Kabar Terbaru »
Bagikan kepada teman!

Level Menghafal Qur'an

Penulis : Ruqun Stan on Sabtu, 12 Januari 2019 | 01.38.00

Sabtu, 12 Januari 2019

"Ini ilmu keren", kata Ustadz Ahmad Jaaze ketika menyampaikan 4 level menghafal Quran ini di hadapan peserta training dalam video youtube (cek disini).

Ada 4 level kekuatan hafalan kita terhadap satuan ayat/surat Al-Qur'an. Pemahaman ini diperlukan agar kita maklum dan tidak patah semangat terhadap konsep review/murajaah dalam menghafal. Jangan sampai karena tidak tahu levelnya, kita jadi patah arang, "Ah gak hafal-hafal." Akhirnya malas menghafal karena hari ini menghafal besok sudah lupa.

Konsep ini juga penting agar kita punya jurus yang istiqomah, tak pernah pudar dan tak bosan-bosan, agar hafalan dapat kita transfer secara lembut perlahan dari short-term memory menuju long-term memory. Ibarat ikut UAS/ujian akhir kalau pakai jurus SKS (sistem kebut sepagi), maka saat ujian sih bisa menjawab, namun ilmu nya dijamin lupa di 1-2 bulan setelahnya. Karena hanya masuk level 1. Maka, itulah pentingnya belajar jauh-jauh hari sebelum UAS/ujian akhir, agar ilmunya bersemayam dan tentunya ketika di-callback (baca: review) semalam sebelum ujian, maka ia tetap tertaut dalam alam pikiran.

Level 1: AL-HIFZH
Level 1 ini merupakan hafalan baru. Itung-itung usia hafalannya masih sehari. Jadi, tonggaknya lemah. Ia juga disebut bawwabah, pintu gerbang hafalan yang bagus. Semua hafalan yang terjaga dimulai dari level ini. Level ini menggambarkan setoran murid ke guru, dimana guru melihat mushaf untuk mengecek hafalan murid. Nah, bila murid punya hafalan baru, jangan menggampangkan karena standar kesalahan level ini maksimal 3kali. Persis dengan camp-camp Qur'an yang sering diadakan di lembaga tahfidz, biasanya setoran per halamannya disuruh ulang bila masuk kesalahan kelancaran yang ke-4.

Bagi siapapun yang ikut camp Qur'an (entah 1 juz 4 hari, hingga 30 juz 60 hari), maka jangan bingung ketika selama program kita sukses besar, namun setelah pulang, seolah merasa terjangkit amnesia akut . Itu bukan penyakit. Itu wajar. Maka, tantangannya bagaimana kita menjaga hafalan tersebut dengan strategi level-level berikutnya.

Eits... siapa bilang antum sudah hafal. Antum baru level Al Hifzh lho, jadi masih punya Pe eR untuk memutqinkan hingga level teratas yaa :)


Level 2: AT-TIKROR
Tikror disini maksudnya adalah bakdal hifzh, setelah menghafalnya. Level ini tergambar berupa seseorang yang membaca Quran sementara mushaf di depannya dalam kondisi tertutup (tanpa ada guru yang mengecek mushaf karena level verifikasi hafalan al-hifzh sudah terlewati). Semakin jauh mushaf biasanya semakin menantang rasa kepercayaan diri penghafal dalam mereview hafalan. 

Melalui level ini perlu dilakukan pengulangan pembacaan ayat, seperti 5x, 10x, 20x, hingga 40x. Sebagai catatan: 5-10x masih terhitung sedikit. Saat pengulangan per ayat (tanpa lihat mushaf), ada kalanya kita ragu, lupa mendadak, keseleo, mikir "eh tadi apa ya?", maka hal itu wajar. Saat itu, kita boleh buka mushaf sebagai konfirmasi sejenak, lalu tutup lagi, jauhkan mushaf lagi. Nah, jika masih sering buka mushaf, level 2 belum terlewati, masih level 1. Karena itu, biasakan "mikir dulu" sebelum buka mushaf, ada upaya dulu, ada ikhtiar sebelum menyerah. Buka mushaf bisa digantikan dengan konsep mushaf berjalan alias tanya teman semenghafal.

Level 2 ini boleh dilakukan dengan jahr maupun sirr, dengan catatan sirr akan lebih cepat dan memacu pikiran kita.

Level 3: AR-ROBHT
Kondisinya begini: mushaf di depan, tidak dipegang, tidak dibuka, tidak dilihat. Nah, level ini adalah level yang makin memutqinkan hafalan ayat/surat kita. Indikasinya: bila kita nambah hafalan baru, maka hafalan lama semakin kuat. Itulah ar-robht. Misalnya begini: "fa idzaa jaa'a tish shookhoh" (QS Abas), lho ini khan kemarin ada ayat yang mirip? Maka ayat: "fa idzaa jaa'atith thoommatul kubroo" (QS An Naziat) akan semakin kuat.

Bila kita menghafal ayat baru sambil menyesuaikan dengan ayat-ayat hafalan lama kita, In sya Allah hafalan lama kita masuk level ar-robht. Ia adalah level pemanasan otak sebelum memulai menghafal baru, bahkan ada anjuran sebelum menghafal baru pastikan hafalan lama kita masuk level ar-robht (kecuali pada camp Quran karena disana dipacu untuk ziyadah secara masif, maka dari itu call-back murajaahnya perlu extra effort untuk dikembalikan). Logikanya: bila kita punya hafalan baru, maka level ar-robht kita bertambah. 

Ar Robht berlaku dari awal sampai dengan akhir juz (satu juz), sehingga sehari cukupkan waktu untuk sekedar say hello dengan hafalan lama kita melalui Ar Robht. Ia bisa dilakukan jahr maupun sirr, dan Ar Robht paling efektif bila dilakukan di dalam shalat sunnah kita, karena di sanalah kita bisa fokus untuk melalui sirkuit hafalan kita kembali. Karena di level ini tak ada lagi buka-buka mushaf.

Level 4: AL-MURAJA'AH
Tidak ada namanya al-murojaah  kalau hafalan kita belum 1 juz. Karena bila sudah 1 juz, kita sudah masuk al-murajaah. Dan bila belum, kita baru masuk 3 level sebelumnya. Al murajaah ini ibarat siklus packaging hafalan, memaketkan hafalan untuk kita sikluskan dalam hari-hari kita ke depan. Maka ada standar siklus seperti ini:
  • Bila hafalan 1-10 juz, maka al murojaah sekali dalam 1 minggu
  • Bila hafalan 10-15 juz, maka al murojaah sekali dalam 2 minggu
  • Bila hafalan 16-20 juz, maka al murojaah sekali dalam 3 minggu
  • Bila hafalan 21-30 juz, maka al murojaah sekali dalam 1 bulan
Nah, lakukan al murajaah dalam keseharian kita ibarat dzikir muthlaq, dimanapun kapanpun selagi itu dibolehkan. Kata ustadz Ahmad Jaaze standar nya 10% per hari: bila hafalan kita 1 juz atau 20 halaman, maka murajaahnya 2 halaman per hari. Bila 5 juz, murajaahnya  10 halaman/setengah juz per hari, maka 30 juz, murajaahnya 60 halaman/3 juz per hari.

Saya jadi ingat cerita salah seorang musyrif RQ STAN saat talk show 21 Desember 2018 lalu, "Guru saya ada yang murajaah itu dilakukan sambil berinteraksi satu sama lain. Pas kita lagi ngobrol, tiba-tiba kita lihat kok mulutnya komat-kamit, eh ternyata beliau lagi murajaah hafalannya." 
Maa syaa Allah.

Allahummarhamnaa bil Qur'aan
Allahummaj'alnaa min ahlil Qur'aan

Rumah Quran STAN
================
👥 Fb: Rumah Quran STAN
🌐 Web: rumahquranstan.com
📷 IG : stanruqun_
💌 gg.gg/infoDonasiRQSTAN
komentar | | Baca...

Tahfidz Liburan Akhir Tahun 2018

Penulis : Ruqun Stan on Jumat, 11 Januari 2019 | 16.39.00

Jumat, 11 Januari 2019

Jelang akhir tahun 2018, RQ STAN menyelenggarakan sebuah agenda dadakan memanfaatkan cuti bersama yang disambung libur tanggal merah. Sabtu-Selasa, 22-25 Desember 2018.

Dadakan dikarenakan perencanaan hanya sekedar ketersediaan musyrif. Musyrif tidak pulang kampung maka jalan. Namun, akhirnya compang-camping karena ternyata panitia lah yang kurang tersedia. 😅

Agenda dirancang untuk eksternal. Maka, santri RQ tidak diwajibkan. Eh, ternyata banyak santri RQ yang turut hadir, bahkan beberapa dari alumni RQ STAN. Pendaftar sebanyak 68 diseleksi, hadir di TKP sejumlah 40-an yang meliputi 2 program:

1. Program takhasus
4 hari target 1 juz: meliputi mabit di jumat malam, lalu 3 hari selepasnya berjalan dari pagi s.d. sore di masjid an-Nur untuk menghafal dan setoran. Alhamdulillah ada 1 musyrif dan 1 musyrifah yang bertugas. Tidak termasuk malam hari.

2. Program reguler
4 pagi target 1/2 juz: meliputi mabit di jumat malam, lalu 3 hari selepasnya berjalan dari pagi s.d. pkl 09.00 di masjid an-Nur untuk menghafal dan setoran. Alhamdulillah ada 3 musyrif dan 3 musyrifah tambahan yang bertugas. Tidak termasuk malam hari.


Agenda diawali dengan talkshow yang dibuka untuk umum. Wah sayangnya, kegiatan gagal terdokumentasi karena panitia yang terbatas (maklum jumat malam masih hari kerja)


Selanjutnya, berikut foto-foto kegiatan. Setiap pagi dan siang ada makan sesuai peruntukan programnya (pagi: reguler+takhasus, siang: takhasus saja).

ngeteh pagi sambil nunggu antrian

menghafal di atas karpet

Ketika ada pos yang kosong, santri pun mendekat ke musyrif utk setoran

Kunci kegiatan ini adalah lembar mutabaah yang slalu bertambah bila ada setoran

3 teller... eh maksudnya 3 musyrif membuka setoran, yang lain antri sambil menghafal

sesi motivasi sore sebelum ditutup (masih lanjut hari berikutnya)

satu-satunya peserta dr kalangan SMA

makan tidak ada di rundwon tapi menjadi tumpuan utama kegiatan

sesi penutupan berupa review kegiatan dan pengisian form evaluasi

peserta sudah pada pulang baru keinget foto bareng, jadinya kelihatan kurang peserta deh hehe

Evaluasi
Hasil statistik di bawah ini diperoleh dari form evaluasi online santri yang terakhir ikut penutupan. Terlihat jumlah takhasus 19, reguler 20 = 39. Dari statistik, program sebetulnya kurang berhasil memenuhi target 4 hari 1/2 juz atau 4 hari 1 juz.

Secara keseluruhan, capaian target ziyadah dan setoran juga masih di angka 36% dan 63% untuk takhasus dan 63% dan 76% untuk regular. Masih jauh dari 100% bila seluruh santri sanggup menambah dan menyetorkan sesuai target.


Namun demikian, hal tersebut berbeda dengan pandangan peserta. Mereka ternyata bahagia bisa mengikuti agenda tersebut. Nyaris semua peserta memberikan testimoni positif, di antaranya:

Program ini membuat saya terpacu untuk menghafal Al-Qur'an sekaligus memperbaiki bacaan saya. Musyrifah nya juga baik, ketika hafalan saya banyak salah para musyrifah dengan sabar memperbaikinya sambil memberikan motivasi.


Alhamdulillah senang sekali bisa mengikuti kegiatan ini. Saya terbilang lemah dalam hal menghafal dan hafalan, tapi adanya Quran camp membuat saya sangat termotivasi untuk bisa terus belajar dan menghafal dengan benar. Semua fasilitas yang diberikan oleh panitia sangat baik dan saya sangat berterimakasih.

Secara keseluruhan Program sudah bagus, tempatnya nyaman, musyrifahnya baik-baik, dan konsumsinya joss.



Dan ternyata nilai rata-rata program ini berdasarkan hasil review peserta adalah: 8,56 😀


Allahummarhamnaa bil Qur'aan
Allahummaj'alnaa min ahlil Qur'aan

Rumah Quran STAN
================
👥 Fb: Rumah Quran STAN
🌐 Web: rumahquranstan.com
📷 IG : stanruqun_
💌 gg.gg/infoDonasiRQSTAN
komentar | | Baca...

Prosedur QuranicQuiz (Plus Quiz Pasca-UTS)

Penulis : Ruqun Stan on Kamis, 10 Januari 2019 | 05.52.00

Kamis, 10 Januari 2019


QuranicQuiz yang sudah menjalar di Kahoot, Quizizz, dan Google Form Rumah Quran STAN tidak hanya berfungsi untuk menjaring kaum milenial di sekitar kampus STAN. Sebut saja sarana mempromosikan Rumah Quran STAN di tahun 2017 akhir. Namun, ia juga menjadi sarana imtihan dan exercise bagi santri RQ sendiri.
komentar | | Baca...

Dua Siklus

Penulis : Ruqun Stan on Senin, 31 Desember 2018 | 16.32.00

Senin, 31 Desember 2018

Allah telah menciptakan banyak siklus untuk membuat kita nyaman hidup.

Siklus air hujan, membuat kita merasakan segarnya air hujan yang berulang-ulang Allah turunkan. 
"Dan Allah menurunkan dari langit air (hujan) dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya ... (QS An Nahl: 65)"

Siklus rotasi bumi, membuat kita merasakan beralihnya siang dan malam, juga seolah bergeraknya matahari, bulan, dan bebintangan.
"Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan... (QS Fathir: 13)"

Siklus makanan, membuat kita tak habis-habis merasakan kecukupan makanan.
“Maka cobalah memandang manusia kepada makanannya. Sesungguhnya telah kami curahkan air securah-curahnya. Kemudian kami lunakkan bumi seluluk-luluknya. Maka kami tumbuhkan padanya benih-benih makanan. Dan anggur dan sayur-sayuran. Dan buah zaitun dan kurma. Dan kebun-kebun yang subur. Dan buah-buahan dan rumput-rumputan. Akan bekal bagi kamu dan ternak kamu” (QS Abasa: 24-32)

Siklus tubuh: Mulai dari siklus pernapasan, siklus pencernaan, siklus peredaran darah, siklus pertahanan, siklus berpikir dan merespon, semua hal yang terjadi secara berulang-ulang, menjadi manfaat maksimal bagi kehidupan, serta telah diatur secara sempurna oleh Allah. Tentunya masih banyak lagi siklus-siklus ciptaan Allah di sekitar kita.

Atas nikmat-nikmat Allah yang tak terhitung tersebut, kita diberi Allah kewajiban untuk secara terus menerus melakukan siklus berikut ini:

♻ Siklus Sholat 5 Waktu ♻ Siklus Zakat ♻ Siklus Puasa ♻ Siklus Haji (eh kalau yang ini tidak perlu tersiklus)

Namun, yang membedakan mereka dengan para Ahlullah-Ahlul Qur'an adalah setidaknya memiliki 2 siklus tambahan. Yuk kenalan dengan 2 siklus tersebut:

♻ Siklus Tilawah
Siklus ini menggambarkan interaksi membaca kitab Qur'an yang tersiklus setiap harinya, lanjut dari juz 1 berurutan sampai juz 30, lalu kembali lagi ke juz 1 dan begitu seterusnya. Hm... Buat santri RQ berkisar antara 2 juz (periode tahfidz) s.d. 3 juz (periode tahsin) per hari. Namun, untuk kita-kita yang tidak sedang on-mission cukup 1 juz per hari.

3 juz per hari selain dalam rangka tujuan utamanya menggapai ridha Allah, juga berfungsi untuk membiasakan lisan dalam melafalkan ayat Qur'an sesuai tajwid yang benar. 2 juz per hari selain juga demi ridha Allah, juga berfungsi sebagai penguat ruhani karena sedang menjalani misi hafalan minimal 3 juz per tahun. Begitulah anak RQ STAN dalam memegang tampuk amanah santri RQ.

Nah, adapun yang 1 juz per hari, setidaknya inilah standar minimal bagi muslim yang ingin merasakan indahnya Islam dan manisnya keimanan. Setidaknya 1 juz ini berkontribusi selain dalam rangka meraih ridha Allah dan mendekatkan diri kepada Allah, juga memantik sensitifitas hati untuk dapat selalu dekat kepada kebaikan dan terjauhkan dari keburukan, atas izin Allah.

♻ Siklus Murajaah
Siklus ini menggambarkan interaksi memfasihkan hafalan Qur'an yang tersiklus setiap harinya, lanjut dari awal hafalan sampai akhir hafalan, lalu kembali ke awal begitu seterusnya. Hm... Standarnya adalah setiap hari difasihkan 10% dari hafalan. Misal nih:

hafalan kita 1 juz/20 halaman, sehari dimurajaah 2 halaman.  
hafalan kita 2 juz/40 halaman, sehari dimurajaah 4 halaman.  
hafalan kita 3 juz/60 halaman, sehari dimurajaah 6 halaman.  
hafalan kita 4 juz/80 halaman, sehari dimurajaah 8 halaman.  
hafalan kita 5 juz/100 halaman, sehari dimurajaah 10 halaman/setengah juz. 
(sumber: training menghafal Ustadz Ahmad Jaaze)

Bila terkendala ketersediaan waktu, paling tidak hafalan kita tersiklus, hm... mentok-mentoknya sebulan sekali. Bila ia tersiklus, pada umumnya hafalan akan terjaga, karena ada pola pembiasaan untuk senantiasa "berkenalan kembali" dengan hafalan kita terdahulu.

Ya Allah jangan jadikan kami lalai dari hafalan kami, lantaran kemaksiatan kami kepada-Mu
Ya Allah bantu kami tuk jaga hafalan kami, agar ia selalu ada, agar ia tidak hilang
Karena hilangnya ia, kami khawatiri juga merupakan bentuk kemaskiatan kepada-Mu
Ya Allah tolonglah kami untuk menjalankan dua siklus ini, sebagai bentuk kecintaan kami kepada-Mu...

Allahummarhamnaa bil Qur'aan
Allahummaj'alnaa min ahlil Qur'aan

Rumah Quran STAN================
👥 Fb: Rumah Quran STAN
🌐 Web: rumahquranstan.com
📷 IG : stanruqun_

komentar | | Baca...

QuranicQuiz: Wajah Lain Ekspansi RQ STAN

Penulis : Ruqun Stan on Senin, 03 Desember 2018 | 00.04.00

Senin, 03 Desember 2018


Boomingnya platform quiz online di tahun 2017 tanpa tedeng aling-aling langsung dimanfaatkan oleh Rumah Quran STAN. Dari situlah, lahir tagar, akun, atau jalur lain dakwah Rumah Quran STAN bertajuk QuranicQuiz.


komentar | | Baca...

FHQ MBM Tampil Beda di 2018

Penulis : Ruqun Stan on Minggu, 02 Desember 2018 | 23.50.00

Minggu, 02 Desember 2018

FHQ atau Forum Halaqah Quran merupakan hajatan yang melibatkan LDK Masjid Baitul Maal PKN STAN dengan Rumah Quran STAN. 

FHQ MBM - Angkatan 1 dan 2
FHQ di MBM sejatinya pertama kali hadir pada tahun 2015, namun baru mampu menyelesaikan seluruh kurikulumnya pada angkatan kedua, yakni yang bermula di akhir Januari 2016. Mengadopsi kesuksesan FHQ An Nashr, kegiatan halaqah pekanan bertemakan tahsin ini saat itu, mampu menarik minat ikhwan sebanyak 15 kelompok, sedangkan akhwat 16 kelompok. Bila direratakan 10 per kelompok, maka jumlah santri FHQ saat itu (15+16)x10 = kira-kira 310 santri. Info lengkap disini.

FHQ MBM - Angkatan 3
Maret 2017, FHQ memasuki angkatan ke-3-nya. Saat itu jumlah pendaftar masih di kisaran angka 300-an, yakni 169 ikhwan dan 183 akhwat (jumlah sudah terdokumentasikan nih ye). Saat itu, Rumah Quran STAN mulai keteteran. Pasalnya, jumlah stok pengajar dari kalangan santri RQ sangat terbatas. Namun, begitu mengetahui jumlah peserta membludak, banyak pengajar bersemangat tuk mengajar dua hari, Sabtu dan Ahad sore. Syukur Alhamdulillah. Alhasil jumlah pengajar di hari jelang starting kegiatan mencukupi, baik dari kalangan santri RQ maupun luar RQ. Info lengkap FHQ 2017 ada disini.


FHQ MBM - Angkatan 4 + Tahsin Clinic
Tahun 2017 lalu, FHQ episode 4 berlanjut kembali di semester awal perkuliahan PKN STAN, sekitar September 2017. Terdokumentasi di Instagram Masjid Baitul Maal, saat itu FHQ memang sengaja diakhirkan di UAS semester 1. Adapun pada semester 2-nya, FHQ lebih difokuskan ke bulan Ramadhan 1439H (tahun 2018 M) dalam tajuk milenialis, yakni Tahsin Clinic. Sedikit sumber FHQ September 2017 ada disini.

***





FHQ MBM - Angkatan 5
Sejarah dari FHQ MBM 1, 2, 3, dan 4 tersebut masih terhitung normal, hingga akhirnya hadir FHQ ke-5 pada November 2018 yang sedikit tidak normal. Di mana tidak normalnya? Kami himpun pada 4 poin berikut:
  1. Jumlah peserta jauh membludak, yaitu 140 ikhwan + 357 akhwat, sehingga tertotal = 497, nyaris 500 peserta. Dapat dilihat dari tahun-tahun sebelumnya bahwa trend ternjomplang ternyata lantaran melejitnya jumlah akhwat yang mendaftar. Padahal jumlah ikhwan masih normal saja dari tahun-tahun sebelumnya.
  2. Alhasil, ketidaknormalan yang pertama membuat manajemen RQ dan panitia FHQ melakukan maneuver, terutama mengelola pengajar Quran dari kalangan non-RQ secara lebih intensif. Yang kedua adalah memanggil para senior turun gunung, terutama dari alumni STAN yang sewajarnya sedang menunggu penempatan dan masa-masa OJT/magang.
  3. Lokasi FHQ kali ini lebih variatif, tak lagi hanya di MBM walaupun namanya FHQ MBM. Terjadwal oleh panitia, Sabtu sore di MBM dan di lain tempat: Ahad sore di Masjid An-Nur PJMI. LDK MBM saat ini memang sedang berusaha menjalin jumper dakwah ke lokasi kos mahasiswa PJMI, melalui aksi ekspansi dakwah wilayahnya. Nah, salah satu bentuk ekspansi tersebut adalah melalui FHQ. 
  4. Tak kalah berbedanya dari tempat adalah durasi FHQ. Kali ini, durasi melipir di 2 semester. FHQ hadir di pasca UTS 1 (terlewat 2 bulan dari awal kuliah) sampai dengan UTS 2, artinya FHQ hadir di 2 semester perkuliahan.
Empat hal inilah yang membuat FHQ tampil beda di 2018. Selain itu, konsep FHQ secara umum masih sama dengan statistika yang kurang lebih adalah sebagai berikut:
  • Jumlah pengajar ikhwan   : 14-15 ikhwan (cadangan 1-2)
  • Jumlah pengajar akhwat   : 25 akhwat (cadangan 1-2)
  • Jumlah peserta ikhwan    : 140 peserta
  • Jumlah peserta akhwat    : 357 peserta
  • Leveling tahsin        : Pratahsin, Tahsin 1, dan Tahsin 2
  • Jumlah halaqah Sabtu    : 8 ikhwan, 19 akhwat
  • Jumlah halaqah Ahad    : 7 ikhwan, 14 akhwat
  • Silabus yang dipakai    : 11 pertemuan (termasuk ujian)
  • Buku modul        : Jilid 1, 2, 3 Buku Utsmani, Ustadz Efendi Anwar
Mohon doa pembaca semua, agar FHQ ini lancar. 10 pertemuan dapat dilalui dengan tuntas bersama para perindu Quran dari kalangan mahasiswa STAN

Allahummarhamnaa bil Qur’aan


Plus - Plus Foto2 FHQ di Masjid An-Nur PJMI






komentar | | Baca...

Taujih Berseri untuk Strategi Muwajjih FHQ (6-10)

Penulis : Ruqun Stan on Sabtu, 01 Desember 2018 | 13.57.00

Sabtu, 01 Desember 2018



Dalam rangka memeriahkan masa awal mulainya FHQ MBM di akhir November ini, beberapa taujih ditransmisikan secara tulisan dan dilakukan bertahap (berseri) terkait dengan strategi (bukan materi) dalam mengelola halaqah tahsin. Strategi lebih kepada cara jitu tersampaikannya materi dan terpraktekannya bacaan Quran dengan sempurna. Berikut 5 seri kedua  -taujih strategi mengelola halaqah tahsin:

***


6) Bekal Talaqqi Fardhi


Anak akun cocok menjalankan aksi Talaqqi Fardhi (TF). Mereka sdh diajarkan konservatif sejak awal. Beban langsung diakui begitu muncul, pendapatan ntar2 dlu nunggu kepastian baru diakuin. Ini namanya konservatif, berhati-hati. Belum kalau pelajaran auditing, ada mindset skeptisme profesional. Sebentuk suudzon tapi bukan suudzon. Nah, bingung kan.

Berbekal dari situ, pengajar Quran dr kalangan anak akun atau jurusan lain yang pernah belajar akun, InsyaAllah cocok menerima talaqqi fardhi dari para peserta tahsin. 😄

Biasanya hal ini terbaca dari kebiasaan mengucapkan instruksi, "ulangi!" Kata ini begitu fenomenal. Sebetulnya dr sisi pengajar, makna ulangi adalah: "coba diulangi deh saya tadi kurang mendengar saksama", tapi kadang oleh peserta kata ini dimaknai, "nah kamu salah, salah, pokoknya salah." Sehingga kadang peserta talaqqi mengalami "salah baca tidak material" lantaran mendengar kata ulangi ini alias grogi dan unpede. 

Nah, solusinya yaa tidak ada solusi. Mau bagaimana lagi. Mungkin sekedar diluruskan saja, bahwa ulangi bukan berarti salah. Ulangi hanya sebentuk upaya pengajar ingin mendengar lebih dalam.

Ulangi ini bisa diminimalisir bila pengajar sering latihan utk talaqqi fardhi. Bagaimana caranya? Anak RQ bisa lah di sela-sela santai di rumah, saling mengajak talaqqi. "Bro atau sis, yuk kita latihan talaqqi" Atau utk yang belum punya komunitas, bisa juga membacakan ayat di hadapan video HP, lalu melihatnya kembali guna membetulkan bacaan kita. Latihan2 begini sangat diperlukan untuk mengupgrade kemampuan skeptisme professional di bidang tahsin. Juga dalam rangka meningkatkan sensitivitas membetulkan bacaan quran. Hanya saja, kita harus tahu sikon. Jangan kemudian di dalam menjadi makmum, kita batin juga kesalahan imam yang membacakan Quran di depan. Keep khusyuk dan semoga Allah memudahkan kita utk membiasakan diri mentalaqqi fardhi.

***

7) Jangan Remehkan Doa


Pernah dalam sebuah evaluasi kegiatan mentoring, sang pengisi taujih bertanya, "siapa yang sudah mendoakan mutarabbi nya hari ini?" Ternyata yang acung tangan sedikit sekali.

Ya, memang begitu adab nya. Dai sangat perlu utk berdoa agar kata2nya membekas di hati mad'u. Agar dirinya istiqomah memegang amanah. Agar mad'u terpaut hatinya utk lapang menerima dakwah Islam, agar Allah meridhai aktivitas kita semua, karena kitalah yang butuh dakwah Qur'an ini, bukan dakwah yang butuh kita. 

"Dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana (QS Al Anfal 63)"

Kita tadabburi ayat ini bahwa sekeren apapun silat lidah kita mengajak mereka utk baca Quran dengan tajwid yang benar, hal tersebut takkan mampu membuat hati mereka terpaut pada Quran, kecuali atas izin Allah. 

So, bagi qt yang tetiba dipaksa tuk terbebani amanah mengajar Quran, kuy ikhlaskan diri kita tuk berdoa. Selipkan doa-doa untuk santri tahsin kita di waktu2 mustajab. Selipkan di waktu tahajud, waktu dhuha, antara adzan dan iqomat, dll. Semoga doa terbaik kita tatkala santri kita tidak tahu, diamini malaikat, "Semoga kamu juga mendapat apa yang kamu doakan utk kebaikan mereka."

Ada doa yang tak perlu digemborkan (apalagi diselfiekan), ada pula doa yang diaminkan bersama sebagai wujud kasih sayang dan menunjukkan misi kita dalam halaqah tahsin ini. Maka, setiap sebelum mulai atau sebelum halaqah tahsin kita bubaran, mari sama2 berdoa. Semoga Allah istiqomahkan kita, dalam berinteraksi dgn Quran. 


Hm...  Bolehlah kita visioner sedikit dalam doa. Semoga kita jg istiqomah dlm menjadi kader2 dakwah Qur'an dan dakwah Islam scr umum di lokasi penempatan kita kelak, lebih jauh sepanjang usia biologis kita 😁

***

8) Mengelola Diskusi

Dari slide yang tidak tercakup, yang kemudian disusulkan melalui penugasan SAP sebelumnya, salah satunya adalah sesi diskusi atau tanya jawab. Hm... Biasanya sesi ini melekat pada materi manakala pengajar memantik halaqah dengan ungkapan, "sampai disini ada pertanyaan?" 

Ia merupakan sesi yang fleksibel karena kemunculannya tergantung sense of kepo atau seberapa kritisnya peserta halaqah. Beberapa narasumber kadang menghindari sesi ini, terutama yang tidak menguasai sangat tentang materi yang disampaikan. 

"Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui (AnNahl 43)"

Tadabur ayat ini, walau redaksinya utk Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, namun bisa kita petik ibrah bahwa kalau di sesi diskusi kita kemudian krik krik krik alias merasa kurang berkapasitas dalam menjawab, maka berikan ia jawaban terbaik dr yang pernah ada: Wallahu A'lam. Tentu sambil kita legakan hati si penanya bahwa kita akan coba carikan jawabannya di lain kesempatan. 

Memberi spare waktu, lalu kita diskusikan pertanyaan peserta tersebut di grup pengajar FHQ MBM atau japri ke musyrif/ah yang sudah kapasitasnya mumpuni, sehingga hadir jawaban yang melegakan, yang kemudian kita share di grup santri kita, maupun di pertemuan tahsin berikutnya, InsyaAllah hal tersebut lebih fair dan beradab daripada kita buru2 menjawab sekenanya yang berimbas pada kekhilafan kita dan ketersesatan peserta. 

Atau dapat juga kita sampaikan, "sependek pengetahuan saya dst...", Lalu diberikan spare waktu untuk kita cari tahu selengkapnya, itu juga tak masalah. Yang penting kita ingat bahwa kita punya PR untuk menjawab pertanyaan super santri kita di lain waktu.

Remember...  Bahwa jawaban "tidak tahu" bukanlah khilaf, hanya saja bedanya satu diamanahi pengajar, satunya lebih fokus untuk menjadi peserta yang belajar. Toh kita sama-sama pembelajar. Adab diskusi begini ini, bukan hanya di halaqah tahsin saja, namun juga di halaqah mentoring, forum seminar, dan forum belajar lainnya. 

Semoga kita bisa mengelola sesi diskusi ini dengan baik sebagaimana Allah ridhai.

***

9) Tilawah Fardhi dan Bukti Cinta Quran

Mirip dengan istilah talaqqi fardhi, namun jauh bedanya. Tilawah fardhi (TiF) inilah yang seharusnya menjadi keseharian kita, juga keseharian santri. 

Tilawah fardhi itu tilawah pribadi, yang dilakukan pengajar dan juga santri di rumah masing2, di waktu masing2, di luar halaqah tahsin. Ideal nya pengajar wajib TiF 1 juz per hari. Karena kita akan mewajibkan santri tahsin 2 juga sama: 1 juz per hari. Tahsin 1 wajib nya 1/2 juz per hari (sumber: FHQ AnNashr). 

Analoginya begini. Kita sedang melatih calon pemain bola professional. Sebagai pelatih, kita tidak hanya memberikan porsi latihan di lapangan saja. Tapi juga di luar lapangan. Kita wajibkan siswa sekolah bola kita untuk mengolah bola satu jam di luar lapangan setiap harinya. Entah mau sambil jalan ke sekolah giring bola, atau main dengan anak2 komplek atau latihan nendang ke tembok, dsb. Pokok nya kalau ditotal harus satu jam. 

Apa maksud hati kita sebagai pelatih bola mewajibkan demikian? Agar timbul rasa cinta terhadap bola. Konon main bola karena cinta, tanpa tekanan, dengan riang gembira, akan menciptakan chemistry dengan bola, dan lebih mampu membawa kebahagiaan selama pertandingan, lebih kuat daripada sekedar menang kalah. Nah... 

Kita juga berharap demikian. Kita ingin diri kita sebagai pengajar: cinta terhadap Quran. Maka, kebiasaan membaca 1 juz per hari bisa kita jadikan sarana mencintai Quran, mencintai Allah RasulNya, dan dakwah Islam. 

Nah, kalau pengajar sudah rutin dan optimal one day one juz, barulah kemudian kita on-the-track untuk mengingatkan santri kita untuk 1/2 juz atau 1 juz per harinya. 

Keep istiqomah duhai pengajar Quran. Keep remembering your santri to talk Allah with Tilawah Fardhi, every week and every day in your WA/line group. 

Out of Topic: Bagi pengajar dari kalangan santri RQ STAN, mohon tidak mengurangi takaran cinta nya terhadap Qur'an karena sdh dikomitmenkan di awal untuk 2-3 juz perhari 😊

***

10) Tilawah Fardhi dan Idealnya Santri FHQ

Practice makes Perfect, saya kutip ungkapan terkenal ini dari status salah satu pengajar di grup ini, hehe. Menjelaskan makna bahwa sering-sering latihan bisa menyempurnakan tiap bacaan Qur'an kita. Bukan hanya pengajar melalui latihan talaqqi bergantian dengan pengajar lain, melainkan juga: tak kalah penting utk santri FHQ yang menjaga tilawah fardhi nya setiap hari. 

Sejatinya gambaran santri ideal FHQ itu seperti ini: Hadir di halaqah tahsin pekanan, menyetorkan bacaan untuk dikoreksi, menerima catatan koreksi di buku mutabaah, lalu hari-harinya diisi tilawah fardhi di waktu yang ia sepakati sendiri. Ada yang memilih sekali duduk, di jeda antara magrib-isya utk tilawah fardhi. Ada yang sekali duduk bakda subuh sampai mandi dan berangkat kuliah. Selain sekali duduk, ada juga strategi membagi waktu. Ada yang dibagi per waktu sholat. Misal habis sholat fardhu 4 halaman, maka sehari selimawaktu akan mentotalkan 20 halaman alias 1 juz Qur'an. Atau ada tipe campuran. Sebakda subuh setengah juz, sehabis sholat fardhu lainnya 2-3 halaman. Ini juga bisa. Tinggal yang nyaman dan cocok waktunya yang mana (permisalan ini utk tahsin 2 dgn wajibat 1 juz perhari, wajibat tahsin 1 dll tinggal disesuaikan saja). 

Kalau sudah begitu, apakah sudah ideal? Eits belum juga. Hadir tiap pekan tahsin + tilawah 1 juz per hari fhq pekanan saja, belum dianggap sbg seideal-idealnya santri,  apalagi ada santri FHQ yang rajin hadir saja tanpa tilawah fardhi. Atau malah tilawah rajin tapi tidak hadir FHQ. Bacaan menjadi abai terkoreksi. 

Lalu bagaimana yang ideal? Nah, seideal-idealnya santri Fhq itu yang mengoneksikan, membentuk node/jembatan/sinaps antara koreksi di buku mutabaah nya dengan tilawah fardhi harian nya. 

Secara teknis begini: setiap ia pulang dari FHQ, ia berkomitmen bahwa koreksi yang muncul di buku mutabaah nya hari ini tak boleh muncul lagi di pertemuan pekan depannya. Maka, saat ia jalani 7 hari tilawah fardhinya, ia lakukan sambil meliput buku mutabaah nya, ia latih-latih hasil koreksi pengajar nya. Sampai apa? Sampai lisan nya terbiasa, hingga pekan depan ketika bertemu kembali dengan pengajar nya, koreksi itu tidak muncul lagi. Namun, jika pekan itu ia terkoreksi dari sisi kesalahan lainnya, maka ia berkomitmen lagi agar di pekan depannya kesalahan itu tak muncul lagi, begitu seterusnya hingga materi tahsin usai, dan ia menjadi seideal-idealnya pembelajar tahsin Quran. MasyaAllah. 

***

Bersambung
komentar | | Baca...
 
Tentang Kami | Kontak Kami | Privacy policy | Term of use | Ingin Berdonasi? | Site map
Copyright Ruqun STAN© 2015. Rumah Qur'an STAN . All Rights Reserved.
Design Template by klik di sini |