Kabar Terbaru »
Bagikan kepada teman!

🤜 Optimalkan Hari Terakhir 🤛

Penulis : Ruqun Stan on Rabu, 13 Juni 2018 | 14.19.00

Rabu, 13 Juni 2018


✅Telah terkibar spanduk-spanduk Selamat idul fitri
✅Telah terobral diskon besar lebaran di mal-mal dan toko-toko online
✅Telah tersiap ucapan-ucapan Selamat lebaran mulai dari kartu kiriman hingga post-chat ke media sosial
✅Telah tertukar uang pecahan baru sebagai tanda cinta tuk anak-anak kerabat berikut amplop lucu-lucunya
✅Telah terbelanjakan Baju-baju baru, juga nastar dan putri salju, yang tersedia di meja tamu

😔 Tapi... 😔
😯 Sadarilah... 😯


🤜Ramadhan masih menyisakan satu hari,
🤜Jangan sampai kita ramaikan iktikaf di 8 hari terakhir, tapi lalai di hari ke-9 nya
🤜Jangan sampai kita penuhi tilawah berjuz juz di 8 hari terakhir, tapi penuhi hari ke-9 dengan berjus-jus alpokat sirsak mangga dan sebagainya
🤜Jangan sampai lantaran sudah merasa menangkap lailatul qadr, kemudian kita kesampingkan ikhtiar di malam terakhir,
🤜Jangan sampai bola yang sudah nyata di depan gawang, tiba-tiba kita salah tendang malah keluar lapangan - jangan sampai ampunan yang sudah nyata akan Allah berikan, ditarik kembali karena jomplang di hari terakhirnya
🤜Jangan sampai kalah cerdas daripada kuda pacu, yang slalu memacu kecepatan maksimal dan menghabiskan energinya tepat menjelang garis finish (nasehat Ibnul Jauzi)
🤜Jangan sampai tolok ukur Ramadhan kita justru di awalnya, padahal seharusnya lebih tepat di akhirnya walaupun berkekurangan di awalnya (nasehat Ibnu Taimiyah)
🤜Tanda diterima nya amal kebaikan adalah berlanjutnya amal kebaikan di waktu berikutnya (nasehat Imam Hasan Al Bashri) -  Tanda diterima nya amal Ramadhan bisa jadi adalah mengalirnya amal amal kita di bulan syawal dzulqodah begitu seterusnya

🤫 Tidak Ada Jaminan 🤫

😰Tak ada jaminan, bahwa kita sudah mendapatkan ampunan lantaran telah melewati 28 hari Ramadhan,
😰Tak ada jaminan, bahwa sudah diangkat amal-amal Ramadhan kita hingga terbayarkan zakat fithri kita,
😰Tak ada jaminan, bahwa Ramadhan ini akan berlanjut hingga Ramadhan depan -  bisa jadi akan ada kiamat kecil berupa kematian kita, atau kiamat besar sebelum Ramadhan tahun depan?

👉 Maka,

👉 Jangan kasih kendor di hari terakhir
👉 Tetap penuhi hak seluruh hari terakhir dengan ibadah seoptimal mungkin
👉 Tetap iktikaf, tilawah, memohon ampunan dan maaf dari Allah,
👉 Tetap memohon agar Usia kita disampaikan di ramadhan berikutnya,

😭Ya Allah kabulkan doa-doa baik kami. Aamiin

Allahummarhamnaa bil Qur'aan...
Allahummaa innaka afuwwun tuhibbul afwa fa'fu 'anna - Yaa Kariim...
komentar | | Baca...

Ayat-ayat Mudik (Bagian 1)

Penulis : Ruqun Stan on Senin, 11 Juni 2018 | 18.08.00

Senin, 11 Juni 2018

Judul ini tidak sedang ingin menandingi film fenomenal Ayat-ayat Cinta. Judul ini sekedar ingin membuat kita memahami betapa banyak hikmah yang bisa dituai selama kita berproses mudik. Ayat kuncinya ada disini:

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka." (QS. Ali Imran: 190-191)

Ayat ini memiliki nilai historical bagi saya. Terlebih kalau masuk bulan Ramadhan. Maklum, generasi 80-an mengenal ayat ini dari sinema Ramadhan di tahun 2000-an berjudul Lorong Waktu. Tiap kali film ini tayang, ayat ini dibacakan sebelum lagu pembukanya. Masya-Allah. Apalagi isi filmnya yang bergenre Science Fiction, film tentang mesin waktu yang mengenalkan kita akan kisah-kisah hikmah dan perjuangan.

Ayat ini juga memiliki kenangan bagi saya saat pertama kali naik pesawat. Melihat awan putih bersih bak kapas-kapas terbang, lalu bumi dengan panorama rerumahan, jejalanan, dan sesawahan yang kian mengecil, aduhai indah nian bila sambil dibacakan ayat ini. Saya mengistilahkannya dengan: ayat kauniah yang berfusion dengan ayat qouliyah. Menjadi sarana perenungan yang powerfull menghenyakkan hati. Apalagi tatkala merenungi doa terakhir ayat ini, “Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini semua (gugusan awan, bumi, dan langit) dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka.” Sungguh, membuat mbrebes mili bila hati sedang dalam posisi defaultnya.

Lalu, Apa Hubungan antara Ayat ini dengan Mudik?

Mudik bisa dilalui via darat laut dan udara. Hm… melalui tadabur hati, ayat ini bisa membuat perenungnya merasa mak jleb. Mak jleb yang dimaksud bisa kita maknai dengan “alaa bidzikrillaahi tathma innal quluub: hanya dengan mengingat Allah, hati kita menjadi tenang (QS Ar Ra'du 28).

Jika hati si perenungnya belum pada posisi default, melainkan: uring-uringan, emosi, tak enak hati, hingga teramalkan: terobos sana terobos sini, kurang beradab selama berkendara mudik, hm… agak sulit membumikan tadabur ayat ini ke dalam hati. Itu kalau kita sebagai pribadi yang aktif mengendalikan kendaraan kita.

Jika hati si perenungnya legowo, baik sebagai pengemudi atau sebagai penumpang yang baik, insyaAllah sambil merem-merem, seperti ada lelehan es ke dalam hati, sejuk segar. Memahami bahwa tak ada yang sia-sia dari penciptaan dan takdir Allah. Semua ada hikmahnya. Alangkah indah dan penuh berkah, bila sedang macet total, ternyata seisi kendaraan malah senyum ceria karena kabar gembira ini. Aneh memang.

Emang, Seberapa Dalam Makna Ayat ini Membersamai Kita Saat Mudik?


Bayangkan kita sedang perjalanan mudik. Tidak bisa dinyana, bahwa tiap mudik pemandangan yang terhampar adalah ciptaan Allah. Yang di udara, memandang langit dan bumi lebih luas. Yang di laut, memandang laut dan langit seperti saling bercermin. Yang di darat, memandang sawah, jalan, mobil berlalu lalang, dan interaksi orang-orang. Semuanya adalah ciptaan Allah. Maka, pas dengan permulaan ayat ini, “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi…”. Ibnu Katsir meliputkan makna kalimat ini sebagai: tanda-tanda kekuasaan-Nya pada ciptaan-Nya yang dapat dijangkau indera, seperti: bintang, darat, laut, pegunungan, pepohonan, dan lain-lain.

“Dan silih bergantinya malam dan siang…” Ada kalanya prosesi mudik melewati masa siang ke malam dan juga sebaliknya. Semua ini adalah ketetapan Allah yang menjadi tanda-tanda (kode-kode) bagi ulul albab, yakni orang-orang yang berakal. Dijelaskan Ibnu Katsir, mereka adalah orang-orang yang bersih dan sempurna akalnya, mengetahui hakikat banyak hal secara jelas dan nyata. Semoga Allah golongkan para pemudik seperti kita sebagai ulul albab, yang di ayat selanjutnya dijelaskan: mereka punya kebiasaan mengingat Allah dalam keadaan berdiri, duduk, maupun berbaring. Pada posisi apa saja mereka mengingat Allah. Tidak cukup disitu, mereka juga memikirkan yakni berusaha memahami apa yang terdapat di antara langit dan bumi, sehingga hati mereka mampu menampakkan keagungan Allah berikut kekuasaan-Nya, keluasan ilmu-Nya, hikmah dan rahmat-Nya.

Mari saksamai andai kita menjadi pemudik seperti Syaikh Abu Sulaiman Ad-Darani, “Sesungguhnya aku keluar dari rumahku, lalu setiap yang aku lihat merupakan nikmat Allah dan ada pelajaran bagi diriku.” Masya-Allah, tak ada yang tersia…

Dari kegiatan dzikr dan fikr selama prosesi mudik inilah, lisan kita memunculkan pemahaman sekaligus doa, yang ditafsirkan Ibnu Katsir berikut ini:

“Ya Rabb, Engkau tidak menciptakan semua ini dengan sia-sia, melainkan dengan penuh kebenaran, agar Engkau berikan balasan kepada orang-orang yang beramal buruk atas apa yang mereka kerjakan, dan Engkau berikan balasan kepada orang-orang yang beramal baik dengan apa yang lebih baik, yaitu surga. Maha Suci Engkau ya Rabb, Tuhan yang jauh dari kekurangan, aib, dan kesia-siaan. Peliharalah kami, selamatkan kami dari siksa neraka.”

MasyaAllah. Indah sekali bila tiap perjalanan mudik, bahkan bila perlu tiap kita berkendara, jauh atau dekat sekalipun - kita bisa mengambil ibrah dari perjalanan kita, mengombinasikan aktivitas dzikr dan fikr untuk bisa menyimpulkan: betapa luas kekuasaan Allah, bahwa sejauh-jauh kita memikirkan hal tersebut, maka kita akan sampai kepada harapan agar kita terbebas dari neraka-Nya, agar Allah mengampuni dosa-dosa kita.

Semoga kita tidak termasuk dari bagian ayat ini:

“Dan banyak sekali tanda-tanda (kekuasaan Allah) di langit dan di bumi yang mereka melaluinya, sedang mereka berpaling daripadanya. Dan sebagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan yang lain)”
(QS Yusuf 105-106).

Allahummarhamnaa bil Qur'aan...
Allahummaa innaka afuwwun tuhibbul afwa fa'fu 'anna - Yaa Kariim...

Sumber: Kitab Tafsir Ibnu Katsir
komentar | | Baca...

Panen Raya Auto-Murajaah

Penulis : Ruqun Stan on Minggu, 10 Juni 2018 | 22.16.00

Minggu, 10 Juni 2018


Dalam tulisan sebelumnya berjudul auto-murajaah, kita bisa sederhanakan ia dengan istilah untuk murajaah hafalan di sembarang waktu, yang penting dalam satu hari itu, terselesaikan murojaah sesuai target: 1 juz misalnya. Contohnya: hafalan juz 30 kita, terbagi menjadi beberapa peletakan murajaah: ada yang dibaca ketika sholat sunnah, ada yang dilafalkan ketika berkendara, ketika naik bus, ketika jalan kaki, ketika menunggu antrean, ketika hadir waktu-waktu yang bisa diperduakan bersama Quran. Yang penting 1x24 jam, khatam terlafalkan 1 juz.

Auto-Murajaah sendiri sejatinya berfungsi untuk mengekspansi keberkahan urusan-urusan kita, menyemai ketentraman dalam hati, dan tentunya menjaga Al-Quran tetap di hati, agar tidak lari-lari. Kalau menggunakan bahasa ternak unta: agar ayat-ayat yang sudah kita hafal naik level dari “unta liar” menjadi “unta jinak”. Kalau sudah jinak, ia akan mudah dilafalkan kapan saja dimana saja. Tanpa perlu intip-intip mushaf.

Nah, ternyata auto-murojaah itu sebentuk proses, bukan hasil. Lho kok? Ya tentu saja. Karena selama kita mengagendakan auto-murojaah, kita boleh saja intip-intip mushaf, boleh saja macet dan nabrak-nabrak (asalkan dibetulkan dengan intip mushaf tadi), boleh saja sedih dan geleng-geleng kepala sendiri karena lompat dari surat satu ke surat yang lain -alias salah nyambung-. Karena toh, kita sambal intip mushaf. Hm… untuk auto-murojaah di sholat sunnah, barangkali bisa dikondisikan agar tidak sering intip mushaf, malah sebaiknya yang mutqin saja.

Bila auto-murojaah itu proses, lalu kapan hasilnya dipanen?

Jika auto-murojaah adalah agenda di bulan Ramadhan, maka panen raya nya ada di 10 hari terakhir. Di hari-hari penuh kenangan itu, kita yang biasanya pindah tidur ke masjid akan berusaha membersamai Al-Quran secara intens. Kalau masjid menggelar agenda Qiyamul Lail berjamaah, maka sesi baca Quran kita tentu saja nebeng ke imam. Nah, kalau sudah pulang kampung dan tak ada imam Qiyamul Lail, hm… tentu saja kita mengimami diri kita sendiri. Kalau QL baca Qul hu kok rasanya kurang marem. Maka, silakan panen raya di saat QL tersebut. Panen raya dengan segenap dan sesedikit hafalan yang kita punya.

Kalau automurajaah biasanya 1 juz dalam sehari dibagi-bagi terinjeksi ke dalam aktivitas-aktivitas kita, maka alangkah indah bila panen raya automurajaah adalah 1 juz sekali Qiyamul lail. Masya-Allah. Ini bukan lagi proses, ini adalah hasil dari pemutqinan hafalan selama automurajaah, dimana kita memaknai agenda ini sebagai memurojaah hafalan bersama Allah.

Sungguh, bagi kita yang rindu dengan Allah dan -Rasul yang menerima wahyu berupa Al-Quran-, memurajaah hafalan ketika Qiyamul lail dapat menguatkan hati. Membayangkan betapa berat ketika wahyu diturunkan kepada Nabi kita. Ketika kemudian kita baca di sepertiga malam terakhir, ada nikmat tiada tara yang menyesap dalam hati. Yakni ketika membaca ayat-ayat rahmat lalu kita meminta rahmat. Juga ketika membaca ayat-ayat adzab lalu kita meminta perlindungan. Ada tangis yang coba dilelehkan, ada sedih yang membekas, ada harap-harap cemas untuk mengiringinya dengan taubat dan perenungan. 

Inilah sebaik-baik panen hafalan. Semoga Allah mampukan kita memurajaah hafalan bersama Allah di dalam shalat-shalat malam kita. Terlebih di 10 hari terakhir Ramadhan ini.

Allahummarhamnaa bil Qur’an - Waj’hu lanaa hujjatan ya Rabb…
Allahumma innaka afuwwun tuhibbul ‘afwaa fa’fu’annaa
komentar | | Baca...

Output Ramadhan = Wishlist (???)

Ramadhan kan bulan berdoa, so seharusnya disinilah kita banyak-banyak berdoa, banyak-banyak menuliskan wishlist secara sistematis, kemudian dimintakan ke Allah di waktu-waktu maqbul doa, seperti waktu sahur, sebelum berbuka, dan sebagainya di bulan Ramadhan. Lho, tapi kok dari judul ini, wishlist jadi output Ramadhan ya? Bukankah malah jadi melewatkan momen maqbul doa di sayyidus syuhur Ramadhan?

Eits, wishlist yang dimaksud disini bukan daftar doa yang hendak dipanjatkan. Untuk memahaminya, coba kita mampir sejenak ke toko-toko online. Nah, disana biasanya ada satu tombol di pojokan berjudul wishlist, berisi tentang produk-produk yang kita ingini. Untuk menaruh suatu produk ke daftar wishlist ini, kita hanya perlu pilih produknya, lalu klik tanda hati, tanda like, atau tanda apapun yang menunjukkan kesukaan kita pada produk ini. Apa fungsinya? Sederhana saja: saat kita klik tanda hati, sejatinya kita belum butuh, atau bisa jadi masih bokek, atau belum mampu membeli produk tersebut. Nah, harapannya: saat kita butuh, sudah punya uang, atau ketika sudah mampu nanti, kita hanya perlu melihat daftar ini saja untuk membelinya, tidak perlu menjelajahi tombol searching. Nah, mudah dan praktis bukan. (kok malah jadi tutorial begini yak, wkwkwk).

Lalu, apa yang di Ramadhan mirip dengan istilah Wishlist ini?

Mari kita awali dengan renungan: berapa khataman telah kita lakukan selama Ramadhan ini. Dari sejumlah khataman itu, apakah kita bertemu dengan ayat-ayat yang menggembirakan, ayat-ayat yang menyedihkan, ayat-ayat yang inspiratif, ayat-ayat yang memukau hati? Ibarat memasuki toko online, apakah ada produk surat atau ayat yang ingin kita betikkan ke dalam hati? Ingin kita hafal dan murajaah bersamanya? Adakah tanda cinta kita berupa harapan untuk menghafalnya suatu saat nanti?

Masya-Allah…

Wishlist merupakan upaya kita yang belum mampu menghafal suatu surat/ayat sekarang di bulan Ramadhan (karena sibuk dengan kejar tilawah, kejar iktikaf, kejar lebaran, eh…), dengan cara memasukkannya ke dalam daftar keinginan agar bisa kita agendakan untuk menghafalnya di waktu-waktu kemudian, alias pasca-Ramadhan.

Karena sejatinya cinta terhadap Al-Quran muncul dan bergelora di bulan Ramadhan. Cinta itu membuat kita berkali-kali khatam. Cinta itu membuat waktu kita terprioritaskan untuk Al-Quran, bahkan kalau ada sisa-sisa waktu, pengennya bersama Al-Quran. Adakah cinta itu bisa diprospek di luar Ramadhan nanti? Adakah cinta itu mewujud menjadi tekad nyata untuk mempersatukannya ke dalam hati? Adakah ayat-ayat itu kita rindukan untuk menyemayaminya ke dalam hati? Lalu kita tunaikan cinta kita dengan memurajaahnya senantiasa? Oh, kalau sudah bicara murajaah, tak ada kata rugi. Ia adalah agenda abadi, sepanjang nafas, sepanjang jantung kita berdetak, sepanjang Allah kasih kita usia.

Maka…

Kalau kita bertemu surat terpanjang di Quran dengan keutamaan membuat lari syetan di rumah yang dibacakannya, masukkan ke dalam wishlist. Kalau kita bertemu surat yang mampu membawa cahaya di dua Jumat, masukkan ke dalam wishlist. Kalau kita bertemu surat yang berpotensi menyelamatkan kubur kita, masukkan ke dalam wishlist. Ada surat yang membuat Raja Najasy masuk Islam, indah nian surat itu, daftarkan ke dalam wishlist. Umar bin Khattab sampai masuk Islam mendengar surat ini, daftarkan ke dalam wishlist. Dan masih banyak lagi... Banyak sekali surat-surat hingga satuan ayat dalam Quran yang menginspirasi kita, memiliki nilai historical yang kuat dan keutamaan yang tinggi berdasarkan dalil syariat, tentu agar kita termotivasi untuk menghafalnya.

Maka…

Bila atas izin Allah nanti, ternyata kita menapaki Syawal dan bulan-bulan berikutnya, perhatikan wishlist tersebut, manakah yang kita prioritaskan dari Ramadhan ini ke Ramadhan berikutnya untuk kita hafal? Sehingga, tatkala kita masuk ke Ramadhan tahun depan (atas izin Allah), hafalan kita sudah bertambah 1, 2, 3 surat yang siap dimutqinkan secara optimal di bulan Ramadhan depan.
Oh, indahnya bila tiap Ramadhan yang kita masuki tiap tahunnya, ada hafalan yang bertambah. Ada sekumpulan juz dan surat yang dimurajaah, yang siap dibacakan dalam shalat-shalat malam kita (tanpa memegang mushaf). Itu adalah kenikmatan tiada tara bagi orang-orang yang mampu merengkuhnya. Semoga termasuk kita di antaranya.

Allahummarhamnaa bil Qur’an - Waj’hu lanaa hujjatan ya Rabb…
Allahumma innaka afuwwun tuhibbul ‘afwaa fa’fu’annaa - Yaa Kariim
komentar | | Baca...

Sepuluh Menit Terakhir

Kalau sudah masuk 10 menit terakhir, pertandingan sepak bola pasti menjadi lebih seru. Tim yang unggul berusaha mati-matian mempertahankan kemenangan. Sebaliknya, tim yang tertinggal berusaha mati-matian menjebol gawang lawan. Bahkan, dari pinggir lapangan, kedua pelatih jauh lebih emosional. Yang sedang unggul, paling suka marah-marahin defendernya. Yang sedang tertinggal, mengumbar bonus tinggi buat para penyerangnya agar segera mencetak gol.

Lalu bagaimana dengan kita? Kalau Ramadhan sudah masuk 10 hari terakhir?

🥅⚽🥅

Bayangkan diri kita satu dari 11 pemain yang sedang berjuang demi sekeping gol. Sekeping untuk mengungguli lawan. Sekeping yang dihargai oleh executive director tim bahwa ia setara dengan bonus jaminan hidup selama 83 tahun bagi satu tim. Demi meraih itu, seorang defender bisa jadi akan berani overlap ke depan. Demi sekeping itu, seorang penjaga gawang bisa jadi lupa pada gawangnya. Sekeping itu -atas doa-doa yang mereka lantunkan- diyakini akan terjadi di 10 menit terakhir. Sekeping itu diperjuangkan oleh satu tim sampai titik keringat penghabisan.

Keyakinan mereka akan terjadinya gol di salah satu menit di antara 10 menit terakhir itu sangat tinggi, sama seperti keyakinan bahwa lailatul qadar pasti akan terjadi di salah satu hari di antara 10 hari terakhir Ramadhan. Saking yakinnya, di awal 10 menit terakhir itu, sabuk dikencangkan, kemewahan disisihkan. Ibarat kacamata kuda, mereka lihat hanya gawang di depan dan berharap kerjasama apik di antara rekan seperjuangan.

Mereka tak lagi silau dengan jepretan fotografer untuk mengambil gaya keren mereka, tak silap dengan kue-kue lebaran dan kuliner kampung halaman di pinggir lapangan, tak peduli lagi dengan diskon, voucher, dan bonus-bonus yang mengalir lincah di sekitaran stadion, dimulai dari mall yang tampak nyata hingga toko online yang tak kasat mata. Semua aspek DUNIAWI itu telah tergadaikan nyata dengan aspek UKHRAWI, aspek ghaib yang visioner ke depan. Apakah itu? Iya, bonus jaminan hidup 83 tahun berpahalakan ampunan dan surga. Tak tampak di ujung mata memang, tapi menggetarkan hati untuk segera dicapai dengan gol-gol indah di 10 menit terakhir itu.

🥅⚽🥅

Maka, 10 menit itu pun dimulai dengan semangat juang total. Di menit 81, mereka hampir mengungguli lawan, namun gawang berhasil ditepis takdir Allah. Di menit 82, asa mereka berkurang. Namun area pertahananan tak boleh lengah sedikitpun. Pelatih tak lelah berteriak-teriak, tak sabar inginkan agar bola terkuasai optimal. Akhirnya di menit 83, penyerang lawan lengah mengamankan bola, lantas disabet secara kilat oleh bek kanan. Sang kapten berteriak lantang, Janji Allah ada di menit ke 83, janji dimana Ia telah kumpulkan hari Jumat, hari raya nya umat Islam - bertepatan  dengan menit ganjil ini. Mari kita sambut!

Semangat itu mengalir teroper ke seluruh pembuluh darah para pemain. Mereka bermain dengan liar, ganas, dan totalitas. Hingga gol pun terjadi di menit tersebut atas izin Allah. Lahir dari crossing indah pemain sayap. Tandukan kapten memasukkan bola ke gawang lawan, dengan doa andalannya, “ Allahummaa innaka afuwwun, tuhibbul afwaa fa’fu ‘annaa ” Selebrasi dilakukan dengan berdoa, “ Ya Allah maafkan kami, musnahkanlah catatan dosa kami! ” Bahkan, di saat selebrasi, ada pemain belakang yang ikut bertutur, “MasyaAllah, berkah ada di menit ke 23. Lihat tanda-tanda alam yang tampak ini.”

🥅⚽🥅

Sudah Cukupkah di Menit ke-23?

Tim yang unggul kini balik bertahan. Bola dicocor pemain lawan, zig-zag, tiki-taka, oper lambung, semua dicoba agar perlahan-lahan bola mencium gawang. Pertahanan tim pun dikuatkan. Namun, ada yang aneh. Pemain belakang kurang fokus. Merasa sudah menemukan menit keberkahan alias “Lailatul qodarnya” barusan, mereka tersilap oleh jepretan foto yang semakin sering. Mereka sedikit teralihkan. Kue lebaran menghiasi pandangan, begitu pula diskon besar-besaran, voucher jor-joran, bonus buka-bukaan. Hati mereka berujar, “Alangkah nikmatnya bila itu semua bisa kita nikmati seusai pertandingan”. Namun, petaka terjadi begitu cepat. Lawan mudah memanfaatkan kelengahan. Gawang terbobol oleh aksi kerjasama operan terobosan. Defender terlambat pulang, kiper tak sanggup mengamankan. Golll untuk tim lawan.

Apapun yang sudah terjadi, tim harus segera berbenah. Mereka terlalu lengah karena merasa sudah menemukan lailatul qadar di menit ke-23. Menit-menit selanjutnya malah berhasil dikuasai lawan. Apapun yang sudah terjadi, semangat tak boleh padam. Sang kapten mulai paham keadaan. Ia tak boleh membiarkan timnya kalah mental. Ia pun berteriak sembari mengobarkan api perjuangan,
“Duhai timku, Lailatul Qadar itu misteri. Daripada kita sibuk menerka-nerka dimenit sekian dan sekian. Lebih baik kita berjuang sampai penghabisan. Kita jadikan momen pertandingan ini bermakna. Kalian tahu apa yang dimaksud dengan “BERMAKNA”?

Para pemain lain kebingungan, sambal bersiap meneruskan pertandingan. Sang kapten melanjutkan, “RAIH MAKNA ITU. ANGGAP INI KEBERSAMAAN TERAKHIR KITA. ANGGAP INI PERTANDINGAN TERAKHIR KITA. ANGGAP INI PERJUANGAN TERAKHIR KITA. KARENA TAK ADA JAMINAN KITA BISA IKUT PERTANDINGAN BERIKUTNYA. TAK ADA JAMINAN KITA DATANG DI RAMADHAN BERIKUTNYA. MARI KITA KEJAR SEMUA MALAM DI MENIT-MENIT AKHIR INI. BAYANGKAN SEMUANYA ADALAH LAILATUL MUBARAKAH. BAYANGKAN SEMUANYA ADALAH LAILATUL QADAR. KARENA INI TERAKHIR, MAKA WAJIB BAGI KITA UNTUK MENANG! WAJIB!”

🥅⚽🥅

Menit-menit berikutnya adalah menit-menit penuh makna. Tak ada celah kosong, tak ada peluang untuk lawan, tak ada maklum untuk membiarkan lawan menguasai lapangan. Setiap menit, bahkan setiap detik diisi dengan perlawanan total. Hingga dalam lima menit terakhir, ikhtiar itu akhirnya berakhir dengan 3 gol tambahan. Benar-benar tak ada kelonggaran buat lawan. Tanpa ampun. Ini adalah jalan bagaimana memaknai pertandingan di menit-menit akhirnya. Memaknai Ramadhan di hari-hari terakhirnya. Tak ada celah untuk kesia-siaan.

Ini bukan reka-ulang kejadian akan pertandingan sepakbola biasa. Ini adalah analogi tentang 10 hari terakhir Ramadhan berikut harapan kita untuk memaknainya dengan optimal. Bila kita mampu menaruh lailatul qadar-lailatul qadar versi kita, kita akan mampu menyabet seluruh malam dengan amal terbaik yang bisa dilakukan. Walau ada di antara kita coba menerka-nerka, “kayaknya kemarin deh, kayaknya semalam tanda-tandanya jelas deh…” , nah daripada sibuk mencari-cari tetanda alam, lebih baik kita cari dan temukan jawaban akan pertanyaan berikut ini, “siapa yang jamin kita akan hadir di Ramadhan tahun depan?” Yakinlah … yakinlah bahwa jawaban akan pertanyaan ini ada pada aksi nyata kita untuk memanfaatkan seluruh hari-hari tersisa bulan Ramadhan.

Semoga Allah izinkah kita beramal di malam kemuliaan, semoga Allah hiasi sisa-sisa Ramadhan kita dengan amal terbaik, dan semoga Allah izinkan kita bersua di Ramadhan berikutnya.

Allahummaa innaka afuwwun tuhibbul afwa fa’fu’annaa… Yaa kariim…
Allahummarhamnaa bil Qur'aan
komentar | | Baca...

Ramadhan 1439H Bersama Rumah Quran STAN

Penulis : Ruqun Stan on Senin, 04 Juni 2018 | 09.17.00

Senin, 04 Juni 2018

Apa saja agenda Rumah Quran STAN memaknai Ramadhan. Tentunya puasa, tarawih, baca Quran, iktikaf, dan lainnya sebagaimana santri muslim pada umumnya. Nah, lalu tentu dari yang umum-umum ini ada spesialnya. Berikut kisah spesial Ramadhan 1439H di Rumah Quran STAN:

1. Rutinitas Bakda Tarawih dan Subuh
Hadirnya Ramadhan tidak mengubah rutinitas bersama Quran. Yang semula menghafal, tetap diharapkan menghafal. Mengapa tidak mengoptimalkan tilawah saja? Karena logikanya ketika tilawah berlimpah, seharusnya setoran menjadi lebih mudah. Bukankah muncul alasan untuk bersama Al-Quran (terutama tilawah), salah satunya adalah agar urusan-urusan kita menjadi mudah? Mudah mengerjakan tugas, mudah ujian, mudah menjalani amanah, apa saja mudah InsyaAllah. Mengapa tidak mengembalikan kemudahan tersebut kepada Al-Quran? Yakni dengan menghafalnya? Semoga dengan tetap banyak-banyak tilawah, Allah berikan kemudahan pula untuk menghafal Kalam-Nya.

Agenda setoran tiap RQ berbeda-beda, baik sebelum atau saat Ramadhan. Ada yang bakda Subuh, ada pula yang bakda Tarawih. Hal ini melihat antusiasme santri masing-masing asrama RQ.

2. Mabit Tiap Pekan
Ini bukan agenda RQ. Namun, agenda Masjid Baitul Maal, Kampus PKN STAN. Namun, RQ merasa perlu menugaskan santri untuk memakmurkan malam-malam akhir pekan di masjid kampus yang dihidupkan dengan adanya kegiatan mabit dan qiyamul lail. Hal ini utamanya berlaku bagi RQ MBM dan RQ akhwat. Lalu, bagaimana dengan RQ PJMI?

3. Sinergi Unik RQ PJMI
Khusus RQ Ikhwan PJMI, santri-santrinya mendapat penugasan khusus untuk memakmurkan masjid An-Nur oleh DKM. Bahkan, sebelum Ramadhan ini, santri PJMI didiklat public speaking oleh masjid. Tujuannya untuk menjadi MC pengumuman sebelum Sholat tarawih, juga MC kegiatan-kegiatan insidental Masjid An-Nur. Sinergi An-Nur dan RQ PJMI telah terjalin beberapa tahun terakhir. Apalagi musyrif RQ PJMI telah didaulat menjadi Imam Tetap Masjid An-Nur PJMI. Alhamdulillah.

4. Aktualisasi Muwajjih Qur’an
Ini juga bukan agenda utama RQ, melainkan agenda kerjasama RQ dengan Masjid Baitul Maal dan RQ dengan IMMBC (Ikatan Mahasiswa Muslim Bea Cukai). Kedua  UKM Kampus PKN STAN ini ingin agar Ramadhan dapat bermanfaat bagi mahasiswa/i dalam hal belajar tajwid dan konsultasi bacaan Quran. MBM dengan program Tahsin Klinik dan IMMBC dengan program BC Menghafal, meminta bantuan pengajar kepada RQ STAN. Alhamdulillah, mengambil output dari Dauroh Muwajjih yang diselenggarakan April 2018, kedua kegiatan inipun terbantu dengan santri RQ dan berlangsung di bulan Ramadhan. Oh iya, sebagai catatan, BC Menghafal bahkan direncanakan dari Ramadhan sampai akhir perkuliahan D1 Bea Cukai.

5. Pengiriman Delegasi Wisuda ke RQ Daarut Tarbiyah
Sejak tahun lalu, Ramadhan telah menjadi agenda wisuda RQ Daarut Tarbiyah (yang berpusat di Depok). RQ STAN yang menjadi binaan RQ Daarut Tarbiyah diundang untuk mengirimkan delegasi santri yang minimal memiliki hafalan 3 juz. Alhamdulillah, dikirimlah 8 akhwat dan 4 ikhwan dari RQ STAN. Berikut adalah nama-namanya:

7juz: Shofa / 5juz: Silmi, Fitri, Wulan, Salsabila, Salma / 3juz: Fitri, Tati, Angga, Hamzah, Hamzah, Syamsul

Qadarullah, kegiatan wisuda bertepatan dengan jadwal hari terakhir perkuliahan sebelum ujian bagi sebagian santri RQ. Alhasil dari 11 nama di atas, hanya 5 yang Allah izinkan untuk hadir. Selebihnya, InsyaAllah sertifikat dan slempang wisuda akan dikirim menjadi kenang-kenangan.

6. Registrasi Gelombang I - RQ STAN
RQ STAN membuka pendaftaran santri. Gelombang pertama untuk program 2018-2019 ini dibuka di Ramadhan ini dibuka di Ramadhan dan dikhususkan bagi mahasiswa/i D3 PKN STAN. Harapannya, mumpung semangat berinteraksi dengan Quran sedang tinggi-tingginya, mahasiswa tertarik untuk mendaftar RQ STAN.

Alhamdulillah hingga saat ini ada sekitar 30-an pendaftar baru. Mohon doa dari pembaca sekalian, semoga Allah memberikan kelancaran dan kemudahan untuk menginisiasi program tahun berikutnya, mengingat selain banyak santri yang akan lulus dan tentunya kuota menjadi lebih banyak, RQ STAN membutuhkan penyesuaian terkait status rumah yang ada. InsyaAllah registrasi gelombang I ini akan dikombinasi dengan gelombang-gelombang berikutnya bagi mahasiswa/i D3 khusus, D4, dan mahasiswa/i baru PKN STAN.

Demikian agenda Rumah Quran STAN yang tak beda jauh dengan agenda sebelumnya di Ramadhan tahun lalu. Yang tentunya masih sama adalah: agenda pamungkas Ramadhan berupa iktikaf di malam-malam terakhir; belum menjadi agenda utama dikarenakan fokus masing-masing santri dan manajemen untuk menjadi musafir ke kota kelahirannya masing-masing. Semoga tetap semangat dimana pun berada.

Alhamdulillah, semoga segala amal ibadah kita di bulan Ramadhan menjadi amal ibadah yang dikucurkan pahalanya oleh Allah, diterima sebagai pemberat timbangan kebaikan di hari akhir, dan diberikan keridhaan oleh-Nya. Semoga Allah mengampuni kita semua.

Taqabbalallahu minna waminkum
Taqabbal yaa kariim
Allahummarhamnaa bil Qur'aan
Allahummaj'alnaa min ahlul Qur'aan
komentar | | Baca...

Registrasi Santri Baru Gel. I - RQ STAN 2018-2019

Penulis : Ruqun Stan on Kamis, 31 Mei 2018 | 11.22.00

Kamis, 31 Mei 2018


Bismillaahirrahmaanirrahiim

A. Pengantar
  • Rumah Quran STAN merupakan pesantren tahfidz khusus mahasiswa PKN STAN berbasis rumah (1 rumah = 10-12 santri = 1 pembina/musyrif), memiliki pola kontrak secara tahunan, yang saat ini Alhamdulillah telah mengelola 5 rumah (2 khusus putra, 3 khusus putri). Pola kontrak tahunan ini berkiblat pada kurikulum kampus PKN STAN mengingat visi dan misi RQ STAN berkaitan erat dengan output lulusannya. InsyaAllah menuju kurikulum 2018-2019, RQ STAN membuka program dengan periode Agustus/September 2018 - Juli/Agustus 2019.
  • Sebelum digelarnya SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru) PKN STAN 2018 dalam waktu dekat, dirasa perlu bagi Rumah Quran STAN untuk membuka kesempatan terlebih dahulu bagi mahasiswa/i PKN STAN yang cinta Al-Quran, ingin menjadi penjaga Qur'an (hafizh/ah), ingin merengkuh berbagai ketenangan hidup dan kenikmatan dunia bersama Al-Qur'an, belum lagi berlimpah pahala dan kebaikannya di alam qubur, di hari mahsyar, hingga di akhirat kelak.
  • Alhamdulillah Rumah Quran membuka REGISTRASI GELOMBANG 1 bagi mahasiswa/i PKN STAN dengan kontrak satu tahun, dengan beberapa program berikut:
    1. Program Santri Tetap Reguler
    2. Program Santri Tetap Beasiswa Sosial (bagi yang kurang mampu dapat masuk RQ STAN dengan biaya yang seminimal mungkin),
    3. Program Santri Tetap Beasiswa Tahfidz, meliputi keringanan biaya 100% (bagi yang sudah memiliki hafalan 21-30 juz), beasiswa tahfidz keringanan 50% (bagi yang sudah memiliki hafalan 10-20 juz),
    4. Program Santri Tetap Beasiswa Masjid (bagi pengurus masjid kampus).
    5. Program Santri Pulang Pergi
  • InsyaAllah REGISTRASI GELOMBANG 2 akan dibuka setelah pengumuman SPMB/PKN STAN
B. Time-Line Registrasi Gelombang I
  1. Masa Pengisian e-reg: 28 Mei - 3 Juni 2018
  2. Masa Izin Orangtua: Libur Ramadhan dan Idul Fitri 1439H
  3. Masa Interview: 25 Juni - 8 Juli 2018
  4. Masa pengumuman: 9 - 15 Juli 2018
C. Alur Registrasi Gelombang I
  1. Calon santri mengisi e-registration pada tautan: tinyurl.com/regruqunstan, lalu klik submit.
  2. Calon santri melakukan dialog dan izin kepada orangtua terkait keikutsertaan dalam program Rumah Quran pada momen akhir Ramadhan dan Idul Fitri 1439H. Hal ini diberikan porsi waktu khusus dikarenakan pada periode sebelumnya cukup banyak calon santri yang tidak mendapat izin orangtua.
  3. Calon santri mengikuti interview dengan mendapatkan kabar berupa chat/sms pada hari yang ditentukan selama timeline interview.
  4. Pengumuman calon santri menjadi santri Rumah Quran STAN 2018 akan diinformasikan melalui website, Instagram, dan facebook Rumah Quran STAN.
  5. Selama alur time line di atas, dimungkinkan dilakukannya Registrasi Gelombang 2 apabila dirasa perlu.
D. Informasi Rumah Quran:
  1. Baituna: bit.do/rumahquranstan
  2. Website: rumahquranstan.com
  3. Facebook: rumah quran stan
  4. Instagram: stanruqun_

Alhamdulillah...
Allahummarhamnaa bil Qur'aan...
Allahummaj'alnaa min ahlul Qur'aan...

Manajemen Rumah Quran STAN

Narahubung:
Andi (08995-894-940) - Windy (0896-5319-3515)
komentar | | Baca...

Profil Asrama Rumah Quran STAN 2018-2019

Penulis : Ruqun Stan on Senin, 28 Mei 2018 | 10.03.00

Senin, 28 Mei 2018

Rumah Quran STAN terdiri dari beberapa asrama putra dan putri. Untuk periode 2018-2019, sejatinya belum ditentukan mana yang akan menjadi asrama fix mana pula yang akan berpindah ke lokasi lain, apalagi masih diperlukannya beberapa perbaikan akan rumah yang disewa. Namun, manajemen berazzam untuk bisa memastikan penggunaan asrama ini sebelum tahun tahfidz 2018-2019 berjalan. Paling tidak, kami membaginya ke dalam lokasi-lokasi potensial berikut ini:

1. RQ PJMI, berlokasi di Jalan Hiu IV No.16, Jurangmangu Timur, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten.
  • Asrama putra (sewa)
  • lihat lokasi google map: klik disini 
  • Kapasitas: 12 orang (musyrif PP)
  • Nama musyrif: Ustadz Muhammad Hasan
  • Santri baru: menerima santri tetap dan PP 
  • Jumlah kamar: 3
  • Jumlah kamar mandi: 2
  • Status: siap digunakan (perlu beberapa perbaikan)
  • Jarak ke kampus PKN STAN: 700 meter/9 menit jalan kaki
2. RQ MBM, berlokasi di Rumah Tangga Masjid Baitul Maal, .
  • Asrama putra (kerjasama dengan Masjid Baitul Maal)
  • lihat lokasi google map: klik disini 
  • Kapasitas: 12 orang (musyrif PP)
  • Nama musyrif: (musyrif dalam proses assessment)
  • Santri baru: menerima santri tetap beasiswa masjid dan santri PP 
  • Jumlah kamar: 4
  • Jumlah kamar mandi: 4 (termasuk masjid)
  • Status: siap digunakan
  • Jarak ke kampus PKN STAN: 850 meter/10 menit jalan kaki
3. RQ CEGER, berlokasi di Jalan Haji Najih 1 No. 70 A, .
  • Asrama putri (sewa)
  • lihat lokasi google map: klik disini 
  • Kapasitas: 12 orang (musyrifah PP)
  • Nama musyrifah: Ustadzah Nisa Huwaina
  • Santri baru: menerima santri tetap saja
  • Jumlah kamar:4
  • Jumlah kamar mandi: 2
  • Status: siap digunakan
  • Jarak ke kampus PKN STAN: 1500 meter/18 menit jalan kaki
4. RQ GRANADA (Griya *Quran* Ilhami Dua) berlokasi di Cluster Griya Ilhami 2, Jalan Garuda No. 20, Komplek Pajak, .
  • Asrama putri (kerjasama dengan pribadi)
  • lokasi google map: klik disini atau masukkan koordinat: -6.259351, 106.733564
  • Kapasitas: 12 orang + musyrifah tinggal
  • Nama musyrifah: Ustadzah Windy Anita Sari
  • Santri baru: menerima santri tetap saja 
  • Jumlah kamar: 3 (untuk santri) dan 1 (untuk musyrifah)
  • Jumlah kamar mandi: 2
  • Status: siap digunakan
  • Jarak ke kampus PKN STAN: 2000 meter/24 menit jalan kaki
  • Tersedia moda transportasi sepeda: 9 buah
5. RQ HM NAIMIN berlokasi di Jalan Gang H.Muin RT 03/04 no 9 (gang depan Harmony Swalayan), .
  • Asrama putra atau putri/tergantung hasil pendaftaran (hak milik InsyaAllah)
  • lokasi google map: klik disini atau masukkan koordinat: -6.262051, 106.735595
  • Kapasitas: 10 orang + musyrifah PP
  • Nama musyrifah: belum disiapkan
  • Santri baru: menerima santri tetap dan PP
  • Jumlah kamar: 3
  • Jumlah kamar mandi:2
  • Status: siap digunakan
  • Jarak ke kampus PKN STAN: 1500 meter/18 menit
6. RQ C47 berlokasi di Komplek RS Belakang Masjid Baitul Maal, Blok C No 47, .
  • Asrama putri/tergantung hasil pendaftaran (sewa)
  • lokasi google map: klik disini
  • Kapasitas: 10 orang + musyrifah PP
  • Nama musyrifah: belum disiapkan
  • Santri baru: menerima santri tetap dan PP
  • Jumlah kamar: 2
  • Jumlah kamar mandi:1
  • Status: masih dalam pertimbangan
  • Jarak ke kampus PKN STAN: 1500 meter/11 menit jalan kaki 

Catatan:
1. Huruf tebal menunjukkan informasi yang tentatif dan dapat diupdate sewaktu-waktu.
2. Informasi kuota santri baru akan ditambahkan bila sudah tersedia.
3. Untuk jarak ke kampus PKN STAN: dikutip dari google map -bila jalan kaki dari TKP ke gd. P (depan air mancur Kampus PKN STAN)

Selain ke-6 asrama potensial di atas, manajemen berencana menambah pemanfaatan rumah untuk alumni RQ yang lulus tahun ini. Di antara yang direncanakan adalah: di gedung Halaqah Quran belakang masjid Baitul Maal, di salah satu masjid yang menawarkan kamarnya untuk RQ, dan rumah sewa di dekat RQ GRANADA. Semoga Allah memudahkan untuk rencana ini.


Allahummarhamnaa bil Qur'aan
Allahummaj'alnaa min ahlul Qur'aan
komentar | | Baca...
 
Tentang Kami | Kontak Kami | Privacy policy | Term of use | Ingin Berdonasi? | Site map
Copyright Ruqun STAN© 2015. Rumah Qur'an STAN . All Rights Reserved.
Design Template by klik di sini |