Kabar Terbaru »
Bagikan kepada teman!

Vacation Dalam Data + Testimoni

Penulis : rumah quran stan on Jumat, 01 Januari 2021 | 09.57.00

Jumat, 01 Januari 2021

 Karena VIRTUAL, semua DATA terbuka lebar

Itulah tagline yang didengungkan Rumah Quran STAN di masa virtual ini, sehingga ketika ada agenda VACATION (Virtual Camp for Tahfidz Optimization), di satu sisi, santri dan musyrif perlu beradaptasi dengan suasana yang tidak biasa. Hm... disisi lain, manajemen merasakan lebih mudah dalam pengelolaan data, baik dari sisi:
  • pendaftaran peserta (rentang juz yang direncanakan dihafal),
  • proses talaqqi (rekap melalui google form dan spreadsheet), hingga
  • evaluasi (testimoni dan masukan-masukan).

Berikut gambar-gambar yang mewakili aktivitas VACATION dalam DATA:

Dimulai dari pendaftaran, paling banyak santri berkomitmen ziyadah hafalan juz 28 (15 orang), kemudian 1 orang masing-masing juz 26 dan juz 3. Kurva cenderung U di atas menandakan, rentang juz 25 - 30 masih menjadi yang difavoritkan, menyusul juz 1 - 5. Tentunya ada beberapa santri tahsin yang memang ditargetkan dapat mengejar juz 29 dan 30.



Data rekap tersebut menunjukkan bahwa:
  1. Keikutsertaan santri sebanyak 69% merupakan yang terendah dari penyelenggaraan serupa sebelumnya. Hal ini diprediksi karena:
    • Agenda VACATION cukup mendadak, sehingga baru diinfokan 1-2 pekan sebelum masa libur akhir tahun,
    • Santri sudah ada rencana kegiatan lain di masa liburan, meski begitu Vacation sudah dibuat lebih fleksibel, dapatb memilih hari, dengan total minimal 8 set jam setoran (setara 2 hari dari 4 hari pelaksanaan VACATION),
    • Santri banyak tugas kuliah di masa liburan,
    • Santri under-estimated karena model virtual tidak lebih baik daripada Tahfidz Camp Normal di masjid, 
    • Direncanakan santri lebih prefer mengikuti VACATION-2 di bulan Februari 2021, dimana pada momen tersebut sedikit beban yang dilalui mahasiswa, mengingat momen pasca-UAS 1 di Kampus PKN STAN,
  2. Jumlah talaqqi santri dan jumlah halaman yang disetorkan mengalami penurunan dari hari 1 hingga hari 4, seiring dengan hafalan yang disetorkan. Hal ini perlu diantisipasi pada momen Vacation selanjutnya,
  3. Rekor jumlah talaqqi dan jumlah halaman berhasil dilakukan oleh 3 santri tahfidz dan 1 santri tahsin mampu melalui lebih dari itu (juz 30 rerata lebih ringan).

Dari sisi testimoni dan masukan, hm...

Berikut masukan yang berhasil dihimpun dan diringkas:
  1. perlu motivasi dan evaluasi harian lebih mendalam
  2. kendala teknis jaringan untuk masuk Zoom (device/jaringan santri)
  3. Musyrif perlu ditambah ketika waktu-waktu padat setoran
  4. Perlu partner menghafal yang ditentukan oleh panitia, yang target juz nya sama dan waktu menghafalnya juga sama,
  5. Tahfidz Camp agar dibuat yang lebih sederhana dan dirutinkan di akhir pekan (misal sebulan 1-2 kali) untuk mengakomodir waktu menghafal alumni yang sudah bekerja,
  6. Teknis aturan agar diperketat lagi, agar santri lebih disiplin,
  7. Agar interaksi antar santri di main room ditingkatkan, karena butuh motivasi misalnya ketika melihat santri lain menghafal walaupun secara online, atau bila menyedot kuota, bisa juga dengan peran musyrif/ah yang mengupdate capaian santri di grup,
  8. Dilaksanakan lebih lama lagi,
  9. Kalau bisa langsung setelah ujian selesai/pertemuan terakhir kuliah sehingga fokus tidak terlalu terpecah. 
  10. Musyrif/ah agar lebih siap (perlu dirumuskan teknis kesiapan ketika santri masuk ke breakout room, juga minimal jumlah musyrif/ah per sesi), 
  11. Musyrif/ah agar menghubungi santri secara personal untuk menanyakan kabarnya dan memotivasi/mendorong untuk setoran
  12. Setelah setoran barangkali ada sedikit motivasi dan tips dalam menghadapi kesalahan dalam membaca
Berikut all-terstimoni, 
Maa syaa Allah testimoninya bagus-bagus...

  • Luar biasa meski di rumah tetap bisa memaksimalkan waktu liburan dengan vacation (Mar'atus Sholikhah - RQ 'Aisyah - Ustadzah Nisa Huwaina)
  • Walaupun online tetep aja deg2an mau setoran, apalagi liat yang lain setorannya subhanallah cepet2 banget, suaranya ada yang bagus banget πŸ˜­πŸ‘πŸ€© (Laela Kumalasari - RQ 'Aisyah - Ustadzah Nisa Huwaina)
  • Alhamdulillah bisa mengikuti vacation ini walaupun tidak full. Ini pengalaman pertama saya mengikuti tahfidz camp dan qadarullah virtual. Vacation kali ini memberikan saya buanyak pelajaran: belajar fokus, tentang lurusnya niat, self control, kesabaran, dan konsistensi. Banyak juga kejadian2 di luar kendali yang kadang mendistraksi. Kembali, lillah menjadi kunci :") (Nikmah - RQ 'Aisyah - Ustadzah Nisa Huwaina)
  • "Alhamdulillah dengan adanya vacation bisa nambah hafalan, dengan frekuensi menghafal yang banyak, memfokuskan diri hanya untuk Al-Qur'an dalam beberapa hari, gak setiap hari bisa kayak gini ('':Sangat banyak godaannya, godaan dari luar terlebih dari dalam diri juga, apalagi kalau setoran malam suka terlewat karena ketiduran ): Biasanya lihat temen baru termotivasi, tapi kali ini dari rekap setornya lumayan memotivasi karena lihat temen2 yang lain pada semangat setoran. Terima kasih RQ, sudah menyediakan fasilitas vacation ini, liburanku jadi sangat bermanfaat πŸ™πŸ™πŸ™ (Nifa Aulia Masyrifa - RQ 'Aisyah - Ustadzah Nisa Huwaina)"
  • Masyaallah sekali tahfidz camp kali ini, benar benar banyak sekali godaannya. Hari ketiga ini adalah hari yang paling berkesan untuk saya. Dimulai bangun tidur kemudian langsung menghafal, setelah setoran bersih bersih rumah, kemudian menghafal lagi sembari tangan berkutat membungkus brown sugar untuk kepentingan ibu jualan besok, setoran lagi tapi karena modal kuota unlimited yang sudah lelet jadi ditengah tengah setoran zoomnya connecting terus (sampe 5 kali sepertinya😭). Belum lagi dapat godaan ajakan main dari teman. Terus mau menghafal dimintai tolong ibu beli mie ayam, akhirnya hujan hujanan dulu. Terus menghafal lagi diajak main sama ponakan. Terus menghafal lagi dan sampailah pada setoran untuk terakhir kali dihari ini. Ya Allah.. Memang benar tahfidz camp kali ini sangatlah berbeda dengan sebelumnya dimana kita semua hanya fokus untuk menghafal, tapi seperti kata Mbak Windy, bisa jadi inilah tahfidz camp yang paling menempa dan menjanjikan pahala paling besar karena saking berat dan saking mengujinya hal tsb bagi niat dan komitmen kita. InsyaAllah.. (Fitri Wahyu N. - RQ Asy Syakina - Ustadzah Windy Anita Sari)
  • "Alhamdulillah :” Sebelumnya maaf karena sebenarnya saya nyambi-nyambi selama Vacation ini, misalnya seperti gak selalu langsung lanjut hafalan ketika sudah setor. Tapi selama 3 hari ini rasanya masya Allah :’) rasanya seperti terikat tapi suka aja gitu, bukan terikat seperti kewajiban yang memaksa. Semacam, “Oh iya habis ngerjain ini harus lanjut hafalan lagi, ayo hafalan.” Jadi ingat apa yang seharusnya dikerjakan dan jadi lebih terarah, apalagi ini pas liburan kan, suka terlalu terlena :). *Sebenarnya bukan hanya terikat sih rasanya, melainkan juga terhubung :) terhubungnya kayak apa, entahlah, rasanya memang lebih terhubung aja. Trus kalo di room ada yang setoran, itu kan harus menunggu, kan, ya. Nah, itu juga suka aja sih, senang menyimaknya walaupun saya gak hafal/gak tahu akan surat yang disetornya. Selain itu juga, kalau menyimak yang setoran, rasanya jadi tersemangati dan ikut menyemangati dari dalam hati :) Sempat sih ada waktu ketika, “Kok gak hafal2, udah ulang berkali-kali tapi kok segini-segini aja.” Tapi akhirnya ya sudah, gapapa. Jadi inget kata-kata musyrifah yang intinya gapapa kalo lama hafalnya, seenggaknya selama mengulang-ulang itu kan berarti huruf (Alquran)nya tetap terus terbaca :) Selama tiga hari ini juga sempat terbesit malas menghafal tapi ya ingin bisa menambah hafalan, ingin bisa setoran. Jadi, ya harus lawan rasa malasnya ehehe :) bisa keterusan gak menghafal kalo gak dilawan malasnya dan ini salah satu yang terberat :( Jadi, intinya adalah alhamdulillah :) *ini mah malah jadi curhat, maafkan (: (Anisa Safitri - RQ 'Aisyah - Ustadzah Nisa Huwaina)"
  • Alhamdulillah dapat menikmati hari-hari selama kegiatan vacation dengan suka cita, hidup lebih teratur, dan waktu lebih bermanfaat. Hatur nuhun (Alginna Zyvanka - RQ Asy Syakina - Ustadzah Windy Anita Sari)
  • Salut bgt sama musyrif/musyrifah yang semangat terus meski banyak rintangan karena keadaan pandemi (Widya Pratiwi - RQ Asy Syakina - Ustadzah Windy Anita Sari)
  • Walaupun online, vibes tahfidz campnya masih terasa dan seru karena ditemani anak anak kecil di asrama (Selma Patrisia Nintysa - RQ Asy Syakina - Ustadzah Windy Anita Sari)
  • saya  tidak terlalu fokus :( (Sekarnida Salsabila  - RQ Nusaibah - Ustadzah Siti Umayah)
  • "Tahfidz Camp kali ini terasa berbeda dengan tahun sebelumnya. Kalau tahun lalu, kita bisa menghafal bareng2 di satu tempat, makan bareng, riyadhoh bareng, saling memotivasi, terasa banget ukhuwahnya, dan tentunya bisa fokus dalam menghafal. Berbeda dengan yg sekarang, masing2 menghafal di kediaman masing2, juga cenderung banyak godaan yg bisa men-distract ketika ngafal, tidak bisa saling memotivasi secara langsung ketika jenuh menghafal, tidak ada yg mengingatkan ketika fokus mulai hilang dan tergoda akan hal lain.  Namun, tentu banyak hikmah yg bisa diambil dari Tahfidz Camp tahun ini. Kita jadi bisa melatih diri untuk tetap fokus menghafal walaupun tidak berada di lingkungan yg ideal. Bisa melatih diri untuk menahan godaan yg ada walau tidak ada yg mengingatkan. Melatih diri ini untuk menghadapi tantangan ketika jenuh menghafal sendirian walau tidak ada teman yang memotivasi. Dan masih banyak lagi hikmah yang tidak bisa saya sebutkan. Untuk itu, Tahfidz Camp tahun ini merupakan sarana yang sangat bagus untuk meng-upgrade diri, terutama dalam menghafal Al-Qur'an. Semoga di kesempatan berikutnya dapat terselenggara kembali dan lebih banyak peserta yang ikut. (Agil Nur Rohman - RQ Fatahillah - Ustadz Sugeng Purwanto)"
  • "Pengalaman pertama mengikuti tahfids camp secara online sebenarnya sangat seru, momen pas setoran itu best, walaupun deg degan setiap kali mau setoran tapi seneng aja ngeliat wajah musyrifah di layar, masyaAllah keramahan beliau kerasa banget. Hampir setiap selesai setoran pasti nangis. Afwan ya mba masih belum maksimal setorannya. Jujur, menghafal di rumah jauh lebih sulit :( (:D - RQ Ghaziyah - Ustadzah Anis Purwanti)"
  • Sebenarnya saya bersyukur tahfidz camp ini diadakan secara online, karena kalau offline saya pasti tidak dapat hadir. Saya sudah sedih karena berfikir tahun lalu adalah tahfidz camp terakhir saya dan pasti saya akan merindukan suasana tahfidz camp. Alhamdulillah Allah masih mengizinkan saya untuk ikut tahfidz camp tahun ini yang sudah sangat mengobati rasa rindu terhadap rumah Quran. Saat tahfidz camp ini juga saya merasakan semangat menghafal seperti dulu yang mungkin sekarang sudah mulai berkurang karena kesibukan kantor. Tahfidz camp ini seakan mengcharge full kembali semangat untuk menyelesaikan 30 juz. Semoga untuk kedepannya walaupun sudah dapat diadakan secara offline, saya berharap juga diadakan (dalam acara yang sama atau terpisah) secara online untuk memfasilitasi para alumni yang sudah berada jauh dan rindu kepada Rumah Quran (Nindya Sylviana W - RQ Nusaibah - Ustadzah Siti Umayah)
  • "Vacation mengingatkan kembali kepada saya, bahwa jangan pernah menyerah dengan keadaan, dan jangan pernah menempatkan diri sebagai korban yang hanya bisa menyalahkan. Saya, dan teman-teman bisa saja menyerah dg kondisi pandemi, yg menghalangi kita mabit di masjid untuk fokus menghafal tanpa distraksi HP, ataupun lingkungan di luar kita sebagaimana Tahfidz Camp yang normal. Lalu menyerah terlebih dahulu di awal, menganggap, ""Ah, mana mungkin nanti sy bisa fokus, pasti banyak ini itu, disuruh ini itu."" Kita pun bisa saja menyalahkan orang-orang di sekitar kita, yang tidak bisa membiarkan kita tenang dan fokus menghafal selama tahfidz camp. Lalu menyerah, dan merasa, ""Ah sudahlah sepertinya saya tidak mungkin bisa menyetorkan hafalan selama 8 sesi"", mundur bahkan sebelum bertanding. Kita pun bisa saja dalam sehari merasa sibuk dengan apapun di sekitar kita, kerjaan kantor, keluarga, tugas kuliah, KTTA, lalu mengucap maaf sebab tidak bisa menyetor, meminta izin untuk keesokan harinya di setor, dan esoknya nihil tidak juga dipenuhi. Namun, teman-teman saya di sini tidak demikian. Minimal, tidak sepenuhnya demikian. Bukankah begitu? Kita bisa dibilang nekat ikut, meski tidak yakin juga apakah bisa sampai target atau tidak. Kita nekat untuk daftar, meski tau kerjaan di hari-hari itu tidak berkurang sebab akhir tahun, atau penuh dengan deadline tugas perkuliahan. Kita tetap daftar meskipun kita tau keluarga, anak, pasangan, ponakan, orang tua, masih sangat butuh kehadiran dan bantuan kita. AH, modal nekat, katanya. Tapi, rasanya, saya bersyukur bisa nekat mendaftar. Meskipun tidak bisa memenuhi target 1 juz, saya bisa menambah 1-2 halaman hafalan baru saya. Meskipun tidak bisa memenuhi target minimal sesi setoran yang diikuti, paling tidak dalam 1-2 kali sehari saya bertemu dengan musyrifah dan menyimak kawan-kawan lain saat antri giliran setoran. Bahkan meskipun saat ini saya pribadi merasa gagal menjalani vacation kali ini, dengan kurangnya sesi setoran, kurangnya target minimal tiap setor, atau kurangnya akumulasi yang tidak sampai angka minimalnya; saya tetap bersyukur, sebab ada 1 kaidah yang saya makin pahami, ""Jika tidak bisa meraih seluruhnya, maka jangan tinggalkan semuanya."" Meskipun tidak bisa berada dalam kondisi ideal dan dengan capaian target semestinya, setidaknya kita tidak menyerah untuk tetap berusaha meraih sebagiannya. Maka, selamat kepada kalian, kepada kita; yang dengan karunia Allah, berhasil menjalani tahfidz camp ini dengan baik. sampai garis finish. kita awali dengan baik, maka kita akhiri juga dengan baik. Selamat, terutama bagi teman-teman, yang berhasil meraih targetnya. Saya yakin itu bukan tanpa pengorbanan. Bahkan, pasti banyak yang harus ditunda, dari tidur, hingga keinginan sekedar scroll laman media sosial. Memilih fokus bersama mushaf, menyambut sesi setor berikutnya, dengan hafalan yang lebih baik kualitasnya. Selamat, bagi kalian yang berhasil dari kata menyerah, hingga garis finish. Saya yakin itu bukan tanpa tangis sebab ada banyak ayat kembali lupa meski sudah dirapal puluhan bahkan ratusan kali. Dirasa siap, eh pas di depan musyrif, hafalan menghilang semuanya bak ditiup angin. Terbata-bata menahan rasa tidak enak, dan malu karena sudah berhadapan dengan musyrif. Namun, kalian, kita, tak mau menyerah kalah. Tetap mencoba lagi, dan diteruskan. Meski pada akhirnya tak banyak ayat terekap, tapi rasa tenang menyelimuti waktu waktu kebersamaan bersama Al Quran dan teman yang sedang bersama menghafal meski secara virtual. Ya, selamat ya. Insyaallah kita, semoga dipertemukan dalam vacation selanjutnya. Salam dari santri alumni akhwat (Santri Alumni Akhwat - Lainnya)"
  • Qadarullah Tahfidz camp kali ini tidak bisa dilaksanakan seperti biasanya, namun MasyaaAllah esensi yang didapatkan masih sama seperti sebelumnya, malah insyaaAllah lebih dari sebelumnya. Karena virtual tahfidz camp ini lebih menguji diri dalam menahan hawa nafsu dan menantang diri sendiri tanpa adanya faktor dorongan dari luar. Jadi kesungguhan tekad kita benar-benar diuji disini. Walaupun jika dilihat tantangannya lebih berat karena tidak berada dalam lingkungan yang mendukung dan tidak ada teman yang membersamai, namun hikmah yang bisa diambil adalah saat kita berkhalwat dengan Al Quran kita bisa merasakan nikmat yang luar biasa. Ayat yang diulang ulang dan tidak hafal hafal seakan Allah ingin kita bersama Al Quran lebih lama dan melupakan semua kesibukan duniawi. Walaupun tidak ada Musyrifah yang mengawasi dan mengingatkan saat kita mulai bersantai santai, namun saat itulah kita sadar bahwa pengawasan Allah selalu memperhatikan kita dan membuat kita untuk lebih disiplin terhadap diri sendiri. Walaupun kita tidak melihat teman teman yang lain setoran namun dengan melihat rekap setoran dan melihat para Musyrifah yang selalu stand by di depan laptop untuk menunggu kita setoran, menambah semangat kita untuk segera menyelesaikan hafalan. Walaupun dengan segala keterbatasan kondisi yang ada tahfidz camp kali ini bisa berjalan dengan lancar berkat manajemen yang telah memfasilitasi dengan sangat maksimal. Sebenarnya saya bersyukur tahfidz camp ini diadakan secara online, karena kalau offline saya pasti tidak dapat hadir. Saya sudah sedih karena berfikir tahun lalu adalah tahfidz camp terakhir saya dan pasti saya akan merindukan suasana tahfidz camp. Alhamdulillah Allah masih mengizinkan saya untuk ikut tahfidz camp tahun ini yang sudah sangat mengobati rasa rindu terhadap rumah Quran. Saat tahfidz camp ini juga saya merasakan semangat menghafal seperti dulu yang mungkin sekarang sudah mulai berkurang karena kesibukan kantor. Tahfidz camp ini seakan mengcharge full kembali semangat untuk menyelesaikan 30 juz. Semoga untuk kedepannya walaupun sudah dapat diadakan secara offline, saya berharap juga diadakan dalam acara yang sama atau terpisah namun secara online untuk memfasilitasi para alumni yang sudah berada jauh dan rindu kepada Rumah Quran (Nindya Sylviana W - RQ Nusaibah - Ustadzah Siti Umayah)
  • "Seru banget sebenernya huhu masyaAllah, walaupun di dua hari pertama itu qadarullah sedang ada acara jadi belum maksimal ngafalnya 😭πŸ˜₯ Tapi alhamdulillah masih bisa ngerasain vibe ngafal bareng temen2, dan ngeliat semangatnya temen2 yang setoran berkali2 huaa keren banget πŸ€— Jazakumullahu khayr musyrif, musyrifah, dan manajemen rq stan yang sudah menginisiasi vacation ini dan memfasilitasi kami sampai akhir acara 😊 (Istiana Aini - RQ Asy Syakina - Ustadzah Windy Anita Sari)"
  • Alhamdulillah, acara yang baik insyaAllah.. dgn prinsip "bila tidak bisa melaksanakan seluruhnya, jangan tinggalkan seluruhnya" (Naufal Ammar Rasyid - RQ Utsman bin Affan - Ustadz Bayu Alfath)
  • Masya Allah, meski persiapan dikatakan minimal tapi pelaksanaannya menurutku pribadi maksimal sekali. Dari pelaksanan secara keseluruhan luar biasa tertata dan terjadwal dengan rapi, feelnya mendekati banget sama tahfidz camp yang sebelumnya. Diluar ekspektasiku intinya. Sensasinya bukan sekedar setoran virtual seperti biasa, tapi ini bener-bener beda. Terlebih, musyrif/ah nya tulus banget dalam membersamai disela-sela waktunya yang begitu berharga.  (Anita Kemala Firdausyia - RQ Ghaziyah - Ustadzah Anis Purwanti)
  • "Luarbiasa, membuat flashback dengan kenangan indah di arridho lalu. Semoga keadaan segera membaik, kangen dengan suasana RQ dan segala kenangannya (Agung Wiratama  - RQ Fatahillah - Ustadz Sugeng Purwanto)"
  • Semangat membantu dalam merefresh semangat dalam menghafal (M. Taufik Hidayat - RQ Umar bin Khattab - Ustadz Muhammad Hasan)
  • Alhamdulillah bisa mempunyai kesempatan utk menambah hafalan di liburan + waktu & tempatnya fleksibel (Faishal Ibrahim - RQ Fatahillah - Ustadz Sugeng Purwanto)
  • Saya merasa hati saya bahagia karena adanya Vacation ini intwraksi saya dengan al quran lebih sering dibanding hati-hati biasanya, Walaupun saya belum sampai pada target saya untuk menghafal yang ditargetkan Vacation, karena saya mengesamping target saya dan lebih fokus pada hafalan saya supaya tidak sia-sia pada hafalan saya, mungkin saya tidak secepat teman-teman yang lain untuk menghafal, karena itu saya lebih ingin agar hafalan saga tetap saya ingat.  (Baskara Jaya  - RQ Umar bin Khattab - Ustadz Muhammad Hasan)
  • Alhamdulillah. Memperbaiki mood dalam menghafal dan setoran dibanding hari-hari biasa (Aris Fatah Yasin - RQ Umar bin Khattab - Ustadz Muhammad Hasan)
  • Alhamdulillah bisa ngadain tahfidz camp meskipun dalam keadaan jarak jauh seperti ini, tapi banyak kendala2 yang dialami santri seperti misalnya kondisi rumah yang kurang kondusif, sehingga seringkali terganggu dalam menghafal. Dan juga kurangnya semangat&motivasi karena menghafal sendirian, tidak bersama-sama teman seperti biasanya :') (Ismi kurnia - RQ Nusaibah - Ustadzah Siti Umayah)
  • Seneng rasanya saat dapet koreksi dan nasihat dari setiap Musyrif tatkala menyetorkan sedikit hafalan... (Ibnu Khoir Al Itsnan - RQ Utsman bin Affan - Ustadz Bayu Alfath)
  • Liburku jadi benar-benar berfaedah😭😭😭 yang paling suka, pas setoran ketemu ustadzah, hal paling sederhana jadi ada temen buat cerita walau waktunya bentar. Tapi lega bgtt heheheheh. Afwan mba Windi, mba Anis, Mita malah curcol wkwkw (Mita Fitriani - RQ Ghaziyah - Ustadzah Anis Purwanti)
  • Masya Allah sangat membantu banget untuk mendorong hafalan yang macet ditengah pandemi (M. Rizali Hadi - RQ Fatahillah - Ustadz Sugeng Purwanto)
  • Seru sih sistematika Tahfidz camp keren banget. Tapi belum bisa capai target hafalan  (Muhammad Faizal Al Farizi - RQ Umar bin Khattab - Ustadz Muhammad Hasan)
  • Bagus banget buat mentrigger semangat menghafal lagi, dan bisa buat evaluasi diri sendiri bagaimana kedepannya.  (Ilmiyah - RQ Asy Syakina - Ustadzah Windy Anita Sari)
  • Sedikit sih, tapi ternyata "alhamdulillah bisa juga ya". Yap, dapet nasihat sedikit tidak apa, terus saja menghafal dan menyetorkan hafalan. (Ibnu Khoir - RQ Utsman bin Affan - Ustadz Bayu Alfath)
  • "Suka banget sama kegiatan ini. Musyrifahnya ramah banget masyaAllah. Energi positifnya kerasa banget.Tahun depan fix mau ikut lagi. Sedih vacationnya udh mau selesai tapi hafalannya masih sedikit :(  Musyrifah favorit buat setoran mba nisa karena emang jarang dapat musyrifah yang lain hehe. (... - RQ Ghaziyah - Ustadzah Anis Purwanti)"
  • MasyaAllah.. Luar biasa mengingatkan kita dengan kenangan indah di arridho lalu (Agung Wiratama  - RQ Fatahillah - Ustadz Sugeng Purwanto)
  • Dari segi media maupun sistem, manajemen sangat luar biasa dalam menyiapkannya. Barakallah, ini pengalaman pertama dan masyaAllah walau tantangan yang dirasakan lebih besar. (Iqlima Zahra - RQ Ghaziyah - Ustadzah Anis Purwanti)

Allahummarhamnaa bil Qur'aan
Barakallahu fiikum

πŸ“– Rumah Quran STAN πŸ“–
======================

πŸ‘₯ Fb: Rumah Quran STAN
🌐 Web: rumahquranstan.com
πŸ“· IG : stanruqun_
🎞️ Youtube: bit.ly/youtubeRQ
komentar | | Baca...

History Donasi Juli 2014 s.d. Juni 2020 (6 Tahun)

Artikel ini sekedar untuk mengendapkan isi Kolom LAPORAN DONASI yang terlalu bejubel,  maa syaa Allah tak terasa sudah 6 tahun RQ STAN mengendapkan catatan-catatan donasi. Sejak Juli 2014 s.d. Juni 2020.

Hm... isi catatan donasi hanya semampu tangan mencatat, berdasarkan konfirmasi para donatur. Adapun donatur yang tidak konfirmasi, tidak terlaporkan dalam artikel ini namun dana yang telah ditransferkan in syaa Allah telah sangat bermanfaat untuk dakwah Qur'an.

komentar | | Baca...

VACATION? What's Next? dan Agar Istiqomah Bermurajaah - Vacation's Closing


Menutup momen liburan bukan berarti liburannya selesai. Karena masih ada liburan-liburan yang lain (setiap pekan = lebih sedikit sih, tapi simultan). 

Nah... Menutup Vacation RQ juga bukan berarti menghafalnya selesai. Masih ada hari-hari ke depan yang perlu diagendakan secara pribadi, buat mendukung tanda tanya di kepala kita: 

  • What's Next? 
  • Menghafal Udah? Murajaahnya Piye?
  • Lho habis ngafal dan nyetor, kok kayaknya cantolannya lemah ya?
  • dan pertanyaan lainnya...
So, buat menjawab itu semua, maka diagendakanlah penutupan VACATION dengan narasumber yang dekat dengan santri RQ: Ustadz Muhammad Luthfi Mahrus (dosen PKN STAN sekaligus pembina RQ STAN) dan Ustadz Sunarso, Alhafizh (alumni STAN dan pembina RQ STAN),


Cekidot video kajian ini:

>> KLIK DISINI <<


Hm... VACATION? What's Next?

Ustadz Luthfi membahas hal-hal yang diintisarikan sebagai berikut:
  • Bersyukur bahwa kita bersama Al Quran, ia adalah anugrah terindah.
  • QS Yunus ayat 57 =>  Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur'an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman.
  • Tidak ada rasa gelisah selagi kita bersama Qur'an dan istiqomah di dalam dinul Islam.
  • Fadhlillah = berkat karunia maksudnya diinul Islam, Wa birahmatii = rahmat Allah =  Al Qur'aan.  
  • Ghibtoh = iri yang diperbolehkan kepada orang yang Al Quran membersamai mereka, baik membaca, menghafal, memahami, mempraktekkan, mengajarkan.
  • Berinteraksi dengan Al Quran = rutinitas/day-to-day, bukan musiman.
  • Kita adalah pecinta Al Qur'an sebelum profesi kita yang lain: sebelum menjadi mahasiswa kita adalah penghafal Qur'an.
  • QS Al Israa' 9 => Sungguh, Al-Qur'an ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang mukmin yang mengerjakan kebajikan, bahwa mereka akan mendapat pahala yang besar,
  • Qur'an = kabar gembira, sehingga kita tidak terbebani.
  • Akrab dengan Al Qur'an, langskah-langkahnya:
    • iman kepada Allah
    • mujahadah
    • menambah ilmu dan jauhi maksiat
    • istiqomah
  • Mengapa kita harus akrab/Mencintai Qur'an:
    • agar sadar pentingnya Quran dalam kehidupan,
    • agar siap tegakkan Quran dalam kehidupan
    • agar selamanya hidup kita terisi dengan Qur'an
  • Efek jauh dari Qur'an => QS Tho ha 124 => Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.”
  • Cara mengakrabkan diri dengan Qur'an => 
    • memperbarui kualitas iman,
    • Wirid Quran => baca, dengar, hafal, tadabbur, dzikir,
  • Menumbuhkan keinginan hidup bersama Qur'an:
    • sibukkan diri dengan Quran
    • ingin tingkatkan amal sholeh
    • ingin memahami seluruh ayat-ayat Quran
    • ingin jadikan Quran dicintai dan diamalkan seluruh manusia,
  • Tingkatan Muslim bersama Qur'an:
    • cuma baca Quran
    • baca dan tadabbur
    • baca, tadabbur, dan menghafal,
    • baca, tadabbur, menghafal, mengamalkan,
    • baca, tadabbur, menghafal, mengamalkan, dan mengajarkan,
  • What next? Mari tingkatkan interaksi kita bersama Qur'an,
  • QS Faathir 32 => 3 jenis manusia berdasarkan Quran:
    • dzalimul linafsihi = zalim terhadap diri sendiri 
    • muqtashid = pertengahan
    • sabiqul bil khairat = berlomba dalam kebaikan
  • 4 Tahap Nikmatnya Tilawah:
    • dipaksa
    • kebiasaan
    • kebutuhan
    • kenikmatan
  • Mensyiarkan Quran => kekinian => apa-apa diposting, Alhamdulillah RQ STAN sudah punya media sosial (youtube, dll.)
  • Personal BRANDING = tantangan menampilkan Quran dalam keseharian, 
  • Ketika sudah punya branding yang kuat, in syaa Allah bisa diterima dalam komunitas masyarakat
  • Personal branding:
    • temukan keunikan diri (prestasi, ahli, dll.)
    • Posisikan branding: sharing, pandangan diri, dll.
    • Koneksi dalam komunitas
    • Tajamkan keunikan tersebut, misalnya kompetensinya diasah.
  • Baca Quran kok disunnahkan ta'awudz = karena syetan tak rela kita bersama Qur'an.
  • Rasa puas, takjub lalu berhenti, juga godaan syetan.


Gimana Agar Istiqomah Murajaah?

Ustadz Sunarso, walaupun tanpa slide, hm... Maa syaa Allah penyampaian beliau daging smua, karena berkenaan dengan referensi murajaah yang beliau miliki sekaligus sudah dipraktekkan dalam keseharian beliau:

  • Indikator keberhasilan: Bukan secepat apa kita menghafal, tapi sedekat apa kita slalu dengan Al Quran,
  • Menghafal itu:
    • 1. bersyukur, karena lidah kita dipilih Allah buat mengulang-ulang kalamullah
    • 2. sadar bhw: suara kita didengar penduduk langit, suara termulia (mereka heboh dan mendoakan pembaca Quran)
    • 3. detoksi kotoran-kotoran jiwa. 
    • 4. berlama dengan Quran: hidup menjadi lebih barokah, ini jarang disadari. krn kadang mikirnya waktu terbuang percuma. padahal sebetulnya secara ghaib jadi lebih produktif,
  • Contoh berkahnya Quran ==> Imam syafii di luar Ramadhan 1 kali khatam sehari, barokahnya bisa mengarang buku yg sangat bermanfaat untuk umat.
  • Penghafal Quran - terjauhkan dari kemaksiatan karena dekat dengan Allah...
  • Birrul walidain yang paling utama adalah => mahkota kemuliaan kepada orangtua dengan kita menghafal Quran.
  • Gimana agar Istiqomah Murajaah? Jawaban utama => MEMBUAT TARGET agar hafalan terjaga,
    • 1. target tilawah: klo ga ada, nanti kesulitan menghafal. 
      • Misal 10 kali khatam =1 bulan, (10 juz setiap hari), akan mudah menghafal. 
      • Konsep murajaah itu: mengalfatihahkan albaqarah, dst... senantiasa mengulang-ulang seperti Al Fatihah (17x sehari yang hampir mustahil lupa).
    • 2. MENGENALI TINGKAT kehafalan masing-masing hafalan kita => karena tiap hafalan punya umur, 
      • kata Ust Deden, ada yang 2 jam, seminggu, sehari, dst. Sehingga konsep murajaah: mengulang sebelum dia lupa.
      • Syaikh Abu Bakar Assatir (riyadh), membagi 3: yang lancar = perlakuannya tanpa melihat mushaf, yang ingat2 lupa = perlakuannya sambil membawa mushaf sampai lancar, yang lupa-lupa = menghafal kembali,
    • 3. Kuantitas murajaah = 10% hafalan qt hari dimurajaah setiap hari, misalnya: hafalan 10 juz, maka 1 juz dlm sehari, sehingga setelah 10 hari, sudah kembali diulang lagi.
      • Waktu harian khusus untuk Al Quran = idealnya 3 jam tiap hari. Minimal 1 jam sebelum subuh,
      • 3 juz setiap hari, standar mengulang hafizh 30 juz = misalnya: 1 juz di Qiyamul Lail, 1 juz lain di aktivitas2 lain,
      • Merupakan aib buat Penghafal Quran ketika malam ga bersama Qur'an, 
      • Tahajud sangat efektif untuk murajaahi hafalan kita.
      • Bila belum lancar untuk tahajud, sambil baca mushaf.
      • Habis subuh sampai syuruq = 1 jam = murajaah 2 juz,
      • Sering murajaah = hafalan jadi mutqin,
  • Berkaca pada sahabat = ada yg khatam 1 hari, 3 hari, 7 hari, 10 hari, semangatnya tinggi.
  • faamii bisyauqin = bibir yg dirindukan, merupakan standar dalam 1 pekan untuk murajaah bagi penghafal 30 juz:
    • 1 = fatihah
    • 2 = maidah
    • 3 = yunus
    • 4 = al isra'
    • 5 = asy syuara
    • 6 = ash shaafaat
    • 7 = qaaf
  • Melalui faami bisyauqin, kita jadi punya standar = kalo al baqarah berarti masih hari Ahad (hari pertama), kalo posisi di An Naas berarti hari ke-7.
  • Semua itu perlu mujahadah...
  • murajaah = fardhu ain >< menghafal = fardhu kifayah
  • Setelah menghafal, qt wajib murajaah 
  • Dengan itu smua, kita akan menikmati keberkahan waktu => tidak ada waktu yg terbuang utk quran,
  • Nikmat = setiap waktu yang ada dipenuhi Al Qur'aan,
  • Waktu murajaah ==> Sambil naik motor, sedang antri, sedang apa pun mengisi waktu-waktu kita yang tidak butuh banyak fokus/konsentrasi.
  • Dengan itu semua, kita mirip kehidupan rasul dan sahabat,
  • Kalo hafalan mutqin = shalat qt makin mirip dengan para sahabat, misal: 1 juz Qiyamul lail, hanya memirip-miripkan (tapi tidak sama),  
sesi doa bersama secara virtual


πŸ“– Rumah Quran STAN πŸ“–
======================

πŸ‘₯ Fb: Rumah Quran STAN
🌐 Web: rumahquranstan.com
πŸ“· IG : stanruqun_
🎞️ Youtube: bit.ly/youtubeRQ



komentar | | Baca...

Aplikasi Pendukung untuk VACATION (Virtual Camp for Tahfidz Optimization)

Penulis : rumah quran stan on Kamis, 31 Desember 2020 | 22.54.00

Kamis, 31 Desember 2020


VACATION yang dilaksanakan 24-27 Desember 2020, belum ada benchmarkingnya. Belum ada lembaga tahfidz lain mengadakan virtual camp yang kemudian kita menirunya, yap, belum ada sama sekali.

Akhirnya manajemen/panitia mencoba mengira-ngira, gimana ya caranya, dengan platform yang familiar di sekitar kita (tidak neko-neko) dan dengan waktu yang terbatas, agar tetap bisa menunjang suasana menghafal virtual yang tidak jauh dari suasana normalnya. Walaupun secara nyata, Vacation sejatinya tak bisa menggantikan Tahfidz Camp sebelum masa pandemi. 

Dengan aplikasi-aplikasi di bawah ini, RQ STAN memberanikan diri mengadakan VACATION dengan segala keterbatasan yang dimiliki.

πŸ’Ÿ Jumlah peserta = 69

πŸ’Ÿ Jumlah musyrif/ah = 9

πŸ’Ÿ Jumlah hari = 4


1. Linktree sebagai Platform One Stop Clicked

Aplikasi Linktree menyediakan pohon link. Maksudnya, dengan hanya 1 tautan linktree, ia mampu menghadirkan tombol-tombol yang memuat link menuju ke beberapa aplikasi lain, agar memudahkan tentunya, baik untuk santri maupun untuk musyrif/ah. Berikut gambaran satu tombol untuk semua layanan Vacation tersebut:

Link beralamat bit.ly/vacationrq mengandung link-link yang menjadi cabang, sebagai berikut:

  • FAQ = pertanyaan yang sering muncul,
  • Link Zoom ikhwan 
  • Link Zoom akhwat
  • Jadwal kegiatan
  • Rekap Setor ikhwan
  • Rekap Setor akhwat

2. Dua buah Akun ZOOM dengan Fitur Breakout Room (Pro)

Selain sebagai sarana video conference, Zoom menyediakan fitur breakout room (memecah ruang-ruang tambahan), sehingga talaqqi secara terpisah dapat dilakukan di dalam ruang-ruang tersebut.

Hm... Mungkin ada yang bertanya kenapa harus pakai 2 akun Zoom, jawabnya sederhana = butuh ikhwan dan akhwat agar tidak bercampur di MAIN ROOM of ZOOM. Begini manual santri ketika masuk Room Zoom:

A. Sebelum talaqqi dimulai, Admin membuat breakout room (ruang pecahan/tambahan), misalnya 3 breakout room untuk ikhwan dan 5 breakout room untuk akhwat. Breakout room ini akan berisi antrian santri yang akan setoran kepada musyrifnya. 1 musyrif/ah = 1 breakout room

B. Santri ikhwan masuk ke room ikhwan, santri akhwat juga masuk ke room akhwat. Room pertama ketika masuk ini disebut main room (ruang utama). Main room memungkinkan antar-santri berinteraksi, saling menyemangati, saling bertegur sapa. 

C. Dari main room tersebut, santri dapat memilih ruang pecahan tadi, dengan cara berikut (lihat gambar):


D. Setelah santri masuk ke breakout room, ternyata ada santri yang sedang setoran. Nah, santri dapat memilih ke room lain, atau kalau menggunakan laptop, dapat melihat room dengan jumlah santri paling sedikit, tentu agar antrian setoran hafalan lebih efektif. Nah, santri yang di dalam breakout room harus tahu sudah di urutan berapakah dia sebelum setoran ke musyrif/ah.

E. Ketika setoran berlangsung, WAJIB membuka VIDEO baik musyrif/ah maupun santri, sehingga dapat memaksimalkan praktek talaqqi itu sendiri (agar koreksi bacaan dapat lebih efektif ditemukan).

F. Setelah setoran, santri klik Leave Meeting (meninggalkan meeting untuk menghafal kembali ke mode normal).


3. Google Form Talaqqi untuk Musyrif dan Google Spreadsheet yang Dibagikan ke Peserta

Form talaqqi ikhwan dan akhwat dibedakan, menggunakan Google Form. Ini sangat banyak manfaatnya di antaranya:

  • Rekap data untuk pencapaian masing-masing santri (jumlah talaqqi / jumlah halaman),
  • Mendukung pemilihan santri terbaik,
  • Rekap data untuk memberikan mukafaah/kafalah musyrif/ah
  • Sarana evaluasi atas efektivitas talaqqi (jam setoran yang sepi, yang ramai, surat-suratnya apa saja, dll.),

Hasil rekap form tersebut dapat diakses secara bebas di dalam linktree. Hal ini mirip dengan lembar mutabaah, hanya saja ini lebih vulgar/terbuka. Tujuannya adalah:
  • sarana cek ricek hasil pengisian form oleh musyrif/ah,
  • menjadi sarana motivasi bagi santri-santri lain ketika merasa kurang semangat, termasuk hasil rekap form ikhwan bisa dilihat akhwat, dan juga sebaliknya. 

4. Grup Whatsapp Diramaikan dengan Chat Nasehat dan Penguat setiap Masuk Momen Setoran

Yang tidak masuk ke dalam Linktree adalah grup whatsapp. Ya, memang karena semua peserta VACATION sudah masuk secara otomatis ke dalam grup tersebut, dan di pembukaan telah disampaikan: bahwa seluruh jalur komunikasi akan diupdate melalui grup. Grup ini dapat diisi dengan:
  • Nasehat memghafal, agar tetap semangat, dapat berisi pula referensi-referensi metode menghafal secara efektif,
  • Video atau link-link video motivatif,
  • Reminder (mengingatkan) untuk mematuhi aturan, termasuk reminder dari materi pembukaan atau materi yang terlewat disampaikan.
  • Pengumuman-pengumuman, misalnya: nama-nama santri yang berkomitmen pada jam setoran sekian. Hal ini membantu juga agar santri diingatkan: "oh saya sudah komitmen pada jam sekian akan setoran." 

5. Info Lain disampaikan via Google Slide atau Website RQ STAN

Ini adalah aplikasi sekunder, namun penting untuk dicantumkan ke dalam Linktree, yaitu Google Slide materi pembukaan agar santri aware terhadap jadwal dan kiat-kiat untuk menghafal virtual. Selain google slide, website juga berperan agar meringkas penyampaian informasi, yang sifatnya masih berlaku untuk setelah Vacation, contohnya FAQ. Hm... siapa tahu FAQ ini bermanfaat juga buat Vacation berikutnya (bahkan bisa ditambahin lagi isinya).


------------------------

Sejatinya artikel ini dibuat agar bisa menjadi referensi bagi siapapun, hm.. bisa jadi Rumah Quran atau lembaga tahfidz lain, agar dapat memaksimalkan talaqqi secara virtual. 

Yang menjadi tantangan dalam penerapan teknologi virtual bukan pada pemilihan platform, melainkan lebih kepada bagaimana membangun culture/kebiasaan untuk lancar bervirtual. Admin perlu sadar dan sabar dalam membimbing, baik kepada santri maupun kepada musyrif/ah. Manual/teknis perlu disosialisasikan sedetail mungkin step-by-step dan rencana juga perlu disusun secara berlapis, bila perlu (plan A, B, C, dan seterusnya).

Sebagai contoh: Pada hari pertama salah satu akun Zoom mengalami kendala, maka admin perlu segera membuat rencana pelapis, jangan sampai ikhwan atau pun akhwat tidak ada setoran atau malah memakai solusi yang tidak tepat sasaran. Nah, saat itu keputusannya adalah dengan menyatukan Zoom ikhwan dan akhwat. Resiko kebingungan santri perlu diinformasikan via chat dan updating link perlu dilakukan di Linktree. Pada sisi ini, kita membutuhkan technology awareness dan kecekatan dalam bertindak.

Nah demikian,
Semoga dapat bermanfaat...
Allahummarhamnaa bil Qur'aan

πŸ“– Rumah Quran STAN πŸ“–
======================
πŸ‘₯ Fb: Rumah Quran STAN
🌐 Web: rumahquranstan.com
πŸ“· IG : stanruqun_
🎞️ Youtube: bit.ly/youtubeRQ


komentar | | Baca...

Optimalisasi Menghafal Secara Virtual - Ustadz Muhammad Alfath Hibatul Wafi


Di masa pandemi tahun 2020, dengan adanya anjuran untuk tidak berkumpul, terkendala untuk kajian secara fisik, hingga risiko bila talaqqi dilakukan tatap muka...

Maka, inilah adabnya (kaidah fiqihnya): Kalau tidak dapat dijalankan seluruhnya, jangan kemudian ditinggalkan semuanya...

Kalau tidak memungkinkan kita menghafal dan menyetorkan hafalan secara normal, tetap semangati diri kita untuk dapat menghafal secara virtual.

Ustadz Muhammad Alfath Hibatul Wafi yang seorang muda berprestasi berkenan membagikan kiat-kiat gimana sih, agar tetap produktif bersama Qur'an, terutama menghafal, ketika di musim virtual seperti ini. Via aplikasi Zoom, agenda kajian diselenggarakan pada Kamis, 24 Desember 2020, menjadi salah satu rangkaian dalam VACATION - Virtual Camp for Tahfidz Optimization yang berlangsung dari 24-27 Desember 2020 di tempat masing-masing (virtual), menghadirkan 69 santri, 9 musyrif/ah, dengan melibatkan aplikasi-aplikasi kekinian. Cek disini kalo pengen tahu aplikasi-aplikasinya: disini

Cekidot video materi beliau:

>> KLIK DISINI <<

Profil

Kelahiran 1997, Maa syaa Allah masih muda beud, dengan deretan prestasi mentereng: dari mulai juara lomba hafalan Qur'an 30 juz Nasional 2011-2018 (ga pernah absen juara), lalu juara internasional 2011 dan 2012. Tahun 2011 menjadi Peraih nilai tertinggi Ujian Nasional SMPIT Darul Qur’an Mulia, artinya menjadi penghafal Quran justru kemudian melejitkan juga prestasi duniawi, Maa syaa Allah.


Oia, Tahukah kamu? Kenapa kok dicatat kajiannya? Padahal sudah ada videonya. Sederhana saja: kadang kita tak punya banyak waktu untuk mereview materi berbentuk video, dengan screening tulisan, dirasa hal itu lebih cepat. Semoga kaya mangfaat... 

Berikut merupakan untaian hikmah yang tercatat. Hm... 

  • Sebagai insan Beriman, ada kewajiban dgn Al Quran, yaitu: memperbaiki tajwid --> menghafal --> memahami --> murajaah.
  • Itu semua bagian dari ta'allum = belajar.
  • mengamalkan dan mengajarkan juga menjadi rentetan ta'allum.
  • Eitsm usia qt tdk panjang, sadari bahwa kewajiban lebih banyak dari waktu yang dimiliki.
  • Khalid bin Walid berdoa agar dimatikan ketika berjihad, kita juga perlu berdoa, agar dimatikan Allah ketika laksanakan kewajiban (menghafal dan murajaah hafalan),
  • BELAJAR itu mestinya bertalaqqi dan bertemu guru. Dengan Quran, tak ada namanya otodidak, karena ada istilah meneruskan sanad bacaan.
  • IDEAL = harus bertemu guru, SEKARANG = beradaptasi...
  • Adaptasi harus memiliki milestone = pos2/checkpoint agar kita dapat nyaman menjalankan adaptasi,
  • KELEBIHAN MENGHAFAL DARING:
    • FORUM Menghafal lebih mudah diakses,
    • lebih ringan biaya, 
    • partner lebih mudah komunikasi
  • KEKURANGAN MENGHAFAL DARING:
    • kondisi berbeda
    • distraksi/gangguan: ortu minta bantuan? adek menangis? 
    • ada kewajiban-kewajiban lain yang simultan, 
    • jaringan internet, beda detik pas setoran,
  • Kita seharusnya berusaha menutup celah2 kekurangan tsb = Mendewasakan diri dan Menyiasati 
  • walaupun tidak dapat mengurangi seluruhnya,
  • Apa yg kita tidak dapat seluruhnya, jangan ditinggalkan seluruhnya...
  • Kita juga seharusnya menjaga trend naik...
  • Kalo turun 1, naiknya 2 ==> contohnya: kmren ga tilawah 1 juz, skrg tilawah 2 juz
  • Memilih provider internet yang tepat untuk menghafal secara virtual adalah bentuk mujahadah,
  • adab virtual = slalu menyalakan video, terutama ketika talaqqi, 
  • Jangan buka aplikasi lain sembari talaqqi, 
  • mendengarkan kajian = pengingat/pembangkit/boost agar iman kita maksimal,
  • Teknis Menghafal:
    • audio = sering mendengar kalamullah agar hafal,
    • kinestetik = tdk duduk diam/fleksibel (kinestetik), yg penting mulutnya bergerak..
    • visual = baca 1 ayat = bisa diatur 5-10-15 tergantung kesulitan, diliat dan dipetakan...
  • kesulitan = bentuk kasih sayang Allah, menghadirkan pahala kesulitan: "..."
  • Ibarat mengangkat barbel = sdh terbiasa 100kg, maka Allah akan menambah workoad,
  • Artinya sudah bisa 1hal/hari, nambah 2 hal/hari, dst... sesuai kemampuan,
  • Tentang metode menghafal => tiap org punya metode unik sendiri2
  • bangun subuh perlu dibiasakan karena menjadi waktu favorit penghafal Qur'an, apapun metodenya,
  • Ayo biasakan bangun Subuh... karena Subuh pikiran segar, tdk byk pikiran, menghafal nyaman, jm 3 menghafal -> audio - visual - kinestetik...
  • mushaf fisik...
  • Menghafal Qur'an, hati-hati => org yg masuk neraka pertama = kadzdabtaa (statemen kamu bohong dari Allah atas niat-niat para shalihin yg tertipu = qori', mujahid, dan dermawan.
  • Menghafal Quran agar tdk bertumpu dgn otak. Semuanya bisa menjadi penghafal Qur'an

Sesi Diskusi:
  • Merasa lebih cocok dengan aplikasi HP untuk memudahkan menghafal Qur'an. Bagaimana sebaiknya?
    • Jawab: dahulukan prioritas menggunakan mushaf fisik. Kalau ada mushaf sama HP,  dahulukan HP, agar apa? Agar kita bisa meraih BERKAH nya. Bukan sekedar beradab bersama Qur'an.  

Semoga bermanfaat...

πŸ“– Rumah Quran STAN πŸ“–
======================

πŸ‘₯ Fb: Rumah Quran STAN
🌐 Web: rumahquranstan.com
πŸ“· IG : stanruqun_
🎞️ Youtube: bit.ly/youtubeRQ


komentar | | Baca...

FAQ Virtual Tahfidz Camp (VACATION) RQ STAN

Penulis : rumah quran stan on Kamis, 24 Desember 2020 | 07.49.00

Kamis, 24 Desember 2020

1. Kenapa sih setor minimalnya 8 set jam setoran?

Jawab: agar serius dengan target 🎯 dan memaksimalkan waktu liburan. Utk tugas2 kampus semoga Allah memberikan keberkahan di sela2 menghafal😊 ingat konsep berkahnya waktuπŸ€” Mengerjakan pekerjaan yg banyak dengan waktu yg sedikitπŸ₯Ί Barakallah


2. Bolehkah setor di luar jam pilihan?

Jawab : Boleh. Saat Vacation, santri boleh mengambil waktu setoran di luar waktu yang telah dipilih


3. Saya sudah memilih 8 waktu setor. Kalau saya nanti nambah jadi 10, karena ada waktu luang, atau untuk mengejar target, boleh?

Jawab 

Boleh banget. Santri boleh mengambil 8-18 waktu setor lainnya, sekalipun bukan yang didaftarkan di awal. Fleksibel yaaa... 


4. Kalau target tidak tercapai, apakah ada iqob atau semacamnya?

Jawab :

Target fungsinya untuk mentrigger semangat kita ya.. Kalau ada yang dituju, pasti akan lebih semangat. Tapi, fokusnya jangan melulu pada target ya..bisa capek sendiri. Jalani saja sesi demi sesi setoran sesuai kemampuan, insyaallah pelan pelan kita akan berjalan menuju target yg kita tuju.


5. Kak klo belum hafal di jam pilihan, atau tiba-tiba ada keperluan mendesak, boleh geser atau pindah ke jam lain ga?

Jawab.

Boleh. Fleksibel aja ya


6. Kalau isian juz yang kemarin di form berbeda dengan yang saya setorkan, apakah boleh?

Jawab : Boleh. 


7. Tau nomor antrian dari mana kak?

Jawab .

Silakan pilih room dulu, lalu diurutkan dan ditulis sendiri secara manual sesuai dengan jumlah santri yang ada di room tersebut. 


8. Kalau lupa sama jadwal yang sudah dipilih kemarin, bagaimana ya?

Jawab .

Tidak apa apa. Waktunya fleksibel, kalau sudah siap, langsung setoran saja, tanpa perlu kepatok pada jadwal kemarin

9. Mengapa di zoom saya tidak tampil breakout room nya?

Jawab. 

Pastikan aplikasi zoom yang digunakan adalah yang terbaru. Update dulu yaa... Baru diulang lagi, insyallah akan muncul pilihan breakout room nya


10. Kak, kenapa saya kesulitan masuk ke zoom, loadingnya lama sekali

Jawab

Dicoba lagi ya.. Pastikan internet sudah oke, dan terus dicoba sampai bisa. Insyaallah bisa, semoga Allah mudahkan. Semangat, bersama kesulitan ada kemudahan. 


11. Jadwalnya ikut WIB ya?
Jawab. Betul, kita mengacu pada waktu indonesia barat (WIB) yaa..

---------

Link Vacation :

http://bit.ly/vacationrq

komentar | | Baca...

Kilas Balik Diturunkannya Quran | Ustadz Faris BQ, Lc. MA.

Penulis : rumah quran stan on Jumat, 16 Oktober 2020 | 07.02.00

Jumat, 16 Oktober 2020


Link Youtube Kajian => klik disini 

Zoom RQ STAN, 4 Oktober 2020

Kajian kali ini unik. Santri diminta gabung/join setengah jam sebelum acara seharusnya dimulai. Alasannya sederhana: manajemen telah men-share ID meeting Zoom dan password ke grup komunitas Quran dan alumni RQ, agar mereka dapat join kajian. Namun, realitanya, partisipan Zoom RQ saat kajian mentok di angka 68 :D

Beberapa pengumuman juga disampaikan sebelum kajian berlangsung, di antaranya:

  1. Periksa Adab = Agar dalam mengikuti kajian walaupun virtual, tata adab berpakaian santri sama seperti ketika kajian offline;
  2. Pengumuman lomba kajian Adab = catatan terlengkap ada 2 pemenang. 
  3. Bahwa RQ Virtual berpotensi menghadirkan data-data analytic yg dlu belum pernah dimining di RQ STAN. Salah satunya efektivitas pembelajaran di RQ. Diharapkan evaluasi online bisa dimaksimalkan, yakni di 1 BULAN PERTAMA RQ STAN Virtual.
  4. Pengumuman lomba banyak-banyakan like filosofi RQ virtual, dengan pemenang RQ Hafshah 121 likes.
  5. Knowledge Folder RQ STAN: s.id/rqsemangat berisi komitmen awal, agar kita bisa merecallback semangat Quran kita. Selain itu, dokumentasi kajian/pembelajaran dan lain-lain dapat diarsipkan di folder cloud tersebut.
  6. Lomba catatan kajian berikutnya dengan ketentuan:
    • membuat resume dan menetukan frame terbaik yang dikaitkan dengan kehidupan pribadi (wisdom) dibingkai dgn desain menarik, diposting sebagai FIT Instagram, dengan men-TAG IG stanruqun_
    • kebetulan kajian sejarah, pasti ada frame menarik yang bisa kita jadikan patokan kehidupan kita.
    • tersedia 3 pemenang dengan like terbanyak. 

Starting KHANSA - Khajian Insidental 

Kajian dipandu oleh MC Kukuh Said Musa, Mahasiswa lulus PKN STAN 2020 yang 14 Oktober lalu diwisuda. Diawali dengan lantunan tasmi' surah An Nabaa' dari akh Faishal Ibrahim (keduanya dari RQ Fatahillah), kegiatan diharapkan menjadi lebih berkah. Ustadz Faris BQ bi idznillah masuk tepat sebelum pukul 20.15, sehingga ustadz langsung dapat memulai kajian.

Berikut intisari penuh makna dari kajian beliau:
  • Ust. Faris di 2006-2007 pernah menjadi pengampu materi pengantar ilmu hadits Ma'had MBM (Kampus STAN). Maa syaa Allah, beliau rindu masa-masa itu. Masa di mana belum banyak remaja muslim yang melek dakwah seperti sekarang, tapi sudah ada kalangan-kalangan itu di STAN. Semoga Allah pertemukan kami di syurga Allah untuk berreuni kembali.
  • Start sejarah Quran bukan ketika Quran diturunkan, tetapi ketika Allah mempersiapkan seorang rasul demi menerima wahyu yang merupakan mukjizat itu.
  • Di usia 3,5 tahun, Nabi dibelah dadanya, sebuah peristiwa yang tidak diterima nalar. Ini merupakan IRHAS, yakni kejadian diluar nalar sebelum diangkat nabi
  • Selain itu, ada juga ru'yah ash shodiqoh = mimpi yg benar. yang mirip dan persis kejadian yang akan terjadi nantinya. ini terjadi 6 bulan sebelum Rasul terima wahyu. Allah membiasakan dengan hal-hal yang mirip dengan wahyu.
  • Mimpi yg benar adalah bagian 1/46 bagian wahyu. Bahwa bohong terkait mimpi itu dosanya lebih besar daripada bohong biasa. Nah, 6 bulan = 1/2 tahun dr 23 tahun = 1/46, sebuah keajaiban pesan Nabi kala itu.
  • Salaamun hajar = yakni batu-batu di sekitar Makkah yang mengucapkan salam kepada Nabi. "Aku tahu letak batu-batu di mekkah, krn mereka mengucapkan salam ketika aku belum menjadi nabi."
  • Agar apa kejadian itu semua? Agar nabi tidak terbebani ketika sudah tibanya wahyu.
  • RENUNGAN: Kalau Quran turun kepada GUNUNG = maka gunung akan hancur berkeping-keping. Maa syaa Allah. Betapa LEBIH KUATNYA kita dari gunung, ketika kita mau bertahan bersama Quran, mengambil amanah untuk slalu membersamai Qur'an: membacanya, menghafalnya, memahaminya, mempraktekannya, mendakwahkannya (seluruh interaksi dengannya).
  • Kalamullah > kalamul makhluk, beda Allah dan makhluknya. 
  • Allah tidak menyerupai apapun. Artinya apa? Ketika diturunkan kepada Nabi Muhammad = Allah telah menyiapkan hati Rasul lebih kuat daripada gunung. Lalu jiwamu? Jiwa yg lebih kuat daripada kejutan-kejutan di dunia. Allah tahu bahwa kita lebih kuat daripada gunung itu.
  • Tadabbur Surah At Takwir ayat 19-20 = sesungguhnya (Al-Qur'an) itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril), yang memiliki kekuatan, memiliki kedudukan tinggi di sisi (Allah) yang memiliki ‘Arsy.  
  • Detik yang paling menakjubkan = yakni ketika Quran turun kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. 
  • Apa istiewanya Quran? Padahal ada zabur injil dll. Lihat 2 hal:
    • 1 = dahulu, wahyu-wahyu turun secara kontinyu. lalu bumi alami kekosongan wahyu 600 tahun lamanya. Nabi Muhammad diturunkan, itu era kosong wahyu sudah 600 tahun. Betapa saat itu bumi kacau balau. Allah turunkan wahyu untuk selamatkan manusia. Saat itulah ada peradaban Romawi, Yunani, dll. Allah memandang penduduk bumi. Lalu Allah murka kepada seluruh manusia, kecuali ada sisa sangat sedikit ahli kitab (yang taat pada wahyu sebelumnya). Disitulah istimewanya Nabi Shallallahu alaihi wa sallam.
    • 2= Sebelumnya, wahyu diperuntukkan umat tertentu, kurun waktu tertentu, tempat tertetntu, terbatas. Tauratnya Nabi Musa alaihissalaam = untuk Bani Israil, Injil untuk umatnya Nabi Isa alaihissalaam. Lalu, Quran? kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, umat hari itu, dan seterusnyaaaa,,,

===========
  • Aturan-aturan Quran menjawab seluruh tantangan kehidupan umat zaman itu hingga akhir zaman.
  • Contohnya tentang rizqi = Rizqi dari langit. maksudnya air dari langit membuat tanaman tumbuh, lalu, terjadilah rantai makanan. Itu pemahaman klasik. Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan apa yang dijanjikan kepadamu. Surat Adz Dzariyat 22 = Wa minassamaai fii... (di)... min (dari). Kenapa menggunakan fii? Bukan dari? Di langitlah rizqimu. Apa maknanya? Ternyata di langit ada gelombang wifi, gelombang internet= ini maksudnya rizqimu di langit. Beli apa-apa, transaksi di langit, mengerjakan tugas pakai cloud, digaji juga pakai transfer bank, yang melibatkan langit
  • 40 tahun Nabi digembleng untuk persiapan menjalankan tugas 23 tahun.
  • Ada pembukaan = belah dada, salam batu. Hingga hidayah sampai di dada manusia. 
  • Manusia dibekali akal. Ada pencipta = bahwa alam tidak mungkin ada dengan sendirinya. pasti ada yg menciptakan. Akal manusia sudah sampai pada tahap pemikiran itu. Manusia mencari sandaran = aku harus menjalin komunikasi dgn dzat itu. Lalu, dzat itu apa? Nah, disinilah akal tidak sampai. bagaimana menjalinnya? Akal tidak sampai kesana.
  • Akhirnya banyak cara yg dilakukan. Ada yg bilang: bulan, matahari, api, dewa, nenek moyang, bintang, dll. 
  • Jadi, dzat itu apa?
  • Untuk menjawab pertanyaan di mana akal manusia belum sampaim Allah utus para rasul. Untuk memberikan info: Allah adalah dzat itu.
  • Rasul bertugas untuk menjawab ruang kosong yang belum dapat dicapai oleh akal. Maka, betapa naif orang-orang yg mendewakan akal. 
  • Maka, inilah renungan kita. "Ngga ada dakwah paling lugas = kecuali covid19." Apa maksudnya?
  • "Hei manusia, Aku ini Allah. tidak ada yang patut disembah selain Aku. Kamu mengira bahwa kamu kuat? Siapa yg bisa menebak bakal ada pandemi? Lalu bagaimanakah kondisi setelah pandemi? Survey-survey dibuat, kapan selesai pandemi? Tapi sampai sekarang pun masih pandemi. Jangan lupa. Nilai wahyu. Wahyu adalah nikmat paling besar kepada manusia. 
  • Kalian yang butuh sama Allah. Allah tidak butuh apapun dari kalian... (al ayah) 
    • Kalau manusia dan jin dikumpulkan, hati-hati mereka semua bertakwa sama Allah, tdk akan menambah kerajaan Allah.
    • Sebaliknya, bila pun hati-hati mereka semua durhaka sama Allah, itu tidak akan mengurangi kerajaan Allah.
  • Oleh karena itu, fokuslah pada pemberi rizqi. Jangan hanya fokus pada rizqi. Allah maha kaya, kerajaan tidak berkurang. Asal kamu menunaikan hak Allah.
  • Kamu siapa tanpa Quran? Semua peradaban... titik 0 km nya adalah Al Quran. Betapa sayangnya Allah ketika menurunkan Quran, sayang kalau kita memeluknya, lantas malah berpaling dari Quran.
  • "Aku heran orang hidup tanpa Quran, sebagaimana ikan hidup tanpa air."
  • Jadikan quran energi ...

TANYA JAWAB
=================

  • Melakukan sesuatu krn slain Allah = riya. Meninggalkan sesuatu krn slain Allah = syirik. Jadi jangan takut kalau tilawah di depan umum. Kecuali kalau memang kita takut mengganggu orang lain. Itu tidak masalah.
  • Kalau di rumah iman turun, di masjid/kajian iman naik. Itu manusiawi = ini pun terjadi pada para sahabat. Bahwa sahabat hanzalah berteriak bahwa dirinya munafiq = padahal munafiq itu di kerak neraka. Maksudnya di luar sana kita lagi futur nih. Nah, cara bangun motivasi internal:
    • Tingkatkan iman? seperti petani yg sabar menanam padi. Karena ia tahu hasilnya bakal seperti apa ketika panen nanti?
    • Latihan. ketataan pertama-tama ditata. 
    • Komunikasi. 
    • Berdoa kpd Allah. hati ini rapuh, milik Allah.
  • BAITUL IZZAAH = ini adalah lokasi turunnya Quran dari sisi Allah ke pos transisi ini = urutannya sama.
  • Malam Senin di bulan Ramadhan = 5 ayat pertama Al Alaq ke Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. Selanjutnya = menjawab pertanyaan-pertanyaan nabi dan tantangan zaman saat itu. Inilah bukti kuat = bahwa Quran dari Allah, bukan dari Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam.
  • Urutan ayat-ayat dan surat-surat dari Allah = bersifat tauqifi, melalui jibril, 
  • Tilawah pikiran kemana? Bagaimana kiat nya?
    • 1 huruf  = 10 kebaikan.
    • utk memberi efek ke kehidupan tetap tidak bisa seperti ini. Ini tentang seberapa berkhasiat tilawah itu berubah jadi energi dalam kehidupan qt.
    • Maka, ketika tahu kandungan ayat = memudahkan ayat meresapi 
    • Jangan hanya fokus kepada kuantitas = penuhi juga kualitas.
  • Bagaimana agar jiwa kita semangat dlm menyampaikan? dalam dakwah?
    • Semakin banyak belajar semakin merasa ilmu begitu sedikit.
    • Tapi saya (ustadz Faris) punya semangat berbagi.
    • Surah Fushilat 33 = "siapa yg lebih baik drpd org yg mengajak kepada Allah?"
    • inilah bentuk kasih sayang kepada Allah. 
    • semangat utk mengajak, karena sayang kpd manusia.
    • jangan berdakwah karena kebencian.
    • Logikanya = kalau kita makan ke restoran = enak dan harganya bagus. Pasti kita akan mengajak teman-teman kita bukan? 
    • Lalu, apa yg lebih lezat daripada agama ini? maa syaa Allah.

πŸ“– Rumah Quran STAN πŸ“–
======================
πŸ‘₯ Fb: Rumah Quran STAN
🌐 Web: rumahquranstan.com
πŸ“· IG : stanruqun_
🎞️ Youtube: bit.ly/youtubeRQ
komentar | | Baca...

Kuliah Perdana RQ STAN Virtual 2020-2021

Penulis : rumah quran stan on Minggu, 04 Oktober 2020 | 14.33.00

Minggu, 04 Oktober 2020

 

Klik gambar untuk mengakses Youtube Kajian Kulper RQ STAN 2020

Ada 2 agenda virtual di kulper RQ STAN 2020:

  • Ahad malam, 6 September 2020 = 19.30 - 22.00 WIB
  • Senin malam, 7 September 2020 = 19.30 - 22.00 WIB 
Agenda Ahad malam berisi sambutan pembina RQ STAN Ustadz M. Luthfi Mahrus dan kajian Ustadz Ibnu Jarir, Lc. dengan tema: Adab Menghafal secara Virtual

Ustadz Luthfi berpesan untuk meluruskan niat dan menjaga adab agar berakhlak Quran. Termasuk menyikapi kondisi pandemi agar kita tak lupa bahagia, menghadirkan rasa dalam mengingat Allah dalam berinteraksi dengan kalamullah. 

Ustadz. M. Luthfi Mahrus - Pembina RQ STAN

Adapun INTISARI materi Ustadz Ibnu Jarir sangat luar biasa mencakup seluruh tema, adalah sebagai berikut:
  • IMAN ISLAM di tengah pendemik, merupakan nikmat terbesar. 
  • Beramal sebaik-baik amal-lah dengan Al-Quran
  • Quran = pencerahan jiwa
  • Sayyid Quthb = hidup di bawah naungan Quran itu indah, lezaat, tidak bs dirasakan kecuali orang-orang yang merasakannya
  • Kenikmatan untuk hidup punya 2 umur: umur biologis dan umur muayasatu al quran 
  • Hati manusia itu bisa berkarat seperti berkaratnya besi bila terkena air. Bagaimana cara menghilangkan karat2 ini, ya rasulallah? Jawab Rasul: 1. baca quran, dan 2. dzikr maut.
  • hayah maal quran itu indah = terkenal di langit, walau tidak dikenal di dunia.
  • Tidak berkumpul satu kaum, di rumah Allah, mengkaji menghafal kecuali akan turun sakinah, kasih sayang Allah menyertai, malaikat menaungkan sayapnya krn ridho, dan Allah banggakan hamba ini di sisi langit.
  • Barangsiapa mengikuti petunjukku, dia takkan pernah merasa susah, karena semua jalan kehidupan telah ditunjukkan dlm quran.
1. muayasah maal quran = syafaat kepada kita, masuk dalam keluarga yang Allah pilih

ADAB DALAM BERINTERAKSI DENGAN AL-QURAN:

- bersihnya niat
- tsumaa sya''aa = keinginan qt adalah pahala dr Allah
- munajat = yunaaji rabbuna = berdialog dgn Allah, 
- mas'alah = permintaan kpd Allah, 
- syafaat = syafaat Al Quran nanti,
- ta'allimu = quran mengajarkan segala sesuatu. sumber ilmu, sumber inspirasi,
- al-amal = cukup di hadapan Allah qt beramal

Bayangkan => 3.600.000 huruf x 10 kebaikan = dalam 1 kali khatam

2. Akhbir fii adh-hanina = hadirkan di mind set = miracle of quran. 

- Ya Allah, jadikan quran itu bunga-bunga hati kami, mekar dalam hati. 


ADAB QURAN TERHADAP MU'ALLIM:
  • muta'allimul quran li mu'allimi adalah sama, meski dilakukan scr virtual.
  • Adab qt thdp al quran = 
    • -- yatathohhar qoblal qiraati = berwudhu, megang quran walau tdk apa2, tp ini adab,
    • -- siwak, sikat gigi,
    • -- berpakaian dgn yg baik, tutup aurat, 
  • Adab dlm berinteraksi thdp quran
    • - syetan menggoda, sehingga perlu taawudh,
    • - jgn memudah memutus tilawah krn pembicaraan  
    • - tartil
    • - letakkan mushaf itu ditutup, posisi paling atas, 
    • - jgn diletakkan di tanah/lantai
  • Untuk apa adab? Untuk memuliakan Quran karena ia kalamullah.
  • Bagi yang haid = tidak membaca Quran, meski begitu, Imam Ahmad membolehkan asal tidak memegang mushaf.
    • Qiraat kita di tempat bersih, 
    • Upayakan ajarkan/latih dgn suara tilawah yg bagus
    • Baca quran kalau lagi keluar angin, ambil qudhu lagi atau berhenti sejenak lalu teruskan.
  • Mutaallimil quran maal muallimi
    • -- berinteraksi tapi tdk bs face to face,
BAGAIMANA SCR VIRTUAL?
  • sama sprti qt langsung (tatap muka)
  • performance (jangan asal-asalan) krn ini lihurmatil quran, ulama, ahlul quran, hanya org yg berilmu = yg takut, sopan.
  • memperbaiki duduk dlm kondisi yg baik, sprti duduk di dlm kondisi normal, jgn duduk asal2an/tiduran, tetap tawadhu, muliakan guru dgn duduk serius
  • tahu benar hak musyrif2 qt, 
  • KISAH Dr. Ali Ahmadi = disertasi di UIN, pembimbing liberal di UIN (dosen filsafat) => cerita Dr Ali Ahmadi kpd dosen/pembimbingnya yg melecehkan dirinya dan Qurannya, shg lumpuh, lalu insyaf.
  • tidak memotong pembicaraan, 
  • tidak memutus tilawah, 
  • tidak percaya pandangan orang lain yang buruk kepada dirinya (riyadhus shalihin imam nawawi)
  • bentuk takrim, menghormati musyrif: salam ke yg lain, termasuk salam secara khusus kepada beliau
  • menjaga perasaan musyrif/ah
  • Kisah: Ibnu Abbas menghormati ulama ; al ilmu yu'ta alaihi walaa ya'ti = ilmu didatangi, bukan datang sendiri.
  • Jangan lalai. Serius. hargai waktu.
  • menerima dgn sebaik-baiknya ketika ditalaqqi (tidak protes).
  • membekas kenangan bersama ustadz

DISKUSI:

  • Bagaimana agar bisa kembali mendapatkan pahala seperti di masjid?
    • Jwb : insyaallah, apabila sudah terbiasa pahalanya didapatkan sama dengan apa yang dikerjakan sebelumnya.
  • Adab kpd musyrif/musyrifah saat menyetor (tapi belum hafal)?
    • Jwb : tanamkan dlm mindset kita saat mendaftar di RQ adalah kuatkan niat bahwa kita mampu untuk menghafal. Kalau memang belum hafal, sesekali gpp, sehari,dua hari, belum juga. Namun jangan keseringan dan terlalu lama. berkomunikasi dengan Musyrif/musyrifah mengenai masalah yang dihadapi untuk menemukan solusinya.

==========================

Agenda Senin malam berisi (tanpa dicantumkan di list Youtube RQ STAN) adalah sebagai berikut:
  • Pemaparan Program Virtual RQ STAN
  • Sesi breakout room ZOOM bersama musyrif/ah masing-masing
==========================

JUARA LOMBA TULIS KAJIAN (edisi paling lengkap):
  1. Randa Dwirayuda (RQ Utsman bin Affan),
  2. Nifa Aulia Masyrifa (RQ Aisyah).


πŸ“– Rumah Quran STAN πŸ“–
======================
πŸ‘₯ Fb: Rumah Quran STAN
🌐 Web: rumahquranstan.com
πŸ“· IG : stanruqun_

komentar | | Baca...
 
Tentang Kami | Kontak Kami | Privacy policy | Term of use | Ingin Berdonasi? | Site map
Copyright Ruqun STAN© 2015. Rumah Qur'an STAN . All Rights Reserved.
Design Template by klik di sini |