Kabar Terbaru »
Bagikan kepada teman!

Kuthbah Ied ala RQ Granada

Penulis : rumah quran stan on Minggu, 24 Mei 2020 | 02.42.00

Minggu, 24 Mei 2020


RQ Granada merupakan cabang Rumah Quran STAN dengan jumlah santri tinggal terbanyak dibanding RQ-RQ yang lain selama masa pandemik COVID-19. Bila RQ lain, ada yang hanya ditinggali musyrifahnya saja, ada yang kosong sama sekali, ada yang ditinggali 1 santri ikhwan (RQ/RT MBM), maka ada 4 santriwati RQ Granada yang tetap tinggal. 

Maka, pemilik RQ Granada yang merupakan salah satu manajemen RQ STAN mengajak santriwati di lantai 2 rumah turun ke bawah (lantai 1) untuk menggelar shalat Ied bersama pada 1 Syawal 1441 H (25 Mei 2020). Berikut adalah draft khutbah dengan pendekatan ala RQ Granada:

💌💌💌

Assalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Allahu akbar
Allahu akbar
Allahu akbar
Alhamdulillah 
Ash sholaatu wassalaamu'alaa Rasuulillah - Amma ba'du

Fa yaa’ibaadallah uushikum wa nafsii bitaqwallah faqod faazal muttaquun.
Qalallahu ta’alaa fii kitaabihil kariim - Audzubillaahiminiassyaithaanirrajiim  

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ 
Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.-QS Ali Imran 102-

Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar Walillahilhamd
Sobat RQ Granada, yang smoga sehat dan smangat

Sungguh sebuah kenikmatan dari Allah bisa beribadah di pagi 1 Syawal, dengan suasana khutbah rumahan. Semoga kita bisa mensyukuri nikmat-nikmat itu, dengan hati, lisan, dan amal yang optimal. 

Di balik nikmat-nikmat Allah yang tak terhitung ini, ada 1 yang nikmat yang perlu kita sadari yakni nikmat iman islam, yang mau tidak mau, sadar tidak sadar, dunia kita saat ini sedang bergerak mengimplementasikan tata cara Islam secara pelan-pelan.

Ini buktinya: Kita tahu perbankan berkonsep Syariah, Ketika ada krisis, perbankan konvensional kolaps, namun yang syariah tidak tergerus krisis. Dunia sudah beberapa tahun terakhir menyaksikan perkembangan signifikan perbankan syariah.

Lalu, kita juga tahu konsep larangan ikhtilath (bercampur laki perempuan). Dengan adanya gerbong khusus wanita, ruang busway khusus wanita, itu semua praktek atas konsep Islam yang menghindarkan adanya ikhtilath. Karena memang Islam sesuai fitrah manusia. 

Satu bukti lagi muncul, betapa dunia kita sedang mempraktekkan tata cara Islam. Apa itu? Yaitu wabah yang kita alami. Jauh sebelum pemimpin kita menerbitkan PSBB, ada titah Rasulullah Saw melalui hadits yang mulia:

Abdurrahman bin Auf mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Apabila kamu mendengar wabah berjangkit di suatu negeri, janganlah kamu datangi negeri itu. Dan apabila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, maka janganlah keluar dari negeri itu karena hendak melarikan diri… (HR Bukhari Muslim)

Maa syaa Allah, sobat RQ Granada, semoga dengan keberadaan kita disini, dengan berlandaskan niat menggapai ridha Allah dan mencontoh sunnah Nabi saw, kita dapatkan pundi-pundi pahala dari Allah, atas aksi dirumahsajanya kita, atas lockdownnya kita, atas magernya hidup kita akhir2 ini.

Sobat RQ Granada yang in syaa Allah sudah hafal juz 28,

Tiap khutbah slalu ada wasiat takwa. Maka kita dapati di juz 28 surat Al Hasyr-18:
Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.

Lalu ada lagi, di surat At Tagaabun 16: Fattaqullaahamastatho'tum...
Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu ...

Ternyata kunci takwa itu ada di surat setelahnya yaitu At Thalaq, yakni Wamayyattaqillaaha, ada 3:
1. yaj’allahu makhraja: Allah akan membukakan jalan keluar (ayat-1);
2. yaj’allahu min amrihii yusro: Allah akan memudahkan urusannya (ayat-4);
3. yukaffir ‘anhu sayyi’aatihii wayu’dzim lahuu ajro: Allah hapus kesalahan2 dan melipatgandakan pahala (ayat-5).

Maka, mari kita berharap sama Allah agar kita menjadi pribadi muttaqiin, dimana bekal ketakwaan yang sudah kita usahakan di bulan Ramadhan kemarin, semoga dapat tetap kita istiqomahkan di 11 bulan ke depan, serta agar usia kita disampaikan di Ramadhan tahun depan. Aamin ya Rabbal 'alamin.

Khutbah 1 ini akan saya akhiri dengan secuplik cerita:
Biasanya kalau ada lari maraton, pelarinya dari awal hingga menjelang garis finish, berupaya menjaga endurance (daya tahan), beda dengan sprint 100 meter yang pelarinya langsung menghabiskan staminyanya. Nah, ketika pelari maraton sudah mendekati garis finish, seharusnya kan mempercepat lari ya, sayangnya syetan sudah mempersiapkan ranjau-ranjau instan di dekat garis finish itu, sebutlah diskon belanja, buzzer media, isu pandemik yang bikin ketar-ketir, dan lainnya.  Naudzubillah, semoga slalu tentram hati kita..

Nah, Ada pelari yang gagal tapi tidak sadar kalau dia itu sudah di luar rute. Lho kok bisa? Kita jadi bertanya: Apa makna garis finish disini? Maka saya jawab: Ia adalah penerimaan amal dan turunnya ampunan Allah, yang sungguh rugi kalau kita sudah di Syawal sekarang ini (di luar rute marathon Ramadhan), tapi tak mendapatkan ampunan-Nya, artinya sia-sialah puasa dan bangun malamnya (naudzubillahi min dzaalik). 

Nah, kita saat ini kan di luar rute marathon. Pertanyaannya, kita tidak tahu nih, kita sudah melewati garis finish atau belum??? 

Maka, khatib mengajak diri dan antum sekalian, Mari slalu bekalkan diri kita dalam hari-hari ke depan dengan doa: 
1. Taqabbalallahu minna wa minkum. 
2. Juga: Allahumma taqabbal minna innaka antassami’ul aliim watub alainaa innaka antattawwaaburrahiim, atau: 
3. Allahumma taqabbal minnaa shalaatanaa washiyaamanaa wa rukuu’anaa wasujuudana wa quudana wa tadharru’ana (merendahkan diri kami), wa takhasyu’ana (khusyuk2 kami), wa ta’abbudanaa (pengabdian kami), wa tammim taqshiiranaa (dan sempurnakanlah penunaian ibadah kami)…

Barakallahu lii walakum fil qur’aanil adziim. Wanafa'anii waiyyaakum bimaa fiihi minal aayaati wadzdzikril hakiim. Aquulu qouli haadzaa wastaghfirullahulii walakum walisaa irilmuslimiina walmuslimaat. Farstaghfirullah. Innahuu huwalghafuuruarrahiim.

--DUDUK, LALU BANGUN UNTUK KHUTBAH 2--

Alhamdulillah
Alhamdulillahilladzii arsala rasuulahuu bil hudaa wadiinil haqq liyudzhirahuu aladdiini kullihii wakafaa billaahisyahiida...
Allahummashalli alaa Muhammad wa alaa aali Muhammad

Sobat Granada, yang masih ON FIRE di bulan Syawal ini,
Sungguh Ramadhan kemarin hingga Syawal ini punya 4 nilai tambah dibanding Ramadhan2 sebelumnya, yang sangat lain dari yang lain, dengan Ramadhan sebelum2nya:

1. Energi kerinduan kepada orangtua: sungguh cinta itu kalau jauh di mata, justru malah jadi dekat di hati dan menghadirkan energi tersendiri. Antum tidak pulkam, kami juga tidak pulkam. Artinya: kita tetap bisa kirimkan energi doa buat mereka, maka kami juga titip salam kami kepada antum, untuk mereka: semoga kita semua sehat senantiasa.

2. Ekstra perlindungan: karena tidak boleh keluar, kita jadi jarang bertemu orang, artinya godaan lawan jenis, juga godaan makanan minuman, jauh lebih bisa terkontrol, kecuali memang kita mau curi2 pandang media sosial, nastaghfirullah...

3. Ekstra waktu konversi: banyak waktu Ramadhan lalu yang secara durasi bisa dikonversi di Ramadhan tahun ini menjadi ibadah, misalnya nambah 1 juz perhari, yang dikonversikan dari: jalan dari/ke kampus, ngobrol ngabuburit, ngeramein kajian tatap muka, jalan dari/ke masjid, pulkam, dll. Maka, sungguh beruntung yang ibadahnya nambah hasil dari konversi tadi.

4. Sedikitnya gaya gesek, apa maksudnya? Yang terakhir ini berpotensi sekali menjadikan Ramadhan kita terbaik dari Ramadhan2 lalu. Kenapa? Karena tidak ada gaya gesek bakda Ramadhan yg hadir secara masif. Nah, apa saja itu?
- tidak ada pulkam yang biasanya mengganggu ritme ibadah kita selama di sini, 
- tidak ada dekat orangtua sehingga kemanjaan kita jadi berkurang, kita lebih fight disini,
- tidak ada jalan2 silaturrahim manual yang biasanya menambah sibuk dan mengubah jam biologis kita, yang padahal sudah otomatis bangun sahur selama 30 hari.

Maa syaa Allah… maka, saya mengajak antum sobat RQ Granada, mari kita besok langsung puasa lagi, 6 hari Syawalan secara berurutan, kenapa? karena tidak ada alasan bagi kita seperti kalau kita di kampung (ga enak ama ortu lah, harus menjamu tamu lah, dll, tak ada alasan itu disini).

Ini semua kita ikhtiarkan agar ritme ibadah kita terjaga. Walau kemungkinan akan menurun, tapi in syaa Allah tidak menurun secara njomplang. Keep tidur diawal and bangun sepertiga malam untuk memanfaatkan waktu sahur. In syaa Allah waktu sahur bukan hanya berkah untuk makan dan shalat malam, tapi juga buat nugas kampus.

Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillah - Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar… Mari kita pungkasi khutbah dengan bershalawat dan doa:

Innallaaha wa malaa’ikatahuu yushalluuna ‘alannabiy. Yaa ayyuhalladziina aamanuu shalluu alaihi wasallimuutasliimaa. Sebagaimana Allah dan para malaikat bershalawat kepada Nabi, kita pun turut memperbanyak shalawat: Allahummaa shalli alaa Muhammad wa alaa ali Muhammad…

Allahummaghfir lil muslimiina walmuslimaat wal mu’miniina wal mukminaat al ahyaa I minhum wal amwaat innaka samiun qaribun mujibud dakwaat. Ya qadiyal haajaat.

Allahummarhamnaa bil Qur’aan, waj’alhulanaa imaaman wa nuuran wa hudan wa rahmah. Allahummadzakkirnaa minhumaa nusiina wa’allimnaa min humaa jahilnaa war zuqnaa tilaawatahu war zuqnaa tilaawatahuu indal wa bakdal Ramadhan ya Allah… warzuqnaa tilaawatahuu aana allaili wa athraafannahaar. Waj’alhulanaa hujatan yaa Rabbal ‘aalamiin.

Allahumma taqabbal minna innaka antassami’ul aliim, wa tub alainaa innaka antat tawwaburrahiim. Allahumma taqabbal minnaa shalaatanaa washiyaamanaa wa rukuu’anaa wasujuudana wa quudana wa tadharru’ana, wa takhasyu’ana, wa ta’abbudanaa, wa tammim taqshiiranaa…

Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wafil aakhirati hasanah wa qinaa adzaabannaar.

Subhaana rabbika rabbil izzati ‘ammaa yasifuun wasalaamun alal mursaliin walhamdulillahirabbil ‘aalamiin.

Wassalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Rumah Quran STAN
turut mengucapkan 

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H
Taqabbalallahu minnaa wa minkum
Ja'alanallahu wa iyyaakum minal 'aaidin wal faa'izin

Semoga Allah menerima amal ibadah kita, 
Semoga Allah jadikan kita orang-orang yang kembali dan beruntung,

Allahummarhamnaa bil Qur'aanil kariim
frame - lebaran #diRQaja - 4 santri dan 1 musyrifah berpelukan pasca shalat Iedul Fitri

komentar | | Baca...

Jejak Ramadhan 1441 H - RQ STAN

Penulis : rumah quran stan on Jumat, 22 Mei 2020 | 09.23.00

Jumat, 22 Mei 2020


Dalam sebuah sesi kajian terakhir di bulan Ramadhan - yang diselenggarakan Rumah Quran Daarut Tarbiyyah (peletak dasar marwah RQ STAN), Ustadz Ibnu Jarir, Lc. menyampaikan dengan intonasi renungan mendalam, tentang apa dan bagaimana merenungi jejak akhir Ramadhan kita. Ada 4 poin:

✅ Setiap kita adalah penulis (buku) biografi kita sendiri dan setiap kita adalah pencetak sejarah diri kita sendiri. Buku itu kelak akan disaksamai sepeninggal kita, lebih jauh, buku itu akan disajikan Allah di hari akhir nanti 😢
✅ Kullun minna la mahaalata qooriun kitaabana amama lirobbil alamin (setiap kita akan membaca buku catatan kita di hadapan Allah SWT) 😭
✅ Dua tetes dan dua jejak yang dicintai Allah: 
- tetesan air mata karena menangis takut kepada Allah 
- tetesan darah yang dialirkan oleh seorang hamba di jalan Allah), 
- jejak seorang hamba yang menunaikan perkara/ibadah yang Allah wajibkan kepadanya 
- jejak seseorang dalam memperjuangkan agama Allah SWT (fii sabilillah).
✅ kun abdan rabbanian, walaa takun ramadhanian - Jadilah hamba Rabb sejati, bukan hamba Ramadhan (musiman). Jadilah hamba Allah madal hayah (sepanjang hidup kita).

Kita sebagai individu selayaknya menghitung-hitung agar Ramadhan kita penuh makna dari awal hingga akhirnya, sehingga output menjadi hamba bertakwa benar-benar terealisasi. 

Adapun Rumah Quran STAN menghitung jejak selama Ramadhan tahun ini dengan cukup rumit dan padat dibanding Ramadhan-Ramadhan sebelumnya. Ya Allah, sempurnakanlah menjadi amal-amal terbaik bagi para kontributornya:

1️⃣ TFH dan Lika-Likunya
RQ STAN yang menggelar TFH (Talaqqi From Home) memang penuh tantangan. Mulai dari konsep TFH itu sendiri, saran penunjangnya, hingga berhimpitan dengan konsep adab:
🔍 Klik disini - artikel TFH

2️⃣ MUTQIN

Bulan Rajab dan Sya'ban, ketika WFH sedang awal-awal bergemuruh, RQ STAN berupaya menyempurnakan sebuah aplikasi Android untuk memudahkan dokumentasi talaqqi online. Alhamdulillah jadi
🔍 Klik disini - panduan singkat Mutqin versi youtube
🔍 Klik disini - panduan lengkap Mutqin versi pdf   

3️⃣ Kajian Internal

Ramadhan lalu, tak ada kajian. Cukuplah talaqqi berkumpul pagi/malam sekaligus memotivasi santri. Namun, kali ini berbeda, diperlukan motivasi tambahan di masa pandemik, agenda Ramadhan kampus juga tak banyak, sehingga memungkinkan kajian internal diselenggarakan:
🔍 Klik disini - Kajian Motivasi Hamilul Quran bersama Ustadz Sunarso
🔍 Klik disini - Quiz Seberapa Ngegas Mindsetmu Bersama Quran
🔍 Klik disini - Al Kabaair episode 1 (Pengantar dan Dosa Membatalkan Puasa scr Sengaja)
🔍 Klik disini - Al Kabaair episode 2 (Dosa Ulama yang Tidak Mengamalkan Ilmunya)
 
4️⃣ Kajian Kerjasama

Ramadhan ini, RQ STAN optimalisasikan channel YouTube untuk dokumentasi kajian kerjasama diantaranya: MBM Kampus PKN STAN, Aman Palestin, dan Rumah Quran Daarut Tarbiyyah (tanpa dokumentasi).
🔍 Klik disini - Kajian MBM  | A Life Full of Happiness with Quran | Muzammil Hasballah
🔍 Klik disini - Kajian Ramadhan 21 | Wakaf dan Palestina | Ust Aditya Hadid Riyadi, SE
🔍 Klik disini - Kajian Ramadhan 22 | Kemuliaan Menjadi Ahlul Quran | Ust Numan Abdul Muiz
🔍 Klik disini - Kajian Ramadhan 23 | Menanti Tamu Terakhir | Ust Rezi Albar, Lc
🔍 Klik disini - Kajian Ramadhan 24 | Hidup Berkah Tanpa Riba | Ust Abu Muhammad Dwiono
🔍 Klik disini - Kajian Ramadhan 25 | Karakter Muttaqin dlm Quran | Ust Rasyid Bakhabazy, Lc
🔍 Klik disini - Kajian Ramadhan 26 | Menggapai Derajat Takwa | Ust Dr. Sayyid Qutub, Al Hafizh
🔍 Klik disini - Kajian Ramadhan 27 | Membina Keluarga Sakinah | Ust Rezi Albar, Lc 
🔍 Klik disini - Kajian Ramadhan 28 | Ahkam Zakatt Fitr dan Idul Fitr | Ust Wildan Jauhari, Lc
🔍 Klik disini - Kajian Ramadhan 29 | Muhasabah Akhir Ramadhan | Ust Rezi Albar, Lc

5️⃣ Komunitas Quran - RQ STAN

Alhamdulillah, yang terakhir ini adalah jejak sebelum Ramadhan dengan menggali Kulwap, Kulgram, dan menjadikannya sekaligus Komunitas Quran yang secara tidak langsung digawangi RQ STAN
🔍 Klik disini - dokumentasi 4 episode Kulwap/Kulgram RQ STAN
🔍 Klik disini - gabung grup telegram Berkah Quran
🔍 Klik disini - gabung grup whatsapp Berkah Quran

6️⃣ Agenda Instagram - RQ STAN

Instagram RQ STAN selama Ramadhan diisi dengan sharing tips optimalisasi ibadah di bulan Ramadhan. Santri, manajemen, alumni, hingga umum diperkenankan berbagi semangat dan share bagaimana mereka mengoptimalkan ibadah di bulan Ramadhan.

Selain itu, medsos RQ juga mulai lebih ekspansif. Selain meletakkan jaringan ke Youtube dan Instagram, RQ STAN akan berupaya mewarnai Spotify (via Anchor).

Wah, judul IGTV terbaru di atas agak nyeleneh nggak sih? 🤭

🔥 Allahummarhmanaa bil Qur'aan
🔥 Allahummaj'alnaa wa ahlinaa min ahlil Qur'aan🔥 Allahummaa innaka 'afuwwun tuhibbul af'waa fa'fu 'annaa

📖 Rumah Quran STAN 📖
======================
👥 Fb: Rumah Quran STAN
🌐 Web: rumahquranstan.com
📷 IG : stanruqun_
komentar | | Baca...

TFH - Setoran Tak Berhenti di Masa Pandemi, Tapi...

Penulis : rumah quran stan on Minggu, 17 Mei 2020 | 09.24.00

Minggu, 17 Mei 2020

🔰 TFH = Talaqqi From Home...
✅ sebuah aktivitas dadakan lantaran kondisi pandemik
✅ sebuah aktivitas yang bersaing sengit dengan PJJ (perkuliahan jarak jauh) - yang konon dikabarkan tugasnya lebih menumpuk daripada kuliah keumuman
✅ aktivitas ini cuma lembaga tahfidz yang punya dan menjadi sebab sah-nya hafalan untuk diinternalisasi, kemudian dimurajaah hingga maut menjemput nanti.

🔰 Sarana dan Penunjang TFH
✅ TFH gunakan sarana yang bervariasi, tergantung kemampuan santri dan musyrif. Ada yang gunakan Zoom Meeting, Whatsapp Voice maupun Video Call.
✅ Namun, rata-rata musyrif/ah menggunakan Whatsapp untuk mengakomodasi santri2 yang berasal dari dari luar Jawa., agar tetap dapat setoran (biasanya kendala jaringan internet).
✅ Musyrif/ah juga bertransformasi. Dari semula meworo-woro di lokasi RQ, menjadi meworo-woro di grup whatsapp RQ masing-masing.
✅ Pencapaian santri bervariasi. Rata-rata sekali setoran setiap pekan. Mempertimbangkan aktivitas lain di bulan Ramadhan, biasanya tilawah. Santri rata-rata memiliki kesulitan membangkitkan semangat di kampung halaman, juga tugas PJJ kampus yang menumpuk.
✅ Penunjang TFH adalah kegiatan RQ STAN yang berbumbu motivasi non-setoran. Alhamdulillah, meliputi kajian online dari Ustadz Sunarso selaku pembina dan kajian Ustadz Hasan, yang semuanya terdokumentasi di youtube RQ STAN (ditambah lagi kajian kerjasama dengan Aman Palestin): cek youtube RQ STAN.

🔰 Namun, TFH bukan berarti Mutqin (nama aplikasi)... (cek disini)
✅ Karena Mutqin hanyalah sarana untuk mendokumentasikan catatan penguji kepada santri. Bahkan di RQ STAN sendiri, Mutqin kurang terimplementasi, lantaran culture yang belum terbentuk rapi. 
✅Tapi Alhamdulillah Mutqin banyak dimanfaatkan di luar sana. Ada FHQ yang berjalan di platform virtual dengan program tahsinnya. Hm... Mungkin untuk tahsin, Mutqin lebih diperlukan karena mencatat kesalahan yang perlu diperbaiki. Kalau TFH RQ STAN kan, rata-rata sudah santri tahfidz semua, sudah ditahsin dan sudah diharapkan bacaannya lebih baik dari sebelumnya.
✅ Ada juga FHQ MBM (produk internal - santri RQ STAN di lingkungan kampus). Sebetulnya bukan FHQ, tapi lebih kepada kegiatan talaqqi online Ramadhan yang mengaktivasi platform Mutqin untuk memudahkan komunikasi dengan penyetor talaqqi. Alhamdulillah.

🔰 Eits, TFH tetap perlu dimutqinkan via aktivitas lanjutan.
✅ Belum cukup hanya menghafal, lalu setoran virtual (TFH), lalu selesai. Karena hafalan punya gaya gesek yang mengurangi gaya potensialnya (gaya untuk menjaga hafalan tersebut). Gaya gesek itu bisa maksiat, bisa lalainya kita dari ibadah, dan lain-lain. Belum lagi syetan yang suka sekali menerbitkan penyakit hati. Jadi perlu => murajaah. 
✅ Ada 10 hari terakhir Ramadhan yang epic. Diharapkan lailatul qadar diraih, salah satunya melalui aktivitas malam bersama Quran yang optimal, 
🔍 entah ngebut tilawah, 
🔍 murajaah hafalan belum lancar atas yang di-TFH-kan, hingga 
🔍 qiyamul lail plus murajaah hafalan lancar.

🔰 TFH vs ADAB   
✅ Inilah tantangan perkembangan zaman. Makin diperinstan suatu amal ibadah, terkadang makin kita menyepelekan...
🔍 Sedekah kini bisa tinggal klik saja, tinggal QR code saja, tinggal selfie, NAH, mari kita tetap liputi dengan doa agar tidak ada penyepelean. Doa itu tangan diangkat, lalu berucap: agar si penerima kelak beroleh manfaat dan berkah, kelak berbalik menjadi pendonasi (bukan lagi yang menerima donasi). Tak perlu juga foto distribusi donasi diposting, lalu dicantumin di hasil penggalangan dana, banyak fotonya, menampilkan yang sedang kesulitan, wajah kesedihan. Na'udzubillah. Inilah teknologi versus ADAB.   
🔍 Sama juga dengan TFH => Yang terjadi kini adalah: karena kemudahan tinggal klik record, atau klik meeting, lalu kita abai terhadap adab bersama musyrif. Ya Allah jangan lalaikan kami...
💌 Mengupayakan untuk tetap hadir walaupun cuman bilang: "maaf ustadz tidak ada yang nambah, saya ingin dinasehati saja sama ustadz. Agar semangat saya bangkit."
💌 Mengabarkanlah bila memang tidak bisa hadir di jadwal musyrif tersebut;
💌 Tetaplah mendoakan musyrif, walau bagaimanapun lantaran dunia saat ini serba terbalik. 
💌 Kenapa serba terbalik: Bayangkan kisah ustadz Sunarso (pembina RQ STAN) yang kuliah di STAN dulu, tinggal di sekitar Ceger, setoran hafalan di Bangka. Perjalanan 1 jam naik Metro Mini. Selama di Metro Mini menghafal+murajaah. Sampai disana setoran dan mendoakan musyrif. Pulang kembali ke STAN 1 jam lagi. Total 2 jam hanya untuk 1 kali talaqqi 😭😭😭 Musyrif tidak perlu capek-capek karena ia dihormati, maka ia didatangi.
💌 Bagaimana kita sekarang ini? Setoran tinggal klik, yang capek justru musyrif nya perlu menanyai siapa yang setoran hari ini. Inilah yang perlu direnungi. Agar virtual di masa begini, justru seharusnya makin meningkatkan adab kita. Bisa jadi adab-lah yang membuka keberkahan usaha kita, hingga seperti ustadz Sunarso kini. Padahal setiap setoran butuh 2 jam, tapi kini hasilnya: mudah murajaah, mudah bersama Quran, dan efek keberkahan dunia-akhirat lainnya.
💌 Ya Allah, jangan jadikan berkurangnya porsi adab pada diri kami, menyempitkan keberkahan Quran bagi kami. Tetapkanlah kenikmatan Quran untuk kami, jadikan kenikmatan tersebut lebih besar kami rasakan daripada rasa nikmatnya orang-orang dalam menyantap istidraj-Mu Allah. Dan JANGAN JADIKAN KAMI ORANG-ORANG YANG MENDAPATKAN ISTIDRAJ (kenikmatan semu duniawi). 😭😭😭

Inilah kenyataan TFH, semoga menjadi sarana renungan dan evaluasi bagi diri pribadi, juga bagi manajemen Rumah Quran STAN...

*ditulis dengan rasa haru dan harapan tinggi... 😢😢😢

🔥 Allahummarhmanaa bil Qur'aan
🔥 Allahummaj'alnaa wa ahlinaa min ahlil Qur'aan🔥 Allahummaa innaka 'afuwwun tuhibbul af'waa fa'fu 'annaa

📖 Rumah Quran STAN 📖
======================
👥 Fb: Rumah Quran STAN
🌐 Web: rumahquranstan.com
📷 IG : stanruqun_
komentar | | Baca...

Update Donasi Sosial RQ STAN - April 2020

Penulis : rumah quran stan on Rabu, 29 April 2020 | 07.56.00

Rabu, 29 April 2020



Santri sosial tak pernah ada dokumentasi, karena kami ingin mereka nyaman berada di RQ sebagaimana santri2 yang lain

Dari sekitar 90-an santri Rymah Quran STAN 2020 ini, ada 18 yang berstatus sosial, sehingga perlu dibantu secara ekonomi.

Alhamdulillah program santri sosial sudah berjalan kurleb 2 tahun terakhir dengan rekap sebagaimana artikel berikut:
Berikut konsep sekaligus serba-serbi santri sosial Rumah Quran STAN: 
  1. Program santri sosial bersifat tahunan. Selama 1 tahun santri tidak membayar biaya pendidikan di RQ STAN, bahkan dibantu disetiap bulan, dengan ketetntuan dapat diperbarui ke tahun berikutnya atau minta diberhentikan. 
  2. Alhamdulillah, dari tahun 2018 ke 2019 ada santri yang berhenti atas permintaan sendiri (menganggap bahwa kelurganya kembali mampu), ada juga yang lulus menjadi alumni dan berstatus CPNS. Sebagian lagi yang tetap melanjutkan pendidikan di PKN STAN dan RQ STAN, tetap menjadi santri sosial (memperpanjang dokumen yang diperlukan).
  3. Yang membuat merinding adalah: ada 2 santri sosial yang 1 lokasi Rumah Quran, ketika salah satunya lulus (karena D1 - 1 tahun lulus dari PKN STAN), begitu lulus dan berstatus CPNS (tentunya dah dapet gaji), ia langsung mendaftarkan diri menjadi donatur sosial atas 1 orang temannya yang dulu serumah Quran (masih D3 - 2 tahun lagi lulus). Maa syaa Allah. 
  4. Seluruh santri sosial tidak pernah didokumentasikan, karena untuk menjaga kehormatan santri. Dari 9 rumah quran STAN, bisa jadi 1 rumah ada beberapa santri sosial, atau tidak ada sama sekali. Dan sesama mereka tidak ada yang tahu, siapa santri sosialnya.

Sampai dengan April 2020, berikut laporannya:


laporan donasi sosial edisi September s.d. April 2020
Dari laporan tersebut, berikut penjelasannya:
  1. Santri sosial 2019-2020 Rumah Quran STAN terdiri atas 4 ikhwan dan 14 akhwat.
  2. Ke-18 santri dibantu oleh lebih dari 18 donatur/kakak asuh (KA) dengan sistem bulanan selama setahun dan menyetorkan bantuan melalui rekening RQ STAN.
  3. Manajemen RQ STAN akan mengingatkan kakak asuh setiap bulan, namun tidak sampai wajib. Hal ini dikarenakan sumber dana sosial tersebut selain kakak asuh bulanan, ada juga donatur insidental.
  4. Alhamdulillah, telah disalurkan dana santri sosial sejumlah 59 juta Rupiah dari September 2019 s.d. April 2020. 
  5. Perubahan dana bulanan disebabkan oleh tingkat keinginan kakak asuh (kadang naik kadang kurang). 
  6. Saldo dana (terutama dari donatur insidental) akan digunakan untuk memback-up santri sosial atau bila ada momen-momen tertentu yang dibutuhkan untuk kegiatan sosial.

Namun, tiba-tiba musibah hadir... COVID-19 namanya.
Saat ini manajemen Rumah Quran STAN sedang memetakan seberapa besar dampak musibah ini bagi santri RQ STAN (sembari tetap menjalankan agenda talaqqi online RQ STAN).

Secara ekonomi banyak yang terdampak, apalagi yang orangtua mereka berstatus pekerja harian. Bisa jadi akan dibuka potensi santri sosial baru. In syaa Allah dalam waktu dekat.

Semoga Allah memberikan pertolongan kepada yang terdampak.
Semoga Allah segerakan diangkat musibah ini dari kita semua.
Selamat menjalankan ibadah Ramadhan 😊

🔥 Allahummarhmanaa bil Qur'aan
🔥 Allahummaj'alnaa wa ahlinaa min ahlil Qur'aan
📖 Rumah Quran STAN 📖
======================
👥 Fb: Rumah Quran STAN
🌐 Web: rumahquranstan.com
📷 IG : stanruqun_


komentar | | Baca...

Dulu ATTAQI, Sempat Jadi TAQIA, Sekarang MUTQIN

Penulis : rumah quran stan on Sabtu, 18 April 2020 | 20.50.00

Sabtu, 18 April 2020

MUTQIN - aplikasi hasil sinergi Rumah Quran STAN

September 2017
Saat itu, lahir sebongkah mimpi kecil...
Begini bunyi mimpi itu - yang berhasil didokumentasikan...

Cuplikan Chat 10 September 2017 kepada tim RQ STAN, bahkan sempat dicurhatkan ke mudhir FHQ...

AT TAQI
Aplikasi Tahsin Tilawah dan Talaqqi
... setiap pertemuan dengan muwajjih, ia hanya perlu membaca via Mushaf talaqqi nya (yang di akun muwajjih, dilakukan klik demi klik kesalahan tilawah tahsin yang terjadi/kesalahan kelancaran tasmik tahfidz), sehingga di Mushaf talaqqi akun santri secara real time langsung terlihat apa saja kesalahannya, dihimpunlah kesalahan2 itu pertemuan demi pertemuan dengan muwajjihnya, lengkap dengan nilai kuantitatif nya, dan dikalkulasi di akhir dengan nilai uts dan uas (mekanisme di luar aplikasi), sehingga kurikulum satu periode tahsin/takhasus/tahfidz pun dapat diselesaikan...




Mimpi kecil itu sempat menghasilkan senyum tipis dengan dahi sedikit ada kernyit, pikiran pun merajalela, "Siapa yaa yang mau buat aplikasi keren begini? Biayanya pasti mahal." 

Bi idznillah wa qadarullah... Ternyata salah satu penggiat RQ STAN tiba-tiba terjerumus ke subbagian IT di kantornya (tahun 2018 awal). Sejak saat itu, al-akh yang satu ini suka bereksperimen terhadap prosedur dan alur talaqqi sejak pertengahan 2018 (pasca-mengikuti pelatihan android JAVA).

Fitur-fitur MUTQIN

Dalam prosesnya (2018-->2019-->2020), 
Nama ATTAQI sendiri sudah berganti. Lebih tepatnya: beradaptasi. Ia pernah diubah menjadi TAQIA (Talaqqi via Android), hingga yang terbaru MUTQIN = Mutabaah Talaqqi Quran, Nama yang terakhir disebut ini ditengarai lebih realistis agar tidak ada overespectation dari pengguna. Karena kalau TAQIA atau ATTAQI terlalu menyeluruhi alur proses talaqqi itu sendiri, padahal aplikasi ini:

  • tidak menyediakan sarana media video conference untuk talaqqi
  • tidak menyediakan record talaqqi otomatis bagi santri
  • tidak menyediakan database santri yang bisa diakses pengajar maupun santri.
Wah, padahal kalau ada itu, hebat yaa...

contoh output utk dishare ke aplikasi lain (email, chat, WA, telegram, facebook, instagram, dll)


Maret 2020

Qadarullah... Ketika pandemi berlangsung, potensi waktu luang terbuka luas. Salah satu yang diharapkan adalah AMAL JAMA'I: Santri dikerahkan untuk mengisi konten ayatnya. Sementara programmer menyajikan data tersebut dalam codingan yang sudah berlangsung dan berkembang selama 2 tahun (selama 2 tahun itu, terjadi perbaikan terhadap alur bisnis dan library yang dipakai dalam aplikasi).

Alhamdulillah melalui 2 grup sinergi selama WFH: Grup ikhwan dan akhwat (berisi sedikitnya 16 dan 17 kontributor), dilaksanakanlah team work alias amal jama'i (start per 16 Maret 2020). Outputnya adalah 2 hal berikut:

  • melengkapi 40 images motivasi Quran ke dalam aplikasi

  • memperkaya data kalimat ayat dalam kerangka seperti gambar di bawah ini...


Bayangkan saja. Setiap santri mengkopi pastekan setiap kata ayat Quran ke dalam kerangka string yang telah disiapkan. Lihat saja di gambar, sudah berapa baris string yang dibuat: sampai 18.300-an. Ini bukan kerja rodi, tapi lebih kepada mengejar potensi jariyah atas pemanfaatan aplikasi ini nantinya. Pun kalau aplikasi ini ditiru oleh pengembang aplikasi lain, kita yang sudah susah-susah ini, in syaa Allah kecipratan pahalanya.

Melalui artikel ini, diharapkan pembaca mendoakan kemanfaatan aplikasi ini untuk umat, kemudian: memanfaatkannya, bahkan kalau perlu, menirunya agar lebih banyak lagi jariyah yang digapai tim pengembang RQ STAN. Tidak ada yang rugi dalam amal jama'i gerakan dakwah. Karena ide yang dicuri ditiru pun boleh jadi berbuah cipratan pahala.

Hari ini, 18 April 2020
Ketika ditulisnya artikel ini, baru saja dituntaskan pengunggahan MUTQIN Juz 26-30 ke dalam Toko Aplikasi Playstore. Alhamdulillah dibantu santri FHQ AnNashr/MRBJ. Selain ikhtiar tersebut (yang mungkin boleh jadi butuh waktu 7 hari atau lebih, agar pihak Google mereview aspek kelayakan aplikasi). Untuk mengoptimalkan keuntungan duniawi akhirat, telah diikhlaskan berupa:

  • Mutqin 26-30 tanpa iklan (semoga tidak ada yang menyusupi);
  • Mutqin 26-30 tidak berbayar (semoga tidak ada yang memark-up);
  • Mutqin 26-30 tidak dijual kemana-mana.
Selain itu, untuk memparalelkan ikhtiar pahala tersebut, apalagi sebentar lagi Ramadhan, MUTQIN 29-30 disebarluaskan ke para pengajar FHQ (syukur-syukur diedarkan lagi ke lembaga tahsin/tahfidz yang lain). Alhamdulillah sempat didoakan oleh para shalihin disana dan sudah dimanfaatkan untuk agenda tahsin/tahfidz sejak akhir Maret 2020.





📖 Rumah Quran STAN 📖
======================

🏡 Baituna: bit.do/rumahquranstan
👥 Fb: Rumah Quran STAN
🌐 Web: rumahquranstan.com
📷 IG : stanruqun_
💌 gg.gg/infoDonasiRQSTAN

#RumahQuran #RumahQuranStan #RuqunStan #YukNgaji #YukDonasi
komentar | | Baca...

Kulgram 4 - Sinergi Dakwah dengan Pesantren di Jeneponto

Penulis : rumah quran stan on Jumat, 17 April 2020 | 23.20.00

Jumat, 17 April 2020

Ustadz Ahmad Ulul Azmi -peci hijau-

14 Maret 2020...
Yang terjadi saat itu di luar dugaan...

RQ STAN bersiap hidupkan masjid dengan kajian...
ketika tiba-tiba banyak pengajian tutup dan menutup diri....
Bahkan sang narasumber mengingatkan sekali lagi, "Akhi, antum yakin kajian kita tetap jalan?"

Saat itulah, diambil keputusan yang cukup berat...
Pihak MBM menyarankan ditunda, pihak ANNUR tidak berani menerima aktivitas selain hanya shalat 5 waktu, pihak kampus juga sudah lakukan keputusan mendadak: "liburan diperpanjang"

Dan kajian Bekal Pengajar Quran itupun gagal total...
Tapi kami tidak kemudian bersedih, karena masih ada kajian di maam harinya...
sudah teragendakan sejak lama...

KULGRAM RQ STAN...
Sinergi Dakwah dengan Pesantren di Jeneponto

Sebuah pengantar KULGRAM:
Dibalik segala kesulitan, Allah tetap hadirkan tak terhitung ni'mat, yang semoga bisa tetap qt syukuri dgn berperan optimal di dalam kehidupan ini. No worries, no panic, keep watch, but empower smile and happy 😊 smoga imun kita kuat, mental kita terbaek, ruhani qt dahsyat, sejalan dengan ikhtiar kita. Aamiin ya Rabb...

Mari kita MOVE-ON, membahas materi Kulgram kita yang satu ini. Ahay, habis dari Papua, sharing dakwah Quran ala Kulgram kita bergeser ke kakinya pulau Sulawesi, disana ada Jeneponto, Sulawesi Selatan. Dan di sana, jauh dari hiruk pikuk dan deru kesunyian desa, ada akhina, ustadz Ahmad Ulul Azmi, dengan sinerginya bersama pesantren Quran Jeneponto. Yuk kita tengok sosok narsum kita dulu:

  1. Bukan kebetulan nih ya, ternyata narsum kulrgam 3 kita pekan sebelumnya, Ustadz Mukhlis satu daerah asal dengan narsum kali ini, ustadz Ahmad Ulul Azmi yakni: Pamekasan, Madura. Maa syaa Allah. Bumi yang diberkahi, karena menghasilkan kader Quran ke Papua dan Jeneponto.
  2. Bedanya, ustadz Mukhlis kuliah di STAN saat RQ STAN baru diinisiasi. Sedangkan ustadz Ahmad Ulul Azmi ini memang santri RQ STAN cabang MBM tahun 2016-2017.
  3. Kalau ustadz Mukhlis pernah ngajar di: FHQ An Nashr + FHQ Ar Ridho, maka, ustadz Ahmad Ulul Azmi: FHQ MBM + FHQ Ar Ridho. Hm... mirip-mirip yaa, walaupun beda tahun 2011 >> 2017.
  4. Kalai ustadz Mukhlis tipenya santuy dengan materi slide saja tapi isi materinya menggebu-gebu. Nah, ustadz Ahmad Ulul Azmi ini detail (materinya audio dan slide), serta penyampaiannya yang santuy. 
  5. Histori bagaimana ustadz Ahmad Ulul Azmi bisa memperoleh channel pesantren Quran di kota kecil Jeneponto, ternyata tidak lepas dari FHQ ANNASHR. Dari jaringan FHQ inilah, sudah berdiri sebuah pesantren di Jeneponto tempat ustadz Ahmad Ulul Azmi akhirnya ikut bersinergi... Kuy kita lihat bagaimana alur diskusi selama kulgram?

Materi Kulwap 4 - Klik DISINI  
Isi Materi:
- File ppt: Sinergi Dakwah Quran di Pesantren Jeneponto 18 slide + Biodata
- File audio: 10 file sesuai nomor slide


Tanya Jawab Slido:

1...
Bagaimana kurikulum FHQ di sana, Ustaz, apakah seperti di sini (dibagi menjadi kelas tahsin 1, 2, 3, takhasus)? ² Santri di sana rata2 usia berapa, Ustaz?
===========================

Kurikulum mirip seperti FHQ An-Nashr, karena memang dulu Ustadz Imam (Al Faruq) datang kesini kemudian bertemu Ustadz Abdurrahman..

Santri FHQ mirip2 disana juga usianya, tapi mayoritas disini Ibu2 😁

Kalau santri pondok dari usia SD, SMP, SMA, Kuliah ada semua..

Yg seumuran saya juga ada..


2...
Apa tantangan terberatnya ustadz? Apakah sempat ada penolakan dari pesantren terhadap konsep yang antum tawarkan?
===========================

Tantangan terberat sebenarnya dalam proses pencarian, sebagai orang baru yg tinggal di tempat baru butuh adaptasi terlebih dahulu dengan lingkungan baru..

Alhamdulillah sejauh ini tidak ada penolakan dan didukung penuh oleh pesantren..

3...
Berapa jumlah santri aktif tetap dan PP di sana. bagaimana membuat mereka semangat terus utk menghafal. Pas jenuh misalnya?
===========================

Jumlah santri aktif tetap -+40 orang, memang dari Ustadz Abdurrahman sengaja menahan jumlah santri di kisaran angka tsb dikarenakan keterbatasan tempat dan status pondok yg saat ini statusnya menumpang tempat.

Santri PP dulu ada 2, saya dan teman kantor saya (tenaga PPNPN 2 tahun lebih muda dari saya). Sekarang sisa 1, tinggal saya sendiri 😆. Teman saya memilih resign dan fokus untuk menghafal Qur'an di pondok sebagai santri tetap (tanpa ada paksaan dari saya, saya sendiri kaget tiba2 teman saya memilih resign, tapi masyaallah ini sebuah hikmah nyata dari Allah untuk menjadi pelajaran).


Sebagaimana Pondok Pesantren pada umumnya setiap pekan ada jadwal olahraga, biasa main bola/futsal dan setiap ada santri yg selesai sima'an baik 1 juz/ 5 juz biasanya diundang makan ke rumah santri tsb, cukup menjadi hiburan bagi santri disini karena biasa makan mie dan 2T (tahu, tempe) tiap hari 😂

biar ga jenuh, ada olahraga futsal dan makan2 di rumah yg sdh selesai sima'an. Jurus terakhir kalau sudah pada jenuh yaitu motivasi2/cerita Ustadz Abdurrahman sewaktu dulu Beliau jadi santri 😁


4...
Sebagai alumni/anak STAN, selain nyantri qt bisa membantu apa saja di pesantren tsb? Benchmarking ke ust Azmi, hehe
===========================

Banyak sebenarnya sesuai dengan kemampuan masing2 dan siap jika sewaktu2 ditugaskan oleh Pak Kiai/Ustadz...

Kalau santri disini biasa ditugaskan untuk menjadi pengajar FHQ, mengisi khotbah jumat, imam tarawih..


Kalau sebagai alumni STAN yg basicnya paham tentang keuangan, bisalah kita ikut bantu terkait keuangan juga..


5...
Apakah disana ada program talaqqi/setoran hafalan online?
===========================

Tidak ada ustadz, offline semua.. 
Santri PP nya cuman 1 soalnya 😆


6...
Gimana kiat bagi waktunya ust Azmi, kerja di KP2KP (pajak) sembari nyanttri? hm... sibuk gak ya? setau saya KP2KP itu semacam eselon 4 dibawahnya KPP (pelayanan pajak)
===========================

Betul ustadz dibawahnya KPP Pratama Bantaeng..

Alhamdulillah sejauh ini saya usahakan untuk urusan pekerjaan cukup dari jam 07.30-17.00..

Saya luangkan waktu untuk tilawah/murojaah dari ba'da shalat subuh-selesai..
Biasanya selesainya sambil ngantor sekitar jam 10an..

Habis ngantor jam 17.00 istirahat sejenak untuk persiapan pergi ke pondok..


Maghrib di pondok-selesai... 😁


CLOSING STATEMENT

  • Teman2 selebgram yg dirahmati Allah..
  • Menghafal Al-Qur'an adalah suatu pekerjaan yg mulia..
  • Para penghafal Qur'an adalah hamba pilihan.. 
  • Maka beruntunglah kita yg setiap harinya kita lalui dengan membaca/menghafal Qur'an..
  • Teruslah menghafal meskipun tidak hafal2.. 
  • Carilah kawan yg bisa menyemangatimu dalam menghafal..
  • Karena menghafal Qur'an bukan tentang seberapa cepat kita bisa menghafal.. Melainkan tentang seberapa kuat tekad kita dan iman kita terhadap ayat2 Allah.. 
  • Teruskanlah perjuanganmu menghafal Qur'an dimanapun berada..
  • Dan ketika ada orang yg bertanya..
  • "Dulu kuliah dimana?" 
  • Jawablah..
  • "STAN (Sekolah Tahfidz Al-Qur'an Negara)" 😁
  • Demikian dari saya,
  • Tetap semangat.. 



Wassalamu'alaikum wr. wb.

Disebutkan di slide beliau:SEKALI MEMULAI JANGAN PERNAH MENGAKHIRI TAPI SELESAIKAN 😭
komentar | | Baca...

Kulgram 3 - Dakwah Quran di Bumi Papua

MQ GEN - Merauke Quran Generation

Stoppress: Kulwap beralih menjadi Kulgram sejak episode ke-3 mengingat pesertanya overthan 255 (kapasitas maksimal whatsapp). Selain itu, kulgram dipilih karena setipa hadirin baru dapat melihat history sampai sejak dibuatnya grup, berbeda dengan whatsapp...

=== 

Akhina wal ustadz Mukhlis ini bukan alumni RQ STAN, karena ketika RQ hadir di tahun 2011 doeloe, beliau sudah memiliki lingkungan Qurani tersendiri di MBM yaitu sebagai James Bon (jaga mesjid dan kebon), bahkan mengajar di FHQ An Nashr dan FHQ Ar Ridho. Alhamdulillah...

Lahir di Pamekasan hingga mengenyam SMA di sana, ustadz Mukhlis lulus dari STAN di tahun 2012 (saat itu RQ baru seumur jagung). Dan saat-saat menegangkan penempatan kerja di DJPB (yang konon bisa sampai ke pelosok itu), ia kukuhkan dengan tekad hijrah jauh ke bumi Papua. Maa syaa Allah.

Berikut cuplikan pengantar kuliah telegram beliau:

Papua adalah Bumi Alloh sebagaimana bagian Bumi lain yang kita pijak saat ini...Kita harus bersyukur kepada Alloh karena dari Papua kita bisa belajar tentang kemurnian Iman...

Wahai saudaraku, di manapun kita berada akan menjadi sama saja jika ukuran kenyamanan kita adalah urusan "perut" atau "pandangan mata" belaka...Yang menjadi berbeda adalah ketika standar ukuran kita adalah iman yang ada di hati...

Maka, mari kita lihat Papua dari kacamata iman kita... 

Ya, beliau memang bukan mainstreamnya anak baru DJPB waktu itu. Ketika banyak di antara mereka memilih lokasi penempatan yang semaksimal mungkin dekat dengan homebase, beliau malah seolah-olah semaksimal mungkin jauh dari homebase. Mengajak istri tercintanya, menempuh lokasi kerja yang ia tekadkan.

Dan inilah hasil tekad itu... Karya-karya dakwah Quran dan hasil sinerginya... 

Materi Kulwap 3 - Klik DISINI  
Isi Materi:
- File ppt: Dakwah Quran di Bumi PAPUA 18 slide + Biodata

Nah, beberapa hal menarik sebagai catatan KULGRAM ke-3 RQ STAN ini:

  1. Kulgram RQ STAN dilaksanakan tanggal 29 Feb - 1 Maret 2020. Hm... saat itu belum ada istilah WFH dan masa pandemik 😌
  2. Ternyata ustadz Mukhlis yang kita minta tema: Dakwah Quran di Bumi Papua, sudah pindah mutasi kerja ke Lombok. 
  3. Aktivitas dakwah Quran di Papua tak lepas dari pengalaman sang narasumber ketika mengajar Quran semasa kuliah di STAN, yakni di FHQ An Nashr dan juga FHQ Ar Ridho saat baru-barunya dirintis (mbuka alas) 😃
  4. Nah, segala hal tentang seluk beluk Dakwah Quran di Papua lebih bisa digambarkan melalui diskusi SLIDO di bawah ini...

Tanya Jawab Slido:

1...
Boleh diceritakan tantangan dakwah di Papua selama 5 tahun disana? infonya Papua kan masih sarat kriminalitas, dan apa yg dilakukan utk meyakinkan masyarakat?
(Ziyadatul Khoir)
===========================

ama penempatan di Papua Cuma 4 Tahun. Memang kriminalitas di sana masih cukup tinggi. Bahkan daerah yang kami bina (Desa Gudang Arang) juga termasuk daerah rawan. Namun alhamdulillah, strategi kami dari awal adalah menemui tokoh masyarakatnya terlebih dahulu, sehingga jika ada suatu masalah kami tinggal menyebut nama beliau saja 😊


Nah, yang sedikit lebih menantang adalah justru bagaimana kita bisa meyakinkan masyarakat tentang siapa diri kita. Alhamdulillah, pertama kami “pancing” dengan kegiatan bakti social, seperti qurban, pembagian zakat maal dan fitrah, memberi hadiah untuk tokoh masyarakat, dsb. Sehingga Alhamdulillah, sampai2 kami dinyatakan sebagai bagian dari keluarga mereka.


2...
Apakah sewaktu ustadz mukhlis pertama kali di merauke samasekali tidak ada lembaga sejenis MQ-Gen/RQM seperti yg ustadz inisiasi?
(Ahmad Ulul Azmi)
===========================

tidak ada

3...
Apakah sudah menyiapkan penerus jika nantinya harus mutasi dari Papua?
===========================

untuk RQM, di awal kami sudah mencetak guru2 Qur’an. Sudah kami buatkan kelompok khusus calon2 guru qur’an yang nantinya bisa mengajar. Dan Alhamdulillah, mereka sudah punya binaan qur’an sendiri.
Sementara untuk kegiatan MQ-Gen sendiri saat ini kegiatan pekanan rutin tidak berjalan karena sudah di-handle oleh masyarakat sendiri. Namun kami sudah punya nama di sana. Jadi, ketika kami meminta anak2 Papua untuk kami sekolahkan di Jakarta, mereka tinggal siapkan.


4...
Bagaimana partisipasi rekan kerja di kantor sewaktu di merauke ustadz? Apakah ikut mendukung sebagai pengajar/dll?
===========================

Sangat mendukung. Bahkan untuk kegiatan MQ-Gen, saya dibantu oleh 2 rekan kerja saya. Setiap rabu ba’da maghrib mereka juga ikut mengajarkan iqro’ untuk anak2 muslim Papua yang kami bina.

5...
Ustaz, sepekan 4x pertemuan itu kapan saja dan pukul berapa ya? Padahal kan sepertinya jadwal di Kemenkeu cukup padat tiap harinya.

===========================

Pertemuan 4x hanya untuk kegiatan RQM saja ditambah dengan kegiatan MQ-Gen dan juga tahlilan bisa sampe 6x. jadi, hampir setiap malam ba’da maghrib saya keluar. Ditambah hari ahad pagi. Ada lagi kegiatan yang sifatnya undangan, seperti Terapi Qur’an (Ruqyah Syar’iyah) dan juga undangan pengajian. Dan alhamdulillah semua kegiatan itu sya lakukan di luar jam kerja. Jadi, pada saat jam kerja, saya berusaha menuntaskan pekerjaan saya.

Sedikit menambahkan, bahwa bekal Terapi Qur'an (Ruqyah Syar'iyah) sangat dibutuhkan oleh masyarakat d daerah. Khususnya d daerah minoritas.


6...
Ketika penempatan di daerah, biasanya banyak waktu luang. Apa motivasi Terbesar sehingga memilih jalan utk terjun ke dakwah Qur'an, drpd bisnis, ngajar les, dll

===========================

Selain dakwah qur’an, saya tidak meninggalkan kegiatan lain seperti main badminton dan juga berbisnis. Alhamdulillah, atas izin dari Alloh semua bisa dijalankan. Memang dakwah qur’an adalah yang utama bagi saya. Karena mengingat sabda Rasulullah SAW. “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Bukhari). Dan juga pesan orang tua saya:”ajarkanlah kepada orang meskipun cuma Alif”


6...
Tantangan apa yang ustadz terima selama masa pendirian MQ-Gen dan bagaimana cara menghadapinya karena tentu membangun sesuatu di tempat baru tidaklah mudah

===========================

Lama penempatan di Papua Cuma 4 Tahun. Memang kriminalitas di sana masih cukup tinggi. Bahkan daerah yang kami bina (Desa Gudang Arang) juga termasuk daerah rawan. Namun alhamdulillah, strategi kami dari awal adalah menemui tokoh masyarakatnya terlebih dahulu, sehingga jika ada suatu masalah kami tinggal menyebut nama beliau saja 😊

Nah, yang sedikit lebih menantang adalah justru bagaimana kita bisa meyakinkan masyarakat tentang siapa diri kita. Alhamdulillah, pertama kami “pancing” dengan kegiatan bakti social, seperti qurban, pembagian zakat maal dan fitrah, memberi hadiah untuk tokoh masyarakat, dsb. Sehingga Alhamdulillah, sampai2 kami dinyatakan sebagai bagian dari keluarga mereka.

Semoga saudara sekalian tidak enggan untuk penempatan di Papua 😍


6...
Selain tantangan kriminalitas, juga dalam meyakinkan masyarakat, kira2 apa sih tantangan terbesar menggerakkan dakwah Quran di Papua? 

Atau barangkali ada kisah yg ingin dibagikan, yg bs menginspirasi qt semua, ttg aktivitas dakwah Quran disana? biasanya ada satu/dua kisah tak terlupakan mgkn? hehe

===========================

Imam As-Syahid berkata: “Kalian akan menemukan di hadapan kalian pelbagai beban berat dan kalain akan dihadapkan dengan beragam kendala. Pada saat itulah sebenarnya kalian telah menempuh jalan para pelaku dakwah”

Tantangan lainnya adalah "perlawanan" dari masyarakat mayoritas...

Saya mempunyai grup diskusi pekanan untuk teman2 mahasiswa di sana. Ada satu anggota kami dari pemuda katolik tiba2 tertarik ingin ikut kegiatan tersebut, lalu saya ajarkan tentang islam. Kemudian di hadapan kami juga waktu itu Dia mengucapkan syahadatain... Allohu Akbar...

Setelah itu langsung kami silaturahim ke orang tuanya, dan menyampaikan bahwa anak mereka masuk islam tanpa paksaan siapapun.

Namun ortunya tidak terima. Dan mengusir kami. Kami pun dilaporkan ke kepolisian bahwa kami telah melakukan brainwashing 😂 Akhirnya, saya bikin skenario. Anak tersebut saya "islamkan" lagi secara legal, saya bawa ke sebuah masjid untuk diproses kembali keislamannya dengan dokumen yang lengkap.

Dan di dokumen2 itu, tidak ada nama saya. Sehingga Alhamdulillah, ketika dipanggil kepolisian, saya tidak dilibatkan 😁 Dan Alhamdulillah. Anak ini sekarang semakin istiqomah dalam Islam dan sudah tidak dapat perlakuan tidak baik lagi dari ortunya...

Jadi, ortunya sudah menerima....



6...

Saya tertarik dg mtq kemenkeu yg ustad mukhlis ikuti.. bisa ceritakan sedikit ustad ttg lomba tsb? Apakah lombanya diadakan tiap tahun? Dan cabang lombanya ada apa aja ya ustad?

===========================

Lomba itu biasanya diselenggarakan dalam rangka Memperingati Hari Oeang. EO-nya adalah Bintalnas Kemenkeu. Kalo g salah terakhir diselenggarakan tahun 2015/2016. Setelah itu g pernah ada lagi...

Mungkin menyesuaikan anggaran atau gimana saya kurang faham 😁 Bidang yang dilombakan ada:
1. Adzan
2. MTQ

3. Kultum


Closing Statement
Alhamdulillah... Assholatu wassalamu 'ala rasulillah... Ammaa ba'du...

Saudara sekalian, kita ini hanyalah manusia yang mempunyai kewajiban atas perintah-Nya...
Kita hanya butuh kemauan untuk menjalankan apa yang sudah diwajibkan untuk kita...
Bonusnya... Pasti udah disiapkan oleh-Nya...
Gak perlu kita khawatir...
Kita berdakwah kan gratis nih... Perjalanannya dibiayai negara...
Digaji pula...
Hehehe....

Maka mari kita yakini bahwa di manapun kita ditempatkan di bumi Alloh ini, di situlah Alloh siapkan lahan kebaikan untuk kita...
Maka mari kita bercocok tanam...

Ayo... Jangan takut di manapun Alloh tempatkan kita
komentar | | Baca...
 
Tentang Kami | Kontak Kami | Privacy policy | Term of use | Ingin Berdonasi? | Site map
Copyright Ruqun STAN© 2015. Rumah Qur'an STAN . All Rights Reserved.
Design Template by klik di sini |