu yang ditentukan, maka jumlah keseluruhan pendaftar menjadi 60, dengan rincian sebagai berikut:
  1. Ikhwan: 19 (calon santri tetap: 8 , calon santri PP: 11 )
  2. Akhwat: 41 (calon santri tetap: 24 , calon santri PP: 17 )
Jumlah ini terus berkurang mengingat ada penugasan khusus bagi calon santri hingga datangnya hari wawancara. Semoga prosedur ini makin memfilter calon-calon yang berani menerima tantangan untuk memfokuskan energi lebih banyak untuk bersama Qur'an.

5. Penugasan dan Instruksi Khusus Santri RQ STAN untuk Optimalisasi Libuan Ramadhan-Syawal 1440 H

Penugasan yang diberikan adalah sebagai berikut:

Panen Ketaatan

Untuk menjaga ritme, berikut penugasan manajemen RQ STAN selama liburan (baik Ramadhan maupun Syawal) dalam rangka memanen ketaatan qt kpd Allah:
  1. Menjaga tilawah Quran minimal 1 juz perhari 😎
  2. Memurajaah hafalan di dalam shalat sunnah,  yang bila diAkumulasikan menjadi 1 juz per hari. Bila shalat sunnah seharian belum 1 juz, berarti rakaat nya perlu ditambah. Atau bisa jg shalat sunnah mutlaq.
  3. Sempat kan dalam 4 hari Ramadhan ini, sedikitnya 1 kali melakukan QL 8 rakaat yang diisi hafalan total 1 juz di masjid/sambil iktikaf (boleh tanpa Mushaf, boleh juga ngintip Mushaf ketika macet). Waktu yg dibutuhkan biasanya 1 jam. Nikmati hafalan antum😊
  4. Maksimalisasi menggapai target hafalan dengan menambah hafalan, karena akan diuji kan pada pekan-pekan pertama bulan Juli. 😱
  5. Mohon Ridho ortu utk bs mengeksekusi 3 poin diatas sekaligus izin ortu agar dpt mengisi hari2 di masjid dgn i'tikaf: memperbanyak dzikir,  interaksi dgn Quran, berdoa dan memohon ampun atas dosa2 kepada Allah.
Demikian. Semoga ritme qt terjaga. Dari Ramadhan menuju pribadi yg Muttaqin, serta lebih baik dari sebelumnya. 

Adapun instruksi khusus jelang akhir Ramadhan adalah sebagai berikut:

Instruksi Khusus Santri RQ STAN
  1. Ampunan Allah janjikan bagi mereka yang shiyam dan qiyam, "Ghufiralahuu maa taqaddama min dzambik." Syaratnya iman wahtisaban: dgn iman dan mengharap pahala Allah.
  2. Ahlul Quran memiliki potensi dosa besar sebagaimana hadits Riwayat Muslim dgn penggalan," Dihadapkan seseorang yg alim/berilmu dan qori'/pembaca Quran lalu bersaksi terhadap amalnya tersebut. Namun, Allah berkata: kadzabta... Engkau Bohong. Engkau mencari ilmu agar disebut Alim, membaca Quran agar disebut qori', dan Engkau telah mendapatkannya." Maka kemudian diseretlah ia ke neraka.
  3. Untuk itu, marilah kita fokus memohon ampun kepada Allah atas amal kita selama ini sebagai santri RQ STAN, sebagai penghafal Quran, sebagai muwajjih/pengajar Quran.
  4. Mari kita luruskan niat selagi kita masih bisa meluruskannya di dunia. Dan memohon ampun kepada Allah.
  5. Perbanyak lafazh doa: Allahummaa innaka afuwwun karim, tuhibbul afwaa fa'fu 'annaa yaa Kariim.
  6. Memohon Allah agar Ramadhan ini impactful: meninggalkan jejak semangat totalitas dalam berinteraksi dgn Qur'an selepas Ramadhan. Dengan impact yang lebih powerful daripada Ramadhan2 sebelumnya.  Salah satu contohnya: agar kita bisa menghafal sekaligus menjaga ayat Qur'an lebih banyak daripada sebelum Ramadhan ini. Agar Allah lebih berkahi waktu2 kita.



πŸ”₯ Semoga bermanfaat
πŸ”₯ Allahummarhmanaa bil Qur'aan

πŸ”₯ Allahummaj'alnaa wa ahlinaa min ahlil Qur'aan



πŸ“– Rumah Quran STAN πŸ“–


======================
πŸ‘₯ Fb: Rumah Quran STAN
🌐 Web: rumahquranstan.com
πŸ“· IG : stanruqun_

komentar | | Baca...

Keriuhan yang Terlewat (Maret - Awal Mei 2019)

Penulis : rumah quran stan on Sabtu, 01 Juni 2019 | 22.01.00

Sabtu, 01 Juni 2019

Rihlah RQ seIndonesia, 7 Maret 2019 
Banyak yang terlewat dari agenda RQ STAN untuk dilaporkan di website ini. Namun, semoga dalam setiap malam-malam romantis kita bersama Allah di asyrul awakhir Ramadhan 1440 H ini, tak boleh ada kata terlewat. Tak boleh ada yang tertidur, terkenyangkan, apalagi teralihkan fokus kita. Tak ada teman yang lebih setia di momen pengakhiran Ramadhan ini, selain Al-Qur'an dan masjid. 

Allahummaa innaka afuwwun tuhibbul afwaa fa' fu'annaa...

Kembali ke apa-apa yang terlewat di website ini, berikut rinciannya:

1. Rihlah
Rihlah RQ STAN tahun lalu ke Ragunan. Adapun tahun ini, manajemen RQ STAN meluaskan cakupan rihlah dengan mengikut agenda RQ Pusat Daarut Tarbiyah, tertanggal 7 Maret 2019 (tanggal merah), bertempat di Agrowisata Gunung Mas, Puncak. Melalui pertimbangan resource dan waktu yang dimiliki RQ STAN, maka rihlah bersama RQ Pusat dirasa akan lebih efektif, efisien, serta memberikan impact yang maksimal. Apalagi, ukhuwah bersama RQ Pusat perlu makin dijalin mengingat RQ STAN merupakan RQ cabang yang cukup jauh dari pusat. Berikut foto-foto rihlah:











2. Re-manage Santri Sosial RQ STAN
Pada awalnya, terdapat 19 santri sosial RQ STAN. Jumlah ini terbanyak sejak dicanangkan sebelumnya. Ternyata setelah disisir ulang, jumlah santri yang layak dibantu ada 23, mempertimbangkan perilaku konsumsi, pertimbangan sesama santri, hingga pengajuan surat keterangan tidak mampu dengan beberapa lampiran. Akhirnya, jumlah 23 santri ini sejak Maret 2019 dibantu oleh dana sosial RQ STAN (bertambah 4 santri).

Pada awal ditambahkannya jumlah santri sosial ini, manajemen sempat ragu. Akankah dana sosial menyedot dana operasional RQ STAN? Namun, bi idznillah, ketika kami mensharingkan ke grup alumni santri RQ STAN yang sudah bekerja, banyak donator mendaftarkan diri sebagai kakak asuh. Alhasil, keseluruhan dari 23 santri tersebut sudah memiliki kakak sejak Maret 2019, dengan nominal bantuan yang berbeda-beda (minimal 400.000 per bulan per santri). 

Semoga dengan pengelolaan yang lebih baik ini, banyak mahasiswa kurang mampu dapat dibantu dari sisi ekonomi, juga dari sisi spiritual sekaligus. Kelak, mereka adalah calon donator untuk santri social berikutnya, in syaa Allah. Sembari memberikan perform terbaik di negeri ini dengan hidup penuh berkah bersama Al-Quran.

3. Dauroh untuk Musyrif RQ STAN
Telah diikutkan musyrif-musyrif RQ STAN dalam dauroh Quran. Walaupun belum dapat seluruh musyrif berkontribusi, namun tetap dimunculkan agenda bertajuk knowledge sharing agar semangat yang hadir dalam dauroh tersebut dapat dibagi kepada sesama musyrif. Dan tentunya, agar kapasitas musyrif dalam menghandel santri RQ dapat meningkat seiring dengan kebutuhan continuous improvement organisasi. Dua dauroh tersebut adalah:
  1. Dauroh Quran Nasional  1-3 Maret 2019 di Masjid Al-Hikmah Mampang Jaksel, ditugaskan ustadz Sugeng Purwanto dan ustadzah Anis Purwanti;
  2. Dauroh Mukhayyam Quran Banten 15-17 Maret 2019 di Lebak, Banten, ditugaskan perwakilan manajemen RQ STAN.

4. Kajian Khusus RQ
RQ STAN kalau bikin kegiatan, sering mengundang pihak eksternal, atau paling tidak close-recruitment untuk yang sudah bagus tahsinnya saja (contoh: Tahfidz Camp atau Mabit Akhir Tahun). Nah, kali ini, kajian khusus ditujukan untuk santri saja, lebih close, lebih merajut ukhuwah, lebih menguatkan, lebih memberi terasa impactnya, lebih memberi efek positif. Berikut realisasi kajian khusus di sekitar bulan April 2019:
  1. Kajian Khusus Akhwat: Tauhid kepada Allah, pada Ahad malam 17 Maret 2019, bertempat di Asrama RQ ANNUR Akhwat (kediaman Pak Suwardi, lantai 2);
  2. Kajian Khusus Akhwat: Tips Menghafal Menyenangkan, pada Ahad malam 21 April 2019, bertempat di Asrama RQ Ceger;
  3. Kajian dan Mabit Khusus Ikhwan: Sharing Sahabat Karib (Komunitas Anti Riba, Blora), pada Jumat-Sabtu, 26-27 April 2019, bertempat di Masjid An-Nur;
  4. Kajian dan Mabit Khusus Ikhwan: Workshop Maqamat Murattal + Sharing Persiapan Imam Tarawih, pada Sabtu-Ahad, 4-5 Mei 2019, bertempat di Masjid An-Nur.



πŸ”₯ Semoga bermanfaat
πŸ”₯ Allahummarhmanaa bil Qur'aan
πŸ”₯ Allahummaj'alnaa wa ahlinaa min ahlil Qur'aan

πŸ“– Rumah Quran STAN πŸ“–
======================
πŸ‘₯ Fb: Rumah Quran STAN
🌐 Web: rumahquranstan.com
πŸ“· IG : stanruqun_
komentar | | Baca...

Bekal MQB (6) - Taujih 3

Penulis : rumah quran stan on Sabtu, 06 April 2019 | 00.54.00

Sabtu, 06 April 2019

Ustadz KH. Mulhat Ali Nuh, MA.
Tema: Tadabbur Quran
Beliau adalah mudhir tahfizh Fajrul Karim, Cinangka, Banten
komentar | | Baca...

Bekal MQB (5) - Taujih 2

Penulis : rumah quran stan on Kamis, 04 April 2019 | 16.49.00

Kamis, 04 April 2019

Ustadz KH. Samson Rahman, MA.
Tema: Fiqhut Tamkin (Fikih Kemenangan)
Beliau adalah mudhir tahfizh Al Qudwah, Lebak Banten

komentar | | Baca...

Bekal MQB (4) - Kuliah Subuh 2

Penulis : rumah quran stan on Sabtu, 30 Maret 2019 | 06.16.00

Sabtu, 30 Maret 2019

Ustadz Riyadhus Shalihin, S.Sos, Al-Hafizh

Pasca-QL dan Subuh hari ketiga: 17 Maret 2019

Beliau adalah mudhir Markaz Quran. 

komentar | | Baca...

Bekal MQB (3) - Kuliah Subuh 1

Penulis : rumah quran stan on Sabtu, 23 Maret 2019 | 09.24.00

Sabtu, 23 Maret 2019

Ustadz Riyadhus Shalihin, S.Sos, Al-Hafizh
Pasca-QL dan Subuh hari kedua: 16 Maret 2019
Beliau adalah mudhir Markaz Quran. 

komentar | | Baca...
 
Tentang Kami | Kontak Kami | Privacy policy | Term of use | Ingin Berdonasi? | Site map
Copyright Ruqun STAN© 2015. Rumah Qur'an STAN . All Rights Reserved.
Design Template by klik di sini |